MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 10 November 2017 11:10
MEMAKNAI HARI PAHLAWAN
Oleh: Syarifuddin Noor, S.Sos, M.Si

PROKAL.CO, HARI ini tanggal 10 November 2017, bangsa Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Kalau kita berbicara mengenai pahlawan, ada baiknya kita menundukkan kepala sejenak, seraya berdoa dan mengheningkan cipta untuk mendoakan arwah para pahlawan syuhada yang telah gugur di medan pertempuran, demi membela dan mempertahankan harkat serta martabat bangsa Indonesia tercinta.

Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan jiwa, raga dan hartanya, untuk memperjuangkan dan mempertahankan sebuah kemerdekaan. Pahit getirnya kemerdekaan bangsa Indonesia dibawa dengan tumpah darahnya para pejuang bangsa di medan pertempuran, para pejuang kita bertempur mati-matian melawan penjajah.

Padahal saat itu kita hanya mempunyai beberapa pucuk senjata, selebihnya hanya menggunakan bambu runcing semata. Namun para pejuang kita tak pernah gentar dan mundur untuk melawan penjajah. Atas berkat dan rahmat Allah SWT yang sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD 1945), akhirnya bangsa Indonesia yang mengalami penjajahan secara fisik maupun mental, akhirnya terbayar dengan lahirnya dan diikrarkannya kemerdekaan bangsa Indonesia.

Para pendiri bangsa dan para pejuang yang sudah rela mengorbankan harta, nyawa, darah dan jiwa mereka demi sebuah kemerdekaan, sangat berharap agar Indonesia bisa tumbuh dan berkembang sebagai sebuah bangsa yang mandiri. Menjadi bangsa yang merdeka serta terbebas dari bahaya dan rongrongan, baik dari dalam maupun dari luar.

Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu dari peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah semakin tidak menghayati makna Hari Pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung hanya bersifat seremonial. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang waktu itu. Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman.

Menghadapi situasi seperti sekarang, kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan. Pahlawan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang damai, Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, demokratis, serta bangsa Indonesia yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Negeri kita sedang diwarnai kasus korupsi yang sudah mencapai stadium tingkat terakhir. Karena sudah melibatkan para pejabat tinggi, baik di kalangan eksekutif maupun legislatif. Hal itu tercermin dari banyaknya kasus yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun oleh tim saber pungli.

Bangsa Indonesia masih sangat membutuhkan orang-orang yang jujur, pemberani dan rela berkorban untuk memberantasnya. Karena korupsi adalah akar dari kehancuran sebuah bangsa dan negara. 

Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, Hari Pahlawan tidak sebatas diperingati pada tanggal 10 November semata, tetapi berlangsung setiap hari dalam hidup kita. Setiap hari kita berjuang, paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga.  Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing. Sesuai dengan tema Hari Pahlawan tahun 2017 bertajuk “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”.

Kita harus bergandengan tangan, memperkokoh serta menjaga rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dengan cara mengembangkan diri dalam bidang keahlian kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar. Itulah pahlawan sekarang, sebagai generasi penerus bangsa kita sepatutnya berterima kasih, bersyukur serta mendoakan para pahlawan kita yang telah bersusah-payah, mengeluarkan cucuran keringat, darah yang mereka korbankan di medan pertempuran, demi mencapai kemerdekaan.

Kita seharusnya dapat banyak menimba ilmu, pelajaran, dan teladan hidup dari perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia. Ibarat sebuah mercu suar yang ada di tepi laut, yang menjadi pedoman dan acuan bagi semua nelayan dalam mengarungi samudra, para pahlawan itu adalah penunjuk arah yang jelas bagi kehidupan kita sekarang dan masa depan yang penuh dengan tantangan, halangan, dan rintangan yang siap untuk kita hadapi secara bersama-sama demi sebuah pengharapan. Agar kita mampu secara bersama-sama bergandengan tangan dan bahu membahu untuk dapat membangun negeri dan bangsa Indonesia tercinta ini. (*/udi)

*) Staf Pelaksana DPMK Kabupaten Berau

 

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 18 Februari 2018 11:07

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

KEMBALI opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:43

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

ROBERT Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang…

Jumat, 16 Februari 2018 10:40

Valentine Berdarah

SEPERTIsudah menjadi tradisi bagi para pemuda mengadakan pagelaran bernuansa “cinta” pada…

Jumat, 16 Februari 2018 10:20

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

TIBALAH saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di Rumah Sakit…

Kamis, 15 Februari 2018 10:11

Trauma Pilih Kasih dan Harta Warisan

PILIH kasih bisa menyebabkan trauma. Sikap orang tua yang pilih kasih pada anak pada akhirnya memang…

Selasa, 13 Februari 2018 00:04

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas

SETELAH anak-menantu-cucu ke Makkah, tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat…

Senin, 12 Februari 2018 09:51

Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Suatu Daerah

PERTUMBUHAN ekonomi suatu daerah sangat dipengaruhi oleh permasalahan ekonomi yang dihadapi daerah tersebut.…

Senin, 12 Februari 2018 09:36

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

SEMUA itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba dari Surabaya setelah…

Minggu, 11 Februari 2018 11:24

Trauma sejak Umur 15 Tahun

“PAK, tolong bantu saya. Saya tidak kuat. Saya sudah tidak sanggup. Rasanya mau mati saja,”…

Minggu, 11 Februari 2018 11:11

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu dan Menantu

SAYA sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .