MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 15 November 2017 00:40
Kasus Dugaan Korupsi Kapal Pariwisata
Memungkinkan Tambah Tersangka

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Berkas kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, sudah dinyatakan P19 (belum lengkap) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau.

Dikatakan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Berau Daud Zakariya, dari berkas perkara yang telah dikembalikan ke penyidik Polres Berau, sangat memungkinkan ada penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Bisa jadi ada tersangka baru atau bisa jadi tidak, nanti dari koordinasi dengan penyidik polisi dalam melengkapi berkas tersebut,” ujar pria yang juga ketua tim penanganan perkara kapal pariwisata, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/11).

Yang memungkinkan terjerat dikatakannya, bisa dari pihak swasta maupun pejabat pada Disbudpar Berau.

Dijelaskannya, direktur utama perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut mengaku tanda tangannya telah dipalsukan oleh tersangka Roberto sebagai pelaksana. Sementara direktur utama perusahaan tersebut mengklaim tidak mengetahui persoalan proyek tersebut. Tapi menurut Daud, sangat aneh jika direktur utama tidak mengetahuinya. Pasalnya, Roberto tidak menggunakan kuasa direktur, sementara transaksi keuangan melalui direktur utama.

“Rekeningnya pakai punya direktur, pasti harus tanda tangan direktur dan tidak mungkin dipalsukan. Tapi nanti tergantung petunjuk yang kami minta lengkapi di kepolisian,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, perkara dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, sudah masuk tahap pelimpahan berkas.

“Berkasnya sudah kita kembalikan lagi ke polres untuk dilengkapi sesuai petunjuk yang kita berikan. Kita serahkan Selasa (24/10) lalu,” jelas Nanang Prihanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara tersebut kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, sesuai penelitian berkas yang disampaikan penyidik Polres Berau, masih terdapat kekurangan, baik secara formil maupun materil. “Sudah ada keluar petunjuk-petunjuknya, tapi enggak mungkin kita buka itu,” ujarnya. Dijelaskannya, secara formil, masih terdapat kekurangan berkas perkara yang diterima pihaknya. Begitu juga dengan syarat materil yang dinilai masih perlu dilengkapi.

Walau tidak merinci kekurangan yang dimaksud, dirinya mencontohkan, adanya dugaan keterlibatan pihak lain yang perlu didalami penyidik. Atau perlu penambahan saksi, atau masih adanya kekurangan keterangan saksi yang telah diperiksa. “Atau bisa saja karena adanya kemungkinan penambahan tersangka lain yang harus dilengkapi penyidik,” tegasnya.

Semua kekurangan yang dimaksud telah dilampirkan pada petunjuk yang disampaikan agar segera dilengkapi penyidik Polres Berau.

Dari pelimpahan berkas tahap pertama tersebut, diketahui jika Polres Berau telah menetapkan Roberto, pelaksana kegiatan atau pembuat kapal sebagai tersangka.

“Sudah tahap satu kasusnya,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Berau Nasurllah Syam, kepada Berau Post beberapa waktu lalu.

Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata, merupakan proyek Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau pada tahun 2010. Pengadaan kapal senilai Rp 392.735.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau tersebut, sudah dimulai penyelidikannya sejak April 2015 lalu.

Status kasus itu pun naik menjadi penyidikan pada 16 Juni 2015. Sejumlah saksi pun telah diperiksa, seperti dua orang pelaksana kegiatan, bendahara, tim PHO, panitia lelang, dua orang konsultan perencana, pejabat pembuat komitmen (PPK), hingga sejumlah pejabat Pemkab Berau. (app/udi)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28

Pengungsi asal Sigi Diterima di SMPN 3

RATUSAN korban bencana asal Donggala, Sigi dan Palu, sudah berada di Kabupaten Berau untuk mengungsi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26

Tak Punya Pelatih, Atlet Berlatih Mandiri

Walau belum memiliki pelatih profesional, atlet-atlet dansa Berau tetap tak ingin menjadi penggembira…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:25

Semua Atlet Menetap di Samarinda

Melihat performa dan hasil pada pra-porprov tahun lalu di Samarinda. Pengurus Petanque Berau optimistis…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Perbaikan Kakaban Kekurangan Material

MARATUA – Perbaikan fasilitas di Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, setelah mengalami kerusakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tunda Pemberangkatan hingga Besok

RENCANA memberangkatkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .