MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 20 November 2017 09:53
Bentuk Karakter Baik Anak melalui Permainan Tradisional

Kepedulian Guru TK Pertiwi 1 Berau pada Perkembangan Anak

BERMAIN DAN BERMAIN: Keseruan dan kebersamaan anak-anak di TK Pertiwi 1 Berau mencoba permainan tradisional, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Rasa prihatin pada perkembangan anak yang sejalan dengan arus deras globalisasi dan perkembangan teknologi, khususnya gadget, mendorong para guru di TK Pertiwi 1 Berau, memutar otak agar anak tidak terjebak. Maka, muncullah ide sederhana untuk mengajak para siswa bermain permainan tradisional.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

KETERGANTUNGAN anak-anak pada gadget saat ini memang sudah bisa dibilang memprihatinkan. Para orangtua dalam hal ini dituntut untuk bertanggung jawab. Begitulah yang diungkapkan oleh Kepala TK Pertiwi 1 Berau, Yuli Eka Sari baru-baru ini saat tengah asyik bermain Dakon (salah satu permainan tradisional) dengan anak-anak didiknya.

Ia bersama dengan guru-guru lainnya sengaja memanfatkan momen Entrepreneurship Week untuk mengenalkan kembali permainan tradisional ini kepada para siswa. Momen di mana para orangtua juga ikut terlibat dalam setiap kegiatan di dalamnya, sehingga tidak menutup kemungkinan mereka juga tertarik untuk bermain.

“Hasilnya bisa dilihat sendiri, ada saja orangtua yang ikut bermain bersama anaknya. Padahal ini kan permainan untuk anak-anak. Sekarang ini jarang sekali kita bisa melihat pemandangan orangtua bermain bersama anaknya. Biasanya selama ini anak-anak diasuh oleh gadget,” ungkap Yuli, beberapa waktu lalu.

Setiap anak terlihat asyik dengan permainan lama yang kembali terlihat baru di mata mereka. Ada yang asyik memindah-mindah biji per biji dalam permainan Dakon, ada yang tertawa lantaran bola bekel luput dari tangkapan, ada juga yang memilih bermain Engklek meski kaki-kaki mereka masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan kotak yang mereka lompati. Bagi anak laki-laki, ada yang bermain kejar-kejaran dan lempar kelereng.

Permainan tradisional ini, ujar Yuli, tidak terlepas dari tujuan utamanya untuk memberikan edukasi orangtua dan anak-anak. Bahwa, penting bagi orangtua untuk memberikan batasan pada anak untuk bermain gadget dalam sehari. “Cobalah alihkan ke permainan tradisional. Cobalah lihat anak-anak ini, mereka larut dalam permainan dan tidak ada sama sekali yang merengek meminta gadget ibunya,” ujar kelapa TK sambil menunjuk pada anak-anak yang asyik bermain.

Selain itu, untuk peserta didik sendiri, permainan tradisional ini dimaksudkan untuk membangun karakter baik anak. Ketika anak mereka main, ujar Yuli, banyak aspek perkembangan yang bisa dikembangkan. Misalnya aspek linguistik yang bisa didapat dari Dakon, di sana anak belajar komunikasi dan bersosialisasi baik dengan lawan mainnya. Berikut juga aspek berhitung, melalui biji per biji dari Dakon.

Sementara dari Engklek, peserta didik belajar budaya antre sejak dini. Anak-anak tidak saling berebut karena mereka mengetahui pada gilirannya mereka pasti bermain dan tidak ada yang terlewat. Mereka tidak keberatan untuk bersabar menunggu gilirannya masing-masing.

“Engklek ini kan permainan sudah lama sekali. Sejak zaman saya masih anak-anak dan itu juga orangtua yang mengenalkan. Berarti di Indonesia sejak dulu sudah ada budaya antre, hanya saja saat ini bisa dilihat sendiri seperti apa kenyataannya,” tegasnya.

Maka itu, tinggi harapannya melalui berbagai macam permainan tradisional yang dikenalkannya karakter anak bisa terbentuk dengan baik dan bisa membatasi anak berinteraksi dengan gadget. Puncaknya, ia ingin menciptakan hari “Sehari Tanpa Gadget” khususnya untuk anak melalui Lempar Kelereng, Engklek, Dakon, Bekel, Tebak Huruf dan Kata.

“Jika ada hari tanpa listrik, ada hari tanpa rokok, kenapa sehari tanpa gadget tidak bisa diwujudkan. Insya Allah bisa saja itu,” tegasnya. (*/app)


BACA JUGA

Senin, 18 Desember 2017 10:53

Bikin Regu Keberangkatan Haji 2018

KANTOR Kementerian Agama (Kemenag) Berau, mengumpulkan 120 calon jemaah haji Berau yang bakal diberangkatkan…

Senin, 18 Desember 2017 10:51

Batas Penangguhan UMK Sisa Lima Hari

TANJUNG REDEB –Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau berjalan mulus. Hal itu disampaikan…

Minggu, 17 Desember 2017 18:55

Dihakimi Massa sebelum Digiring ke Polisi

TANJUNG REDEB – Tak kuasa membendung hawa nafsunya, Ramli (22) warga RT 05, Gunung Tabur, dibantu…

Minggu, 17 Desember 2017 00:11

PU Evaluasi Proyek U-Gutter

TANJUNG REDEB - Pemasangan u-gutter di simpang tiga Jalan Dr Soetomo dan Pangeran Antasari, bakal dievaluasi.…

Minggu, 17 Desember 2017 00:07

Penanganan Bujangga Terancam Molor

TANJUNG REDEB – Proyek penanganan Jalan Bujangga dengan membangun kembali jalan yang ambles sekaligus…

Sabtu, 16 Desember 2017 15:03
BREAKING NEWS

Remas Payudara Pengendara, Pelaku Dipukul Massa

TANJUNG REDEB - Aksi pelecehan terhadap wanita menggegerkan warga di Jalan Niaga I, Tanjung Redeb, sekitar…

Sabtu, 16 Desember 2017 13:03

Sodikin Tewas Tertembak Senjata Sendiri

TALISAYAN – Senjata makan tuan. Itulah yang terjadi pada Sodikin (30), warga Jalan Kenangan RT…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:57

Sibuk Urus Proyek, DPUPR Belum Tinjau Jembatan Sei Lempake

TANJUNG REDEB – Bukan menjadi tanggung jawab Pemkab Berau, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:56

Proyek U-Gutter Persempit Saluran

TANJUNG REDEB – Pengerjaan proyek pemasangan u-gutter untuk normalisasi drainase di Kecamatan…

Jumat, 15 Desember 2017 00:17

Penyidik Diminta Periksa 2 Saksi Lagi

TANJUNG REDEB – Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .