MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 16 Oktober 2017 10:26
Pekerjaan Harus Sesuai Standar

Soal Pembangunan RKB SD 11 Tanjung Redeb

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kritikan terhadap pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD 011 Tanjung Redeb di Jalan H Isa I, dianggap wajar anggota Komisi III DPRD Berau Rudi P Mangungsong. Apalagi menurutnya, pihak yang memberi kritikan merupakan pihak yang mengerti akan standarisasi sebuah bangunan.

“Saya rasa kritikan itu merupakan hal yang wajar. Kalau memang pembangunan sekolah memiliki standar pembangunan, ya harusnya mengikuti standar itu,” ungkapnya kepada Berau Post, belum lama ini.

Namun dirinya belum mau berbicara banyak karena belum meninjau langsung aktivitas pembangunan gedung kelas tersebut. “Secara pribadi saya belum bisa banyak bicara untuk itu sebelum memastikan keadaan fisiknya di lapangan dan mempelajarinya lebih dulu,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pengamanan pekerjaan yang hanya menggunakan terpal, tidak terlalu dipermasalahkannya. Selama hal itu tidak membahayakan aktivitas pelajar di sekitarnya.

“Kita objektif aja, ngapain pakai seng kalau terpal aja aman. Dan itu juga untuk menjaga agar siswa lainnya tidak terganggu saat di dalam kelas,” pungkasnya.

Sebelumnya, kegiatan pembangunan ruang kelas di SD 011 Tanjung Redeb menimbulkan pertanyaan sejumlah pihak. Sebab, pembangunan dinilai tak memenuhi standar.

Disampaikan Ketua Gapensi Berau Imam Sururi, pihaknya juga mendapatkan tembusan surat dari salah satu penyedia jasa konstruksi di Berau. Dalam surat tersebut, terdapat beberapa poin yang mempertanyakan aktivitas pembangunan di SD 011 Tanjung Redeb tersebut.

Salah satunya disampaikan Imam, persoalan keamanan aktivitas pembangunan ruang kelas. Sebab, pekerja hanya menutupi lokasi pembangunan menggunakan terpal. Hal tersebut tentu tidak aman. Terlebih aktivitas pekerjaan berdekatan dengan ruang kelas lainnya yang tentu banyak pelajar yang beraktivitas.

“Pagar pengamannya jelas tidak aman, masa cuma pakai terpal. Setidaknya ditutup dengan seng,” ungkapnya kepada Berau Post, Rabu (4/10). Imam menilai, seluruh pihak terkait perlu memantau pembangunan di sekolah tersebut.

Selain itu, persoalan ketahanan konstruksi bangunan juga menjadi salah satu pertanyaan yang diterima pihaknya. Sebab, dalam surat tersebut disebutkan jika tiang pancang bangunan yang rencananya bertingkat, hanya menggunakan kayu ulin. Padahal sesuai standar bangunan lantai dua, harusnya menggunakan tiang pancang pile beton.

Sementara, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) SD, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Ichwanul Jaya, menyebut proses pembangunan di SD 11 Tanjung Redeb, sudah sesuai ketentuan.

“Aturannya memang seperti itu,” ungkapnya kepada Berau Post, Sabtu (9/10) lalu.

Sementara itu, penanggung jawab proyek yang juga pengajar di SMK Muhammadiyah Berau Gazali, meminta agar seluruh pihak tidak khawatir. Terutama soal ketahanan bangunan yang menggunakan kayu ulin sebagai tiang pancangnya, seperti yang sebelumnya dipertanyakan Ketua Gapensi Berau. Menurutnya, bangunan-bangunan bertingkat terdahulu, juga menggunakan bahan serupa. Penggunaan tiang pancang beton pun disampaikannya hanya wajib digunakan jika hendak melakukan pembangunan sangat tinggi.

“Pancang beton itu kan digunakan saat ulin mulai susah didapatkan. Bangunan dulu aja pakai tiang pancang ulin,” ungkapnya.

Pihaknya telah mempertimbangkan hal tersebut. selain itu, penggunaan ulin sebagai tiang pancang juga disesuaikan dengan kondisi tanah sekolah yang merupakan rawa.

“Orang pasti tau kalau menggunakan ulin itu lebih tahan di kondisi tanah seperti itu. Karena daya lengketnya lebih kuat dari beton,” jelasnya.

Terkait penggunaan terpal untuk menutup lokasi pembangunan, disebutnya karena mempertimbangkan kenyamanan para pelajar. “Apalagi di situ lapangan juga,” ujarnya.

“Takutnya siswa kelas lain olahraga main bola contohnya, ketika seng terkena bola, maka akan menimbulkan suara yang mengganggu. Oleh karena itu kami pilih menggunakan terpal,” pungkasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:38

PPP dan Gerindra Membantah

TANJUNG REDEB – Berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28

Pengungsi asal Sigi Diterima di SMPN 3

RATUSAN korban bencana asal Donggala, Sigi dan Palu, sudah berada di Kabupaten Berau untuk mengungsi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26

Tak Punya Pelatih, Atlet Berlatih Mandiri

Walau belum memiliki pelatih profesional, atlet-atlet dansa Berau tetap tak ingin menjadi penggembira…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:25

Semua Atlet Menetap di Samarinda

Melihat performa dan hasil pada pra-porprov tahun lalu di Samarinda. Pengurus Petanque Berau optimistis…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tunda Pemberangkatan hingga Besok

RENCANA memberangkatkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .