MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 19 Oktober 2017 10:22
Trotoar Nyaman yang Diprakarsai Warga Skotlandia

Berakhir Pekan di Negeri Penuh Keteraturan (2)

LEBAR DAN RINDANG: Komisaris Utama KPG Zainal Muttaqin (depan tiga kanan) bersama rombongan KPG berjalan kaki di kawasan Raffles Place, Singapura, Sabtu (14/10) lalu.

PROKAL.CO, Selain transportasi publik yang sangat pesat, keunggulan Singapura adalah kenyamanan bagi pejalan kaki. Trotoarnya lebar, sekelilingnya ditumbuhi pohon rindang. Teduh. Dan orang yang memprakarsai trotoar tersebut, berasal dari Skotlandia.

 

RIO TAUFIQ ADAM, Singapura

 

ROMBONGAN menginap di Supreme Hotel 15 Kramat Road. Hotel yang berdiri sejak 1972 tersebut, sangat dekat dengan kawasan Orchard Road. Sebuah kawasan perbelanjaan kelas menengah ke atas.

Di Orchard Road ada banyak mal dan pusat perbelanjaan dengan berbagai merek fashion ternama. Sebut saja Channel, Salvatore Ferragano, Prada, Victoria Secret, Marc Jacobs juga official store jam tangan Rolex. Ada pula Apple Store yang gedungnya sangat mencolok. Arsitektur minimalis serta logo besar dan menyala di malam hari, menjadi ciri khas toko dari perusahaan teknologi terbesar yang didirikan Steve Jobs tersebut.

Bagi penggila shopping,tentu Orchard Road adalah surga. Namun, bagi yang berkantong tipis, tidak perlu khawatir. Segarnya es krim potong Singapura seharga 1 SGD dapat dinikmati. Rasanya manis, tapi tidak membuat tenggorokan gatal. Varian rasa durian, cokelat, vanila hingga green tea pun ada. Dinikmati sembari duduk di sekitar Orchard Road.

Sebagai distrik perbelanjaan, trotoar di Orchard Road begitu lebar. Bahkan, hampir sama lebarnya dengan jalan untuk kendaraan. Mal tinggi di kiri-kanan dan pohon-pohon yang tumbuh membatasi antara trotoar dengan jalan raya, menjadi perpaduan menarik. Megahnya infrastruktur bangunan berpadu dengan rindangnya pepohonan, memberi kesan nyaman.

Pohon-pohon tersebut tidak sekadar menjadi penghias, tapi juga pembatas. Pasalnya, para pejalan kaki dilarang melintas di jalan raya. Bahkan papan larangan melewati jalan raya pun dipasang setiap 30 meter.

Untuk menyeberang, disediakan zebra cross yang berada di persimpangan lampu lalu lintas. Saat menyeberang jalan, harus menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Cara agar bisa menyeberang pun, harus memencet tombol yang berada di lampu lalu lintas. Sembari menunggu lampu hijau, para pejalan kaki, harus menunggu di garis kuning. Menariknya, meski kendaraan sedang berhenti, para pejalan kaki yang hendak menyeberang tetap menunggu hingga lampu benar-benar hijau.

Kendaraan pun ketika ada pejalan kaki yang menyeberang, akan berhenti sebelum lampu merah berubah hijau. Tidak ada juga klakson mobil terdengar. Baik pengendara maupun pejalan kaki, sangat patuh terhadap aturan tersebut. Tidak ada yang nyelonong untuk menerobos lampu lalu lintas.

Selain menggunakan zebra cross bisa juga memilih jalur alternatif under pass atau jembatan penyeberangan yang terkoneksi dari satu gedung ke gedung di seberangnya.

“Kita bisa menyeberang lewat bawah. Ada eskalator ke bawah untuk ke seberang,” kata Direktur Balikpapan Tv Wiji Winarko memberi informasi kepada rombongan awak media Kaltim Post Group (KPG) saat berjalan di Orchard Road, Jumat (13/10) malam.

Sama seperti stasiun Singapore Mass Rapid Transportation (SMRT), di under pass juga tersedia berbagai gerai dan warung kopi dan tempat makan. Segalanya serba ada. Under pass tersebut juga terkoneksi dengan stasiun SMRT terdekat. Di kawasan Orchard Road, setidaknya ada dua stasiun SMRT yang berdekatan, Sommerset dan Orchard Station.

Berjalan kaki menjadi pilihan utama ketika di Singapura. Selain karena nyaman dan trotoarnya pun tak ada lubang, juga murah. Dari satu kawasan tertentu hanya membutuhkan SMRT untuk berpindah tempat. Sisanya, berjalan kaki.

Terlebih di Raffles Place. Kawasan bisnis yang berdekatan dengan patung Merlion tersohor itu. Selain karena hijau dan banyaknya taman di kawasan Raffles Place, juga ada patung-patung bersejarah yang menceritakan berdirinya Singapura. Salah satunya adalah “The River Merchant”. Situs sejarah tersebut menceritakan tentang perundingan antara Alexander Laurie Johnston, saudagar ternama di Singapura asal Skotlandia dengan pedagang India dan Tionghoa.

Pada ketiga patung tersebut, di belakangnya berdiri tegap Menara Maybank setinggi 32 lantai yang didirikan pada 1998. Sebelumnya gedung Maybank tersebut adalah Tanjung Tangkap, gudang penyimpanan barang-barang perniagaan yang dibawa para pedagang ketika berlabuh di Singapura.

“Johnston merupakan Ketua pertama Dewan Perdagangan. Dia juga orang pertama yang mengenalkan jalur trotoar dan menjadi ciri khas toko tradisional,” tulis keterangan pada patung tersebut dalam Bahasa Inggris, Melayu, Mandarin dan Sansekerta.

Di seberang “The River Merchant”, ada pula ASEAN Civilization Museum serta Singapore Art Museum yang dihubungkan dengan Cavenagh Bridge. Nah, di depan ASEAN Civilization Museum, berdiri gagah bapak pendiri Singapura, Sir Thomas Raffles.

“Sudah lelah? Itu tandanya jarang berjalan kaki. Ayo lebih semangat,” kata Komisaris Utama KPG Zainal Muttaqin kepada rombongan.

Ya, untuk menikmati keindahan Sincipao- Singapura dalam Bahasa Mandarin- lebih baik dengan berjalan kaki. Karena selain nyaman, fasilitas publik lainnya, seperti keran air minum tersedia dengan mudah di beberapa titik keramaian.

Maka disarankan untuk membawa botol minum, agar bisa kembali diisi dengan keran-keran air minum tersebut. Pasalnya, harga air mineral kemasan cukup mahal jika dibandingkan dengan harga di Indonesia. Jika satu botol air mineral di Indonesia berkisar Rp 3-5 ribu per botol. Di Sincipao, harga air mineral berkisar 2-3 SGD (atau setara Rp 20-30 ribu) per botol.

Maka, berjalan kaki, menjadi pilihan utama rombongan KPG selama di negara tetangga Indonesia tersebut. Karena kapan lagi bisa berjalan nyaman tanpa ada hambatan selain di Singapura. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:21

Bupati dan Wabup Tak Hadir Buang Nahas, Warga Talisayan Kembali Kecewa

TALISAYAN – Pelaksanaan pesta adat tulak bala atau buang nahas, terasa kurang lengkap. Pasalnya,…

Sabtu, 18 November 2017 12:12

DPUPR Optimistis Selesai Tepat Waktu

TANJUNG REDEB – Sedikitnya waktu yang tersisa untuk melaksanakan kegiatan di Anggaran Pendapatan…

Sabtu, 18 November 2017 12:10

RAPBD 2018 Target 27 November Disahkan, Rapat Hanya Dihadiri 14 Anggota DPRD

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan sidang paripurna penyerahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja…

Jumat, 17 November 2017 10:18

Golkar Daerah Tetap Kompak

TANJUNG REDEB – Persoalan hukum yang menjerat Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto maupun Ketua…

Jumat, 17 November 2017 10:04

Batas Pengesahan Sisa 13 Hari

TANJUNG REDEB – Batas pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2018, tersisa…

Kamis, 16 November 2017 11:06

UMK 2018 Disepakati Rp 2,8 Juta

TANJUNG REDEB – Mengacu pada besaran upah minimum provinsi (UMP) 2018 Rp 2.543.331 yang ditetapkan…

Kamis, 16 November 2017 11:05

Pencantuman Kolom Kepercayaan pada KTP Tunggu Petunjuk Pusat

KELAPA Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau Fredy Suryadie, masih menunggu instruksi…

Kamis, 16 November 2017 11:00

APBD 2018 Berpotensi Bertambah

TANJUNG REDEB – Sempat mengalami penurunan anggaran sejak dua tahun terakhir, kini keuangan daerah…

Rabu, 15 November 2017 00:44

APBD-P 2017 Didominasi Kegiatan PL

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Berau 2017, ditetapkan…

Rabu, 15 November 2017 00:41

Polisi Belum Tetapkan Tersangka, Laka Maut di Km 70 Poros Berau-Samarinda

TANJUNG REDEB – Kecelakaan di Kilometer (Km) 70 poros Berau-Samarinda, masih dalam penyelidikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .