MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 16 Oktober 2017 10:26
Pekerjaan Harus Sesuai Standar

Soal Pembangunan RKB SD 11 Tanjung Redeb

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kritikan terhadap pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD 011 Tanjung Redeb di Jalan H Isa I, dianggap wajar anggota Komisi III DPRD Berau Rudi P Mangungsong. Apalagi menurutnya, pihak yang memberi kritikan merupakan pihak yang mengerti akan standarisasi sebuah bangunan.

“Saya rasa kritikan itu merupakan hal yang wajar. Kalau memang pembangunan sekolah memiliki standar pembangunan, ya harusnya mengikuti standar itu,” ungkapnya kepada Berau Post, belum lama ini.

Namun dirinya belum mau berbicara banyak karena belum meninjau langsung aktivitas pembangunan gedung kelas tersebut. “Secara pribadi saya belum bisa banyak bicara untuk itu sebelum memastikan keadaan fisiknya di lapangan dan mempelajarinya lebih dulu,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pengamanan pekerjaan yang hanya menggunakan terpal, tidak terlalu dipermasalahkannya. Selama hal itu tidak membahayakan aktivitas pelajar di sekitarnya.

“Kita objektif aja, ngapain pakai seng kalau terpal aja aman. Dan itu juga untuk menjaga agar siswa lainnya tidak terganggu saat di dalam kelas,” pungkasnya.

Sebelumnya, kegiatan pembangunan ruang kelas di SD 011 Tanjung Redeb menimbulkan pertanyaan sejumlah pihak. Sebab, pembangunan dinilai tak memenuhi standar.

Disampaikan Ketua Gapensi Berau Imam Sururi, pihaknya juga mendapatkan tembusan surat dari salah satu penyedia jasa konstruksi di Berau. Dalam surat tersebut, terdapat beberapa poin yang mempertanyakan aktivitas pembangunan di SD 011 Tanjung Redeb tersebut.

Salah satunya disampaikan Imam, persoalan keamanan aktivitas pembangunan ruang kelas. Sebab, pekerja hanya menutupi lokasi pembangunan menggunakan terpal. Hal tersebut tentu tidak aman. Terlebih aktivitas pekerjaan berdekatan dengan ruang kelas lainnya yang tentu banyak pelajar yang beraktivitas.

“Pagar pengamannya jelas tidak aman, masa cuma pakai terpal. Setidaknya ditutup dengan seng,” ungkapnya kepada Berau Post, Rabu (4/10). Imam menilai, seluruh pihak terkait perlu memantau pembangunan di sekolah tersebut.

Selain itu, persoalan ketahanan konstruksi bangunan juga menjadi salah satu pertanyaan yang diterima pihaknya. Sebab, dalam surat tersebut disebutkan jika tiang pancang bangunan yang rencananya bertingkat, hanya menggunakan kayu ulin. Padahal sesuai standar bangunan lantai dua, harusnya menggunakan tiang pancang pile beton.

Sementara, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) SD, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Ichwanul Jaya, menyebut proses pembangunan di SD 11 Tanjung Redeb, sudah sesuai ketentuan.

“Aturannya memang seperti itu,” ungkapnya kepada Berau Post, Sabtu (9/10) lalu.

Sementara itu, penanggung jawab proyek yang juga pengajar di SMK Muhammadiyah Berau Gazali, meminta agar seluruh pihak tidak khawatir. Terutama soal ketahanan bangunan yang menggunakan kayu ulin sebagai tiang pancangnya, seperti yang sebelumnya dipertanyakan Ketua Gapensi Berau. Menurutnya, bangunan-bangunan bertingkat terdahulu, juga menggunakan bahan serupa. Penggunaan tiang pancang beton pun disampaikannya hanya wajib digunakan jika hendak melakukan pembangunan sangat tinggi.

“Pancang beton itu kan digunakan saat ulin mulai susah didapatkan. Bangunan dulu aja pakai tiang pancang ulin,” ungkapnya.

Pihaknya telah mempertimbangkan hal tersebut. selain itu, penggunaan ulin sebagai tiang pancang juga disesuaikan dengan kondisi tanah sekolah yang merupakan rawa.

“Orang pasti tau kalau menggunakan ulin itu lebih tahan di kondisi tanah seperti itu. Karena daya lengketnya lebih kuat dari beton,” jelasnya.

Terkait penggunaan terpal untuk menutup lokasi pembangunan, disebutnya karena mempertimbangkan kenyamanan para pelajar. “Apalagi di situ lapangan juga,” ujarnya.

“Takutnya siswa kelas lain olahraga main bola contohnya, ketika seng terkena bola, maka akan menimbulkan suara yang mengganggu. Oleh karena itu kami pilih menggunakan terpal,” pungkasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 00:28

Masih Aman, Difteri Terus Diwaspadai

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai…

Kamis, 18 Januari 2018 00:06

Buat Suasana Masjid Senyaman Mungkin

Membangun dan memenuhi fasilitas masjid, hampir semuanya dilakukan oleh pengurus masjid. Ha itu untuk…

Rabu, 17 Januari 2018 11:57

Rangkap Ketua Irma, Senang Melihat Masjid Ramai

Walau memiliki banyak kesibukan, Marten tetap melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya sebagai…

Rabu, 17 Januari 2018 11:54

BPJS Ketenagakerjaan Belum Terima Laporan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Berau, belum menerima laporan kecelakaan…

Rabu, 17 Januari 2018 11:52

Polres Masih Ngotot Bungkam, Laka Kerja pada Proyek PLTU Teluk Bayur

TANJUNG REDEB – Pengawas Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)…

Selasa, 16 Januari 2018 00:38

Proyek PLTU Makan Korban

TELUK BAYUR – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Teluk Bayur, memakan korban…

Selasa, 16 Januari 2018 00:09

Buruh Dorong Pembahasan UMSK

PENGURUS Federasi Buruh Indonesia (FBI) Suyadi, mendorong pembahasan upah minimum sektoral kabupaten…

Selasa, 16 Januari 2018 00:06

Polisi Kesulitan Temukan Pemburu Bekantan

TANJUNG REDEB – Unggahan foto yang memperlihatkan perburuan hewan Bekantan, tak bisa ditindaklanjuti…

Selasa, 16 Januari 2018 00:05

Peduli dan Saling Menghormati Juga Bernilai Ibadah

Ada banyak cara mengabdikan diri pada masyarakat. Tidak selalu harus menjadi aparat kampung atau pejabat…

Selasa, 16 Januari 2018 00:04

Gencar Babat Alas, Hasilkan 24 Ribu Alumni

Almarhum Yan Nurindra diberikan penghargaan sebagai Bapak Hipnoterapi Indonesia. Penghargaan itu disematkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .