MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 03 November 2017 11:08
Beri Keterangan Tak Sesuai BAP

Lanjutan Sidang Pembunuhan Samir, Dua Saksi Berhalangan Hadir

SIDANG PEMBUNUHAN: Terdakwa Laminyo (kanan) saat memberikan keterangan di persidangan kemarin (2/11).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Sidang pembunuhan Samir (57) warga Jalan Gajah Mada, Tanjung Redeb kembali digelar Kamis (2/11) kemarin. Agendanya masih sama, yakni mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Dimulai sekitar pukul 11.00 Wita, sidang berlangsung dengan majelis hakim yang diketuai Ennierlia Arientowaty, didampingi dua hakim anggota yakni Hilarius Grahita dan Andhika Perdana. Dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanang, serta tiga terdakwa Laminyo, Wahyudin dan Supriadi, didampingi kuasa hukumnya.

Namun, saksi yang hendak dihadirkan pada persidangan kemarin, berhalangan hadir. Tapi sidang tetap berlangsung setelah JPU membacakan keterangan kedua saksi yang sudah diambil sumpahnya.

“Saksi M Ramli dan Lili berhalangan hadir, tapi berdasarkan berita acara akan saya bacakan dan sudah diambil sumpah,” ujar Nanang kepada majelis hakim maupun terdakwa yang tidak keberatan dengan hal tersebut.

Berdasarkan berita acara, disebutkan Nanang, saksi Ramli merupakan orang yang dimintai tolong oleh Wahyudin untuk menerima transferan dana yang dari terdakwa Laminyo. Nomor rekening Ramli digunakan tiga kali untuk menerima transferan dana. Yang pertama pada 20 April 2017 sebesar Rp 5 juta, kedua pada 22 April sebesar Rp 1 juta dan ketiga pada 24 April 2017 sebesar Rp 11,9 juta.

“Terdakwa beralasan kepada saksi jika uang tersebut merupakan uang untuk berbisnis dari rekannya saat meminjam nomor rekening saksi,” jelasnya. Transferan dana pertama digunakan untuk membeli tiket pesawat ke Bumi Batiwakkal, untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Samir berdasarkan permintaan dari Laminyo.

Sementara itu, untuk saksi Lili, yang merupakan anak kandung dari Laminyo, diminta mengirimkan uang sebesar Rp 12 juta dari hasil penjualan sapi. Laminyo beralasan kepada anaknya itu, uang Rp 12 juta untuk membayar pekerja. “Transferan dikirim pada 24 April 2017,” imbuhnya.

Setelah dibacakannya keterangan saksi, majelis hakim menanyakan kepada para terdakwa kebenaran keterangan tersebut. Tidak ada yang membantah, semua membenarkannya.

Setelah itu, sidang berlanjut dengan mendengarkan keterangan terdakwa Laminyo terkait rencana pembunuhan hingga eksekusi. Ditanya majelis hakim, Laminyo sempat memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kamu jangan mengubah keterangan di BAP, semuanya jelas kamu adalah otak pembunuhan ini,” cecar Ketua Majelis Hakim Ennierlia Arientowaty kepada Laminyo.

Motif pembunuhan yang direncanakan Laminyo menjadi pertanyaan. Majelis hakim tidak percaya begitu saja, pembunuhan dilakukan atas dendam karena dikatakan pengemis serta celananya dilap oleh korban.

“Masak, cuma karena dikatakan pengemis, korban tidak mungkin mengatakan kamu pengemis kalau tidak ada sebab-akibatnya, tolong jelaskan,” ujar salah satu anggota majelis hakim.

Tetap dengan keterangannya di BAP, Laminyo menegaskan pembunuhan dilakukan karena rasa sakit hati.

Laminyo juga dicecar atas dugaan selingkuh dengan istri Samir, apalagi berdasarkan keterangan saksi yang dihadirkan sebelumnya dan sudah disumpah, Laminyo pernah dipergoki bermesraan dengan istri Samir.

Tapi lagi-lagi, dugaan perselingkuhan itu dibantah Laminyo. “Tidak benar itu, saya tidak selingkuh dengan istri Pak Samir,” tegasnya. (app/udi)

 


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 11:50

Wisnu Haris Tutup Usia

TANJUNG REDEB - Mantan Staf Ahli Bidang Pembangunan Wisnu Haris (59), mengembuskan napas terakhirnya…

Selasa, 24 April 2018 11:48

Hanya Lima Sekolah Gelar UNBK

TANJUNG REDEB – Sebanyak 3.942 pelajar SMP sederajat, mengikuti ujian nasional kemarin (23/4).…

Selasa, 24 April 2018 11:47

Penyegaran untuk Menjawab Tantangan

BALIKPAPAN - Tantangan industri media yang semakin beragam, menuntut respons terbaik. Tak terkecuali…

Selasa, 24 April 2018 11:46

Perdata Mental, Bisa Dipidanakan

TANJUNG REDEB – Tunggakan pajak sebesar Rp 26 miliar oleh PT Kertas Nusantara (KN), bisa dibawa…

Selasa, 24 April 2018 11:46

Masih Belum Berhasil, Proses Lelang Tetap Jalan

Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan pertemuan dengan warga yang meminta ganti rugi atas lahannya…

Senin, 23 April 2018 10:19

Dewan Setuju Kontraktor Diberi Sanksi

TANJUNG REDEB – Lalai dalam pemasangan papan proyek, Wakil Ketua DPRD Berau Saga, setuju agar…

Senin, 23 April 2018 10:18

PT KN Tunggak Pajak Rp 26 Miliar

TANJUNG REDEB – Belum selesai persoalan tunggakan gaji ribuan karyawan, muncul lagi masalah lain…

Senin, 23 April 2018 10:17

Dinas Perikanan Dilema

TANJUNG REDEB – Berbagai jenis olahan makanan berbahan utama Kima, sudah lama menjadi kuliner…

Senin, 23 April 2018 10:17

Wabup Temukan Kepsek Jarang Ngantor

KELAY – Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo dibuat kecewa saat berkunjung ke Kecamatan Kelay…

Senin, 23 April 2018 10:16

Selamatkan Ekosistem, Omzet Rp 22 Juta Per Bulan

Budaya masyarakat di wilayah pesisir Berau, khususnya Pulau Derawan dan Maratua, memiliki kecenderungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .