MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 12 Oktober 2017 10:02
Siswa Dilarang Bawa Motor, Orangtua Protes
TAK SEPENDAPAT: Penerapan larangan membawa kendaraan ke sekolah oleh Pemerintah Kecamatan Talisayan, diprotes orangtua murid.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Diterapkannya larangan membawa kendaraan seperti sepeda motor oleh siswa-siswi ke sekolah bagi yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) oleh Pemerintah Kecamatan Talisayan, menuai protes dari orangtua murid.

Larangan yang dituangkan ke dalam surat keputusan (SK) Camat Talisayan Nomor: 300/1094/TRANTIB/VI/2017 tersebut dianggap aturan tanpa solusi.

Noor (32), orangtua salah satu murid SMA di Kecamatan Talisayan, mengaku tidak keberatan dengan aturan tersebut. Malah ia menilai, larangan membawa kendaraan sendiri ke sekolah merupakan langkah yang tepat. Selain untuk meminimalisir kecelakaan, juga melanggar aturan lalulintas.

“Saya tidak keberatan jika diterapkan. Karena memang aturannya begitu, setiap orang yang tidak memiliki SIM tidak diperbolehkan mengendarai sepeda motor. Apalagi banyak anak-anak yang melakukan pelanggaran dan bahkan kecelakaan,” katanya saat berbincang dengan Berau Post, Rabu (11/10).

Namun yang disayangkannya, larangan yang diperlakukan tidak dibarengi dengan solusi. Seharusnya, kata dia, sebelum pemerintah kecamatan memberlakukan larangan tersebut, harus ada alternatif solusi atau alat transportasi yang disediakan pemerintah.

“Masalahnya jarak tempat anak kami bersekolah itu jauh sekali dari rumah. Sementara kami bekerja di perusahaan. Berangkat gelap, pulangnya juga gelap. Kalau dekat saja, saya belikan sepeda untuk berangkat sekolah,” keluhnya.

Untuk mengupahkan orang, kata dia, juga mahal. “Bensin untuk pulang-pergi saja sudah berapa. Belum lagi membayar pengantarnya. Belum tentu pengantarnya mau menunggu hingga pulang. Pasti mereka kembali ke rumah dulu. Itu kan buang-buang bahan bakar,” ujarnya.

“Jika dihitung-hitung, biayanya berkisar seratus ribu sehari,” sambungnya.

Sobirin, orangtua murid lainnya juga mengatakan hal serupa. Ia beralasan, membelikan sepeda motor untuk anak perempuannya yang belum berusia 17 tahun itu, agar tidak terlambat sekolah dan mengirit pengeluaran.

“Kalau mereka menerapkan dan mau mengantar jemput anak kami, tidak masalah. Saya ke kebun itu bisa tiga hari bahkan lebih. Ya untuk menghemat pengeluaran. Karena, lokasi kebun saya sangat jauh. Mau suruh istri saya ngantar, tidak bisa naik motor,” kesalnya.

Menurutnya, aturan yang diberlakukan pemerintah kecamatan terlalu terburu-buru. “Semestinya sebelum larangan diterapkan, pemerintah kecamatan harus menyediakan solusi. Seperti mengadakan bus antar-jemput sekolah. Di mana-mana kan gitu, aturan dan ada pula solusinya,” pungkasnya.(jun/asa)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 11:48

Talisayan Aktifkan Ronda Malam

TALISAYAN – Untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, perlu kesadaran warga dalam menggalakkan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:46

Tegaskan Larangan Miras dan Judi

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir, melarang keras adanya aktivitas perjudian maupun penjualan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:46

Hari Ini, Sidang Darsi Digelar

TANJUNG REDEB – Persidangan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Darsi (65) warga Karang…

Kamis, 22 Februari 2018 11:45

Rutan Perketat Pemeriksaan untuk Pembesuk

TANJUNG REDEB - Untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, seperti narkotika, Rumah Tahanan Negara…

Kamis, 22 Februari 2018 11:44

Anggaran Terbatas, Jalan Murjani IV Belum Tuntas

SEJAK tiga tahun lalu, pembangunan Jalan Dr Murjani IV, Kelurahan Gunung Panjang, Tanjung Redeb, tak…

Rabu, 21 Februari 2018 13:24

Warga Teluk Sulaiman Sudah Tinggalkan “WC Terbang”

BIDUKBIDUK – Selain memaksimalkan alokasi dana kampung (ADK) untuk peningkatan infrastruktur,…

Rabu, 21 Februari 2018 13:23

Minimalisasi Kawasan Kumuh, Tiga RT Kelurahan Gayam Jadi Sasaran Program Kotaku

TANJUNG REDEB – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) oleh Dinas Perumahan Berau, dipastikan…

Rabu, 21 Februari 2018 13:17

Kesadaran Warga Masih Rendah, Sampah Tetap Berserakan di Sekitar TPS

TANJUNG REDEB – Kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, masih tergolong rendah. Pasalnya,…

Rabu, 21 Februari 2018 13:15

DLHK Jangan Fokus dalam Kota

TALISAYAN – Kordinator sampah Pemerintah Kampung Talisayan, Syahril Amin meminta Dinas Lingkungan…

Rabu, 21 Februari 2018 13:12

Kelambu Bisa Cegah Malaria

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, telah membagikan 4.000 kelambu kepada warga Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .