MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 09 Oktober 2017 10:55
Konflik Dewan Guru dengan Kepala SMA 11 Berau, Jangan Korbankan Pelajar
Muharram

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Walau Pemkab Berau sudah tidak memiliki kewenangan terhadap pengelolaan SMA sederajat, tak lantas membuat Bupati Berau tutup mata atas persoalan-persoalan yang terjadi di seluruh SMA/SMK yang ada di Berau.

Seperti persoalan di SMA 11 Berau, Kecamatan Talisayan. Konflik antara Dewan Guru dengan Kepala SMA 11 Berau Muhammad Yusuf yang dinilai tidak layak memimpin sekolah.

Kepada Berau Post, Bupati Berau Muharram mengaku juga menerima aduan Dewan Guru yang disampaikan salah satu perwakilannya. “Saya sudah tahu soal itu,” ungkapnya, kemarin (8/10).

Menerima aduan itu, Muharram berencana menggelar pertemuan dengan guru-guru SMA 11 Berau membahas persoalan itu, hari ini (9/10).

Namun disampaikannya, karena kewenangan tidak lagi berada di kabupaten, maka pihaknya hanya akan menjadi penyabung lidah guru-guru untuk disampaikan ke Dinas Pendidikan Kaltim.

“Saya akan coba dengar apa masalahnya,kita hanya bisa menjembatani saja untuk menyampaikan keluhan itu ke Disdik Kaltim. Di sana yang akan menentukan sikap apa yang akan diambil,” ujarnya.

Dijelaskan Muharram, terlibatnya Pemkab Berau bukan bermaksud untuk mencampuri urusan Pemprov Kaltim. Pihaknya hanya tidak ingin kondisi tersebut terjadi dalam waktu lama yang akhirnya mengganggu proses pembelajaran di sekolah.

“Untuk itu kami akan coba fasilitasi guru-guru di sana. Apalagi kantor perwakilan Disdik Kaltim kan belum ada di sini (Berau, red),” jelasnya.

Selagi pihaknya mencoba membantu mencari solusi akan permasalahan tersebut, dirinya berharap agar seluruh guru bisa tetap melaksanakan tugasnya, jangan sampai siswa yang menjadi korban atas persoalan yang terjadi. “Saya harap seluruh guru bisa profesional dan lebih bijak menyikapi sebuah permasalahan,” lanjut Muharram.

Sebelumnya, Kepala SMA 11 Berau Muhammad Yusuf dianggap tidak memiliki itikad baik sebagai pemimpin yang pantas dijadikan teladan bagi guru-guru di sekolah. Bahkan, kekurangan pengajar di sekolah yang beralamat di Kecamatan Talisayan tersebut, juga disebut akibat sikap arogan kepala sekolah.

Apalagi Muhammad Yusuf juga kerap menebar ancaman kekerasan hingga pemecatan kepada staf dan guru. Hal-hal buruk itu yang membuat staf dan guru tertekan hingga memilih mengundurkan diri. 

“Sudah empat rekan (guru) kami yang mengundurkan diri karena terpaksa. Akibat beban moral itu tadi, membuat mereka tidak nyaman dalam menjalankan tugas,” kata salah seorang guru SMA 11 Berau yang memohon namanya tidak dikorankan, ketika dikonfirmasi Berau Post Jumat (6/10).

Bukan itu saja, kepala SMA 11 Berau juga dituding sering membenturkan guru dengan siswa untuk menutupi kesalahannya. Sehingga terjadi kejenuhan dan ketidakharmonisan dalam proses belajar mengajar.

“Dalam surat pernyataan sikap itu, ada tujuh poin yang kami lampirkan. Itulah yang menjadi dasar kami, agar kepala sekolah diganti. Karena kami menganggap, dia tidak memiliki itikad baik sebagai pemimpindalam membangun sekolah,” pungkasnya.

Berau Post juga menemui salah seorang mantan guru SMA 11 Berau disebut terpaksa mengundurkan diri. Mantan guru yang tinggal di Talisayan itu yang juga meminta namanya tidak dikorankan, membenarkan sikap arogansi Muhammad Yusuf dalam memimpin sekolah.

“Bukan empat yang sudah mengundurkan diri. Jika terhitung sejak awal, sudah delapan orang. Siapa yang tahan kerja di bawah tekanan. Tidak ada cerminan kepemimpinan,” singkatnya.

Dikonfirmasi, Kepala SMA 11 Berau Muhammad Yusuf, secara tegas membantah semua tudingan yang dialamatkan padanya. “Itu tidak benar,” tegasnya kepada Berau Post.

“Semua persoalan yang dilontarkan bisa saya pertanggungjawabkan. Mulai dari saya dianggap tidak transparan dalam mengelola anggaran sekolah, kepemimpinan saya arogan dan lain-lain yang membuat sejumlah guru mengundurkan diri. Saya tekankan lagi, itu tidak benar,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa guru yang mengundurkan diri bukan akibat tekanan darinya, namun karena beberapa faktor yang menjadi privasi mereka.

“Semua pernyataan atau penyebab mereka mengundurkan diri, saya pegang suratnya. Karena sebelumnya, mereka membuat pernyataan kenapa mengundurkan diri. Malah, saya bisa membalik tudingan mereka ke ranah hukum jika saya mau,” tutupnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 10:52

Disdik Mengaku Belum Tahu Perubahan Jadwal UNBK 2019

TANJUNG REDEB – Tahun 2019, akan menjadi waktu yang sibuk…

Minggu, 16 Desember 2018 10:50

Peringatan hingga Distribusi BBM Distop

TANJUNG REDEB – PT Pertamina tengah mencari solusi perihal keberadaan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:48

Wabup: Tak Akan Ada Toleransi

PULAU DERAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berkomitmen dan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:46

PH Anggap Perkara Nabucco Diskriminatif

TANJUNG REDEB – Terdakwa PT Nabucco dituntut selama 2 tahun…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan korupsi kapal pariwisata yang mencuat…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

BANYAK JUGA..!! Ada 509 Perempuan Menjanda di Kabupaten Ini...

TANJUNG REDEB – Jelang akhir tahun 2018, Pengadilan Agama Berau…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:18

Jawab Keraguan dengan Atlet-Atlet Lokal

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VI di Kutai Timur telah…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:16

Empat Kecamatan Masuk Zona Merah

TANJUNG REDEB – Masa kampanye pemilihan legislatif maupun presiden sudah…

Jumat, 14 Desember 2018 10:22

ASIK..!! Dapat Kucuran Rp 300 Miliar, di Kabupaten Ini Bakal Ada Sekolah Penerbangan

TANJUNG REDEB - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun flying…

Jumat, 14 Desember 2018 10:20

Akui Gas Melon Juga Digunakan ASN

TANJUNG REDEB – Persoalan tingginya harga eceran LPG 3 kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .