MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:24
Dinas Tunggu Proposal Nelayan

Siapkan Bantuan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Larangan penggunaan pukat trawl, pukat hela dan alat tangkap lainya yang tak ramah lingkungan bagi nelayan, terus disosialisasikan Dinas Perikanan Berau.

Dijelaskan Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, sosialisasi dilakukan secara bertahap. Ketegasan itu sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (trawl) dan Pukat Tarik (seinen nets). Setelah penerapan aturan tersebut, seluruh alat tangkap yang dinilai tak ramah lingkungan, statusnya jadi terlarang untuk digunakan.

“Mau tidak mau, peraturan ini harus diikuti oleh nelayan. Kita akan memberikan imbauan kepada nelayan kecil agar tidak melakukan penangkapan dengan alat yang berbahaya,” ungkapnya kepada Berau Post kemarin (20/10).

Agar tidak mematikan mata pencaharian nelayan, pihaknya menganjurkan agar nelayan Berau mengganti alat tangkap mereka yang lebih ramah lingkungan seperti purse seine atau pukat cincin.

“Aturan ini harus dipatuhi, sebab jika melaut tetap menggunakan alat-alat yang dilarang akan berdampak pada ekosistem lingkungan,” katanya.

Pihaknya juga sudah memberikan bantuan alat tangkap yang ramah lingkungan kepada sebagian nelayan. Sedangkan bagi nelayan yang belum menerima bantuan, pihaknya bisa kembali mengadakannya asal kelompok nelayan mengajukan permohonan bantuan pada pihaknya.

“Kita harus menjaga apa yang telah ada, dengan begini hewan-hewan laut nantinya dapat terus berkembang biak,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah nelayan lokal Berau, meminta Pemkab Berau segera memberikan bantuan alat tangkap baru. Pasalnya, ratusan nelayan tersebut terancam menjadi pengangguran, karena telah dilarang menangkap ikan menggunakan pukat trawl.

Kepada Berau Post, salah seorang nelayan asal Tanjung Redeb Samsul Anwar menjelaskan, setelah ditetapkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 2/2015 tentang Larangan Penggunaan Pukat Hela, Pukat Tarik atau Pukat Trawl, seolah mematikan mata pencaharian mereka sebagai nelayan yang menggunakan pukat trawl.

Padahal, ujar dia, jajaran Pemkab Berau belum pernah menggelar sosialisasi larangan tersebut kepada nelayan di Tanjung Redeb. “Kami nelayan yang di Tanjung (Redeb) ini belum pernah mendapat sosialisasi atau bantuan alat pengganti. Kalau tidak salah, nelayan di Kampung Merancang sudah,” ungkapnya kepada Berau Post, Rabu (18/10) lalu.

Dirinya beranggapan, bila aturan tersebut diterapkan, nelayan-nelayan lokal yang mengandalkan trawl terancam tak bisa memenuhi kebutuhan dapur keluarganya, karena sudah lama ketergantungan menggunakan pukat trawl.

“Nelayan yang masih menggunakan trawl yang terdata sekitar 100, yang belum terdata mungkin masih banyak. Untuk mengubahnya harus ada sosialisasi mendalam, sehingga nelayan tidak mati secara perlahan. Bagaimana nelayan mau hidup, mau makan kalau tiba-tiba dilarang. Jelas ini mematikan mata pencaharian kami sebagai nelayan,” ungkapnya.

Anwar dan nelayan lainnya berharap ada solusi dari Pemkab Berau. Setidaknya ada pengecualian bagi nelayan perorangan seperti dirinya dan rekan-rekannya. Selama ini, hasil tangkapan nelayan yang dijual kepada pedagang di pasar, juga tak pernah melimpah. Sekadar cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur saja.

Untuk itu, pria yang sudah 20 tahun mengantungkan kehidupan keluarganya dari hasil tangkapan udang menggunakan trawl, mengharapkan Pemkab Berau bisa memberikan bantuan alat tangkap baru, untuk mengganti pukat trawl mereka yang telah dilarang.

“Karena hanya ini keahlian yang kami miliki. Jika tidak diperbolehkan, kami harus seperti apa? Untuk berpindah kerja, rasanya juga tidak mungkin,” pungkasnya. (*/sin/udi)


BACA JUGA

Jumat, 15 Juni 2018 16:31

Momen Lebaran, Lokasi Wisata Ramai

SAMBALIUNG - Meski tengah dalam suasana Idul Fitri, namun tak menyurutkan antusias masyarakat untuk…

Jumat, 15 Juni 2018 08:25
BREAKING NEWS

Kebakaran di Lamin Diduga karena Korsleting Listrik

TELUK BAYUR - Kebakaran di kawasan Lamin, Kecamatan Teluk Bayur merupakan rumah sewa milik Suroto. Diduga…

Jumat, 15 Juni 2018 05:06
BREAKING NEWS

Teluk Bayur Kebakaran Lagi, Rumah di Lamin Hangus

TELUK BAYUR - Kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Teluk Bayur, Jumat (15/6). Setelah sebelumnya di…

Kamis, 14 Juni 2018 22:15
BREAKING NEWS

Kumandang Takbir hingga Pesisir

TALISAYAN - Tak mau kalah, Kecamatan Talisayan juga mengumandangkan takbir dengan konvoi kendaraan keliling…

Kamis, 14 Juni 2018 21:24
BREAKING NEWS

Takbir Berkumandang di Ruas Jalan Tanjung Redeb

TANJUNG REDEB - Takbir keliling telah menghiasi beberapa ruas jalan di Tanjung Redeb. Gema takbir pun…

Kamis, 14 Juni 2018 20:22
BREAKING NEWS

Kementerian Agama Tetapkan Besok Lebaran

TANJUNG REDEB - Setelah beberapa jam menggelar rapat sidang Isbat secara tertutup perihal penetapan…

Kamis, 14 Juni 2018 19:23
BREAKING NEWS

Jelang Idulfitri, Permakaman Ramai di Kunjungi

TANJUNG REDEB - Jelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat Berau khususnya Islam ramai berziarah di makam…

Kamis, 14 Juni 2018 13:57

Dari Surau Disulap Jadi Pesantren

Menempuh pendidikan agama Islam hingga ke Pakistan, menarik Muhammad Arifin menyalurkan ilmu yang didapatkannya…

Kamis, 14 Juni 2018 13:55

Jalur Kelay Paling Rawan

TANJUNG REDEB – Jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, menaruh perhatian terhadap kondisi jalan…

Kamis, 14 Juni 2018 13:52

Poros Berau-Bulungan, 22 Titik Rusak Parah

TINGGINYA arus lalu lintas angkutan darat dari Kalimantan Timur ke Kalimantan Utara maupun sebaliknya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .