MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 18 Oktober 2017 11:38
SMRT Mudah Digunakan, Patuh pada Aturan Tidak Tertulis

Berakhir Pekan di Negeri Penuh Keteraturan (1)

YANG MUDA MENGALAH: Penulis bersama Zainal Muttaqin (duduk) di dalam gerbong SMRT.

PROKAL.CO, Rumput tetangga, jauh lebih hijau. Pepatah itu benar adanya jika kita menengok ke Singapura. Negara yang dipisahkan dengan Indonesia hanya sebatas laut pendek tersebut, memiliki banyak keunggulan. Terutama soal transportasi publik.

 

RIO TAUFIQ ADAM, Singapura

 

AKHIR pekan lalu, Komisaris Utama Kaltim Post Group (KPG) Zainal Muttaqin, mengajak enam awak media dari anak perusahaan yang berada dalam naungan KPG ke Singapura. Keenam perwarta tersebut juga bagian dari angkatan pertama peserta magang Indopos. Sebuah surat kabar dalam naungan Jawa Pos Group yang bermarkas di Jakarta. Tepatnya di Jalan Kebayoran Lama Nomor 72.

Dalam rombongan tersebut, diajak pula Direktur Utama Balikpapan Televisi (BTv) Sugito, Direktur BTv Wiji Winarko, Direktur Samarinda Tv Henny dan Zainal Abiddin dari Kaltim Post Balikpapan. Serta General Manager Batam Post Guntur Marchisto selaku tuan rumah yang juga mantan wartawan Kaltim Post.

Perjalanan dimulai dari daerah masing-masing. Ada yang dari Samarinda, Balikpapan, Tarakan, Palangka Raya, Sampit, Jakarta dan Surabaya. Rombongan berjanji bertemu di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. Namun, rombongan utama sebanyak 7 orang memulai perjalanan dari Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS), Jumat (13/10) siang. Sementara Pak Zam -sapaan akrab Zainal Muttaqin- berangkat dari Surabaya.

Tiba di Batam, rombongan langsung dijemput rekan-rekan dari Batam Post. Di kota bebas dagang tersebut, tak lengkap tanpa mencicipi Sup Seafood. Hidangan laut khas Kota Batam. Segarnya ikan, cumi serta udang berpadu dengan hangatnya kuah sup, menambah tenaga, usai terbang selama 2 jam 20 menit dari Balikpapan.

Usai makan, rombongan langsung menuju Pelabuhan Feri Batam Centre. Di sana, Pak Zam sudah menunggu, ia tak sempat menyantap Sup Seafood bersama rombongan dari Balikpapan. Pasalnya, pesawatnya dari Bandara Juanda, Sidoarjo, mengalami keterlambatan. “Sudah pada makan? Ayo kita langsung berangkat ke Sincipao (sebutan Singapura dalam Bahasa Mandarin),” ucapnya berkelakar.

Jarum jam menunjukkan pukul 16.40 WIB, ketika Kapal Feri Sindo 5 yang ditumpangi rombongan menuju Singapura, mulai mengangkat jangkar. Kapal feri cepat berwarna dominan kuning-putih itu, membelah ombak menuju Sincipao dengan kecepatan penuh. Beberapa kali ketika berselisihan dengan kapal feri lainnya, penumpang di dalamnya ikut berguncang.

Kurang dari satu jam, gedung-gedung tinggi di Singapura mulai terlihat di kejauhan. Sinyal ponsel pun berganti menjadi Singtel-perusahaan jaringan komunikasi milik Singapura. +62 berganti menjadi +65.

Kapal Feri Sindo 5 berlabuh di Harbour Front Singapore. Di tiap pintu masuk Singapura seperti pelabuhan atau bandara, petugas imigrasi langsung menunggu. Tidak lupa, formulir untuk visa wisata diisi terlebih dahulu.

Setibanya di pintu masuk pelabuhan, petugas imigrasi langsung mengatur para pelancong untuk mengantre proses cap stempel paspor. Nah, di momen inilah, keteraturan mulai terlihat pada negara yang didirikan oleh Thomas Raffles tersebut.

Wisatawan diminta mengantre mengular. Sementara untuk warga asli Singapura, langsung melewati jalur khusus. Petugas imigrasi juga sangat memerhatikan detil tiap gerak-gerik para wisatawan, jika ada yang mencurigakan, langsung dibawa ke kantor untuk diwawancara. Namun, jika dirasa aman, wisatawan dipersilakan untuk memasuki ruang verifikasi paspor, untuk dilihat identitasnya lalu melakukan perekaman sidik jari. Data tersebut sebagaimana yang dijelaskan oleh berbagai sumber, akan mencatat secara detil keterangan tiap orang yang berada di Singapura. Jika tanpa ada catatan kriminal, wisatawan langsung dipersilakan masuk.

Di gedung pelabuhan tak perlu repot mencari transportasi menuju hotel. Di lantai bawah sudah ada Singapore Mass Rapid Transportation (SMRT) yang siap membawa ke tiap lokasi di negara yang dipimpin Presiden Halimah Yacob. Total, terdapat 154 stasiun SMRT dengan total panjang jalur 152,9 kilometer. Itu artinya, hanya dengan SMRT sudah bisa mengelilingi Singapura.

Soal tarif, MRT Singapura menerapkan sistem tarif sesuai jarak perjalanan. Tarif untuk jarak 3,2 kilometer adalah 1 SGD 40 sen (atau setara Rp 14 ribu) untuk sekali perjalanan.

Juga tidak perlu panik tersesat. Papan informasi serta penunjuk arah sangat mudah dipahami. Belum lagi information centre yang tersedia di setiap stasiun. “Kita berada di Harbour Front, menuju Stasiun Sommerset. Tapi kita berhenti dulu di Stasiun Dhoby Ghaut untuk berganti arah,” jelas Pak Zam kepada rombongan sembari menunjukkan peta titik stasiun SMRT.

Saat hendak menaiki SMRT, ada penunjuk ketibaan. Hanya dalam kurun waktu 3 menit, sudah ada rangkaian gerbong kereta cepat yang sistem dan jalurnya dibangun sejak 1983.

Stasiun Dhoby Ghaut adalah pier. Atau tempat-tempat pertemuan berbagai jalur MRT. Dhoby Ghaut merupakan stasiun terbesar di Singapura yang terkoneksi langsung dengan Plaza Singapore. Setidaknya pada stasiun ini, SMRT terdiri dari tiga tingkat.

Kereta bawah tanah dengan kecepatan tinggi itu hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk tiba di setiap stasiunnya. Di setiap stasiun pun, pemberhentian hanya sebentar, kurang dari 2 menit. Namun, setiap singgah di tiap stasiun selalu ada saja penumpang yang naik. Tidak pernah gerbong terasa sepi, kecuali pada SMRT terakhir pukul 11.30 waktu setempat.

Di dalam gerbong, juga tidak berdesakan layaknya Bus Transjakarta atau KRL. Penduduk Singapura sangat tertib saat naik atau keluar gerbong. Bangku-bangku khusus untuk ibu hamil, anak kecil dan warga lanjut usia tidak pernah diduduki oleh yang muda.

Kepatuhan tidak terlihat saat naik atau keluar SMRT saja.  Bahkan saat menaiki eskalator. Semuanya mengantre di satu jalur. Nah, pada eskalator pun juga ada aturan tidak tertulis yang dipatuhi warga Sincipao. Bagi yang hendak mengejar waktu dan ingin berlari di eskalator, menggunakan jalur kanan layaknya kendaraan. Sedangkan yang ingin bersantai di tangga bergerak otomatis harus di sebelah kiri. “Excuse me,” tegur salah seorang pengguna SMRT kepada Zaki wartawan Samarinda Pos karena berdiri di sebelah kanan eskalator.

Ya, Singapura tidak sekadar menyediakan sajian gedung-gedung dengan patung Merlion yang terkenal itu. Jika menilik lebih dalam, masyarakatnya sudah sangat patuh mengikuti aturan, yang tertulis maupun tidak.

Kecanggihan SMRT yang berada di bawah tanah, hanya kisah yang dibungkus dalam narasi besar. Namun, kepatuhan dan kesadaran warganya yang membuat tetangga Indonesia itu, begitu pesat kemajuannya. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:38

PPP dan Gerindra Membantah

TANJUNG REDEB – Berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28

Pengungsi asal Sigi Diterima di SMPN 3

RATUSAN korban bencana asal Donggala, Sigi dan Palu, sudah berada di Kabupaten Berau untuk mengungsi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26

Tak Punya Pelatih, Atlet Berlatih Mandiri

Walau belum memiliki pelatih profesional, atlet-atlet dansa Berau tetap tak ingin menjadi penggembira…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Perbaikan Kakaban Kekurangan Material

MARATUA – Perbaikan fasilitas di Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, setelah mengalami kerusakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tunda Pemberangkatan hingga Besok

RENCANA memberangkatkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .