MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 30 Oktober 2017 10:56
Manguati Banua (1)
Oleh: Syamsuddin Juhran

PROKAL.CO, MASA muda sebagai masa pencarian jati diri (eksistensi), mencerminkan psikis pemuda yang menggebu-gebu. Namun semangat yang menggebu-gebu tersebut rentan terjangkit dan terinfeksi syndrome egoisme yang memuncak. Sehingga terkadang, pada kenyataan sosial pemuda acap kali bersengketa dengan kaum sebaya dan lingkungannya.

Secara fitrah, manusia lahir dalam keadaan yang suci, kesucian itu bisa mengalami kemunduran dan kemajuan (terjaga) atas iktikad dan ikhtiar manusia yang memegang penuh kontrol ‘kehendak’. Kehendak di masa muda terfasilitasi oleh keinginan hasrat yang menghantarkannya ke bilik kebebasan penuh ilusi, keterbuaian dan kehilangan arah.

Di saat kehilangan arah, kemungkinan terjadinya chaos antar kaum muda di habitus sekitarnya, bisa saja tak terelakkan. Perihal mendasar di saat pemuda kehilangan haluan, yakni ketika ia menemukan wadah eksistensi seperti narkoba sebagai tempat penyaluran kebebasan ekspresi. Presiden RI Joko Widodo telah membunyikan bel peringatan terkait ‘Indonesia Darurat Narkoba’.

Kalimantan Timur menempati peringkat ke-3 di Indonesia, dan Kabupaten Berau pernah menyandang predikat nomor 1 dengan kasus pengguna narkoba terbanyak di Kaltim.

Kasus pengguna narkoba di Berau saat ini mencapai 3,2 juta orang  atau setara 78%. Tentu orangtua dan seluruh elemen terkait tidak menghendaki putra-putri Berau terjaring sebagai pengguna ataupun pengedar yang dapat menenggelamkan masa depan pemuda regenerasi harapan orangtua, daerah dan negara.

Berau adalah daerah yang memiliki beragam peninggalan budaya oleh leluhur, dengan berdirinya kerajaan/kesultanan Berau sekitar abad ke-14 sebagai fakta sejarah kebudayaan. Bukti dari eksistensi kerajaan tersebut dapat di lihat dari dua kesultanan yang masih aktif hingga sekarang, yakni Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur.  

Salah satu dari sekian budaya yang masih terus dijaga, diperhatikan dan menjadi tuntunan masyarakat Berau ialah tradisi  ‘Manguati Banua’ yang merupakan tradisi Kesultanan Gunung Tabur. Manguati Banua atau mengobati kampung bagian tradisi bernuansa Islam, terlihat dari pelaksanaan tradisi tersebut secara substansial, yakni bertujuan memohon kepada Allah SWT untuk menghindarkan segala bencana alam terhadap daerah Banua/Berau.

Maka untuk mengawal dan menjaga pemuda Berau dari prilaku negatif, perlu adanya transformasi pembelajaran dengan pendekatan kebudayaan, yang diharapkan dapat mengimbangi perilaku sehari-hari dengan menjadikan kearifan budaya sebagai tatanan dan tuntunan. Dengan demikian artikel ini bertujuan untuk membahas pemuda dan tradisi Menguati Banua yang memiliki isyarat makna untuk dijadikan perimbangan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai perwujudan pemuda dalam berpartisipasi membangun dan menguati daerah. (*/bersambung/udi)

*) Pegiat Kawal Litersai Berau dan Mahasiswa Program Pascasarjana Pendidikan Non-Formal di UNY, asal Kab. Berau

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:19

Demi Setya Novanto, Fortuner Tuntut Tiang Listrik

TIBA-tiba, publik menyalahkan sebuah tiang listrik. Ya, tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara…

Jumat, 17 November 2017 10:08

CSR demi Kesejahteraan Masyarakat

TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR),adalah pendekatan mekanisme…

Minggu, 12 November 2017 11:55

Bentengi Keluarga dari Predator Anak

PEDOFILIA atau dalam hal ini penulis menyebutnya sebagai predator anak merupakan sejenis penyakit kelainan…

Jumat, 10 November 2017 11:10

MEMAKNAI HARI PAHLAWAN

HARI ini tanggal 10 November 2017, bangsa Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Kalau kita berbicara mengenai…

Selasa, 07 November 2017 11:22

Budaya Membaca di Era High Tech

ERA globalisasi di zaman sekarang sudah banyak berkembang pesat. Seperti halnya teknologi yang semakin…

Selasa, 07 November 2017 10:59

Alasan Penghapusan Pidana

DALAM hukum pidana dikenal istilah alasan pemaaf dan alasan pembenar tindak pidana. Alasan pemaaf adalah…

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:45

Tak Ada Anak yang Bermasalah

BEBERAPA sekolah dasar di Samarinda sudah rutin bekerja sama dengan saya. Karena itu, ketika ada murid…

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:37

Pemuda Zaman Now

SEMBARI berbisik, Moehammad Yamin kepada Soegondo Djojopoespito mengeluarkan secarik kertas. “Saya…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:52

Gay Selama 21 Tahun, Pernah Diejek Bencong

CUKUP lama bagi Feri, bukan nama sebenarnya, mempertimbangkan rencana untuk menjalani sesi hipnoterapi.…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:16

Gugatan Cerai dan Tuntutan Ranking Satu

TAK tahan dengan sikap suaminya, Viona (bukan nama sebenarnya), melayangkan gugatan cerai ke pengadilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .