MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 24 September 2017 00:03
Data Ulang Spot dan Jual yang Unggulan

PROKAL.CO, KEPULAUAN Derawan cukup terkenal dengan banyak spot diving-nya, khususnya di perairan Pulau Maratua. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, berencana mendata ulang spot diving di Berau, untuk kepentingan promosi wisata.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, mengatakan sudah sejak lama spot-spot diving di Kepulauan Derawan belum di-update.”Saya sudah minta kepala dinas pariwisata untuk mendata ulang ini, kalau untuk di Pulau Maratua itu dulu ada puluhan spot,” ungkapnya kepada Berau Post.

Pendataan ulang, kata Agus, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) perlu melibatkan para guide diving, yang kerap menemani wisatawan untuk menyelam dan tentunya punya banyak pengalaman tentang spot diving.

“Ketika nanti sudah ada data terbaru akan dirilis dan disebar ke dive center yang ada, ini untuk kepentingan jualan wisata,” tegasnya.

Diungkapkannya, Berau punya spot diving unggulan di perairan Maratua, yakni channel. Lokasi ini menjadi tempat favorit para penyelam untuk menyaksikan atraksi ratusan atau ribuan ikan baracuda sedang berkumpul dan membentuk pusaran. Biasanya, kata Agus, spot diving seperti ini lebih banyak disukai oleh wisatawan mancanegara yang hobi menyelam.

Tak hanya menyajikan pemandangan bawah air yang luar biasa, melakukan penyelaman di Channel cukup memacu adrenalin, karena harus melawan arus di kedalaman sekitar 30 meter.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, spot diving Channel sepertinya lebih ekstrem di bandingkan di tempat lain di Indonesia. Spot yang sama diketahui mirip dengan ada yang di Wakatobi, yakni Hoga Channel. Tapi, jika dibandingkan, Maratua lebih ekstrem.

Baracuda, menjadi daya tarik tersendiri bagi diver atau penyelam, bahkan jika bertemu satu saja, diver sudah merasa senang. Apalagi dengan jumlah yang banyak seperti di perairan Maratua.

“Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, saya kagum sekali,” ujarnya.

Agus berencana memberi nama spot Channel ini yakni Majesty, yang artinya keagungan. Nama tersebut menurutnya sangat pantas diberikan, atas keagungan Tuhan yang menciptakan keindahan tersebut.

Disbudpar Berau, bakal melakukan pendataan ulang titik penyelaman di Kepulauan Derawan. Hal tersebut sesuai instruksi Wakil Bupati (Wakil Bupati) Berau Agus Tantomo.

Kepala Disbudpar Berau Mappasikra Mappaseleng, mengaku telah mulai mendata spot diving di Kepulauan Derawan sesuai instruksi wabup.

Diungkapkannya, titik penyelaman atau spot diving di Bumi Batiwakkal, cukup banyak. Meski banyak, ada 19 spot yang selama ini sering dijual guide lokal kepada wisatawan.

Belasan spot yang diunggulkan tersebut tersebar di beberapa pulau. Seperti, tiga spot di Derawan, delapan spot di Maratua, tiga spot di Sangalaki, satu spot di Pulau Panjang dan empat spot di Pulau Kakaban. (lihat grafis)

“Jumlah spot diving itu sangat banyak, tapi yang kebanyakan dijual hanya 19 titik,” terangnya kepada Berau Post.

Salah satu spot di Pulau Panjang, hanya ada satu guide yang menjualnya dan tidak diketahui guide yang lain. “Ini masuk kategori private, hanya satu guide itu yang boleh mengantar penyelam ke spot tersebut,” ujarnya.

Dalam pendataan ulang, dituturkan mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau, pihaknya menggandeng guide diving di masing-masing wilayah atau pulau. Hal itu dilakukan, agar data yang diterima akurat karena para guide lebih hafal dengan spot diving di wilayahnya masing-masing.

“Spot-spot diving kita cukup menjual. Pendataan ulang memang diperlukan, guna memperbarui data di lokasi tersebut,” terangnya.

Data yang dibutuhkan tak hanya koordinat, tapi data kehidupan bawah lautnya. Dicontohkannya, salah satu spot terkenal dengan banyaknya keberadaan penyu, ternyata di kedalaman berikutnya terdapat hewan laut lainnya yang menarik perhatian bagi penyelam.

“Ya paling tidak, pendataan itu cukup sampai kedalaman sekitar 30 meter,” tuturnya.(app2)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:31

Mengaku Panggilan Hati, Kian Mempertebal Iman

Rumah ibadah seperti masjid adalah tempat suci bagi umat Islam. Maka harus dibuat nyaman. Ya, membuat…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:30

Yudha: Saya Pikir Itu Ranahnya DLHK

TANJUNG REDEB – Jalan Diponegoro dikeluhkan warga, lantaran berdebu dan membuat tidak nyaman untuk…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Dokter di Pulau Derawan Kosong, Akibat Kontrak Tahunan

PULAU DERAWAN – Masyarakat di Pulau Derawan tampaknya harus bersabar mendapat pelayanan kesehatan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat

TANJUNG REDEB – Angin kencang disertai hujan lebat diprediksi terjadi hingga akhir bulan ini.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:28

Adu Peruntungan di Badai Politik

TANJUNG REDEB – 2018 tepat disebut sebagai tahun politik. Atmosfernya tidak hanya dirasakan oleh…

Jumat, 19 Januari 2018 11:44

Satu Parpol Penuhi Syarat, Lainnya Proses Perbaikan

TANJUNG REDEB - Sebagaimana mandat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2017, KPU Berau…

Jumat, 19 Januari 2018 11:43

Pencegahan untuk Wabah Difteri, Vaksin Sangat Menentukan

TANJUNG REDEB – Beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), terjangkit wabah penyakit difteri.…

Jumat, 19 Januari 2018 11:42

2017, Klaim JKK Naik Signifikan, Tanda Kurang Baik Penerapan K3

TANJUNG REDEB - Jumlah klaim santunan program jaminan sosial ketenagakerjaan peserta, di wilayah kerja…

Jumat, 19 Januari 2018 11:41

Tunggu Usulan dari Provinsi, Disbudpar Optimistis Penetapan KEK Maratua

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, optimistis tahun 2018, dapat mewujudkan…

Jumat, 19 Januari 2018 11:39

Menikmati, Jadikan Mengurus Masjid sebagai Hobi

Kesukaan setiap orang memang berbeda-beda. Seperti halnya Muhammad Ramli, yang sangat menyukai kesehariannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .