MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 18 November 2017 12:19
Demi Setya Novanto, Fortuner Tuntut Tiang Listrik
Endro S. Efendi, C.Ht., CT.

PROKAL.CO, TIBA-tiba, publik menyalahkan sebuah tiang listrik. Ya, tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu menyebabkan mobil Fortuner yang ditumpangi Setya Novanto terhenti. Tiang listrik di sekitar wilayah Permata Berlian, Jakarta Selatan itu terpaksa ditabrak Toyota Fortuner B 1732 ZLO yang dikemudikan ajudan Setnov, sebutan akrab Setya Novanto, Kamis (16/11/) malam.

Pengacara Setnov sempat menyampaikan, kondisi mobil hancur dan Setnov langsung dilarikan ke rumah sakit, dengan benjolan di kepala sebesar bakpao. Sontak, meme alias gambar lucu berisi sindiran, langsung beredar di lini masa belantara maya.

Ada yang menggambarkan seseorang dengan kepala diberi gambar bakpao, namun tak sedikit pula yang memuat gambar tiang listrik tergeletak di atas sebuah ranjang yang umumnya digunakan di rumah sakit.

Soal kreativitas, warga Indonesia memang jagonya. Tak perlu menunggu hitungan hari. Hanya dalam hitungan jam, bahkan hanya dalam beberapa menit sejak kabar kecelakaan Setnov mencuat, seketika itu juga beragam meme langsung menyebar.

Sosok politisi yang satu ini, akhirnya tidak lagi dianggap memiliki figur otoritas penuh. Meski jelas-jelas memiliki jabatan sebagai ketua DPR RI sekaligus Partai Golkar yang kekuatannya tidak diragukan lagi, namun nyatanya skala figur otoritas yang dimiliki sosok setnov merosot drastis.

Seharusnya, seorang ketua parlemen memiliki skala figur otoritas 9 atau 10, dari rentang angka 0 sampai 10. Artinya, sudah semestinya memiliki figur otoritas yang sangat maksimal. Namun, kini figur otoritasnya boleh jadi turun hingga di bawah angka 5. Malah bagi sebagian orang, sudah dianggap nol alias sama sekali tak lagi memiliki figur otoritas.

Terbukti, tak sedikit publik yang berani membuat meme kocak, bahkan boleh dibilang ‘melecehkan’ pejabat negara. Lantas, kenapa bisa seperti itu? Tingginya skala figur otoritas ditentukan oleh perilaku, kejujuran, sikap, kredibilitas, dan moral dari individu tersebut. Jika semua angka dari perilaku-perilaku tersebut maksimal, maka skala figur otoritas jelas mengikutinya.

Sebagai contoh, Nabi Muhammad SAW misalnya, bagi umat muslim jelas memiliki figur otoritas bukan lagi di level 10. Bisa saja sudah di level 1.000. Kenapa? Karena semua nilai yang dimiliki, apalagi sebagai rasul Allah, tidak lagi diragukan. Kalau pun pernah lupa, sama sekali tidak mempengaruhi angka skala figur otoritas tersebut. Sebab, lupa itu sendiri hanya untuk membuktikan bahwa beliau tetaplah manusia biasa, bukan malaikat.

Kembali ke soal Setnov, skala figur otoritasnya menurun, bahkan bisa benar-benar hilang, karena perilakunya sendiri. Entah memang nyata atau hanya sekadar meniru drama Korea, publik memang dibuat kesal karena sikapnya yang mencoba menghindari jeratan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat ditetapkan sebagai tersangka, seketika langsung sakit. Begitu menang dalam praperadilan, eh langsung sehat. Kini, setelah ditetapkan lagi sebagai tersangka, sempat menghilang hingga kemudian dikabarkan dilarikan ke rumah sakit karena kecelakaan.

Seperti yang sudah diulas sebelumnya, warga kini sepertinya semakin ‘sadar’. Semua kejadian ini sangat merugikan Setnov. Maka dalam kecelakaan yang terjadi Kamis (16/11) malam itu, mayoritas warga seolah sepakat, semua karena kesalahan tiang listrik. Kenapa PLN memasang tiang listrik di lokasi itu? Andai saja tidak ada tiang listrik di situ, tentu mobil yang ditumpangi Setnov tidak akan menabraknya.

Kawan saya, seorang pengacara, Antonius Yudho Prihartono bahkan memasang status di lini masa, bahwa dirinya sudah mendapat ‘kuasa’ dari ‘tiang listrik’ untuk memberikan pembelaan.

“Banyak yang menyalahkan tiang listrik, karena itu saya siap memberikan pembelaan,” ujarnya. Dalam langkah awal pihaknya akan segera melayangkan praperadilan atas tuduhan menghalangi Setnov menyerahkan diri ke KPK. Meski kesannya serius, sudah jelas hal di atas juga sebuah guyonan belaka.

Konon, pihak Fortuner pun akan melayangkan somasi ke tiang listrik. Sebab gara-gara tiang listrik itu pula, kepercayaan publik atas tingkat keamanan Fortuner juga berkurang. Masa hanya karena menabrak tiang listrik, yang bahkan tiang listriknya masih berdiri kokoh, membuat penumpangnya langsung sakit parah dan dilarikan ke rumah sakit?  Semoga sang tiang listrik bisa tabah menghadapi semua ini, dan bisa segera pulih dan mampu membela dirinya dengan baik.

Tulisan ini pun sebenarnya sangat membingungkan. Sebenarnya apa yang mau dibahas? Namanya juga tulisan bebas, ya apa saja bisa dibahas. Setidaknya, inilah isi kepala yang harus ditumpahkan agar tidak ikut-ikutan berubah menjadi pelawak parlemen. Apalagi mantan presiden Gus Dur pernah mengatakan, perilaku oknum anggota parlemen konon bahkan seperti anak TK.

Sekali lagi, apa pun tujuan tulisan ini, tak masalah. Yang penting, akibat kasus ini publik masih punya selera humor tinggi. Hidup sudah sulit, maka jangan lagi dibuat sulit. Melalui kasus Setnov, kini publik semakin jago dalam melihat masalah dari sudut pandang berbeda. Bahkan bisa menjadi vitamin penyemangat yang luar biasa. Publik bisa senyum gembira bahkan melepas tertawa dengan tulus.  

Anggap saja semua ini sebagai hiburan. Biarlah semua publik bisa mengembangkan senyum terbaiknya. Bukankah selama ini energi warga sudah banyak terkuras akibat sikap sinis dan kesal terhadap koruptor. Kali ini, publik bisa tertawa bahagia, melihat tingkah polah pejabat yang dituding korupsi uang rakyat. Mari tertawa bersama, itulah rasa bahagia. Semoga. (*/app)


BACA JUGA

Rabu, 08 Agustus 2018 11:17

Surat Cinta Muktamar IMM XVIII Malang

DINAMIKA perdinamika dalam tubuh ikatan terjadi. Idealisme kader bermunculan demi kukuhnya suatu fondasi…

Jumat, 03 Agustus 2018 13:40

Sakit Itu Berat, BPJS Tak Akan Kuat

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tengah mengalami defisit keuangan. Sehingga membuat lembaga…

Kamis, 02 Agustus 2018 13:29

Peduli Lingkungan, Simpel Aja!

Mendengar istilah simpel, identik dengan mudah, sederhana atau praktis. Begitu juga yang ingin dihadirkan…

Rabu, 01 Agustus 2018 14:17

Peduli Lingkungan Berau? SIMPEL Saja!

MENDENGAR istilah SIMPEL, identik dengan mudah, sederhana atau praktis. Begitu juga yang ingin dihadirkan…

Kamis, 26 Juli 2018 13:32

Sekolah Lapuk

TAMPAK sebagian atap tak lagi menutupi gedung tua itu. Penyangganya hampir lepas. Cahaya masuk dengan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:07

Menuju Kota Digital

DIGITALISASI merupakan bagian dari revolusi industri 4.0 (four point zero). Jika revolusi industri 1.0…

Rabu, 11 Juli 2018 13:56

Mengukur Tensi Politik Menjelang Pileg 2019

TAK terasa roda perputaran sang waktu silih berganti, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan…

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .