MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 14 November 2017 09:49
DARURAT...!! Populasi Orangutan Kalimantan Menurun
MAKIN BERKURANG: Lana, orangutan yang menjalani proses translokasi di Hutan Lindung Sungai Lesan, Kelay, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, PENYUSUTAN hutan, konflik dan perburuan liar serta perubahan iklim merupakan penyebab utama menurunnya populasi orangutan di Kalimantan.

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) diperkirakan mengalami penurunan populasi hingga 25 persen dalam kurun 10 tahun terakhir, seperti dilansir dalam laporan riset “First integrative trend analysis for a great ape species in Borneo” pada Juli 2017.

Riset yang dilakukan Dr Truly Santika bersama 46 ilmuwan dari beberapa universitas, lembaga riset dan lembaga swadaya masyarakat termasuk The Nature Conservancy (TNC) Indonesia, menyimpulkan adanya kecenderungan orangutan untuk hidup di kawasan hutan yang subur dan sesuai untuk pertanian, penghidupan masyarakat, dan industri perkebunan.  Penyusutan hutan, konflik dengan manusia, perburuan liar, dan perubahan iklim (pemicu kebakaran hutan), ditengarai menjadi penyebab utama menurunnya populasi orangutan di Kalimantan.

Penelitian ini menggunakan analisis pemodelan berdasarkan data-data sebaran orangutan yang terdiri atas dua tipe data, yaitu data berdasarkan survei perhitungan sarang dan data keberadaan orangutan yang diperoleh melalui wawancara masyarakat di 540 desa di berbagai wilayah di Kalimantan. “Dalam kajian-kajian sebelumnya, kedua tipe data ini biasanya dianalisa secara terpisah untuk memberi gambaran sebaran populasi orangutan. Namun, kedua data ini memiliki kelebihan dan kekurangan,” jelas Truly.

“Dengan memadukan kedua data tersebut, keberadaan dan perubahan jumlah populasi orangutan di seluruh Kalimantan bisa diperkirakan lebih akurat,” sambungnya.

Metode penelitian ini membagi ancaman terhadap orangutan ke dalam empat bagian. Yaitu hilangnya habitat, konflik manusia dan orangutan, kegiatan perburuan dan fragmentasi habitat. Jumlah orangutan diperkirakan mengalami penurunan terutama akibat hilangnya dan terkotak-kotaknya habitat orangutan. Penyebabnya, karena konversi hutan menjadi kawasan perkebunan, hutan tanaman, pertambangan dan pembangunan infrastruktur lainnya. Tentu, kecenderungan penurunan populasi orangutan ini perlu dikendalikan.

Direktur Program Kehutanan TNC Indonesia Dr Herlina Hartanto, mengemukakan beberapa rekomendasi yang perlu dilakukan untuk mengurangi laju penurunan populasi orangutan di Kalimantan.

“Tata ruang provinsi perlu memasukkan kawasan lindung habitat orangutan secara khusus. Dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan dan industri yang bergerak di sektor kehutanan dan perkebunan secara aktif,” ungkap Herlina.

Selain itu, kerja sama berbagai pihak untuk melindungi habitat orangutan seperti ini, sebenarnya telah dirintis di Indonesia. Yaitu di bentang alam Wehea-Kelay, Kaltim, yang telah ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Orangutan.

Bentang alam Wehea-Kelay yang berada di Kabupaten Kutai Timur dan Berau, mencakup wilayah seluas 308.000 hektare. KEE Koridor Orangutan Bentang Alam Wehea-Kelay melibatkan pemerintah, masyarakat, swasta dan LSM yang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian orangutan melalui perlindungan habitatnya.

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) merupakan satwa karismatik yang dikategorikan kritis (Critically Endangered) oleh International Union for Conservation of Nature. Habitatnya tersebar di seluruh Pulau Kalimantan, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun Malaysia. Berdasarkan variasi morfologi dan genetik, populasi, orangutan Kalimantan dikelompokkan ke dalam tiga anak jenis. Pongo Pygmaeus Pygmaeus tersebar di sebelah Utara Sungai Kapuas di Kalimantan Barat sampai Sarawak. Sementara itu Pongo Pygmaeus Wurmbii memiliki  sebaran di Barat Daya Kalimantan, bagian Selatan Sungai Kapuas dan bagian Barat Sungai Barito. Pongo Pygmaeus Morio terbatas sebarannya di Sabah dan bagian Timur Kalimantan sampai sejauh Sungai Mahakam.

Berdasarkan hasil Population and Habitat Viability Assessment Orangutan 2016, kepadatan populasi orangutan Kalimantan, saat ini cenderung menurun dari 0,45-0,76 individu/Km2 menjadi 0,13-0,47 individu/Km2, yang hidup di habitat seluas 16.013.600 hektare dan tersebar di 42 kelompok populasi. Hanya 18 kelompok populasi di antaranya diprediksi akan lestari hingga 500 tahun ke depan. (*/sin/udi)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 11:37

Kesejahteraan Pekerja Perlu Diperhatikan

TALISAYAN – Para pekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Talisayan, meminta…

Selasa, 21 November 2017 11:36

Tak Ikuti HET Bakal Ditindak

TALISAYAN – Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium tingkat pengecer di Kecamatan…

Selasa, 21 November 2017 11:34

Rencana Penyederhanaan Tarif Listrik, PLN Berau Belum Terima Instruksi

TANJUNG REDEB – Rencana penyederhanaan tarif listrik oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia…

Selasa, 21 November 2017 11:32

Drainase Jalan Tarap Diperbaiki

TANJUNG REDEB – Padatnya arus lalu lintas di Jalan Tarap memengaruhi kondisi badan jalan di kawasan…

Senin, 20 November 2017 10:00

Pendatang Wajib Urus Surat Pindah

TALISAYAN – Banyaknya pendatang yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), dikarenakan tidak…

Senin, 20 November 2017 09:59

Desak Listrik dan Air Bersih Dipenuhi

TALISAYAN – Listrik dan air bersih tak henti-hentinya disuarakan oleh masyarakat di dua kampung…

Senin, 20 November 2017 09:57

Tim Satgas Kebersihan Gagal Dibentuk

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau harus terus berbenah, terlebih pada kebersihan saluran drainase.…

Senin, 20 November 2017 09:56

Disperindagkop Bakal Gelar Pasar Murah

TANJUNG REDEB – Perayaan Natal dan tahun baru tersisa beberapa pekan lagi, untuk mengantisipasi…

Minggu, 19 November 2017 00:46

Selamat Ultah, Semoga Panjang Umur

MANAJEMEN Berau Post, Sabtu (18/11) kemarin, tiba-tiba muncul di kediaman pribadi mantan Bupati Berau…

Minggu, 19 November 2017 00:45

Isolator di Sambaliung Patah

TANJUNG REDEB – Isolotor listrik pada jalur utama yang ada di wilayah Trans Sambaliung putus,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .