MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 03 November 2017 11:08
Beri Keterangan Tak Sesuai BAP

Lanjutan Sidang Pembunuhan Samir, Dua Saksi Berhalangan Hadir

SIDANG PEMBUNUHAN: Terdakwa Laminyo (kanan) saat memberikan keterangan di persidangan kemarin (2/11).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Sidang pembunuhan Samir (57) warga Jalan Gajah Mada, Tanjung Redeb kembali digelar Kamis (2/11) kemarin. Agendanya masih sama, yakni mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Dimulai sekitar pukul 11.00 Wita, sidang berlangsung dengan majelis hakim yang diketuai Ennierlia Arientowaty, didampingi dua hakim anggota yakni Hilarius Grahita dan Andhika Perdana. Dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanang, serta tiga terdakwa Laminyo, Wahyudin dan Supriadi, didampingi kuasa hukumnya.

Namun, saksi yang hendak dihadirkan pada persidangan kemarin, berhalangan hadir. Tapi sidang tetap berlangsung setelah JPU membacakan keterangan kedua saksi yang sudah diambil sumpahnya.

“Saksi M Ramli dan Lili berhalangan hadir, tapi berdasarkan berita acara akan saya bacakan dan sudah diambil sumpah,” ujar Nanang kepada majelis hakim maupun terdakwa yang tidak keberatan dengan hal tersebut.

Berdasarkan berita acara, disebutkan Nanang, saksi Ramli merupakan orang yang dimintai tolong oleh Wahyudin untuk menerima transferan dana yang dari terdakwa Laminyo. Nomor rekening Ramli digunakan tiga kali untuk menerima transferan dana. Yang pertama pada 20 April 2017 sebesar Rp 5 juta, kedua pada 22 April sebesar Rp 1 juta dan ketiga pada 24 April 2017 sebesar Rp 11,9 juta.

“Terdakwa beralasan kepada saksi jika uang tersebut merupakan uang untuk berbisnis dari rekannya saat meminjam nomor rekening saksi,” jelasnya. Transferan dana pertama digunakan untuk membeli tiket pesawat ke Bumi Batiwakkal, untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Samir berdasarkan permintaan dari Laminyo.

Sementara itu, untuk saksi Lili, yang merupakan anak kandung dari Laminyo, diminta mengirimkan uang sebesar Rp 12 juta dari hasil penjualan sapi. Laminyo beralasan kepada anaknya itu, uang Rp 12 juta untuk membayar pekerja. “Transferan dikirim pada 24 April 2017,” imbuhnya.

Setelah dibacakannya keterangan saksi, majelis hakim menanyakan kepada para terdakwa kebenaran keterangan tersebut. Tidak ada yang membantah, semua membenarkannya.

Setelah itu, sidang berlanjut dengan mendengarkan keterangan terdakwa Laminyo terkait rencana pembunuhan hingga eksekusi. Ditanya majelis hakim, Laminyo sempat memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kamu jangan mengubah keterangan di BAP, semuanya jelas kamu adalah otak pembunuhan ini,” cecar Ketua Majelis Hakim Ennierlia Arientowaty kepada Laminyo.

Motif pembunuhan yang direncanakan Laminyo menjadi pertanyaan. Majelis hakim tidak percaya begitu saja, pembunuhan dilakukan atas dendam karena dikatakan pengemis serta celananya dilap oleh korban.

“Masak, cuma karena dikatakan pengemis, korban tidak mungkin mengatakan kamu pengemis kalau tidak ada sebab-akibatnya, tolong jelaskan,” ujar salah satu anggota majelis hakim.

Tetap dengan keterangannya di BAP, Laminyo menegaskan pembunuhan dilakukan karena rasa sakit hati.

Laminyo juga dicecar atas dugaan selingkuh dengan istri Samir, apalagi berdasarkan keterangan saksi yang dihadirkan sebelumnya dan sudah disumpah, Laminyo pernah dipergoki bermesraan dengan istri Samir.

Tapi lagi-lagi, dugaan perselingkuhan itu dibantah Laminyo. “Tidak benar itu, saya tidak selingkuh dengan istri Pak Samir,” tegasnya. (app/udi)

 


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 01:05

Diduga Martin B-10

BANGKAI pesawat di gunung Kampung Long Keluh, diduga kuat berjenis bomber medium, yakni Martin B-10…

Jumat, 17 Agustus 2018 01:02

Misteri Gunung Pesawat

KUNG  PHONG (Gunung Besar) di Kampung Long Keluh, Kecamatan Kelay, masih menyimpan misteri tentang…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:03

Dewan Pengawas Bisa “Memaksa”

TANJUNG REDEB - Memegang amanat sebagai Dewan Pengawas pada sebuah Perusahaan Daerah (Perusda), disebut…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:00

Disiplin Berlatih, Hanya Kalah dari Pelari Mancanegara

Olahraga lari, selain menjadi hobi yang sehat, juga menjadi motivasi untuk mencatatkan prestasi dan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:57

KPU Dinilai Tertutup

TANJUNG REDEB - Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bela Negara Anti Korupsi (Benak)…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:50

Harus Jalin Kerja Sama dengan Dokter Spesialis

TANJUNG REDEB - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Berau Johansyah, mengakui…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:58

Dua Sekolah Minta Ditunda

TANJUNG REDEB – Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten, tengah gencar…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:55

RSUD Jadi “Tumbal” BPJS Lagi, Nurmin: Kita yang Dibenturkan dengan Masyarakat

TANJUNG REDEB - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, kembali  terkena getah dari aturan…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:53

Tolak Disebut Kecolongan

TANJUNG REDEB - Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah Ramlan Asri, menolak…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:52

Wadah Bakat Muda, Lapangan Latihan Sering Kebanjiran

Melihat besarnya antusias anak-anak Kampung Pegat Batumbuk bermain sepak bola, mendorong Hamsah untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .