MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 26 September 2017 09:49
STATISTICAL THINKING
OLEH: AGUS HARYANTO

PROKAL.CO, STATISTICIAL thinking will one day be as necessary a qualification for efficient citizenship as the ability to read and write. (H.G. Wells).

Tersajinya data statistik demi menunjang pembangunan negeri ini menjadi tugas pokok dari Badan Pusat Statistik menyajikan data yang berkualitas dan terpercaya. Akan tetapi tersedianya data yang berkualitas tersebut akanlah sia-sia jika pengguna data tidak dapat memahami dengan baik atau dapat menginterprestasikan dengan benar data statistik tersebut.

Jika setiap kegiatan statistik mulai dari perencanaan kegiatan, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data sampai dengan cara publikasi dan diseminasi data dilakukan dengan baik sesuai dengan ketentuan, tentunya kualitas data akan menjadi sangat terjaga. Kualitas data yang baik merupakan kunci utama pelayanan yang optimal kepada pengguna data.

Tak bisa ditampik, hingga kini keraguan publik terhadap sejumlah statistik resmi yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS), sebagai  satu-satunya lembaga statistik resmi di negeri ini, masih saja terjadi. Komentar ‘miring’ terhadap data-data yang dihasilkan BPS pun kerap ditemui di berbagai media.

Keraguan publik terhadap statistik resmi sebetulnya bukan hanya terjadi di Indonesia. Di negara-negara maju, kesenjangan antara ukuran standar variabel-variabel penting sosial-ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan pengangguran dengan persepsi yang ada di masyarakat, yang didasarkan pada “fakta” keseharian dan persepsi individu, telah merusak kepercayaan publik terhadap statistik resmi.

Rusaknya kepercayaan publik terhadap statistik resmi tentu merupakan persoalan serius karena bakal berdampak pada cara berlangsungnya perdebatan publik tentang kondisi perekonomian dan kebijakan yang harus diambil.

Statistik perlu dipopulerkan agar masyarakat awam dapat memahami dasar-dasar statistik mencakup data, proses dan hasil (output) sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang keliru mengenai suatu hasil sensus/survei ataupun informasi ilmiah. Masyarakat juga perlu berpikir secara statistik, yang berarti berpikir secara ilmiah sehingga dapat memahami dalam membaca suatu data dan informasi.

Statistical thinking bukan hak milik insan statistik saja, akan lebih baik masyarakat umum juga mengetahui dan memahaminya walaupun hanya esensinya saja. Dalam sistem statistik nasional, masyarakat memiliki peran sebagai pengguna data dan sumber data itu sendiri.  Lewat edukasi itu pasti akan meningkatkan kesadaran statistik masyarakat, terutama untuk mengurangi ketidakpercayaan dan kesalahtafsiran masyakarat akan data statistik.

Esensi dari statistical thinking yang perlu dipahami masyarakat, bahwa data statistik pasti mengandung error/kesalahan sehingga tidak bisa dibilang 100 persen benar. Penyelenggara statistik dalam setiap melakukan pengumpulan data, memiliki prinsip bahwa data yang dikumpulkan itu pasti mengandung kesalahan, tetapi dalam melaporkan dan mendiseminasikan datanya tidak melakukan kebohongan.

Penyelenggara statistik bekerja bukan untuk bertujuan menghasilkan data yang 100 persen benar, akan tetapi bekerja untuk sedapat mungkin mengecilkan error data statistik. Selain itu dalam membaca data, masyarakat harus (cukup) memahami terlebih dahulu selubung luar metodologi yang dipakai untuk menghasilkan data statistik itu.

Jika statistical thinking tersebut telah dipahami oleh segenap lapisan masyarakat, baik itu para pemimpin negeri ini ataupun para penikmat kopi di warung-warung kopi yang seringkali menjadikan obrolan tentang perekonomian negeri ini sebagai topik menarik tak lagi  terjebak pada ungkapan-ungkapan verbal (kualitatif) dan opini yang menyesatkan dan mengaburkan realitas, atau lebih memilih menggunakan data-data statistik lain meski statistik tersebut didasarkan pada metodologi yang kurang bisa dipertanggungjawabkan dibandingkan menggunakan data statistik resmi.

Karena, interprestasi  data yang keliru sama bahayanya dengan data yang tak akurat. Selamat Hari Statistik Nasional. Kerja bersama dengan data untuk membangun negeri.(*/app)

*)Statistisi Pertama BPS

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 01:07

Menuju Kota Digital

DIGITALISASI merupakan bagian dari revolusi industri 4.0 (four point zero). Jika revolusi industri 1.0…

Rabu, 11 Juli 2018 13:56

Mengukur Tensi Politik Menjelang Pileg 2019

TAK terasa roda perputaran sang waktu silih berganti, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan…

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:24

FILANTROPISME RAMADAN

SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang…

Jumat, 01 Juni 2018 12:08

Atasi Kram saat Menstruasi

DI sela aktivitas yang cukup padat sebagai siswa Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:59

Terapi Emosi dalam Sekejap

SAAT berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya…

Jumat, 25 Mei 2018 00:42

Inokulasi Bakteri Probiotik Atasi Bau Sampah

POLUSI berupa bau sampah yang tidak sedap di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga Berau, sempat menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .