MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 11 Oktober 2017 10:09
Perdagangan Aksesoris Sisik Penyu Masih Marak

Dijual Terang-terangan di Pasar SAD dan Pasar Malam

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Perdagangan aksesoris berbahan dasar karapas penyu sisik masih saja marak. Hal ini disampaikan Koordinator Profauna Borneo Bayu Sandi yang melakukan pemantauan pada 7 Oktober lalu di Pasar Sanggam Adji Dilayas.

Dikatakan Bayu, saat melakukan pantauan, dijumpai setidaknya tiga pedagang yang masih menjual aksesoris dari sisik penyu berupa gelang, cincin dan kalung. Selain di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Bayu juga menemukan perdagangan aksesoris penyu sisik pada sebuah pasar malam yang dipusatkan di Lapangan Pemuda, akhir pekan lalu. Perdagangan aksesoris mengandung penyu sisik itu terjadi di sebuah lapak bernama ‘Sinar Banua’.

“Di Pasar Sanggam ditemukan setidaknya ada 300 buah gelang sisik, 50 buah mata kalung dan sekurangnya 500 buah cincin yang semuanya dijual secara terang-terangan di atas etalase. Sementara di Lapangan Pemuda, tercatat ada 150 buah gelang yang mengandung penyu sisik,” terang Bayu, Selasa (10/10) kemarin.

“Perdagangan aksesoris penyu sisik di Berau ini timbul tenggelam. Walaupun petugas giat melakukan razia, perdagangan tidak pernah benar-benar berhenti,” imbuhnya.

Bayu mengatakan, pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke wakil bupati Berau Agus Tantomo. Selain itu, laporan resmi juga telah disampaikan kepada Polres Berau. Dia berharap pihak kepolisian dapat menindak tegas para pedagang aksesoris sisik penyu di Berau dan dapat menelusuri mata rantai pengiriman bahan bakunya hingga ke pemburu.

“Sosialisasi dan upaya penertiban oleh aparat kepada pedagang aksesoris sisik sudah dilakukan berulang-ulang sejak 2015, namun tidak ada tanda-tanda pengurangan kegiatan. Jadi, jalan keluarnya ya harus ada proses hukum hingga ke pengadilan,” tegasnya.

Dia menambahkan, maraknya perdagangan barang terlarang ini didorong tingginya permintaan masyarakat, terutama turis lokal dari luar Berau. Menurutnya, ada stigma yang kuat bahwa cenderamata utama dari Berau adalah aksesoris berbahan dasar karapas penyu sisik.

Memakai aksesoris sisik dianggap membanggakan karena tidak mudah mendapatkannya. Selain itu, sebagian masyarakat percaya bahwa aksesoris sisik berkhasiat menangkal racun, bahkan menghindarkan rumah dari bahaya api. “Tentunya hal-hal tersebut tidak dapat dijelaskan secara ilmiah,” imbuhnya.

Dijelaskannya, penyu sisik adalah jenis penyu yang paling terancam punah di Indonesia. Di Berau sendiri, selain terancam punah akibat diburu untuk diambil karapasnya, aktivitas pengeboman ikan juga berpotensi membunuh penyu yang hobi maka spons di terumbu karang ini. Padahal, penyu sisik digadang-gadang sebagai insinyur terumbu karang, karena aktivitas makannya itu dapat membantu kelestarian terumbu karang.

“Semua jenis penyu adalah satwa liar yang telah dilindungi undang-undang. Menurut UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayatinya, pelaku perdagangan bagian-bagian tubuh satwa dilindungi seperti penyu itu bisa diancam dengan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta,” tutupnya. (*/rus/udi)

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Juni 2018 09:01
BREAKING NEWS

Pastikan Pasokan Listrik Aman, Najemuddin Cek ke PLTU Lati

TANJUNG REDEB - Untuk memastikan pasokan listrik aman atau tidak terjadi gangguan di PLTU Lati, Direktur…

Jumat, 15 Juni 2018 08:38
BREAKING NEWS

Toleransi Beragama, Halaman Gereja Dipakai Parkir Kendaraan Jamaah Salat Idulfitri

TANJUNG REDEB - Kepadatan salat Idulfitri di Masjid Agung Baitul Hikmah, Jumat (15/6), membuat lahan…

Kamis, 14 Juni 2018 14:04
Kampung Tembudan Kenalkan Gua Luang Subuyan

YESS..!! Gua Ini Eksotis Banget, Lebaran Ini Dibuka untuk Umum

BATU PUTIH - Potensi objek wisata di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih seperti tak ada habisnya.…

Kamis, 14 Juni 2018 14:02

Perlu Lembaga Tangani Pengguna Lem

TANJUNG REDEB – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau Iramsyah menyatakan, hingga…

Rabu, 13 Juni 2018 12:19

Sampah Bernilai Ekonomi

TANJUNG REDEB - Program Bank Sampah yang dijalankan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau,…

Rabu, 13 Juni 2018 12:17

Kuota Elpiji Ditambah 12 Ribu Tabung

TANJUNG REDEB - Dalam rangka mengantisipasi terjadinya lonjakan pemakaian gas elpiji 3 kg jelang Idulfitri…

Rabu, 13 Juni 2018 12:14

Berau Targetkan 30.000 Kunjungan Wisatawan

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng…

Rabu, 13 Juni 2018 12:12

UPTD PTKS Tetap Buka Pelayanan

TANJUNG REDEB - Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pelayanan Terpadu Kesejahteraan Sosial (PTKS) Dinas…

Rabu, 13 Juni 2018 12:11

ASN dan Kakam Harus Hindari Politik Praktis

TALISAYAN- Pemilihan Gubernur Kaltim tidak lama lagi berlangsung. Berbagai cara dan upaya dilakukan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:44

IPA Mangkrak Perlu Dioperasikan

TANJUNG REDEB - Belum sepenuhnya fasilitas air bersih wilayah pesisir selatan Berau beropeasi, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .