MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 11 Oktober 2017 10:09
Perdagangan Aksesoris Sisik Penyu Masih Marak

Dijual Terang-terangan di Pasar SAD dan Pasar Malam

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Perdagangan aksesoris berbahan dasar karapas penyu sisik masih saja marak. Hal ini disampaikan Koordinator Profauna Borneo Bayu Sandi yang melakukan pemantauan pada 7 Oktober lalu di Pasar Sanggam Adji Dilayas.

Dikatakan Bayu, saat melakukan pantauan, dijumpai setidaknya tiga pedagang yang masih menjual aksesoris dari sisik penyu berupa gelang, cincin dan kalung. Selain di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Bayu juga menemukan perdagangan aksesoris penyu sisik pada sebuah pasar malam yang dipusatkan di Lapangan Pemuda, akhir pekan lalu. Perdagangan aksesoris mengandung penyu sisik itu terjadi di sebuah lapak bernama ‘Sinar Banua’.

“Di Pasar Sanggam ditemukan setidaknya ada 300 buah gelang sisik, 50 buah mata kalung dan sekurangnya 500 buah cincin yang semuanya dijual secara terang-terangan di atas etalase. Sementara di Lapangan Pemuda, tercatat ada 150 buah gelang yang mengandung penyu sisik,” terang Bayu, Selasa (10/10) kemarin.

“Perdagangan aksesoris penyu sisik di Berau ini timbul tenggelam. Walaupun petugas giat melakukan razia, perdagangan tidak pernah benar-benar berhenti,” imbuhnya.

Bayu mengatakan, pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke wakil bupati Berau Agus Tantomo. Selain itu, laporan resmi juga telah disampaikan kepada Polres Berau. Dia berharap pihak kepolisian dapat menindak tegas para pedagang aksesoris sisik penyu di Berau dan dapat menelusuri mata rantai pengiriman bahan bakunya hingga ke pemburu.

“Sosialisasi dan upaya penertiban oleh aparat kepada pedagang aksesoris sisik sudah dilakukan berulang-ulang sejak 2015, namun tidak ada tanda-tanda pengurangan kegiatan. Jadi, jalan keluarnya ya harus ada proses hukum hingga ke pengadilan,” tegasnya.

Dia menambahkan, maraknya perdagangan barang terlarang ini didorong tingginya permintaan masyarakat, terutama turis lokal dari luar Berau. Menurutnya, ada stigma yang kuat bahwa cenderamata utama dari Berau adalah aksesoris berbahan dasar karapas penyu sisik.

Memakai aksesoris sisik dianggap membanggakan karena tidak mudah mendapatkannya. Selain itu, sebagian masyarakat percaya bahwa aksesoris sisik berkhasiat menangkal racun, bahkan menghindarkan rumah dari bahaya api. “Tentunya hal-hal tersebut tidak dapat dijelaskan secara ilmiah,” imbuhnya.

Dijelaskannya, penyu sisik adalah jenis penyu yang paling terancam punah di Indonesia. Di Berau sendiri, selain terancam punah akibat diburu untuk diambil karapasnya, aktivitas pengeboman ikan juga berpotensi membunuh penyu yang hobi maka spons di terumbu karang ini. Padahal, penyu sisik digadang-gadang sebagai insinyur terumbu karang, karena aktivitas makannya itu dapat membantu kelestarian terumbu karang.

“Semua jenis penyu adalah satwa liar yang telah dilindungi undang-undang. Menurut UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayatinya, pelaku perdagangan bagian-bagian tubuh satwa dilindungi seperti penyu itu bisa diancam dengan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta,” tutupnya. (*/rus/udi)

 


BACA JUGA

Selasa, 24 Oktober 2017 10:20

Kepala PLN Talisayan Tak Merespons

TALISAYAN –Pelayanan PT PLN (Persero) area Berau unit Talisayan kembali dikeluhkan masyarakat.…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:18

Pemerintah dan Swasta Diminta Netral

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) serentak di 52 kampung bakal dilaksanakan,…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:17

Lama Menumpang, Perpustakaan Akhirnya Punya Gedung Baru

GUNUNG TABUR – Pengelola Perpustakaan Cemerlang Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur sudah bisa…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:16

Bank Sampah untuk Kelola Sampah Pasar

TANJUNG REDEB - Guna mengoptimalkan sistem pemilahan dan pengolahan sampah di Pasar Sanggam Adji Dilayas…

Senin, 23 Oktober 2017 10:31

Hindari Ranting Pohon, Dua Sekawan Patah Tulang

TABALAR – Nasib sial menimpa Andreas (21) bersama Candra, 21, warga Kampung Semurut, Kecamatan…

Senin, 23 Oktober 2017 10:30

Warga Hanya Bisa Geleng Kepala

TALISAYAN – Jaringan komunikasi salah satu provider di Kecamatan Talisayan kembali mengalami masalah.…

Senin, 23 Oktober 2017 10:29

Partisipasi Tinggi, Berharap Terus Meningkat

TANJUNG REDEB - Sesuai surat edaran dari Kelurahan Tanjung Redeb terkait kerja bakti gabungan, lima…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:55

Bersihkan Sampah dan Endapan Lumpur

TELUK BAYUR – Warga di lingkungan RT 5, Kelurahan Teluk Bayur, menggelar kerja bakti membersihkan…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:54

Rem Blong, Truk Pengangkut Pancang Terbalik

TANJUNG REDEB – Hendak mengantar 15 tiang pancang ke Jalan H Isa III, Tanjung Redeb, truk roda…

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:28

Sudah Menanti 20 Tahun, Jalan Antarkampung Segera Diaspal

TALISYAN – Impian masyarakat Kampung Purnasi Jaya, Eka Sapta dan Sumber Mulya untuk mendapatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .