MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 14 November 2017 09:41
Suka Lupa Waktu, Ingin Terus Berbagi Ilmu

Yuli Eka Sari yang Jatuh Cinta pada Batik Tulis

HOBI BARU: Yuli Eka Sari, saat memperlihatkan cara mengoleskan malam (tinta khusus untuk membatik) pada permukaan kain yang telah didesain, saat ditemui di kediamannya, Senin (13/11).

PROKAL.CO, Terapi anti stres. Seperti itulah Yuli Eka Sari menggambarkan seperti apa asyiknya membatik. Bermain dengan pewarna dan mencium wangi malam (tinta khusus untuk membatik), menjadi hal yang paling disukainya akhir-akhir ini.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

WAJAH lelah seharian bekerja masih tampak pada dirinya. Napasnya masih memburu ketika menyambut awak media ini di kediamannya, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (13/11) sore. Namun seketika wajah lelah itu berubah menjadi semringah ketika yang diperbincangkan soal batik tulis.

“Bagaimana? Mau belajar membatik juga? Sini ta ajarin,” ujar Yuli bersemangat sambil membersihkan tangannya yang memerah karena tinta batik yang menempel.

Membatik, merupakan hobi sekaligus keahlian baru perempuan 47 tahun ini di samping berinteraksi dengan anak-anak kecil di TK tempat ia mengabdikan diri sebagai pengajar.

Diakuinya, membatik terbilang sesuatu yang baru baginya. Tepatnya September lalu, saat kegiatan pelatihan batik tulis di rumahnya. Setelahnya, di tengah kesibukan, ia selalu menyempatkan diri untuk membatik setiap hari, walau hanya sekadar menggambar motif yang akan dibuatnya.

“Saat itu saya sama sekali belum bisa membatik. Semua yang hadir dalam pelatihan itu sama sekali tidak ada pengalaman dalam hal batik-membatik,” jelasnya.

Tapi kini, Yuli sudah menghabiskan berlembar-lembar kertas maupun kain berbagai motif indah dan berbeda dari desain batik kebanyakan. Uniknya lagi, hampir semua hasil karya tangannya terlihat seperti hidup. Bahkan, istri Camat Tanjung Redeb, Yudha Budisantosa ini sudah berhasil membuat sebuah pakaian batik untuk sang suami. “Tapi yang jahit bukan saya,” ujarnya sambil tertawa.

Tidak dipungkiri, Yuli merupakan sosok yang bersemangat. Dengan runut ia menjelaskan semua hal yang diketahuinya soal batik tulis. Mulai dari mendesain motif, mengoleskan malam ke atas kain putih dengan canting, mewarnai, mengunci warna, hingga merorot (menghapus malam untuk finishing). Ibu tiga anak ini bahkan mengeluarkan semua peralatan membatik yang ia miliki, termasuk rangka meja lipat kecil lengkap dengan kaca yang ditaruh di atasnya.

Meja kecil itu menurutnya, adalah peralatan utama dalam membatik. Meskipun malam dan canting peralatan utama yang sebenarnya. “Apa yang membuat nyaman dalam bekerja, maka itu peralatan utama,” jelasnya pendek.

Untuk itu dirinya sangat bersyukur ketika Ketua Dekranasda Berau Sri Juniarsih Muharram, memintanya untuk mengadakan pelatihan membatik, beberapa waktu lalu. Sebab, dari sanalah bakat menggambar yang sempat terkubur sejak lama seakan terlahir kembali. “Kalau sudah membatik, saya suka lupa waktu malah,” ungkapnya.

Padahal, pada mulanya, Ketua TP PKK Tanjung Redeb ini sempat merasa pesimistis dengan kemampuannya membatik. Namun akhirnya, ia sangat mencintai membatik. Puncaknya, Yuli merasa bahwa membatik adalah terapi anti stres yang paling ampuh.

“Kita tidak perlu jauh-jauh berpikiran membatik untuk melestarikan budaya lokal kita. Itu yang kesekian sebenarnya. Apa yang menyenangkan untuk dilakukan, maka lakukan. Ya, seperti saya membatik. Saya fokus pada lekuk-lekuk motif batik, saya fokus pada warna. Itu cukup membuat stres hilang, jenuh hilang, lelah karena pekerjaan hilang. Baru dari sana kita berpikir melestarikan,” ujarnya panjang lebar.

Dari pemikiran itu, ia bertekad untuk membentuk kelompok batik tulis dan memperkenalkan pada masyarakat. Kepala TK Pertiwi 1 Berau ini mengatakan, dirinya dengan senang hati menerima orang-orang yang ingin belajar membatik. Baginya, selama ia bisa berbagi ilmu secara utuh, kenapa tidak dilakukan.

“Saya belajar dari pelatih batik saya waktu itu. Saya juga tidak menyangka dari beliau saya dan teman-teman yang ikut pelatihan mendapatkan pelajaran lebih banyak daripada yang saya bayangkan. Dari sana saya belajar satu lagi, berbagi ilmu itu, kalau bisa kita bagikan semua yang kita punya, maka bagikan. Soalnya belum tentu besok kita bisa berbagi lagi,” pungkasnya. (*/udi)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 10:50

Peringatan hingga Distribusi BBM Distop

TANJUNG REDEB – PT Pertamina tengah mencari solusi perihal keberadaan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:48

Wabup: Tak Akan Ada Toleransi

PULAU DERAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berkomitmen dan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:46

PH Anggap Perkara Nabucco Diskriminatif

TANJUNG REDEB – Terdakwa PT Nabucco dituntut selama 2 tahun…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan korupsi kapal pariwisata yang mencuat…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

BANYAK JUGA..!! Ada 509 Perempuan Menjanda di Kabupaten Ini...

TANJUNG REDEB – Jelang akhir tahun 2018, Pengadilan Agama Berau…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:18

Jawab Keraguan dengan Atlet-Atlet Lokal

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VI di Kutai Timur telah…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:16

Empat Kecamatan Masuk Zona Merah

TANJUNG REDEB – Masa kampanye pemilihan legislatif maupun presiden sudah…

Jumat, 14 Desember 2018 10:22

ASIK..!! Dapat Kucuran Rp 300 Miliar, di Kabupaten Ini Bakal Ada Sekolah Penerbangan

TANJUNG REDEB - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun flying…

Jumat, 14 Desember 2018 10:20

Akui Gas Melon Juga Digunakan ASN

TANJUNG REDEB – Persoalan tingginya harga eceran LPG 3 kilogram…

Jumat, 14 Desember 2018 10:19

DKPP Plenokan Keputusan, Bagaimana Nasib Komisioner KPU Berau Itu?

TANJUNG REDEB – Persidangan dugaan pelanggaran kode etik oleh oknum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .