MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 11 Oktober 2017 10:09
Perdagangan Aksesoris Sisik Penyu Masih Marak

Dijual Terang-terangan di Pasar SAD dan Pasar Malam

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Perdagangan aksesoris berbahan dasar karapas penyu sisik masih saja marak. Hal ini disampaikan Koordinator Profauna Borneo Bayu Sandi yang melakukan pemantauan pada 7 Oktober lalu di Pasar Sanggam Adji Dilayas.

Dikatakan Bayu, saat melakukan pantauan, dijumpai setidaknya tiga pedagang yang masih menjual aksesoris dari sisik penyu berupa gelang, cincin dan kalung. Selain di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Bayu juga menemukan perdagangan aksesoris penyu sisik pada sebuah pasar malam yang dipusatkan di Lapangan Pemuda, akhir pekan lalu. Perdagangan aksesoris mengandung penyu sisik itu terjadi di sebuah lapak bernama ‘Sinar Banua’.

“Di Pasar Sanggam ditemukan setidaknya ada 300 buah gelang sisik, 50 buah mata kalung dan sekurangnya 500 buah cincin yang semuanya dijual secara terang-terangan di atas etalase. Sementara di Lapangan Pemuda, tercatat ada 150 buah gelang yang mengandung penyu sisik,” terang Bayu, Selasa (10/10) kemarin.

“Perdagangan aksesoris penyu sisik di Berau ini timbul tenggelam. Walaupun petugas giat melakukan razia, perdagangan tidak pernah benar-benar berhenti,” imbuhnya.

Bayu mengatakan, pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke wakil bupati Berau Agus Tantomo. Selain itu, laporan resmi juga telah disampaikan kepada Polres Berau. Dia berharap pihak kepolisian dapat menindak tegas para pedagang aksesoris sisik penyu di Berau dan dapat menelusuri mata rantai pengiriman bahan bakunya hingga ke pemburu.

“Sosialisasi dan upaya penertiban oleh aparat kepada pedagang aksesoris sisik sudah dilakukan berulang-ulang sejak 2015, namun tidak ada tanda-tanda pengurangan kegiatan. Jadi, jalan keluarnya ya harus ada proses hukum hingga ke pengadilan,” tegasnya.

Dia menambahkan, maraknya perdagangan barang terlarang ini didorong tingginya permintaan masyarakat, terutama turis lokal dari luar Berau. Menurutnya, ada stigma yang kuat bahwa cenderamata utama dari Berau adalah aksesoris berbahan dasar karapas penyu sisik.

Memakai aksesoris sisik dianggap membanggakan karena tidak mudah mendapatkannya. Selain itu, sebagian masyarakat percaya bahwa aksesoris sisik berkhasiat menangkal racun, bahkan menghindarkan rumah dari bahaya api. “Tentunya hal-hal tersebut tidak dapat dijelaskan secara ilmiah,” imbuhnya.

Dijelaskannya, penyu sisik adalah jenis penyu yang paling terancam punah di Indonesia. Di Berau sendiri, selain terancam punah akibat diburu untuk diambil karapasnya, aktivitas pengeboman ikan juga berpotensi membunuh penyu yang hobi maka spons di terumbu karang ini. Padahal, penyu sisik digadang-gadang sebagai insinyur terumbu karang, karena aktivitas makannya itu dapat membantu kelestarian terumbu karang.

“Semua jenis penyu adalah satwa liar yang telah dilindungi undang-undang. Menurut UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayatinya, pelaku perdagangan bagian-bagian tubuh satwa dilindungi seperti penyu itu bisa diancam dengan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta,” tutupnya. (*/rus/udi)

 


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 11:48

Talisayan Aktifkan Ronda Malam

TALISAYAN – Untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, perlu kesadaran warga dalam menggalakkan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:46

Tegaskan Larangan Miras dan Judi

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir, melarang keras adanya aktivitas perjudian maupun penjualan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:46

Hari Ini, Sidang Darsi Digelar

TANJUNG REDEB – Persidangan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Darsi (65) warga Karang…

Kamis, 22 Februari 2018 11:45

Rutan Perketat Pemeriksaan untuk Pembesuk

TANJUNG REDEB - Untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, seperti narkotika, Rumah Tahanan Negara…

Kamis, 22 Februari 2018 11:44

Anggaran Terbatas, Jalan Murjani IV Belum Tuntas

SEJAK tiga tahun lalu, pembangunan Jalan Dr Murjani IV, Kelurahan Gunung Panjang, Tanjung Redeb, tak…

Rabu, 21 Februari 2018 13:17

Kesadaran Warga Masih Rendah, Sampah Tetap Berserakan di Sekitar TPS

TANJUNG REDEB – Kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, masih tergolong rendah. Pasalnya,…

Rabu, 21 Februari 2018 13:15

DLHK Jangan Fokus dalam Kota

TALISAYAN – Kordinator sampah Pemerintah Kampung Talisayan, Syahril Amin meminta Dinas Lingkungan…

Rabu, 21 Februari 2018 13:12

Kelambu Bisa Cegah Malaria

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, telah membagikan 4.000 kelambu kepada warga Kecamatan…

Rabu, 21 Februari 2018 13:03

Ban Kecil Rawan Kecelakaan

PERINGATAN bagi pengendara yang ingin memodifikasi sepeda motor. Jangan abaikan standar keselamatan.…

Rabu, 21 Februari 2018 13:00

Bantu Awasi Pembangunan

TIM Pengamanan, Pengawalan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) diharapkan dapat menjadi mitra para…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .