MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 07 November 2017 11:22
Budaya Membaca di Era High Tech
Oleh: Wahdatun Nisa

PROKAL.CO, ERA globalisasi di zaman sekarang sudah banyak berkembang pesat. Seperti halnya teknologi yang semakin berkembang dengan inovasi-inovasi terbaru yang banyak mempengaruhi perubahan gaya hidup manusia.

Menurut Anthony Giddens, bahwa globalisasi adalah intensifikasi hubungan sosial secara mendunia sehingga menghubungkan antara kejadian yang terjadi di lokasi yang satu dengan yang lainnya serta menyebabkan terjadinya perubahan pada keduanya. Dengan adanya perubahan zaman ini, maka kebiasaan masyarakat pun mulai berubah seperti halnya dalam kegiatan membaca buku.

Membaca adalah suatu hal yang harus dilakukan guna menambah ilmu dan wawasan, akan tetapi sekarang membaca adalah hal yang sangat membosankan bagi sebagian orang. Karena dengan berkembang pesatnya era globalisasi dan dengan adanya kecanggihan teknologi seperti penggunaaan telepon genggam atau handphone (HP) yang pasti dimiliki setiap masyarakat apalagi menjadi barang yang sangat berharga bagi sebagian orang yang menggunakannya karena dengan kemajuan teknologi ini semua dapat diakses.

Dengan adanya hal ini banyak orang selalu menggunakan handphone sebagai tempat mencari informasi atau suatu pelajaran sehingga bagi mereka tidak perlu membaca buku karena sudah mendapatkannya melalui handphone atau smartphone. Sebuah penelitian oleh lembaga survei di AS menunjukkan bahwa orang Indonesia adalah pengguna ponsel pintar nomor satu di dunia dengan waktu pemakaian rata-rata 181 menit per hari.

Zaman semakin berubah dan kebiasaan masyarakat pun ikut berubah, namun dengan adanya teknologi yang semakin berkembang ada dampak positif dan negatifnya. Dalam hal ini dampak positif dari perubah zaman ini dan penggunaan teknologi ini adalah kita dapat berkomunikasi atau berhubungan dengan kerabat yang jauh lokasinya dan dapat mengakses berita atau kabar-kabar yang ada di luar daerah maupun negara sehingga kita dapat mengetahui kejadian-kejadian atau peristiwa yang terjadi di seluruh belahan dunia dan dengan adanya teknologi ini semua orang dapat mengakses informasi-informasi baik itu dari pelajaran sampai hal-hal yang menyangkut tentang pekerjaan bagi orang yang memang dapat memanfaatkan teknologi ini secara baik dan benar.

Namun ada pula dampak negatif dari teknologi yang semakin berkembang, karena bisa disalahgunakan bagi sebagian orang dan dengan adanya ini seseorang bisa menjadi malas untuk membaca buku karena bisa langsung dapat diakses melalui teknologi, sehingga masyarakat menjadi masyarakat instan karena mendapatkan semua informasi-informasi tanpa harus mencari bersusah payah dan berdampak menjadi masyarakat yang malas. Menurut Mr.Juel dalam buku Mr.Sandjaja terbitan tahun 2005, membaca yaitu proses untuk dapat mengenal beberapa kata dan memadukan menjadi arti kata menjadi kalimat dan struktur bacaan. Oleh karena itu, setelah membaca dapat membuat intisarinya dari bacaan tersebut. Membaca buku memiliki banyak manfaat bagi kehidupan seperti halnya membaca buku dapat menjaga otak agar bisa tetap aktif sehingga dapat melakukan fungsinya secara baik dan benar. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa dengan membaca buku dapat merangsang mental bahkan dapat mencegah penyakit Alzheimer dan demensia.

Dan dengan banyaknya penyuluhan untuk selalu membaca buku seharusnya masyarakat terutama para pelajar atau yang masih menuntut ilmu dalam hal ini menggunakan kesempatan sebanyak-banyaknya dalam menggali informasi dan pengetahuan tentang hal-hal yang belum diketahui. Dalam hal membaca tidak mesti membaca tentang hal-hal yang membuat diri kita berat untuk dipelajari, mulailah membaca dengan tema atau judul yang disenangi lalu akan terus berkembang menjadi bacaan-bacaan yang lebih berarti. Membaca dan teknologi adalah dua hal yang menjadi pilihan bagi sebagian orang karena membaca membutuhkan waktu untuk menggali dan mendapatkan sesuatu hal yang dicari sedangkan teknologi hanya dengan mengetik di layar seseorang bisa langsung dapat mengakses sacara langsung tanpa harus menggunakan waktu berjam-jam untuk mendapatkan suatu informasi. Sehingga intensitas membaca seseorang bisa terpengaruh dalam hal ini. Dan dengan banyaknya hal ini banyak yang terjadi atau yang sering terlihat adalah lebih banyak orang yang membawa hanphone ketimbang membawa buku karena sebagian orang yang berpikiran bahwa semuanya dapat diakses melalu hanphone dan tersimpan semua hal-hal yang menyangkut tentang pelajaran di sana.

Menurut data majalah komputer aktif (Nomor 50/26 maret 2003), berdasarkan survei Siemes Mobile Lifestyle III menyebutkan bahwa 60 persen remaja usia 15-19 tahun dan pasca remaja lebih senang mengirim SMS dari pada membaca buku. Dapat dikatakan, budaya membaca yang sudah terancam oleh budaya dengar dan lihat diancam lagi dengan budaya mengirim SMS. Dengan adanya perubahan zaman yang semakin berjalannya waktu akan terus berkembang dan perubahan pola pemikiran masyarakat yang ikut berubah ini membawa pengaruh yang besar dalam hal-hal yang menyangkut tentang adanya teknologi di zaman sekarang. Akan tetapi tidak semua orang berpikiran bahwa teknologi dapat membuat seseorang menjadi masyarakat yang instan dalam hal menggali ilmu pengetahuan karena ilmu dan wawasan dapat dicari di mana dan kapan saja selagi kita mampu dan mau untuk selalu berusaha agar mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dan mendapatkan hasil yang baik.

Dan dengan teknologi kita dapat mencari ilmu atau sesuatu yang bermanfaat. Zaman boleh berkembang dan manusia mendapatkan hal yang bermanfaat dari perubahan zaman yang semakin lama akan semakin banyak mengularkan inovasi-inovasi yang kreatif dan modern. (*/app)

*) Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang/Warga Jalan Marsma Iswahyudi, Berau


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:19

Demi Setya Novanto, Fortuner Tuntut Tiang Listrik

TIBA-tiba, publik menyalahkan sebuah tiang listrik. Ya, tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara…

Jumat, 17 November 2017 10:08

CSR demi Kesejahteraan Masyarakat

TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR),adalah pendekatan mekanisme…

Minggu, 12 November 2017 11:55

Bentengi Keluarga dari Predator Anak

PEDOFILIA atau dalam hal ini penulis menyebutnya sebagai predator anak merupakan sejenis penyakit kelainan…

Jumat, 10 November 2017 11:10

MEMAKNAI HARI PAHLAWAN

HARI ini tanggal 10 November 2017, bangsa Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Kalau kita berbicara mengenai…

Selasa, 07 November 2017 10:59

Alasan Penghapusan Pidana

DALAM hukum pidana dikenal istilah alasan pemaaf dan alasan pembenar tindak pidana. Alasan pemaaf adalah…

Senin, 30 Oktober 2017 10:56

Manguati Banua (1)

MASA muda sebagai masa pencarian jati diri (eksistensi), mencerminkan psikis pemuda yang menggebu-gebu.…

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:45

Tak Ada Anak yang Bermasalah

BEBERAPA sekolah dasar di Samarinda sudah rutin bekerja sama dengan saya. Karena itu, ketika ada murid…

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:37

Pemuda Zaman Now

SEMBARI berbisik, Moehammad Yamin kepada Soegondo Djojopoespito mengeluarkan secarik kertas. “Saya…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:52

Gay Selama 21 Tahun, Pernah Diejek Bencong

CUKUP lama bagi Feri, bukan nama sebenarnya, mempertimbangkan rencana untuk menjalani sesi hipnoterapi.…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:16

Gugatan Cerai dan Tuntutan Ranking Satu

TAK tahan dengan sikap suaminya, Viona (bukan nama sebenarnya), melayangkan gugatan cerai ke pengadilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .