MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 10 November 2017 11:10
MEMAKNAI HARI PAHLAWAN
Oleh: Syarifuddin Noor, S.Sos, M.Si

PROKAL.CO, HARI ini tanggal 10 November 2017, bangsa Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Kalau kita berbicara mengenai pahlawan, ada baiknya kita menundukkan kepala sejenak, seraya berdoa dan mengheningkan cipta untuk mendoakan arwah para pahlawan syuhada yang telah gugur di medan pertempuran, demi membela dan mempertahankan harkat serta martabat bangsa Indonesia tercinta.

Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan jiwa, raga dan hartanya, untuk memperjuangkan dan mempertahankan sebuah kemerdekaan. Pahit getirnya kemerdekaan bangsa Indonesia dibawa dengan tumpah darahnya para pejuang bangsa di medan pertempuran, para pejuang kita bertempur mati-matian melawan penjajah.

Padahal saat itu kita hanya mempunyai beberapa pucuk senjata, selebihnya hanya menggunakan bambu runcing semata. Namun para pejuang kita tak pernah gentar dan mundur untuk melawan penjajah. Atas berkat dan rahmat Allah SWT yang sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD 1945), akhirnya bangsa Indonesia yang mengalami penjajahan secara fisik maupun mental, akhirnya terbayar dengan lahirnya dan diikrarkannya kemerdekaan bangsa Indonesia.

Para pendiri bangsa dan para pejuang yang sudah rela mengorbankan harta, nyawa, darah dan jiwa mereka demi sebuah kemerdekaan, sangat berharap agar Indonesia bisa tumbuh dan berkembang sebagai sebuah bangsa yang mandiri. Menjadi bangsa yang merdeka serta terbebas dari bahaya dan rongrongan, baik dari dalam maupun dari luar.

Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu dari peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah semakin tidak menghayati makna Hari Pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung hanya bersifat seremonial. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang waktu itu. Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman.

Menghadapi situasi seperti sekarang, kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan. Pahlawan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang damai, Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, demokratis, serta bangsa Indonesia yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Negeri kita sedang diwarnai kasus korupsi yang sudah mencapai stadium tingkat terakhir. Karena sudah melibatkan para pejabat tinggi, baik di kalangan eksekutif maupun legislatif. Hal itu tercermin dari banyaknya kasus yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun oleh tim saber pungli.

Bangsa Indonesia masih sangat membutuhkan orang-orang yang jujur, pemberani dan rela berkorban untuk memberantasnya. Karena korupsi adalah akar dari kehancuran sebuah bangsa dan negara. 

Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, Hari Pahlawan tidak sebatas diperingati pada tanggal 10 November semata, tetapi berlangsung setiap hari dalam hidup kita. Setiap hari kita berjuang, paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga.  Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing. Sesuai dengan tema Hari Pahlawan tahun 2017 bertajuk “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”.

Kita harus bergandengan tangan, memperkokoh serta menjaga rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dengan cara mengembangkan diri dalam bidang keahlian kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar. Itulah pahlawan sekarang, sebagai generasi penerus bangsa kita sepatutnya berterima kasih, bersyukur serta mendoakan para pahlawan kita yang telah bersusah-payah, mengeluarkan cucuran keringat, darah yang mereka korbankan di medan pertempuran, demi mencapai kemerdekaan.

Kita seharusnya dapat banyak menimba ilmu, pelajaran, dan teladan hidup dari perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia. Ibarat sebuah mercu suar yang ada di tepi laut, yang menjadi pedoman dan acuan bagi semua nelayan dalam mengarungi samudra, para pahlawan itu adalah penunjuk arah yang jelas bagi kehidupan kita sekarang dan masa depan yang penuh dengan tantangan, halangan, dan rintangan yang siap untuk kita hadapi secara bersama-sama demi sebuah pengharapan. Agar kita mampu secara bersama-sama bergandengan tangan dan bahu membahu untuk dapat membangun negeri dan bangsa Indonesia tercinta ini. (*/udi)

*) Staf Pelaksana DPMK Kabupaten Berau

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:19

Demi Setya Novanto, Fortuner Tuntut Tiang Listrik

TIBA-tiba, publik menyalahkan sebuah tiang listrik. Ya, tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara…

Jumat, 17 November 2017 10:08

CSR demi Kesejahteraan Masyarakat

TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR),adalah pendekatan mekanisme…

Minggu, 12 November 2017 11:55

Bentengi Keluarga dari Predator Anak

PEDOFILIA atau dalam hal ini penulis menyebutnya sebagai predator anak merupakan sejenis penyakit kelainan…

Selasa, 07 November 2017 11:22

Budaya Membaca di Era High Tech

ERA globalisasi di zaman sekarang sudah banyak berkembang pesat. Seperti halnya teknologi yang semakin…

Selasa, 07 November 2017 10:59

Alasan Penghapusan Pidana

DALAM hukum pidana dikenal istilah alasan pemaaf dan alasan pembenar tindak pidana. Alasan pemaaf adalah…

Senin, 30 Oktober 2017 10:56

Manguati Banua (1)

MASA muda sebagai masa pencarian jati diri (eksistensi), mencerminkan psikis pemuda yang menggebu-gebu.…

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:45

Tak Ada Anak yang Bermasalah

BEBERAPA sekolah dasar di Samarinda sudah rutin bekerja sama dengan saya. Karena itu, ketika ada murid…

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:37

Pemuda Zaman Now

SEMBARI berbisik, Moehammad Yamin kepada Soegondo Djojopoespito mengeluarkan secarik kertas. “Saya…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:52

Gay Selama 21 Tahun, Pernah Diejek Bencong

CUKUP lama bagi Feri, bukan nama sebenarnya, mempertimbangkan rencana untuk menjalani sesi hipnoterapi.…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:16

Gugatan Cerai dan Tuntutan Ranking Satu

TAK tahan dengan sikap suaminya, Viona (bukan nama sebenarnya), melayangkan gugatan cerai ke pengadilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .