MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 09 November 2017 12:48
Penerapan Larangan Penggunaan LPG 3 Kg bagi Pelaku Usaha

Disperindagkop Tunggu Edaran Resmi

UNTUK YANG KURANG MAMPU: Pendistribusian LPG 3 kilogram di wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya, yang sebenarnya hanya diperuntukkan bagi warga berpenghasilan di bawah Rp 1,5 juta per bulan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Adanya wacana untuk melarang penggunaan LPG 3 kilogram bagi pelaku usaha yang berpenghasilan minimal Rp 1,5 juta per bulan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, jadi perhatian jajaran Dinperindagkop Berau.

Dikatakan Kepala Disperindagkop Berau Wiyati, pihaknya memang belum menerima edaran atau perintah soal wacana pengalihan penggunaan LPG 3 kilogram bagi pelaku usaha kecil menengah, termasuk pengusaha kuliner berpenghasilan minimal Rp 1,5 juta per bulan, menggunakan LPG 5,5 kilogram atau 12 kilogram.

Tapi, jika nantinya kebijakan tersebut benar diterapkan, pihaknya tetap akan mengkaji apakah akan membantu atau malah merugikan pelaku usaha. “Karena di Berau pengusaha kulinernya banyak yang masih tidak menetap. Seperti misalnya yang berada di sekitaran tepian (Jalan Ahmad Yani dan Pulau Derawan,” katanya kepada Berau Post, baru-baru ini.

Yang pasti menurutnya, penggunaan LPG 3 kilogram memang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dengan penghasilan di bawah Rp1,5 juta dan kegiatan UKM.

“Karena ini kebijakan yang memang dianjurkan oleh provinsi, pasti akan kita tindaklanjuti kepada para pengusaha yang memang sesuai dengan standar, dan pelaksanaannya akan kita evaluasi. Yang jelas, kita belum menerima surat edaran secara tertulis,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendataan para pelaku usaha sekaligus mengklasifikasikannya dalam kelompok yang berpenghasilan minimal Rp 1,5 juta atau yang di bawah Rp 1,5 juta.

Di sisi lain, pihaknya juga akan melihat ketersediaan LPG 5,5 kilogram yang beredar di Bumi Batiwakkal, apakah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha. (*/sin/udi)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:04

Optimistis, Pariwisata Tingkatkan Ekonomi Kampung

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Tunggal Bumi kian serius menjadikan sektor pariwisata sebagai senjata…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:10

Harga Cabai Tiung Mendadak Turun

TANJUNG REDEB – Hingga kemarin (16/2), harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami…

Jumat, 16 Februari 2018 10:34

Produksi Jagung Meningkat Tiap Tahun

TANJUNG REDEB - Hasil perkebunan jagung merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Berau.…

Jumat, 16 Februari 2018 10:32

Musim Penghujan, Petani Khawatir Gagal Panen

TALISAYAN – Petani di Kecamatan Talisayan, berupaya memaksimalkan hasil panennya. Namun, dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 10:08

Diskoperindag Minta Koperasi Laksanakan RAT

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Berau, Wiyati kembali mengimbau…

Kamis, 15 Februari 2018 10:06

Kembangkan Produk Batik Khas Berau

TANJUNG REDEB – Hasil tenunan batik biasanya lebih kepada untuk menunjukkan ciri khas daerah.…

Rabu, 14 Februari 2018 13:27

Kuota Elpiji Subsidi Bertambah

TANJUNG REDEB – Kuota elpiji 3 kilogram (kg) Kabupaten Berau tahun ini bisa dipastikan bertambah…

Selasa, 13 Februari 2018 00:18

Target PAD RPH dan RPU Naik

GUNUNG TABUR - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Potong…

Selasa, 13 Februari 2018 00:16

KEREN !!! Tiga Ribu Nelayan Berau Ikut Asuransi

TANJUNG REDEB - Dalam rangka memberikan jaminan perlindungan atas risiko nelayan di Indonesia, salah…

Senin, 12 Februari 2018 09:59

Maksimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

TANJUNG REDEB – Untuk memantapkan program kerja tahun 2018, Dinas Pertanian dan Peternakan Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .