MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 13 November 2017 10:46
Geram dengan Harapan Palsu

Tuntut Konflik Sengketa Lahan PT DLJ Diselesaikan

Abu

PROKAL.CO, BIATAN - Sengketa lahan antara warga Kampung Biatan Ilir dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ) masih berlanjut. Konflik yang mulai sejak awal 2016 itu, tak pernah mencapai titik temu hingga kini.

Warga Kampung Biatan Ilir berencana kembali melakukan aksi demonstrasi dengan menurunkan 400 orang, demi menuntut kejelasan status lahan seluas 296,12 hektare (ha) yang berada di luar Hak Guna Lahan (HGU) PT DLJ yang dinilai menjadi hak mutlak masyarakat. Hal ini disampaikan Abu, tokoh masyarakat Kampung Biatan Ilir.

“Rencana ini masih proses izin melakukan orasi di Polres Berau. Kemungkinan Rabu selesai, Kamis kami turun ke lapangan,” katanya yang berbincang dengan Berau Post, Minggu (12/11).

Abu menjelaskan, kembali dilakukannya demonstrasi, lantaran hingga sekarang tuntutan warga tak kunjung dijawab. Padahal persoalan ini terangnya, sudah diserahkan ke Pemkab Berau melalui instansi terkait, namun tak terselesaikan.

“Kami lelah menunggu. Kami kehabisan kesabaran. Pemkab Berau dipercayai menyelesaikan persoalan ini mana? Memasuki dua tahun kami menunggu tak ada hasil. Malah yang kami dengar, hanya kata sabar dan upayakan hingga sekarang. Kalau hanya ucapan itu yang terdengar, kapan selesainya?” kesalnya.

Padahal, terang dia, sudah jelas PT DLJ secara terang-terangan melanggar perizinan, dengan melakukan penanaman di luar HGU yang merupakan hak masyarakat Kampung Biatan Ilir. Abu menambahkan, jika PT DLJ mengklaim tidak melakukan pelanggaran izin dan berpatokan kepada Izin Usaha Perkebunan (IUP), dia justru mempertanyakan luasan IUP yang masuk ke Kampung Biatan Ilir.

“Ayo sama-sama kita hitung ke lapangan. Apakah lahan DLJ di Kampung Biatan Ilir sesuai atau dengan IUP. Jangan hanya mengatakan lewat mulut saja. Faktanya itu di lapangan. Saya pun bisa kalau seperti itu,” tantangnya.

Ia pun kecewa dengan sikap pejabat PT DLJ yang enggan diajak meninjau lapangan. “Sampai sekarang diajak meninjau langsung saja, perusahaan tidak mau. Dengan berbagai alasan dilontarkan. Kalau tak punya biaya, saya dan warga lain siap patungan duit. Jika memang perusahaan benar, kenapa takut," cetusnya.

Bahkan, dirinya menemukan kejanggalan dalam perizinan perusahaan perkebunan di daerahnya. Sebab, dalam satu IUP terdapat dua perizinan perusahaan.

“Tidak ada sejarahnya satu lahan terdapat dua IUP. Tentu jika ada, pihak DLJ bakal menuntuk hak mereka dong. Ini hanya kongkalikong mereka saja,” imbuhnya.

Dalam demonstrasi nanti, dirinya dan warga lainnya telah sepakat untuk tidak pergi sebelum mendapatkan kepastian dari perusahaan terkait. “Harus selesai hari itu juga. Kami tidak ingin dengar alasan. Apalagi kata upayakan. Sudah bosan dengarnya, harapan palsu aja. Intinya kami tidak akan pergi selangkahpun,” ujarnya.

Dirinya juga meminta tindakan nyata Pemkab Berau menyelesaikan persoalan ini. “Pemerintah harus segera menyelesaikan persoalan ini. Tapi jangan penyelesaian rungcing ke bawah tumpul ke atas. Kesabaran warga ada batasnya. Jangan sampai kami melakukan tindakan di luar batas. Kami tidak takut hukum, selama itu benar-benar hak kami,” tuturnya.

“Bagaimana orang yang duduk di kursi empuk dan beruangan sejuk kini berada di posisi kami. Mau tidak hak mereka diambil? Itu pertanyaan buat mereka yang dipercaya menyelesaikan, tapi hingga sekarang hanya perkataan semata. Tindakan tumpul,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Kampung Biatan Ilir Abdul Hafid mengaku, baru mengetahui tindakan yang dilakukan masyarakatnya dari Camat Biatan. “Saya baru tahu setelah saya dipanggil camat untuk menanyakan kebenaran hal ini,” katanya.

Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak soal rencana warganya yang akan melakukan aksi. Sebab, dirinya sudah melakukan berbagai upaya penyelesaian konflik antara warga dan perusahaan di daerahnya beberapa kali, namun tak ada penyelesaian diperoleh.

“Saya sudah berupaya semaksimal mungkin. Melakukan mediasi dengan perusahaan terkait, berkordinasi dengan instansi terkait, sampai ke bupati  (Muharram, Red) untuk melakukan penyelesaian konflik. Hanya saja sampai sekarang tak ada respons,” ungkapnya.

Apalagi, yang dipertahankan masyarakatnya sangat mendasar. Yaitu mempertahankan hak yang seharunya mereka peroleh sebagai masyarakat Kampung Biatan Ilir.

“Ya saya juga berpikir begitu, kesabaran ada batasnya. Itulah yang dilakukan masyarakat kami. Saya hanya berpesan kepada masyarakat, jangan sampai melakukan tindakan yang merugikan mereka. Meskipun dalam mempertahankan hak,” harapnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Jumat, 15 Juni 2018 09:01
BREAKING NEWS

Pastikan Pasokan Listrik Aman, Najemuddin Cek ke PLTU Lati

TANJUNG REDEB - Untuk memastikan pasokan listrik aman atau tidak terjadi gangguan di PLTU Lati, Direktur…

Jumat, 15 Juni 2018 08:38
BREAKING NEWS

Toleransi Beragama, Halaman Gereja Dipakai Parkir Kendaraan Jamaah Salat Idulfitri

TANJUNG REDEB - Kepadatan salat Idulfitri di Masjid Agung Baitul Hikmah, Jumat (15/6), membuat lahan…

Kamis, 14 Juni 2018 14:04
Kampung Tembudan Kenalkan Gua Luang Subuyan

YESS..!! Gua Ini Eksotis Banget, Lebaran Ini Dibuka untuk Umum

BATU PUTIH - Potensi objek wisata di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih seperti tak ada habisnya.…

Kamis, 14 Juni 2018 14:02

Perlu Lembaga Tangani Pengguna Lem

TANJUNG REDEB – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau Iramsyah menyatakan, hingga…

Kamis, 14 Juni 2018 14:00

Siagakan 27 Personel Amankan Permukiman

TANJUNG REDEB – Menjelang Hari Raya Idulfitri, upaya pengamanan wilayah mulai digencarkan Polsek…

Kamis, 14 Juni 2018 13:59

Satu Damkar Bakal Disiagakan di Talisayan

TANJUNG REDEB - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau memastikan akan melakukan penambahan…

Rabu, 13 Juni 2018 12:19

Sampah Bernilai Ekonomi

TANJUNG REDEB - Program Bank Sampah yang dijalankan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau,…

Rabu, 13 Juni 2018 12:17

Kuota Elpiji Ditambah 12 Ribu Tabung

TANJUNG REDEB - Dalam rangka mengantisipasi terjadinya lonjakan pemakaian gas elpiji 3 kg jelang Idulfitri…

Rabu, 13 Juni 2018 12:15

Kendaraan Besar Paksa lewat Jembatan Bujangga, Dishub Ancam Tarik KIR Kendaraan

TANJUNG REDEB - Kembali rusaknya portal Jembatan Bujangga, membuat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)…

Rabu, 13 Juni 2018 12:14

Berau Targetkan 30.000 Kunjungan Wisatawan

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .