MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 20 November 2017 09:54
PAD Harus Didobrak

Sumber Potensial Perlu Dimanfaatkan

POTENSI: Pemerintah Kabupaten Berau perlu meningkatkan PAD. Perkebunan kelapa sawit bisa menjadi potensi PAD baru yang perlu digali.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Rendahnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun 2 tahun ini, jika dibandingkan pada 2015 silam, menjadi penanda penurunan ekonomi yang signifikan. Kecilnya Dana Perimbangan yang diberikan pemerintah pusat, turut menjadi penyebab utama.

Untuk itu, perlu sekiranya memaksimalkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang ada. Pasalnya, pada Rancangan APBD 2018, sumbangsih PAD hanya sebesar Rp 247 miliar. Nilai itu dirasa sangat kecil, mengingat banyaknya potensi daerah yang belum tergarap maksimal.

Kritik itu disampaikan anggota Komisi I DPRD Berau Abdul Waris. Ia mengatakan, rendahnya APBD disebabkan karena pemerintah belum maksimal dalam menyerap PAD. Sehingga, biaya belanja pun ikut rendah.

“Selama ini kita terlalu nyaman dengan besarnya dana perimbangan. Ketika menurun akhirnya kelimpungan. PAD perlu didobrak,” katanya pada diskusi yang diselenggarakan Berau Post bertajuk “APBD 2018 untuk Apa?”, Sabtu (18/11) lalu.

Potensi yang belum digarap maksimal oleh Abdul Waris seperti retribusi parkir dan pajak bumi bangunan (PBB). Hingga yang belum dimasukkan seperti pajak sarang burung walet juga perkebunan kelapa sawit. Padahal, potensi pada sektor tersebut cukup besar.

“Kaya retribusi parkir saat ini angkanya tidak jelas. Ada atau tidak? Ini perlu jadi pertanyaan. Untuk sarang burung walet juga masih belum ditarik pajaknya. Padahal kan itu membantu untuk membantu pemerintah daerah juga,” tegasnya.

Di tengah kondisi seperti ini, pemerintah daerah ucapnya perlu lebih kreatif. Terutama untuk mendorong roda perekonomian berputar lebih cepat. Bukan sekadar berharap dari Dana Perimbangan serta lain-lain pendapatan yang sah. “Itu kan (lain-lain pendapatan yang sah) hanya dana mengendap di bank yang tidak terpakai. Baru dikeluarkan lagi untuk jadi APBD. Harusnya memikirkan untuk bisa menambah PAD,” kesalnya.

Menambahkan, perlu sekiranya mencontoh Kabupaten Badung, Bali yang mempunyai PAD hingga Rp 4 triliun. “Pendapatannya didapat hanya dari hotel dan restoran. Karena Kabupaten Badung itu yang memiliki Pantai Kuta,” ucapnya.

Senada anggota Komisi III DPRD Berau Mulyadi mengaku, perlu sekiranya pola pikir kita dalam menanggulangi APBD diubah. Jika sebelumnya bergantung pada Dana Perimbangan, maka untuk tahun depan, sudah sepatutnya untuk memaksimalkan dan mencari potensi baru untuk PAD. “Target PAD sekiranya perlu lebih ditingkatkan. Jika rata-rata targetnya Rp 200-250 miliar. Mungkin tahun depan bisa sampai Rp 500 miliar. Sehingga kita bersama-sama bekerja lebih keras,” sarannya.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, dengan meningkatnya PAD, maka APBD pun otomatis ikut terdongkrak. Namun, persoalannya, perlu juga mengamati pertumbuhan ekonomi. Sehingga target dan pencapaian berjalan beriringan.

Keluhan soal rendahnya PAD turut disampaikan Imam Sururi selaku Wakil Ketua Bidang Konstruksi Kamar Dagang Industri (Kadin) Berau. Ia menerangkan, perlu mencari sumber lain untuk bisa meningkatkan pemasukan daerah.

Jika pemerintah selama ini berorientasi pada pertambangan, maka perlu melirik untuk potensi lain. Selain itu, dia menyarankan agar izin Galian C untuk lebih dipermudah. Karena potensi pajak dari sektor tersebut cukup besar.

“Tapi, persoalannya untuk mendapat izin tidak mudah. Saya pengajuan dari April lalu, sampai sekarang tidak selesai. Jadi untuk bisa membayar pajak terkait izin Galian C itu, tidak diterima,” akunya.

PAD menjadi salah satu komponen penting dalam APBD. Untuk itu, perlu sekiranya dipikirkan bersama rencana meningkatkan PAD tersebut. Mulyadi pun menyarankan agar Berau Post kembali menggelar diskusi, berkaitan dengan cara meningkatkan pemasukan daerah tersebut. (rio/app)


BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 00:14

Petani Lada Masih Cemas

TALISAYAN – Petani lada di wilayah Kecamatan Talisayan, masih khawatir harga salah satu komoditi…

Senin, 15 Januari 2018 12:22

Petani Hanya Gigit Jari

TALISAYAN –Tingginya harga cabai di pasaran, justru tak dinikmati petani di wilayah pesisir selatan…

Senin, 15 Januari 2018 12:19

Pemerintah Harus Tetapkan HET Cabai

TANJUNG REDEB – Persoalan harga cabai memang menjadi polemik pasar yang cukup “pedas”…

Minggu, 14 Januari 2018 10:18

Harga Lada Kian Darurat, Petani Ubah Pola Penanaman

TANJUNG REDEB – Penurunan harga lada sejak tahun lalu, membuat para petani kian resah. Pada pertemuan…

Minggu, 14 Januari 2018 10:16

Cuaca Buruk, Pasokan Ikan Stabil

TELUK BAYUR – Stok ikan di Berau masih dalam kondisi aman, meski saat ini sedang memasuki musim…

Minggu, 14 Januari 2018 10:10

Harga Cabai Tak Kunjung Turun

TANJUNG REDEB - Jika di beberapa daerah harga komoditas sayuran sudah mulai menurun saat memasuki pertengahan…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:21

Tekan Harga Sembako Agar Tetap Stabil

TANJUNG REDEB - Untuk mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan bahan pokok, Dinas Perindustrian…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:06

Pencairan Dana Bergulir bagi UMKM, Tunggu Payung Hukum

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Selasa, 09 Januari 2018 11:28

Lirik Perkebunan Sawit, Tetap Perhatikan Pertanian

TALISAYAN – Berbeda dengan Imam Supriadi, mantan Kepala Kampung Eka Sapta yang menggeliatkan komoditas…

Selasa, 09 Januari 2018 11:24

Tambah Anggaran untuk Balai Benih Ikan

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Berau, tengah fokus dalam mengembangkan budidaya ikan di Kabupaten Berau.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .