MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 11 Oktober 2017 10:09
Perdagangan Aksesoris Sisik Penyu Masih Marak

Dijual Terang-terangan di Pasar SAD dan Pasar Malam

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Perdagangan aksesoris berbahan dasar karapas penyu sisik masih saja marak. Hal ini disampaikan Koordinator Profauna Borneo Bayu Sandi yang melakukan pemantauan pada 7 Oktober lalu di Pasar Sanggam Adji Dilayas.

Dikatakan Bayu, saat melakukan pantauan, dijumpai setidaknya tiga pedagang yang masih menjual aksesoris dari sisik penyu berupa gelang, cincin dan kalung. Selain di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Bayu juga menemukan perdagangan aksesoris penyu sisik pada sebuah pasar malam yang dipusatkan di Lapangan Pemuda, akhir pekan lalu. Perdagangan aksesoris mengandung penyu sisik itu terjadi di sebuah lapak bernama ‘Sinar Banua’.

“Di Pasar Sanggam ditemukan setidaknya ada 300 buah gelang sisik, 50 buah mata kalung dan sekurangnya 500 buah cincin yang semuanya dijual secara terang-terangan di atas etalase. Sementara di Lapangan Pemuda, tercatat ada 150 buah gelang yang mengandung penyu sisik,” terang Bayu, Selasa (10/10) kemarin.

“Perdagangan aksesoris penyu sisik di Berau ini timbul tenggelam. Walaupun petugas giat melakukan razia, perdagangan tidak pernah benar-benar berhenti,” imbuhnya.

Bayu mengatakan, pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke wakil bupati Berau Agus Tantomo. Selain itu, laporan resmi juga telah disampaikan kepada Polres Berau. Dia berharap pihak kepolisian dapat menindak tegas para pedagang aksesoris sisik penyu di Berau dan dapat menelusuri mata rantai pengiriman bahan bakunya hingga ke pemburu.

“Sosialisasi dan upaya penertiban oleh aparat kepada pedagang aksesoris sisik sudah dilakukan berulang-ulang sejak 2015, namun tidak ada tanda-tanda pengurangan kegiatan. Jadi, jalan keluarnya ya harus ada proses hukum hingga ke pengadilan,” tegasnya.

Dia menambahkan, maraknya perdagangan barang terlarang ini didorong tingginya permintaan masyarakat, terutama turis lokal dari luar Berau. Menurutnya, ada stigma yang kuat bahwa cenderamata utama dari Berau adalah aksesoris berbahan dasar karapas penyu sisik.

Memakai aksesoris sisik dianggap membanggakan karena tidak mudah mendapatkannya. Selain itu, sebagian masyarakat percaya bahwa aksesoris sisik berkhasiat menangkal racun, bahkan menghindarkan rumah dari bahaya api. “Tentunya hal-hal tersebut tidak dapat dijelaskan secara ilmiah,” imbuhnya.

Dijelaskannya, penyu sisik adalah jenis penyu yang paling terancam punah di Indonesia. Di Berau sendiri, selain terancam punah akibat diburu untuk diambil karapasnya, aktivitas pengeboman ikan juga berpotensi membunuh penyu yang hobi maka spons di terumbu karang ini. Padahal, penyu sisik digadang-gadang sebagai insinyur terumbu karang, karena aktivitas makannya itu dapat membantu kelestarian terumbu karang.

“Semua jenis penyu adalah satwa liar yang telah dilindungi undang-undang. Menurut UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayatinya, pelaku perdagangan bagian-bagian tubuh satwa dilindungi seperti penyu itu bisa diancam dengan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta,” tutupnya. (*/rus/udi)

 


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 09:50

Solar Subsidi Diduga untuk Industri

TALISAYAN – Kartu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang diperuntukkan para di Kecamatan…

Kamis, 14 Desember 2017 09:46

Jangan Parkir Motor Sembarangan

UNTUK menghindari kasus pencurian sepeda motor, Kasat Reskrim Polres Berau AKP Damus Asa mengimbau,…

Rabu, 13 Desember 2017 00:13

Akui Punya Dampak Positif, Disbudpar Minta Pengembangan Kampung Nelayan Segera Dilaksanakan

TALISAYAN – Rencana Pemerintah Kecamatan Talisayan mengubah kawasan permukiman nelayan yang kumuh…

Selasa, 12 Desember 2017 00:17

Revalitasi Kawasan Kumuh Jadi Objek Wisata

TALISAYAN – Selain pengembangan wisata Pantai Talisay yang terletak di Kampung Talisayan, Camat…

Selasa, 12 Desember 2017 00:16

Sisa 14 Orang, Jumlah Murid SD 008 Kelay Makin Berkurang

KELAY – Jumlah murid SD 008 Kelay semakin berkurang, begitu juga dengan jumlah tenaga pendidik…

Selasa, 12 Desember 2017 00:13

Penataan Dapil dan Simulasi Perhitungan Kursi Dibahas

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau, menggelar rapat guna penataan daerah…

Minggu, 10 Desember 2017 12:20

Rehab Posyandu untuk Kenyamanan Warga

TANJUNG REDEB – Adanya anggaran yang disediakan Pemkab Berau benar-benar dimanfaatkan dengan baik…

Sabtu, 09 Desember 2017 12:41

Perkuat Kompetensi Guru Bahasa Indonesia

TANJUNG REDEB – Sebanyak 50 tenaga pendidik tingkat SD dari 13 Kecamatan, berkumpul di Hotel Grand…

Sabtu, 09 Desember 2017 12:40

Sulap Lirik Lagu “Akad” Menggunakan Bahasa Barau

Memanfaatkan seni musik untuk memperkenalkan dan melestarikan Bahasa Barau, menjadi jalan yang dirintis…

Sabtu, 09 Desember 2017 12:38

Tugas Ferdi Digantikan Sekretaris Kampung

TALISAYAN – Ferdi yang ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Redeb, tersangka kasus ijazah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .