MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 12 Oktober 2017 10:02
Siswa Dilarang Bawa Motor, Orangtua Protes
TAK SEPENDAPAT: Penerapan larangan membawa kendaraan ke sekolah oleh Pemerintah Kecamatan Talisayan, diprotes orangtua murid.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Diterapkannya larangan membawa kendaraan seperti sepeda motor oleh siswa-siswi ke sekolah bagi yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) oleh Pemerintah Kecamatan Talisayan, menuai protes dari orangtua murid.

Larangan yang dituangkan ke dalam surat keputusan (SK) Camat Talisayan Nomor: 300/1094/TRANTIB/VI/2017 tersebut dianggap aturan tanpa solusi.

Noor (32), orangtua salah satu murid SMA di Kecamatan Talisayan, mengaku tidak keberatan dengan aturan tersebut. Malah ia menilai, larangan membawa kendaraan sendiri ke sekolah merupakan langkah yang tepat. Selain untuk meminimalisir kecelakaan, juga melanggar aturan lalulintas.

“Saya tidak keberatan jika diterapkan. Karena memang aturannya begitu, setiap orang yang tidak memiliki SIM tidak diperbolehkan mengendarai sepeda motor. Apalagi banyak anak-anak yang melakukan pelanggaran dan bahkan kecelakaan,” katanya saat berbincang dengan Berau Post, Rabu (11/10).

Namun yang disayangkannya, larangan yang diperlakukan tidak dibarengi dengan solusi. Seharusnya, kata dia, sebelum pemerintah kecamatan memberlakukan larangan tersebut, harus ada alternatif solusi atau alat transportasi yang disediakan pemerintah.

“Masalahnya jarak tempat anak kami bersekolah itu jauh sekali dari rumah. Sementara kami bekerja di perusahaan. Berangkat gelap, pulangnya juga gelap. Kalau dekat saja, saya belikan sepeda untuk berangkat sekolah,” keluhnya.

Untuk mengupahkan orang, kata dia, juga mahal. “Bensin untuk pulang-pergi saja sudah berapa. Belum lagi membayar pengantarnya. Belum tentu pengantarnya mau menunggu hingga pulang. Pasti mereka kembali ke rumah dulu. Itu kan buang-buang bahan bakar,” ujarnya.

“Jika dihitung-hitung, biayanya berkisar seratus ribu sehari,” sambungnya.

Sobirin, orangtua murid lainnya juga mengatakan hal serupa. Ia beralasan, membelikan sepeda motor untuk anak perempuannya yang belum berusia 17 tahun itu, agar tidak terlambat sekolah dan mengirit pengeluaran.

“Kalau mereka menerapkan dan mau mengantar jemput anak kami, tidak masalah. Saya ke kebun itu bisa tiga hari bahkan lebih. Ya untuk menghemat pengeluaran. Karena, lokasi kebun saya sangat jauh. Mau suruh istri saya ngantar, tidak bisa naik motor,” kesalnya.

Menurutnya, aturan yang diberlakukan pemerintah kecamatan terlalu terburu-buru. “Semestinya sebelum larangan diterapkan, pemerintah kecamatan harus menyediakan solusi. Seperti mengadakan bus antar-jemput sekolah. Di mana-mana kan gitu, aturan dan ada pula solusinya,” pungkasnya.(jun/asa)


BACA JUGA

Jumat, 15 Juni 2018 09:01
BREAKING NEWS

Pastikan Pasokan Listrik Aman, Najemuddin Cek ke PLTU Lati

TANJUNG REDEB - Untuk memastikan pasokan listrik aman atau tidak terjadi gangguan di PLTU Lati, Direktur…

Jumat, 15 Juni 2018 08:38
BREAKING NEWS

Toleransi Beragama, Halaman Gereja Dipakai Parkir Kendaraan Jamaah Salat Idulfitri

TANJUNG REDEB - Kepadatan salat Idulfitri di Masjid Agung Baitul Hikmah, Jumat (15/6), membuat lahan…

Kamis, 14 Juni 2018 14:04
Kampung Tembudan Kenalkan Gua Luang Subuyan

YESS..!! Gua Ini Eksotis Banget, Lebaran Ini Dibuka untuk Umum

BATU PUTIH - Potensi objek wisata di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih seperti tak ada habisnya.…

Kamis, 14 Juni 2018 14:02

Perlu Lembaga Tangani Pengguna Lem

TANJUNG REDEB – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau Iramsyah menyatakan, hingga…

Kamis, 14 Juni 2018 14:00

Siagakan 27 Personel Amankan Permukiman

TANJUNG REDEB – Menjelang Hari Raya Idulfitri, upaya pengamanan wilayah mulai digencarkan Polsek…

Kamis, 14 Juni 2018 13:59

Satu Damkar Bakal Disiagakan di Talisayan

TANJUNG REDEB - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau memastikan akan melakukan penambahan…

Rabu, 13 Juni 2018 12:19

Sampah Bernilai Ekonomi

TANJUNG REDEB - Program Bank Sampah yang dijalankan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau,…

Rabu, 13 Juni 2018 12:17

Kuota Elpiji Ditambah 12 Ribu Tabung

TANJUNG REDEB - Dalam rangka mengantisipasi terjadinya lonjakan pemakaian gas elpiji 3 kg jelang Idulfitri…

Rabu, 13 Juni 2018 12:15

Kendaraan Besar Paksa lewat Jembatan Bujangga, Dishub Ancam Tarik KIR Kendaraan

TANJUNG REDEB - Kembali rusaknya portal Jembatan Bujangga, membuat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)…

Rabu, 13 Juni 2018 12:14

Berau Targetkan 30.000 Kunjungan Wisatawan

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .