MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 15 November 2017 00:40
Kasus Dugaan Korupsi Kapal Pariwisata
Memungkinkan Tambah Tersangka

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Berkas kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, sudah dinyatakan P19 (belum lengkap) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau.

Dikatakan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Berau Daud Zakariya, dari berkas perkara yang telah dikembalikan ke penyidik Polres Berau, sangat memungkinkan ada penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Bisa jadi ada tersangka baru atau bisa jadi tidak, nanti dari koordinasi dengan penyidik polisi dalam melengkapi berkas tersebut,” ujar pria yang juga ketua tim penanganan perkara kapal pariwisata, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/11).

Yang memungkinkan terjerat dikatakannya, bisa dari pihak swasta maupun pejabat pada Disbudpar Berau.

Dijelaskannya, direktur utama perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut mengaku tanda tangannya telah dipalsukan oleh tersangka Roberto sebagai pelaksana. Sementara direktur utama perusahaan tersebut mengklaim tidak mengetahui persoalan proyek tersebut. Tapi menurut Daud, sangat aneh jika direktur utama tidak mengetahuinya. Pasalnya, Roberto tidak menggunakan kuasa direktur, sementara transaksi keuangan melalui direktur utama.

“Rekeningnya pakai punya direktur, pasti harus tanda tangan direktur dan tidak mungkin dipalsukan. Tapi nanti tergantung petunjuk yang kami minta lengkapi di kepolisian,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, perkara dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, sudah masuk tahap pelimpahan berkas.

“Berkasnya sudah kita kembalikan lagi ke polres untuk dilengkapi sesuai petunjuk yang kita berikan. Kita serahkan Selasa (24/10) lalu,” jelas Nanang Prihanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara tersebut kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, sesuai penelitian berkas yang disampaikan penyidik Polres Berau, masih terdapat kekurangan, baik secara formil maupun materil. “Sudah ada keluar petunjuk-petunjuknya, tapi enggak mungkin kita buka itu,” ujarnya. Dijelaskannya, secara formil, masih terdapat kekurangan berkas perkara yang diterima pihaknya. Begitu juga dengan syarat materil yang dinilai masih perlu dilengkapi.

Walau tidak merinci kekurangan yang dimaksud, dirinya mencontohkan, adanya dugaan keterlibatan pihak lain yang perlu didalami penyidik. Atau perlu penambahan saksi, atau masih adanya kekurangan keterangan saksi yang telah diperiksa. “Atau bisa saja karena adanya kemungkinan penambahan tersangka lain yang harus dilengkapi penyidik,” tegasnya.

Semua kekurangan yang dimaksud telah dilampirkan pada petunjuk yang disampaikan agar segera dilengkapi penyidik Polres Berau.

Dari pelimpahan berkas tahap pertama tersebut, diketahui jika Polres Berau telah menetapkan Roberto, pelaksana kegiatan atau pembuat kapal sebagai tersangka.

“Sudah tahap satu kasusnya,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Berau Nasurllah Syam, kepada Berau Post beberapa waktu lalu.

Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata, merupakan proyek Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau pada tahun 2010. Pengadaan kapal senilai Rp 392.735.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau tersebut, sudah dimulai penyelidikannya sejak April 2015 lalu.

Status kasus itu pun naik menjadi penyidikan pada 16 Juni 2015. Sejumlah saksi pun telah diperiksa, seperti dua orang pelaksana kegiatan, bendahara, tim PHO, panitia lelang, dua orang konsultan perencana, pejabat pembuat komitmen (PPK), hingga sejumlah pejabat Pemkab Berau. (app/udi)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

Pasien Dirawat di Lorong

TANJUNG REDEB –Ruang Dahlia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai kembali penuh. Bahkan…

Jumat, 20 Juli 2018 00:08

Pembahasan Kompensasi Floating Crane Diundur

TANJUNG REDEB - Setelah dua bulan sejak aksi buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menuntut pembagian…

Jumat, 20 Juli 2018 00:07

Dipaksa ‘Tinggalkan’ Anak dan Istri

Tak sekalipun Helman pernah bercita-cita untuk menjadi seorang hakim. Bahkan Helman sempat menjadi pengajar…

Kamis, 19 Juli 2018 01:12

Disdik Tunggu Laporan PPDB

TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau tengah menunggu laporan dari seluruh sekolah jenjang…

Kamis, 19 Juli 2018 01:10

Perkara Jadi Pembelajaran Menjaga Keutuhan Rumah Tangga

Berprofesi sama dengan sang ayah sebenarnya tidak pernah menjadi cita-cita Muhammad Iqbal saat kecil.…

Kamis, 19 Juli 2018 01:05

PKPI Juga Tak Lapor Kesbangpol

TANJUNG REDEB – Bukan sekadar tidak mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan…

Rabu, 18 Juli 2018 13:32

Hanura Berau Ikut Kepengurusan OSO-Herry

Mendaftar di hari terakhir penyerahan berkas, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat…

Rabu, 18 Juli 2018 13:29

PKPI dan Garuda Tak Mendaftar

TANJUNG REDEB – Hingga penutupan pengajuan daftar calon anggota legislatif tadi malam (17/7),…

Rabu, 18 Juli 2018 13:27

Seluruh Pendaftar Lolos Verifikasi Berkas

Setelah jumlah pendaftar minimal terpenuhi, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) melanjutkan…

Rabu, 18 Juli 2018 13:24

Diperiksa KY Gara-Gara Perkara Warisan

Lahir dari keluarga petugas kesehatan, tak membuat Uray Gapima Aprianto mengikuti jejak sang ayah. Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .