MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 12 Oktober 2017 09:55
Presiden Jokowi Akui Medsos Sulit Dicegah

Diskusi Transformasi Media di Era Digital Bersama Seluruh Pemred Jawa Pos Group

DISKUSI MEDIA: Presiden RI Joko Widodo (kiri) didampingi pemilik Jawa Pos Group Dahlan Iskan saat berdiskusi dengan seluruh pemimpin redaksi media cetak Jawa Pos Group dari seluruh nusantara.

PROKAL.CO, The Founding Father Jawa Pos Group, Dahlan Iskan menyebut transformasi media di era digital seperti saat ini harus diterima sebagai tantangan dan motivasi, khususnya bagi media cetak untuk terus bangkit mengimbangi perkembangan zaman yang terus bergulir, dengan berbagai inovasi-inovasi yang lebih canggih.

 

ABDUL AZIS SAKTI, Surabaya

 

PRIA yang kerap disapa Pak DI (Dahlan Iskan) oleh para kolega dan kerabat serta anak buahnya, ini menceritakan bahwa puluhan tahun silam ketika siaran radio mulai muncul, berbagai kalangan termasuk para pembaca surat kabar mengatakan bahwa popularitas dan kejayaan media cetak seperti koran akan punah, bahkan mati terlindas media elektronik yaitu radio.

Ungkapan seperti itu kembali muncul ketika stasiun televisi swasta mulai marak berdiri di negeri ini. Apalagi waktu penyiaran beberapa media elektronik kala itu ada yang tayang hingga 24 jam. Bahkan di era sekarang, tantangan dan ancaman bagi media cetak semakin besar dengan hadirnya media sosial (medsos) yang telah menguasai dunia informasi dan telekomunikasi, serta penggunanya pun hampir merambah ke semua kalangan tanpa batas usia.

Tapi apa yang terjadi sekarang? Seiring dengan terus berkembang pesatnya dunia informasi dan telekomunikasi seperti saat ini, media cetak tetap survive dan tidak akan pernah mati. Walau kata DI, transformasi media seperti apa lagi yang akan muncul nanti setelah kejayaan medsos ini.

“Koran tidak akan mati oleh internet. Kalau besok ada koran yang mati, itu berarti manajemennya yang jelek,” ungkap Dahlan Iskan di hadapan seluruh pemimpin redaksi (pemred) jaringan Jawa Pos Group dalam acara diskusi bertema Transformasi Media di Era Digital yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo, di Lantai 4 Graha Pena, Surabaya, Minggu malam (8/10) lalu.

Lebih lanjut, DI menjelaskan bahwa sekarang dengan hadirnya media online, banyak yang mengatakan bahwa media online juga bakal mati oleh medsos dan medsos juga nantinya bakal habis.

“Tapi yakinlah bahwa media radio, televisi, koran, media online bahkan internet atau medsos, tidak akan saling membunuh asalkan manajemen masing-masing baik. Intinya, manajemennya harus baik,” jelas DI.

DI juga menjelaskan dirinya praktis sudah 10 tahun tidak pernah lagi datang ke Graha Pena (Kantor Jawa Pos) dan tidak lagi mengurusi Jawa Pos Group sejak dirinya sakit dan harus berobat ke RRC.

“Dulu ketika selesai menjalani transplantasi hati, dokter mengatakan bahwa transplantasi yang dipasang di tubuh saya, mungkin hanya bisa bertahan sampai 5 tahun. Setelah 5 tahun kankernya akan kembali ke hati, dan pilihannya adalah transplantasi lagi atau menyerah. Tapi saya terus giat berobat dan minggu lalu saya kembali check up ke RRC. Hasilnya alhamdulillah tetap sehat walafiat,” jelas DI disambut tepuk tangan meriah para peserta diskusi.

Di depan Presiden Jokowi, DI juga memaparkan seluruh media cetak, elektronik, maupun online jaringan Jawa Pos yang ada di seluruh Indonesia. Ada 200 media cetak yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia yang juga masing-masing memiliki media online. Seluruh media cetak dan online tersebut berada di tingkat provinsi, kabupaten dan kota yang merupakan jaringan Jawa Pos Group.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam pengarahannya memaparkan betapa sulitnya mengatasi perkembangan informasi dan teknologi berjalan sangat cepat hampir tidak ada batas.

“Saya sendiri betul-betul sangat terkaget-kaget ketika saya masuk di markas Google, Facebook, Twitter. Kemudian masuk lagi di markas Alibaba, Zigma, dan sebagainya. Betapa cepatnya perkembangan teknologi ini mengalami perubahan yang sangat drastis. Ini jika kita ikuti semua dengan tanpa batas, kita mau ke mana di era teknologi global ini?” tanya Jokowi.

“Semua, semua setiap kita di konferensi-konferensi internasional, di konferensi Summit, semua presiden, perdana menteri, kepala negara. Mereka sendiri bingung apa yang akan terjadi di masa-masa transisi teknologi seperti ini. Perubahan teknologi seperti sekarang bukan hanya mempengaruhi Indonesia, tapi tekanan-tekanan perubahan seperti sekarang sudah mempengaruhi seluruh negara. Bahkan, sudah menjurus ke anak-anak di dunia. Bahaya ini yang harus kita waspadai bersama,” papar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Bahkan, kata Presiden Jokowi, di konferensi internasional, beberapa kepala negara pernah bertanya kepada dirinya terkait perubahan teknologi di Indonesia juga sangat berpengaruh negatif seperti zigma yang telah mengintervensi pola-pola pembayaran di semua negara.

“Presiden Iran pernah bertanya kepada saya, Presiden Jokowi apakah keterbukaan media teknologi di negaramu itu sekejam di Iran? Saya jawab lebih kejam di Indonesia, dia kaget. Begitu pula perdana menteri Malaysia, Singapura berkata ke saya, kita bisa mengendalikan media mainstream, tapi media sosialnya enggak ada yang bisa mengendalikannya,” sambung Jokowi.

Dengan keterbukaan media sosial seperti ini, lanjut Jokowi, dalam waktu yang tidak lama, akan ada perubahan landscape (desain) politik global, landscape interaksi sosial, landscape ekonomi juga pasti akan berubah.

“Seperti daya beli yang kini turun mencapai 174 persen. Setelah kita cek memang ada perubahan signifikan setting dari offline ke online. Yang lain bisa kita cek, tapi yang jualan online perorangan misalnya yang jualan barang, kue, makanan, dan lainnya yang jumlahnya ribuan orang, apa bisa kita cek satu per satu? Ini jelas mempengaruhi penurunan pendapatan pajak kita. Saya sudah cek, sekarang ada 130 toko tutup karena terlindas oleh serangan medsos,” tegas Jokowi.

Karena itu, Jokowi mengharap peran media cetak untuk membantu pemerintah menyosialisasikan peran-peran yang dilakukan pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun daerah dalam membuat inovasi dan kreatif untuk menjawab persoalan-persoalan di lapangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. (*/udi)   

 

 


BACA JUGA

Selasa, 24 Oktober 2017 10:13

Pelaksana Proyek Jadi Tersangka

TANJUNG REDEB – Setelah sekitardua tahun lebih kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:12

Angkutan Peti Kemas Disebut Merusak Jalan

TANJUNG REDEB – Melintas di Jalan H Isa III, kini tak senyaman beberapa bulan lalu. Pasalnya,…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:09

Berau Post Sabet Best Infografis JPG Award

TANJUNG REDEB – Berau Post kembali meraih penghargaan bergengsi di Jawa Pos Group (JPG) Award.…

Senin, 23 Oktober 2017 10:24

Dendam Terbalaskan di Rumah Duka

SAMBALIUNG – Setelah memendam rasa cemburu terhadap Bahar (55) warga Km 2 Jalan Raya Bangun Lama,…

Senin, 23 Oktober 2017 10:22

Segera Buat SOP Penyelaman

TANJUNG REDEB – Menuntaskan permasalahan pariwisata Berau, tak hanya dilakukan untuk di darat.…

Senin, 23 Oktober 2017 10:21

Berau Masuk Perlintasan Kereta Api

TANJUNG REDEB – Permudah akses darat ke beberapa daerah di Kalimantan, Kementerian Perhubungan…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:31

Wabup: Jangan Buat Kapok Wisatawan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berpaya menata pariwisata di Bumi Batiwakkal.…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:29

Ditarget Selesai Malam Ini

TANJUNG REDEB – Pemeliharaan boiler unit III pada  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati,…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:11

Jadi Arang usai Bakar Arang

SAMBALIUNG – Insiden kebakaran kembali terjadi. Bahkan kebakaran yang terjadi kemarin (21/10),…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:04

Tunggu Surat Pengunduran Diri Junaidi

PILIHAN Kepala Kampung Sambakungan Ahmad Junaidi yang berencana menanggalkan jabatannya dan memilih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .