MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 16 Oktober 2017 10:26
Pekerjaan Harus Sesuai Standar

Soal Pembangunan RKB SD 11 Tanjung Redeb

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kritikan terhadap pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD 011 Tanjung Redeb di Jalan H Isa I, dianggap wajar anggota Komisi III DPRD Berau Rudi P Mangungsong. Apalagi menurutnya, pihak yang memberi kritikan merupakan pihak yang mengerti akan standarisasi sebuah bangunan.

“Saya rasa kritikan itu merupakan hal yang wajar. Kalau memang pembangunan sekolah memiliki standar pembangunan, ya harusnya mengikuti standar itu,” ungkapnya kepada Berau Post, belum lama ini.

Namun dirinya belum mau berbicara banyak karena belum meninjau langsung aktivitas pembangunan gedung kelas tersebut. “Secara pribadi saya belum bisa banyak bicara untuk itu sebelum memastikan keadaan fisiknya di lapangan dan mempelajarinya lebih dulu,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pengamanan pekerjaan yang hanya menggunakan terpal, tidak terlalu dipermasalahkannya. Selama hal itu tidak membahayakan aktivitas pelajar di sekitarnya.

“Kita objektif aja, ngapain pakai seng kalau terpal aja aman. Dan itu juga untuk menjaga agar siswa lainnya tidak terganggu saat di dalam kelas,” pungkasnya.

Sebelumnya, kegiatan pembangunan ruang kelas di SD 011 Tanjung Redeb menimbulkan pertanyaan sejumlah pihak. Sebab, pembangunan dinilai tak memenuhi standar.

Disampaikan Ketua Gapensi Berau Imam Sururi, pihaknya juga mendapatkan tembusan surat dari salah satu penyedia jasa konstruksi di Berau. Dalam surat tersebut, terdapat beberapa poin yang mempertanyakan aktivitas pembangunan di SD 011 Tanjung Redeb tersebut.

Salah satunya disampaikan Imam, persoalan keamanan aktivitas pembangunan ruang kelas. Sebab, pekerja hanya menutupi lokasi pembangunan menggunakan terpal. Hal tersebut tentu tidak aman. Terlebih aktivitas pekerjaan berdekatan dengan ruang kelas lainnya yang tentu banyak pelajar yang beraktivitas.

“Pagar pengamannya jelas tidak aman, masa cuma pakai terpal. Setidaknya ditutup dengan seng,” ungkapnya kepada Berau Post, Rabu (4/10). Imam menilai, seluruh pihak terkait perlu memantau pembangunan di sekolah tersebut.

Selain itu, persoalan ketahanan konstruksi bangunan juga menjadi salah satu pertanyaan yang diterima pihaknya. Sebab, dalam surat tersebut disebutkan jika tiang pancang bangunan yang rencananya bertingkat, hanya menggunakan kayu ulin. Padahal sesuai standar bangunan lantai dua, harusnya menggunakan tiang pancang pile beton.

Sementara, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) SD, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Ichwanul Jaya, menyebut proses pembangunan di SD 11 Tanjung Redeb, sudah sesuai ketentuan.

“Aturannya memang seperti itu,” ungkapnya kepada Berau Post, Sabtu (9/10) lalu.

Sementara itu, penanggung jawab proyek yang juga pengajar di SMK Muhammadiyah Berau Gazali, meminta agar seluruh pihak tidak khawatir. Terutama soal ketahanan bangunan yang menggunakan kayu ulin sebagai tiang pancangnya, seperti yang sebelumnya dipertanyakan Ketua Gapensi Berau. Menurutnya, bangunan-bangunan bertingkat terdahulu, juga menggunakan bahan serupa. Penggunaan tiang pancang beton pun disampaikannya hanya wajib digunakan jika hendak melakukan pembangunan sangat tinggi.

“Pancang beton itu kan digunakan saat ulin mulai susah didapatkan. Bangunan dulu aja pakai tiang pancang ulin,” ungkapnya.

Pihaknya telah mempertimbangkan hal tersebut. selain itu, penggunaan ulin sebagai tiang pancang juga disesuaikan dengan kondisi tanah sekolah yang merupakan rawa.

“Orang pasti tau kalau menggunakan ulin itu lebih tahan di kondisi tanah seperti itu. Karena daya lengketnya lebih kuat dari beton,” jelasnya.

Terkait penggunaan terpal untuk menutup lokasi pembangunan, disebutnya karena mempertimbangkan kenyamanan para pelajar. “Apalagi di situ lapangan juga,” ujarnya.

“Takutnya siswa kelas lain olahraga main bola contohnya, ketika seng terkena bola, maka akan menimbulkan suara yang mengganggu. Oleh karena itu kami pilih menggunakan terpal,” pungkasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:21

Bupati dan Wabup Tak Hadir Buang Nahas, Warga Talisayan Kembali Kecewa

TALISAYAN – Pelaksanaan pesta adat tulak bala atau buang nahas, terasa kurang lengkap. Pasalnya,…

Sabtu, 18 November 2017 12:12

DPUPR Optimistis Selesai Tepat Waktu

TANJUNG REDEB – Sedikitnya waktu yang tersisa untuk melaksanakan kegiatan di Anggaran Pendapatan…

Sabtu, 18 November 2017 12:10

RAPBD 2018 Target 27 November Disahkan, Rapat Hanya Dihadiri 14 Anggota DPRD

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan sidang paripurna penyerahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja…

Sabtu, 18 November 2017 12:08

Keliling untuk Pelajari Budaya dan Adat Istiadat

Banyak cara dan tujuan orang menjelajahi Nusantara, bahkan terkadang tak biasa. Seperti dilakukan Arif…

Jumat, 17 November 2017 10:18
0

Fasilitas Serba Terbatas, Sempat Ingin Menyerah

Kalau bukan kita, lalu siapa? Kalimat itulah yang keluar dari mulut Sefnat Nubatonis ketika ditemui…

Jumat, 17 November 2017 10:18

Golkar Daerah Tetap Kompak

TANJUNG REDEB – Persoalan hukum yang menjerat Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto maupun Ketua…

Jumat, 17 November 2017 10:04

Batas Pengesahan Sisa 13 Hari

TANJUNG REDEB – Batas pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2018, tersisa…

Kamis, 16 November 2017 11:06

UMK 2018 Disepakati Rp 2,8 Juta

TANJUNG REDEB – Mengacu pada besaran upah minimum provinsi (UMP) 2018 Rp 2.543.331 yang ditetapkan…

Kamis, 16 November 2017 11:05

Pencantuman Kolom Kepercayaan pada KTP Tunggu Petunjuk Pusat

KELAPA Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau Fredy Suryadie, masih menunggu instruksi…

Kamis, 16 November 2017 11:03

Manfaatkan Limbah, Membawa Berkah

Menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, harus dimulai sejak dini kepada anak-anak.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .