MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 12 Oktober 2017 10:02
Siswa Dilarang Bawa Motor, Orangtua Protes
TAK SEPENDAPAT: Penerapan larangan membawa kendaraan ke sekolah oleh Pemerintah Kecamatan Talisayan, diprotes orangtua murid.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Diterapkannya larangan membawa kendaraan seperti sepeda motor oleh siswa-siswi ke sekolah bagi yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) oleh Pemerintah Kecamatan Talisayan, menuai protes dari orangtua murid.

Larangan yang dituangkan ke dalam surat keputusan (SK) Camat Talisayan Nomor: 300/1094/TRANTIB/VI/2017 tersebut dianggap aturan tanpa solusi.

Noor (32), orangtua salah satu murid SMA di Kecamatan Talisayan, mengaku tidak keberatan dengan aturan tersebut. Malah ia menilai, larangan membawa kendaraan sendiri ke sekolah merupakan langkah yang tepat. Selain untuk meminimalisir kecelakaan, juga melanggar aturan lalulintas.

“Saya tidak keberatan jika diterapkan. Karena memang aturannya begitu, setiap orang yang tidak memiliki SIM tidak diperbolehkan mengendarai sepeda motor. Apalagi banyak anak-anak yang melakukan pelanggaran dan bahkan kecelakaan,” katanya saat berbincang dengan Berau Post, Rabu (11/10).

Namun yang disayangkannya, larangan yang diperlakukan tidak dibarengi dengan solusi. Seharusnya, kata dia, sebelum pemerintah kecamatan memberlakukan larangan tersebut, harus ada alternatif solusi atau alat transportasi yang disediakan pemerintah.

“Masalahnya jarak tempat anak kami bersekolah itu jauh sekali dari rumah. Sementara kami bekerja di perusahaan. Berangkat gelap, pulangnya juga gelap. Kalau dekat saja, saya belikan sepeda untuk berangkat sekolah,” keluhnya.

Untuk mengupahkan orang, kata dia, juga mahal. “Bensin untuk pulang-pergi saja sudah berapa. Belum lagi membayar pengantarnya. Belum tentu pengantarnya mau menunggu hingga pulang. Pasti mereka kembali ke rumah dulu. Itu kan buang-buang bahan bakar,” ujarnya.

“Jika dihitung-hitung, biayanya berkisar seratus ribu sehari,” sambungnya.

Sobirin, orangtua murid lainnya juga mengatakan hal serupa. Ia beralasan, membelikan sepeda motor untuk anak perempuannya yang belum berusia 17 tahun itu, agar tidak terlambat sekolah dan mengirit pengeluaran.

“Kalau mereka menerapkan dan mau mengantar jemput anak kami, tidak masalah. Saya ke kebun itu bisa tiga hari bahkan lebih. Ya untuk menghemat pengeluaran. Karena, lokasi kebun saya sangat jauh. Mau suruh istri saya ngantar, tidak bisa naik motor,” kesalnya.

Menurutnya, aturan yang diberlakukan pemerintah kecamatan terlalu terburu-buru. “Semestinya sebelum larangan diterapkan, pemerintah kecamatan harus menyediakan solusi. Seperti mengadakan bus antar-jemput sekolah. Di mana-mana kan gitu, aturan dan ada pula solusinya,” pungkasnya.(jun/asa)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 09:50

Solar Subsidi Diduga untuk Industri

TALISAYAN – Kartu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang diperuntukkan para di Kecamatan…

Kamis, 14 Desember 2017 09:46

Jangan Parkir Motor Sembarangan

UNTUK menghindari kasus pencurian sepeda motor, Kasat Reskrim Polres Berau AKP Damus Asa mengimbau,…

Rabu, 13 Desember 2017 00:13

Akui Punya Dampak Positif, Disbudpar Minta Pengembangan Kampung Nelayan Segera Dilaksanakan

TALISAYAN – Rencana Pemerintah Kecamatan Talisayan mengubah kawasan permukiman nelayan yang kumuh…

Selasa, 12 Desember 2017 00:17

Revalitasi Kawasan Kumuh Jadi Objek Wisata

TALISAYAN – Selain pengembangan wisata Pantai Talisay yang terletak di Kampung Talisayan, Camat…

Selasa, 12 Desember 2017 00:16

Cemas Warga Lebih Nekat

BIATAN -  Ancaman warga Kampung Biatan Ilir kembali menggelar demonstrasi sekaligus menutup aktivitas…

Selasa, 12 Desember 2017 00:13

Penataan Dapil dan Simulasi Perhitungan Kursi Dibahas

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau, menggelar rapat guna penataan daerah…

Senin, 11 Desember 2017 10:42

Warga Bakal Mengadu ke Bupati

BIATAN – Konflik sengketa lahan antara warga Kampung Biatan Ilir dengan perusahaan perkebunan…

Senin, 11 Desember 2017 10:41

Penataan Pantai Harus Tersusun

TALISAYAN – Camat Talisayan David Pamuji meminta agar bangkai kapal dan pepohonan yang berserakan…

Minggu, 10 Desember 2017 12:20

Rehab Posyandu untuk Kenyamanan Warga

TANJUNG REDEB – Adanya anggaran yang disediakan Pemkab Berau benar-benar dimanfaatkan dengan baik…

Sabtu, 09 Desember 2017 12:40

Sulap Lirik Lagu “Akad” Menggunakan Bahasa Barau

Memanfaatkan seni musik untuk memperkenalkan dan melestarikan Bahasa Barau, menjadi jalan yang dirintis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .