MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 09 November 2017 12:39
Status Umar Masih Terperiksa, Penuhi Panggilan Polisi, Klaim Temukan Dalam Keadaan Mati
PENUHI PANGGILAN POLISI: Umar (tengah) menunjukkan paruh burung Enggang atau Rangkong yang ditemukannya di Kampung Sukan Tengah.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Setelah viral karena mengunggah foto paruh burung Enggang atau Rangkong di media sosial Facebook, Umar warga Jalan Bukit Berbunga Kecamatan Sambaliung, telah diamankan polisi.

Kapolres Berau AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa, membenarkan telah mengamankan Umar, karena menjual paruh burung Enggang di grup Facebook yakni “Lapak Jual Beli Berau”.

Lanjut Damus, untuk saat ini, pemeriksaan terhadap Umar masih berjalan. Selain Umar, beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan.

“Sebagaimana keterangan Umar, bahwa dia sama sekali tidak mengetahui jika satwa burung Enggang tersebut dilindungi,” terangnya dalam pers rilis, Rabu (8/11) kemarin.

Selain tak mengetahui burung tersebut dilindungi, Umar juga mengaku kepada penyidik, hanya menemukan burung Enggang dalam keadaan mati di salah satu kebun, Kampung Sukan Tengah, Sambaliung. Hal itu, sebut Damus, juga dibenarkan saksi-saksi lainnya yang dimintai keterangan dan bersama dengan Umar saat itu.

Alasan Umar menjual paruh burung Enggang di Facebook karena kondisi ekonomi. Dia juga tak mematok harga karena ketidaktahuannya tentang paruh burung dilindungi itu. “Jadi memang dia menawarkan, siapa tau bisa laku,” imbuhnya.

Meski telah diamankan petugas, hingga kemarin status Umar belum sebagai tersangka, masih sebatas terperiksa. “Nanti dilihat perkembangan dari hasil penyelidikan, kami berharap kejadian serupa tak akan terulang lagi,” tuturnya.

Ditegaskan Damus, bagi siapapun yang menjual atau membunuh hewan dilindungi, bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya.

Kepada Berau Post, Umar mengaku sama sekali tak mengetahui jika burung Enggang merupakan salah satu hewan yang dilindungi. Dia membenarkan telah menemukan burung tersebut dalam keadaan mati di tanah saat mencari buah di Kampung Sukan Tengah pada 4 November lalu.

Setelah menemukan burung itu, Umar kemudian membawanya pulang dan dibersihkan. “Saya lihat tidak ada tanda-tanda diburu seperti bekas luka ditembak atau semacamnya, mungkin mati karena usia,” terangnya.

Terkait penjualan di grup Facebook, diakuinya, karena kerap mengunggah barang-barang untuk dijual dengan harapan paruh burung itu bisa laku atau menghasilkan. Walau sebelumnya, Umar sempat mengakui jika akun Facebooknya dibajak seseorang untuk menawarkan paruh burung Enggang tersebut ke forum Lapak Jual Beli Berau.

“Saya benar-benar tidak tahu kalau itu dilarang,” pungkasnya. (app/udi)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 11:27

Media Massa Punya Peran Penting untuk Perbankan

Jurnalis maupun pewarta tak selalu serba tahu, berbagai pelatihan pun terkadang diikuti. Sebanyak 580…

Senin, 20 November 2017 09:53

Bentuk Karakter Baik Anak melalui Permainan Tradisional

Rasa prihatin pada perkembangan anak yang sejalan dengan arus deras globalisasi dan perkembangan teknologi,…

Senin, 20 November 2017 09:52

Jabatan Kadisdukcapil Kosong, BKPP Bakal Konsultasi ke Kemendagri

TANJUNG REDEB – Meninggalnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Fredy Suryadie,…

Senin, 20 November 2017 09:51

Boiler 3 Kerap Rusak, Ganti Baru Perlu Dana Besar

TANJUNG REDEB – Kondisi boiler unit 3 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, kian memprihatinkan.…

Minggu, 19 November 2017 00:08

BMKG Berau Minta Warga Waspada

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, membenarkan siaran pers…

Minggu, 19 November 2017 00:07

Kepala Disdukcapil Berau Tutup Usia

TANJUNG REDEB – Kabar duka menyelimuti jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Berau. Kepala…

Minggu, 19 November 2017 00:06

Pendaftaran JPTP Diperpanjang

PEMBUKAAN seleksi terbuka untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Pemerintah Kabuputen…

Minggu, 19 November 2017 00:05

Kantor Maskapai Tutup dan Dijual

TANJUNG REDEB – Masa pembenahan maskapai Kalstar Aviation oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub)…

Minggu, 19 November 2017 00:04

Motivasi Semangat Menulis Siswa dengan Pelatihan Jurnalistik

Sudah menjadi guru, bahkan kepala sekolah sekalipun tetap boleh bercita-cita. Apalagi untuk kemajuan…

Minggu, 19 November 2017 00:03

APBD 2018 untuk Apa?

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau 2018 sebentar lagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .