MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 19 Oktober 2017 10:28
Kalstar Tunggak PNBP Rp 30 Juta
SEGERA DIGANTI: Kementerian Perhubungan masih membekukan rute penerbangan Kalstar Aviation, termasuk rute Berau-Samarinda

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Operasional Kalstar Aviation masih dihentikan sementara Kementerian Perhubungan. Rencananya, Kalstar Aviation akan memastikan apakah bisa beroperasi kembali atau tidak pada 6 Oktober lalu. Namun hingga kemarin (18/10), tak juga ada kejelasan mengenai hal tersebut.

“Kami disurati (pihak Kalstar Aviation) tanggal 6 Oktober. Tapi sampai tanggal 18 Oktober (kemarin, red), pemberitahuan kembali belum kami terima. Apakah off operasi atau bagaimananya, belum tahu,” ungkap Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Bambang Hartato, kepada Berau Post di ruang kerjanya kemarin.

Bahkan, kata Bambang, dari pertemuannya dengan manajemen Kalstar Aviation yang masih berada di Berau, tak menghasilkan kejelasan apapun.

Bahkan pesawat Kalstar Avation yang sempat terparkir di Apron Bandara Kalimarau, kini sudah diterbangkan ke Bandara Budiarto, Curug, Jawa Barat, untuk kalibrasi di PT Aero Nusantara Indonesia (ANI). Pesawat ATR 42-500 itu merupakan pesawat yang disewa Kalstar pada PT ANI.

Meski pesawat sudah tak parkir di Bandara Kalimarau, namun kewajiban Kalstar Aviation terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) masih ada. Nilainya, disebutkan Bambang, sekitar Rp 30 juta.

“Terhadap kewajiban Kalstar ke UPBU Kalimarau, ada surat pernyataannya siap untuk membayar, dan beberapa properti yang ada jadi penjamin,” ujarnya.

Jika nantinya Kalstar tidak mampu membayar, maka properti yang ada akan menjadi penyelesaian kewajiban ke negara.

“Tunggakannya memang tidak besar, tapi bukan masalah besar kecil. Artinya kalau ada audit, masih ada penjaminnya. Lagipula manajemennya masih di Berau dan berkomunikasi dengan baik,” ujarnya.

Ditanya apakah ada keluhan soal refund ke Bandara Kalimarau, Bambang mengaku tidak ada keluhan sama sekali. “Saya rasa manajemen bisa mengaturnya, sehingga semuanya baik-baik saja. Dan tiket-tiket yang refund pun perlahan diselesaikan,” tandasnya.

Terpisah, Direktur Kalstar Aviation Berau Joko Prihantoro, meyakinkan jika manajemen Kalstar akan melakukan peluasan terhadap tunggakan tersebut. Hanya pihaknya mengaku membutuhkan waktu.

Itu mengingat, dana yang mereka dapatkan untuk melakukan segala pembayaran yang menjadi tanggung jawab kantor cabang, harus menunggu kiriman dana dari pusat. Untuk saat ini, pihaknya masih fokus menyelesaikan refund kepada masyarakat.

“Termasuk biaya refund dan pembayaran agen. Apalagi pembekuan secara nasional, sehingga kantor pusat juga harus mengirim ke masing-masing kantor cabang secara bertahap. Kalau dilakukan sekaligus, khawatirnya malah semrawut,” ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (18/10).

Pelaksanaan refund di kantor cabang Kalstar Berau sudah selesai hingga 80 persen. “Dari sekitar 200 calon penumpang yang sudah membeli tiket sampai akhir Oktober nanti, sisa 20 persen lagi yang belum selesai refund-nya. Kalau itu sudah, baru yang lain kita selesaikan,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui sampai kapan pembekuan penerbangan Kalstar Aviation bakal berakhir. Hanya dijelaskannya, manajemen di kantor pusat terus berjuang menyelesaikan segala yang menjadi koreksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Yang jelas manajemen diberi waktu 3 bulan untuk berbenah, kalau memang bisa selesai maka kami akan kembali beroperasi lagi. Tapi kalau belum selesai, maka Kalstar Aviation akan tutup total,” pungkasnya. (app/sam/udi)

Digantikan Express Air

Kalstar Aviation belum bisa dipastikan apakah berhenti beroperasi total atau hanya sementara. Meski demikian, ada maskapai baru akan mengisi rute penerbangan Berau-Samarinda, yakni Express Air.

Dikatakan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Bambang Hartato, maskapai Express Air mulai pekan lalu telah menjalin komunikasi dengan pihaknya. Bahkan, perwakilan maskapai tersebut sedang berada di Berau untuk melakukan survei setelah pengajuan beroperasi di  Bumi Batiwakkal.

“Pengajuannya (perizinan, red) kemarin dan sudah saya setujui. Kalau tidak ada halangan, sekitar November sudah operasi, cuma tanggalnya belum fix kapan,” jelas Bambang kepada Berau Post, Rabu (18/10) kemarin.

Bukan rute Berau-Samarinda saja, Express Air rencananya akan mengambil seluruh rute Kalstar sebelumnya. Bahkan, bisa ada tambahan rute lainnya. “Ya, tambahannya rute yang bisa profit,” imbuhnya.

Sesuai informasi, Express Air akan menggunakan pesawat jenis yang sama dengan Kalstar yakni ATR 42-500 berkapasitas 42 penumpang. Jika bukan ATR, pesawat yang akan digunakan adalah jenis Dornier.

Pesawat jenis Dornier ini mirip CN-235 dan merupakan pesawat jenis baru. Pesawat jenis ini punya kecepatan lebih baik dan engine lebih halus.

“Express Air ini dulu flight carier yang malang melintang di wilayah Timur Indonesia,” jelasnya.

Lanjut Bambang, Express Air merupakan maskapai yang dikelola PT Aero Nusantara Indonesia (ANI). Perusahaan tersebut selain sebagai jasa maintenance pesawat, kini sebagai penyewaan.

Terkait rute profit, pihaknya mendorong Express Air membuka penerbangan ke Bandara Maratua. Karena selama ini masih terbatas pada penerbangan Susi Air dan Garuda Indonesia yang direct dari Tarakan maupun Balikpapan.

“Saya mendorong seminggu bisa dua kali ke Maratua. Sebelumnya kita coba perintis, karena perkembangannya cukup baik maka kita pompa dengan sektor wisata,” tuturnya.

Selama Kalstar Aviation tidak beroperasi, Bambang mengakui terjadi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan. (app/udi)

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 11:27

Media Massa Punya Peran Penting untuk Perbankan

Jurnalis maupun pewarta tak selalu serba tahu, berbagai pelatihan pun terkadang diikuti. Sebanyak 580…

Senin, 20 November 2017 09:53

Bentuk Karakter Baik Anak melalui Permainan Tradisional

Rasa prihatin pada perkembangan anak yang sejalan dengan arus deras globalisasi dan perkembangan teknologi,…

Senin, 20 November 2017 09:52

Jabatan Kadisdukcapil Kosong, BKPP Bakal Konsultasi ke Kemendagri

TANJUNG REDEB – Meninggalnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Fredy Suryadie,…

Senin, 20 November 2017 09:51

Boiler 3 Kerap Rusak, Ganti Baru Perlu Dana Besar

TANJUNG REDEB – Kondisi boiler unit 3 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, kian memprihatinkan.…

Minggu, 19 November 2017 00:06

Pendaftaran JPTP Diperpanjang

PEMBUKAAN seleksi terbuka untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Pemerintah Kabuputen…

Minggu, 19 November 2017 00:04

Motivasi Semangat Menulis Siswa dengan Pelatihan Jurnalistik

Sudah menjadi guru, bahkan kepala sekolah sekalipun tetap boleh bercita-cita. Apalagi untuk kemajuan…

Minggu, 19 November 2017 00:03

APBD 2018 untuk Apa?

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau 2018 sebentar lagi…

Sabtu, 18 November 2017 22:46
BREAKING NEWS

Innalillahi.. Kepala Disdukcapil Berau Fredy Suryadie Embuskan Napas Terakhir

TANJUNG REDEB – Kabar duka menyelimuti jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Berau. Kepala Dinas…

Sabtu, 18 November 2017 12:21

Bupati dan Wabup Tak Hadir Buang Nahas, Warga Talisayan Kembali Kecewa

TALISAYAN – Pelaksanaan pesta adat tulak bala atau buang nahas, terasa kurang lengkap. Pasalnya,…

Sabtu, 18 November 2017 12:12

DPUPR Optimistis Selesai Tepat Waktu

TANJUNG REDEB – Sedikitnya waktu yang tersisa untuk melaksanakan kegiatan di Anggaran Pendapatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .