MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 09 November 2017 12:48
Penerapan Larangan Penggunaan LPG 3 Kg bagi Pelaku Usaha

Disperindagkop Tunggu Edaran Resmi

UNTUK YANG KURANG MAMPU: Pendistribusian LPG 3 kilogram di wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya, yang sebenarnya hanya diperuntukkan bagi warga berpenghasilan di bawah Rp 1,5 juta per bulan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Adanya wacana untuk melarang penggunaan LPG 3 kilogram bagi pelaku usaha yang berpenghasilan minimal Rp 1,5 juta per bulan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, jadi perhatian jajaran Dinperindagkop Berau.

Dikatakan Kepala Disperindagkop Berau Wiyati, pihaknya memang belum menerima edaran atau perintah soal wacana pengalihan penggunaan LPG 3 kilogram bagi pelaku usaha kecil menengah, termasuk pengusaha kuliner berpenghasilan minimal Rp 1,5 juta per bulan, menggunakan LPG 5,5 kilogram atau 12 kilogram.

Tapi, jika nantinya kebijakan tersebut benar diterapkan, pihaknya tetap akan mengkaji apakah akan membantu atau malah merugikan pelaku usaha. “Karena di Berau pengusaha kulinernya banyak yang masih tidak menetap. Seperti misalnya yang berada di sekitaran tepian (Jalan Ahmad Yani dan Pulau Derawan,” katanya kepada Berau Post, baru-baru ini.

Yang pasti menurutnya, penggunaan LPG 3 kilogram memang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dengan penghasilan di bawah Rp1,5 juta dan kegiatan UKM.

“Karena ini kebijakan yang memang dianjurkan oleh provinsi, pasti akan kita tindaklanjuti kepada para pengusaha yang memang sesuai dengan standar, dan pelaksanaannya akan kita evaluasi. Yang jelas, kita belum menerima surat edaran secara tertulis,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendataan para pelaku usaha sekaligus mengklasifikasikannya dalam kelompok yang berpenghasilan minimal Rp 1,5 juta atau yang di bawah Rp 1,5 juta.

Di sisi lain, pihaknya juga akan melihat ketersediaan LPG 5,5 kilogram yang beredar di Bumi Batiwakkal, apakah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha. (*/sin/udi)


BACA JUGA

Selasa, 08 Mei 2018 00:19

Buat Standarisasi Tambak Udang

TANJUNG REDEB – Kualitas budidaya perikanan di Kabupaten Berau terus ditingkatkan. Salah satunya…

Selasa, 08 Mei 2018 00:17

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Turun

TANJUNG REDEB - Menjelang Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di pasaran terpantau belum mengalami…

Senin, 07 Mei 2018 11:42

Petani Dilema, Pemasaran Sulit dan Rendahnya Harga Jual

TALISAYAN – Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kampung di Kecamatan Talisayan, dalam memenuhi…

Jumat, 04 Mei 2018 13:41

Tangkapan Nelayan Terus Alami Peningkatan

TANJUNG REDEB - Jumlah tangkapan nelayan Kabupaten Berau, terus mengalami peningkatan setiap…

Jumat, 04 Mei 2018 13:40

Okupansi Hotel Capai 90 Persen

TANJUNG REDEB – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Berau, menyebutkan tingkat…

Selasa, 01 Mei 2018 00:16

Hasil Laut Berlimpah, Perikanan Masih Andalan

TALISAYAN - Sektor perikanan masih menjadi salah satu andalan bagi masyarakat di Kampung Talisayan,…

Sabtu, 28 April 2018 00:34

Porsi APBN Banyak untuk Berau

TANJUNG REDEB - Program pengembangan  komoditas jagung di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten…

Jumat, 27 April 2018 09:45

Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada

TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya,…

Kamis, 26 April 2018 13:00

Petani Sebut Tanam Sawit Lebih Menguntungkan

BIATAN – Sektor perkebunan kelapa sawit masih paling diminati dikembangkan di wilayah pesisir…

Rabu, 25 April 2018 00:14

Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .