MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 03 November 2017 11:08
Beri Keterangan Tak Sesuai BAP

Lanjutan Sidang Pembunuhan Samir, Dua Saksi Berhalangan Hadir

SIDANG PEMBUNUHAN: Terdakwa Laminyo (kanan) saat memberikan keterangan di persidangan kemarin (2/11).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Sidang pembunuhan Samir (57) warga Jalan Gajah Mada, Tanjung Redeb kembali digelar Kamis (2/11) kemarin. Agendanya masih sama, yakni mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Dimulai sekitar pukul 11.00 Wita, sidang berlangsung dengan majelis hakim yang diketuai Ennierlia Arientowaty, didampingi dua hakim anggota yakni Hilarius Grahita dan Andhika Perdana. Dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanang, serta tiga terdakwa Laminyo, Wahyudin dan Supriadi, didampingi kuasa hukumnya.

Namun, saksi yang hendak dihadirkan pada persidangan kemarin, berhalangan hadir. Tapi sidang tetap berlangsung setelah JPU membacakan keterangan kedua saksi yang sudah diambil sumpahnya.

“Saksi M Ramli dan Lili berhalangan hadir, tapi berdasarkan berita acara akan saya bacakan dan sudah diambil sumpah,” ujar Nanang kepada majelis hakim maupun terdakwa yang tidak keberatan dengan hal tersebut.

Berdasarkan berita acara, disebutkan Nanang, saksi Ramli merupakan orang yang dimintai tolong oleh Wahyudin untuk menerima transferan dana yang dari terdakwa Laminyo. Nomor rekening Ramli digunakan tiga kali untuk menerima transferan dana. Yang pertama pada 20 April 2017 sebesar Rp 5 juta, kedua pada 22 April sebesar Rp 1 juta dan ketiga pada 24 April 2017 sebesar Rp 11,9 juta.

“Terdakwa beralasan kepada saksi jika uang tersebut merupakan uang untuk berbisnis dari rekannya saat meminjam nomor rekening saksi,” jelasnya. Transferan dana pertama digunakan untuk membeli tiket pesawat ke Bumi Batiwakkal, untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Samir berdasarkan permintaan dari Laminyo.

Sementara itu, untuk saksi Lili, yang merupakan anak kandung dari Laminyo, diminta mengirimkan uang sebesar Rp 12 juta dari hasil penjualan sapi. Laminyo beralasan kepada anaknya itu, uang Rp 12 juta untuk membayar pekerja. “Transferan dikirim pada 24 April 2017,” imbuhnya.

Setelah dibacakannya keterangan saksi, majelis hakim menanyakan kepada para terdakwa kebenaran keterangan tersebut. Tidak ada yang membantah, semua membenarkannya.

Setelah itu, sidang berlanjut dengan mendengarkan keterangan terdakwa Laminyo terkait rencana pembunuhan hingga eksekusi. Ditanya majelis hakim, Laminyo sempat memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kamu jangan mengubah keterangan di BAP, semuanya jelas kamu adalah otak pembunuhan ini,” cecar Ketua Majelis Hakim Ennierlia Arientowaty kepada Laminyo.

Motif pembunuhan yang direncanakan Laminyo menjadi pertanyaan. Majelis hakim tidak percaya begitu saja, pembunuhan dilakukan atas dendam karena dikatakan pengemis serta celananya dilap oleh korban.

“Masak, cuma karena dikatakan pengemis, korban tidak mungkin mengatakan kamu pengemis kalau tidak ada sebab-akibatnya, tolong jelaskan,” ujar salah satu anggota majelis hakim.

Tetap dengan keterangannya di BAP, Laminyo menegaskan pembunuhan dilakukan karena rasa sakit hati.

Laminyo juga dicecar atas dugaan selingkuh dengan istri Samir, apalagi berdasarkan keterangan saksi yang dihadirkan sebelumnya dan sudah disumpah, Laminyo pernah dipergoki bermesraan dengan istri Samir.

Tapi lagi-lagi, dugaan perselingkuhan itu dibantah Laminyo. “Tidak benar itu, saya tidak selingkuh dengan istri Pak Samir,” tegasnya. (app/udi)

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 11:44

Satu Parpol Penuhi Syarat, Lainnya Proses Perbaikan

TANJUNG REDEB - Sebagaimana mandat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2017, KPU Berau…

Jumat, 19 Januari 2018 11:43

Pencegahan untuk Wabah Difteri, Vaksin Sangat Menentukan

TANJUNG REDEB – Beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), terjangkit wabah penyakit difteri.…

Jumat, 19 Januari 2018 11:42

2017, Klaim JKK Naik Signifikan, Tanda Kurang Baik Penerapan K3

TANJUNG REDEB - Jumlah klaim santunan program jaminan sosial ketenagakerjaan peserta, di wilayah kerja…

Jumat, 19 Januari 2018 11:41

Tunggu Usulan dari Provinsi, Disbudpar Optimistis Penetapan KEK Maratua

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, optimistis tahun 2018, dapat mewujudkan…

Jumat, 19 Januari 2018 11:39

Menikmati, Jadikan Mengurus Masjid sebagai Hobi

Kesukaan setiap orang memang berbeda-beda. Seperti halnya Muhammad Ramli, yang sangat menyukai kesehariannya…

Kamis, 18 Januari 2018 00:28

Masih Aman, Difteri Terus Diwaspadai

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai…

Kamis, 18 Januari 2018 00:07

COP Bakal Lepasliarkan 5 Orangutan

KELAY – Keberadaan Orangutan di sekitar Hutan Lindung Lesan, Kecamatan Kelay kian hari semakin…

Kamis, 18 Januari 2018 00:06

Dewan Sayangkan Laka Kerja di PLTU, Perusahaan Masih Bungkam soal Kejadian

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Eko Wiyono, menyayangkan…

Kamis, 18 Januari 2018 00:06

Buat Suasana Masjid Senyaman Mungkin

Membangun dan memenuhi fasilitas masjid, hampir semuanya dilakukan oleh pengurus masjid. Ha itu untuk…

Rabu, 17 Januari 2018 11:57

Rangkap Ketua Irma, Senang Melihat Masjid Ramai

Walau memiliki banyak kesibukan, Marten tetap melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .