MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 19 Oktober 2017 10:22
Trotoar Nyaman yang Diprakarsai Warga Skotlandia

Berakhir Pekan di Negeri Penuh Keteraturan (2)

LEBAR DAN RINDANG: Komisaris Utama KPG Zainal Muttaqin (depan tiga kanan) bersama rombongan KPG berjalan kaki di kawasan Raffles Place, Singapura, Sabtu (14/10) lalu.

PROKAL.CO, Selain transportasi publik yang sangat pesat, keunggulan Singapura adalah kenyamanan bagi pejalan kaki. Trotoarnya lebar, sekelilingnya ditumbuhi pohon rindang. Teduh. Dan orang yang memprakarsai trotoar tersebut, berasal dari Skotlandia.

 

RIO TAUFIQ ADAM, Singapura

 

ROMBONGAN menginap di Supreme Hotel 15 Kramat Road. Hotel yang berdiri sejak 1972 tersebut, sangat dekat dengan kawasan Orchard Road. Sebuah kawasan perbelanjaan kelas menengah ke atas.

Di Orchard Road ada banyak mal dan pusat perbelanjaan dengan berbagai merek fashion ternama. Sebut saja Channel, Salvatore Ferragano, Prada, Victoria Secret, Marc Jacobs juga official store jam tangan Rolex. Ada pula Apple Store yang gedungnya sangat mencolok. Arsitektur minimalis serta logo besar dan menyala di malam hari, menjadi ciri khas toko dari perusahaan teknologi terbesar yang didirikan Steve Jobs tersebut.

Bagi penggila shopping,tentu Orchard Road adalah surga. Namun, bagi yang berkantong tipis, tidak perlu khawatir. Segarnya es krim potong Singapura seharga 1 SGD dapat dinikmati. Rasanya manis, tapi tidak membuat tenggorokan gatal. Varian rasa durian, cokelat, vanila hingga green tea pun ada. Dinikmati sembari duduk di sekitar Orchard Road.

Sebagai distrik perbelanjaan, trotoar di Orchard Road begitu lebar. Bahkan, hampir sama lebarnya dengan jalan untuk kendaraan. Mal tinggi di kiri-kanan dan pohon-pohon yang tumbuh membatasi antara trotoar dengan jalan raya, menjadi perpaduan menarik. Megahnya infrastruktur bangunan berpadu dengan rindangnya pepohonan, memberi kesan nyaman.

Pohon-pohon tersebut tidak sekadar menjadi penghias, tapi juga pembatas. Pasalnya, para pejalan kaki dilarang melintas di jalan raya. Bahkan papan larangan melewati jalan raya pun dipasang setiap 30 meter.

Untuk menyeberang, disediakan zebra cross yang berada di persimpangan lampu lalu lintas. Saat menyeberang jalan, harus menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Cara agar bisa menyeberang pun, harus memencet tombol yang berada di lampu lalu lintas. Sembari menunggu lampu hijau, para pejalan kaki, harus menunggu di garis kuning. Menariknya, meski kendaraan sedang berhenti, para pejalan kaki yang hendak menyeberang tetap menunggu hingga lampu benar-benar hijau.

Kendaraan pun ketika ada pejalan kaki yang menyeberang, akan berhenti sebelum lampu merah berubah hijau. Tidak ada juga klakson mobil terdengar. Baik pengendara maupun pejalan kaki, sangat patuh terhadap aturan tersebut. Tidak ada yang nyelonong untuk menerobos lampu lalu lintas.

Selain menggunakan zebra cross bisa juga memilih jalur alternatif under pass atau jembatan penyeberangan yang terkoneksi dari satu gedung ke gedung di seberangnya.

“Kita bisa menyeberang lewat bawah. Ada eskalator ke bawah untuk ke seberang,” kata Direktur Balikpapan Tv Wiji Winarko memberi informasi kepada rombongan awak media Kaltim Post Group (KPG) saat berjalan di Orchard Road, Jumat (13/10) malam.

Sama seperti stasiun Singapore Mass Rapid Transportation (SMRT), di under pass juga tersedia berbagai gerai dan warung kopi dan tempat makan. Segalanya serba ada. Under pass tersebut juga terkoneksi dengan stasiun SMRT terdekat. Di kawasan Orchard Road, setidaknya ada dua stasiun SMRT yang berdekatan, Sommerset dan Orchard Station.

Berjalan kaki menjadi pilihan utama ketika di Singapura. Selain karena nyaman dan trotoarnya pun tak ada lubang, juga murah. Dari satu kawasan tertentu hanya membutuhkan SMRT untuk berpindah tempat. Sisanya, berjalan kaki.

Terlebih di Raffles Place. Kawasan bisnis yang berdekatan dengan patung Merlion tersohor itu. Selain karena hijau dan banyaknya taman di kawasan Raffles Place, juga ada patung-patung bersejarah yang menceritakan berdirinya Singapura. Salah satunya adalah “The River Merchant”. Situs sejarah tersebut menceritakan tentang perundingan antara Alexander Laurie Johnston, saudagar ternama di Singapura asal Skotlandia dengan pedagang India dan Tionghoa.

Pada ketiga patung tersebut, di belakangnya berdiri tegap Menara Maybank setinggi 32 lantai yang didirikan pada 1998. Sebelumnya gedung Maybank tersebut adalah Tanjung Tangkap, gudang penyimpanan barang-barang perniagaan yang dibawa para pedagang ketika berlabuh di Singapura.

“Johnston merupakan Ketua pertama Dewan Perdagangan. Dia juga orang pertama yang mengenalkan jalur trotoar dan menjadi ciri khas toko tradisional,” tulis keterangan pada patung tersebut dalam Bahasa Inggris, Melayu, Mandarin dan Sansekerta.

Di seberang “The River Merchant”, ada pula ASEAN Civilization Museum serta Singapore Art Museum yang dihubungkan dengan Cavenagh Bridge. Nah, di depan ASEAN Civilization Museum, berdiri gagah bapak pendiri Singapura, Sir Thomas Raffles.

“Sudah lelah? Itu tandanya jarang berjalan kaki. Ayo lebih semangat,” kata Komisaris Utama KPG Zainal Muttaqin kepada rombongan.

Ya, untuk menikmati keindahan Sincipao- Singapura dalam Bahasa Mandarin- lebih baik dengan berjalan kaki. Karena selain nyaman, fasilitas publik lainnya, seperti keran air minum tersedia dengan mudah di beberapa titik keramaian.

Maka disarankan untuk membawa botol minum, agar bisa kembali diisi dengan keran-keran air minum tersebut. Pasalnya, harga air mineral kemasan cukup mahal jika dibandingkan dengan harga di Indonesia. Jika satu botol air mineral di Indonesia berkisar Rp 3-5 ribu per botol. Di Sincipao, harga air mineral berkisar 2-3 SGD (atau setara Rp 20-30 ribu) per botol.

Maka, berjalan kaki, menjadi pilihan utama rombongan KPG selama di negara tetangga Indonesia tersebut. Karena kapan lagi bisa berjalan nyaman tanpa ada hambatan selain di Singapura. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 01:14

Hakim Tolak Eksepsi Bupati

TANJUNG REDEB - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb menolak eksepsi terdakwa pelanggaran…

Kamis, 19 Juli 2018 01:05

PKPI Juga Tak Lapor Kesbangpol

TANJUNG REDEB – Bukan sekadar tidak mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan…

Rabu, 18 Juli 2018 13:36
Bupati Jalani Sidang Perdana Pidana Kampanye Pilgub Kaltim 2018

Nyatakan Keberatan atas Dakwaan JPU

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram menjalani sidang perdana atas dugaan pelanggaran pidana…

Rabu, 18 Juli 2018 13:32

Hanura Berau Ikut Kepengurusan OSO-Herry

Mendaftar di hari terakhir penyerahan berkas, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat…

Rabu, 18 Juli 2018 13:29

PKPI dan Garuda Tak Mendaftar

TANJUNG REDEB – Hingga penutupan pengajuan daftar calon anggota legislatif tadi malam (17/7),…

Rabu, 18 Juli 2018 13:27

Seluruh Pendaftar Lolos Verifikasi Berkas

Setelah jumlah pendaftar minimal terpenuhi, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) melanjutkan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:05

Sport Center Bukan untuk Porprov

TANJUNG REDEB - Walau serius membangun, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau memastikan Sport Center…

Selasa, 17 Juli 2018 01:04

Hari Ini Batas Akhir Pendaftaran

TANJUNG REDEB – Masa pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) yang akan ikut serta pada pemilihan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:03

Klinik Bersalin Pilih Jadi RS

TANJUNG REDEB – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Klinik Bersalin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau,…

Selasa, 17 Juli 2018 01:01

2019, Berau Bebas dari Jamban Tak Sehat

UPAYA Pemkab Berau mewujudkan kabupaten bebas buang air bersih sembarangan tahun 2019 terus dilakukan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .