MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 04 Oktober 2017 10:31
Bupati Kalah dengan Kepala Dinas?
Oleh: Endro S Efendi

PROKAL.CO, “NDRO, mana berkas lamaranmu?” tanya Masdjuni tiba-tiba. Tentu saja saya sangat kaget mendengar pertanyaan almarhum saat masih menjabat sebagai bupati Berau kala itu. Saya bingung, lamaran apa yang ia maksudkan?

“Teman-temanmu, sudah banyak yang jadi pegawai negeri. Kamu enggak mau jadi pegawai juga? Bawa lamaranmu, nanti aku bantu,” ujar beliau ketika itu.

Saat itu saya masih kuliah di Samarinda. Namun, saya sudah menyambi sebagai wartawan Kaltim Post. Tentu saja, tawaran itu saya anggap gurauan semata. Kalau pun tawaran itu serius, tentu saya harus tahu diri. Meski lulusan SLTA ketika itu sudah bisa jadi pegawai, namun menempuh gelar sarjana adalah prioritas utama kala itu.

“Saya biar jadi wartawan saja pak,” jawab saya mantap, dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada beliau.

Saya paham betul, jalur sukses setiap orang berbeda-beda. Ada yang sangat ingin bercita-cita jadi aparatur sipil negara, sementara yang lain memilih jalur lain. Saya salah satunya, memilih wartawan sebagai jalur hidup. Tak terasa hingga saat ini, sudah 17 tahun menjadi wartawan.

Lalu bagaimana jika saat itu saya menerima tawaran almarhum? Ada satu hal yang saya sadari hingga saat ini. Ketika saya masuk menjadi abdi negara, maka secara tidak langsung saya sudah mengurangi kesempatan bagi orang lain yang justru sangat ingin menjadi pegawai negeri.

Apalagi di tengah sulitnya pekerjaan saat ini, pegawai seolah menjadi satu-satunya jalur sukses yang diburu banyak orang. Kenapa? Dijamin antikrisis, gaji terus mengalir, kenaikan pangkat sudah jelas, dan satu lagi, sangat sulit untuk dipecat. Bandingkan dengan mereka yang bekerja di perusahaan, kapan pun melakukan kesalahan, ancaman pemecatan bisa muncul kapan saja. Bahkan bupati dan wakil bupati pun masih ada masa jabatannya, hanya 5 tahun. Sementara pegawai negeri, durasinya jauh lebih panjang.

Itu sebabnya, tak berlebihan kiranya, ketika beberapa waktu lalu ada pembukaan formasi abdi negara di provinsi tetangga, Kalimantan Utara, pelamarnya membeludak. Hampir sebelas duabelas dengan suasana kampanye Pilkada beberapa waktu lalu.

Maka, publik tentu miris dan hanya bisa mengurut dada, ketika dalam beberapa hari terakhir, tersaji sebuah fakta berita yang sangat janggal. Apa itu? Apalagi kalau bukan adanya seseorang yang bahkan masih kuliah, belum lulus, tapi sudah mengantongi surat keputusan (SK) sebagai tenaga honorer. Yang lebih menyedihkan lagi, tenaga honor ini adalah anak dari seorang kepala dinas, yang seharusnya sangat paham akan hakikat pendidikan itu sendiri.

Mari bertanya pada hati nurani yang paling dalam. Inikah yang namanya mendidik? Upaya mendidik seperti apa yang hendak ditanamkan seorang kepala dinas ini pada buah hatinya? Jika seperti ini, maka pendidikan yang ditanamkan adalah semuanya serba mudah dan instan. Tidak ada kompetisi yang diajarkan kepada anaknya sendiri.

Sementara warga lain harus menunggu formasi bertahun-tahun, ikut tes pun belum tentu lulus, namun sang anak kepala dinas mendapat jalur khusus. Ibarat masuk tol dengan karpet merah. Sangat-sangat istimewa.

Saya tidak bisa membayangkan, jika hal ini lolos dari pantauan publik, dan si anak kepala dinas ini akhirnya benar-benar menjadi guru. Pendidikan seperti apa yang akan diajarkan oleh guru yang proses penerimaannya saja tanpa proses yang baik?

Bapak-ibu pejabat yang baik, tentu semua sepakat bahwa hakikat korupsi tentu tidak sekadar mengambil uang rakyat. Mengambil kesempatan orang lain yang juga ingin menjadi pegawai, sejatinya juga korupsi.

Saya bersyukur Bupati Berau Muharram langsung mengambil tindakan mencabut SK tersebut. Namun anehnya, sang kepala dinas seolah kebal dan bisa mengalahkan sang bupati. Faktanya sang kepala dinas tetap ngotot SK untuk anaknya tetap berlaku.

Bahwa gaji belum diberikan, itu urusan lain. Yang jadi persoalan adalah, kok bisa SK honorer itu terbit sementara yang bersangkutan belum lulus sarjana? Rasa-rasanya, orang tidak sekolah pun bisa menjawab pertanyaan ini. Kalau seperti ini model para kepala dinas di daerah ini, entah bagaimana nasib Berau ke depan.

Maka sebagai warga biasa, saya hanya bisa menyaksikan pertunjukan ini dari jauh. Apakah sang kepala dinas benar-benar perkasa sehingga SK anaknya tetap berlaku? Ataukah keputusan Bupati Berau benar-benar bisa membatalkan SK itu?

Kita tunggu saja kelanjutannya. (*/udi)

*) Direktur Berau Post

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 09:27

Menanti Angpao di Hari Imlek

TENTU saya tidak sabar menunggu waktu satu bulan. Saya sudah berusaha bersikap tenang. Saya tenang-tenangkan.…

Senin, 19 Februari 2018 10:57

Bahagia walau Gagal Gemuk

BERAT badan saya turun terus. Tinggal 66 kilogram (kg). Dari 70 kg sebelum operasi. Saya harus melawannya.…

Minggu, 18 Februari 2018 11:07

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

KEMBALI opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:43

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

ROBERT Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang…

Jumat, 16 Februari 2018 10:40

Valentine Berdarah

SEPERTIsudah menjadi tradisi bagi para pemuda mengadakan pagelaran bernuansa “cinta” pada…

Jumat, 16 Februari 2018 10:20

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

TIBALAH saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di Rumah Sakit…

Kamis, 15 Februari 2018 10:11

Trauma Pilih Kasih dan Harta Warisan

PILIH kasih bisa menyebabkan trauma. Sikap orang tua yang pilih kasih pada anak pada akhirnya memang…

Selasa, 13 Februari 2018 00:04

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas

SETELAH anak-menantu-cucu ke Makkah, tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat…

Senin, 12 Februari 2018 09:51

Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Suatu Daerah

PERTUMBUHAN ekonomi suatu daerah sangat dipengaruhi oleh permasalahan ekonomi yang dihadapi daerah tersebut.…

Senin, 12 Februari 2018 09:36

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

SEMUA itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba dari Surabaya setelah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .