MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 15 November 2017 00:40
Kasus Dugaan Korupsi Kapal Pariwisata
Memungkinkan Tambah Tersangka

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Berkas kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, sudah dinyatakan P19 (belum lengkap) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau.

Dikatakan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Berau Daud Zakariya, dari berkas perkara yang telah dikembalikan ke penyidik Polres Berau, sangat memungkinkan ada penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Bisa jadi ada tersangka baru atau bisa jadi tidak, nanti dari koordinasi dengan penyidik polisi dalam melengkapi berkas tersebut,” ujar pria yang juga ketua tim penanganan perkara kapal pariwisata, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/11).

Yang memungkinkan terjerat dikatakannya, bisa dari pihak swasta maupun pejabat pada Disbudpar Berau.

Dijelaskannya, direktur utama perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut mengaku tanda tangannya telah dipalsukan oleh tersangka Roberto sebagai pelaksana. Sementara direktur utama perusahaan tersebut mengklaim tidak mengetahui persoalan proyek tersebut. Tapi menurut Daud, sangat aneh jika direktur utama tidak mengetahuinya. Pasalnya, Roberto tidak menggunakan kuasa direktur, sementara transaksi keuangan melalui direktur utama.

“Rekeningnya pakai punya direktur, pasti harus tanda tangan direktur dan tidak mungkin dipalsukan. Tapi nanti tergantung petunjuk yang kami minta lengkapi di kepolisian,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, perkara dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, sudah masuk tahap pelimpahan berkas.

“Berkasnya sudah kita kembalikan lagi ke polres untuk dilengkapi sesuai petunjuk yang kita berikan. Kita serahkan Selasa (24/10) lalu,” jelas Nanang Prihanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara tersebut kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, sesuai penelitian berkas yang disampaikan penyidik Polres Berau, masih terdapat kekurangan, baik secara formil maupun materil. “Sudah ada keluar petunjuk-petunjuknya, tapi enggak mungkin kita buka itu,” ujarnya. Dijelaskannya, secara formil, masih terdapat kekurangan berkas perkara yang diterima pihaknya. Begitu juga dengan syarat materil yang dinilai masih perlu dilengkapi.

Walau tidak merinci kekurangan yang dimaksud, dirinya mencontohkan, adanya dugaan keterlibatan pihak lain yang perlu didalami penyidik. Atau perlu penambahan saksi, atau masih adanya kekurangan keterangan saksi yang telah diperiksa. “Atau bisa saja karena adanya kemungkinan penambahan tersangka lain yang harus dilengkapi penyidik,” tegasnya.

Semua kekurangan yang dimaksud telah dilampirkan pada petunjuk yang disampaikan agar segera dilengkapi penyidik Polres Berau.

Dari pelimpahan berkas tahap pertama tersebut, diketahui jika Polres Berau telah menetapkan Roberto, pelaksana kegiatan atau pembuat kapal sebagai tersangka.

“Sudah tahap satu kasusnya,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Berau Nasurllah Syam, kepada Berau Post beberapa waktu lalu.

Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata, merupakan proyek Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau pada tahun 2010. Pengadaan kapal senilai Rp 392.735.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau tersebut, sudah dimulai penyelidikannya sejak April 2015 lalu.

Status kasus itu pun naik menjadi penyidikan pada 16 Juni 2015. Sejumlah saksi pun telah diperiksa, seperti dua orang pelaksana kegiatan, bendahara, tim PHO, panitia lelang, dua orang konsultan perencana, pejabat pembuat komitmen (PPK), hingga sejumlah pejabat Pemkab Berau. (app/udi)

 

 


BACA JUGA

Senin, 18 Desember 2017 10:53

Bikin Regu Keberangkatan Haji 2018

KANTOR Kementerian Agama (Kemenag) Berau, mengumpulkan 120 calon jemaah haji Berau yang bakal diberangkatkan…

Senin, 18 Desember 2017 10:52

Kesampingkan Kepentingan Pribadi, Duka Dijadikan Suka

Mengenal lingkungan dan memahami karakter masyarakat, jadi hal pertama yang dilakukan Dadang Munandar…

Senin, 18 Desember 2017 10:51

Batas Penangguhan UMK Sisa Lima Hari

TANJUNG REDEB –Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau berjalan mulus. Hal itu disampaikan…

Minggu, 17 Desember 2017 18:55

Dihakimi Massa sebelum Digiring ke Polisi

TANJUNG REDEB – Tak kuasa membendung hawa nafsunya, Ramli (22) warga RT 05, Gunung Tabur, dibantu…

Minggu, 17 Desember 2017 00:11

PU Evaluasi Proyek U-Gutter

TANJUNG REDEB - Pemasangan u-gutter di simpang tiga Jalan Dr Soetomo dan Pangeran Antasari, bakal dievaluasi.…

Minggu, 17 Desember 2017 00:09

Beruntung karena Ditugaskan di Kampung Halaman

Menjadi seorang bidan, memang sudah dicita-citakan Hefi Theopani sejak kecil. Apalagi bisa ditugaskan…

Minggu, 17 Desember 2017 00:07

Penanganan Bujangga Terancam Molor

TANJUNG REDEB – Proyek penanganan Jalan Bujangga dengan membangun kembali jalan yang ambles sekaligus…

Sabtu, 16 Desember 2017 15:03
BREAKING NEWS

Remas Payudara Pengendara, Pelaku Dipukul Massa

TANJUNG REDEB - Aksi pelecehan terhadap wanita menggegerkan warga di Jalan Niaga I, Tanjung Redeb, sekitar…

Sabtu, 16 Desember 2017 13:03

Sodikin Tewas Tertembak Senjata Sendiri

TALISAYAN – Senjata makan tuan. Itulah yang terjadi pada Sodikin (30), warga Jalan Kenangan RT…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:59

Jauh dari Suami, Pelayanan Juga untuk Wisatawan

Pulau Derawan menjadi salah satu destinasi wisata andalan Berau dan Kaltim yang sudah mendunia. Sebagian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .