MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 11 Oktober 2017 10:02
Tembus Pasar Samarinda, Jadi Buah Tangan Khas Berau

Melihat Industri Terasi Udang Lokal dari Tabalar

INDUSTRI RUMAHAN: Ken Abu Dopa sukses memasarkan terasi udang olahannya hingga ke pasar Samarinda.

PROKAL.CO, Selain dikenal dengan keindahan objek-objek wisata baharinya, Kabupaten Berau juga punya potensi dari pengolahan hasil lautnya. Seperti pengolahan terasi udang yang bisa jadikan oleh-oleh andalan dari Bumi Batiwakkal.

 

SINJA LUKY, Tanjung Redeb

 

BERAU dengan banyak wilayah kepulauannya, punya kekayaan hasil laut yang melimpah, terutama hasil tangkapan ikan dari nelayan lokal.

Melimpahnya hasil tangkapan nelayan, banyak dimanfaatkan masyarakat untuk membuka industri rumahan, memanfaatkan hasil tangkapan nelayan. Salah satu yang sudah sangat terkenal adalah olahan terasi dari hasil tangkapan nelayan.

Ken Abu Dopa, jadi salah satu dari sekian banyak masyarakat Berau yang telah sukses mengembangkan industri rumahan pengolahan terasi udang. Bukan sekadar mengolah, pria yang akrab disapa Nafi ini juga langsung melakukan pengemasan untuk meningkatkan nilai jual terasi udang olahannya.

Kini, terasi udang olahan Nafi sudah menjadi salah satu buah tangan andalan Berau yang banyak diincar wisatawan.

Nafi mengaku, terasi udang yang dia produksinya sebenarnya baru empat bulan berjalan. Untuk memastikan kualitasnya, seluruh proses pengolahannya dilakukannya sendiri bersama sang istri di kediamannya di Kecamatan Tabalar. Mulai dari proses fermentasi hingga pengemasannya.

“Semua proses kita lakukan sendiri. Tapi mungkin untuk ke depannya, jika sudah bisa memproduksi banyak, akan kita tambah orang untuk membantu,” katanya saat mengikuti Abut Banua Festival di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, untuk membuat terasi yang berkualitas dan bisa bertahan lama, harus dimulai dengan pemilihan bahan udang yang segar dan berkualitas, langsung dari nelayan. Selanjutnya udang dicampur garam dan diaduk merata, sebelum disimpan dalam wadah khusus.

“Pencampuran garam ini disebut fermentasi. Setelah satu minggu barulah hasil fermentasi ini disangrai hingga kering,” jelasnya.

Dengan cita rasa yang khas, terasi udang olahan ayah tiga anak ini tak pernah sepi pesanan. Dengan sistem pemasaran yang memanfaatkan media sosial, terasi udang olahan pria kelahiran Berau, 8 Februari 1985 ini, sudah banyak dipasarkan di kios-kios rekanannya yang berada di beberapa kecamatan.

“Alhamdulillah, saat ini terasi udang yang kami olah sudah diterima masyarakat. Pengiriman keluar daerah juga sudah kami lakukan seperti ke Samarinda,” ungkapnya.

Warna terasi produksinya memang lebih gelap. Sebab dirinya tak menggunakan pewarna dalam pengolahannya.

“Motivasi awal saya memang ingin memaksimalkan berlimpahnya hasil laut kita, supaya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga dengan membuat terasi,” katanya.

“Yang tak kalah penting, terasi udang yang kami olah juga banyak dijadikan oleh-oleh khas Berau yang dibawa masyarakat maupun wisatawan,” pungkasnya. (udi) 


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:21

Bupati dan Wabup Tak Hadir Buang Nahas, Warga Talisayan Kembali Kecewa

TALISAYAN – Pelaksanaan pesta adat tulak bala atau buang nahas, terasa kurang lengkap. Pasalnya,…

Sabtu, 18 November 2017 12:12

DPUPR Optimistis Selesai Tepat Waktu

TANJUNG REDEB – Sedikitnya waktu yang tersisa untuk melaksanakan kegiatan di Anggaran Pendapatan…

Sabtu, 18 November 2017 12:10

RAPBD 2018 Target 27 November Disahkan, Rapat Hanya Dihadiri 14 Anggota DPRD

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan sidang paripurna penyerahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja…

Jumat, 17 November 2017 10:18

Golkar Daerah Tetap Kompak

TANJUNG REDEB – Persoalan hukum yang menjerat Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto maupun Ketua…

Jumat, 17 November 2017 10:04

Batas Pengesahan Sisa 13 Hari

TANJUNG REDEB – Batas pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2018, tersisa…

Kamis, 16 November 2017 11:06

UMK 2018 Disepakati Rp 2,8 Juta

TANJUNG REDEB – Mengacu pada besaran upah minimum provinsi (UMP) 2018 Rp 2.543.331 yang ditetapkan…

Kamis, 16 November 2017 11:05

Pencantuman Kolom Kepercayaan pada KTP Tunggu Petunjuk Pusat

KELAPA Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau Fredy Suryadie, masih menunggu instruksi…

Kamis, 16 November 2017 11:00

APBD 2018 Berpotensi Bertambah

TANJUNG REDEB – Sempat mengalami penurunan anggaran sejak dua tahun terakhir, kini keuangan daerah…

Rabu, 15 November 2017 00:44

APBD-P 2017 Didominasi Kegiatan PL

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Berau 2017, ditetapkan…

Rabu, 15 November 2017 00:41

Polisi Belum Tetapkan Tersangka, Laka Maut di Km 70 Poros Berau-Samarinda

TANJUNG REDEB – Kecelakaan di Kilometer (Km) 70 poros Berau-Samarinda, masih dalam penyelidikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .