MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 24 November 2017 11:03
Bapak dan Anak Jadi Tersangka, Aksi Penimpasan di Buana Cafe
TAK BERKUTIK: B dan M (membelakangi), dua pelaku penimpasan yang kini diamankan di Mapolres Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dua pelaku penimpasan yang membuat MT (27), warga Jalan Milono RT 12, Kelurahan Gayam, harus dirawat di RSUD dr Abdul Rivai, berhasil diamankan personel Satreskrim Polres Berau, Selasa (22/11).

Dalam aksi penimpasan itu, polisi menetapkan kedua pelaku B dan M sebagai tersangka. B merupakan ayah tiri M. Keduanya diamankan tanpa perlawanan di kediamannya, Jalan Durian III, Tanjung Redeb. 

Dijelaskan Kapolres Berau AKBP Andy Ervyn, aksi penimpasan bermula ketika M yang dalam pengaruh minuman beralkohol menyenggol MT saat sedang asyik berjoget di Buana Cafe, Jalan H Isa III, Tanjung Redeb, sekitar pukul 24.00 Wita, Senin (21/11).

MT yang juga dalam pengaruh minuman beralkohol langsung dibuat geram. MT yang ditemani kedua temannya, lantas menegur M hingga keduanya saling adu mulut. Bahkan hingga ke luar gedung, keduanya terus beradu mulut.

Pertengkaran yang tak kunjung selesai. Hingga sekitar pukul 03.00 Wita, B tiba di Buana Cafe menggunakan mobil. B yang bermaksud menjemput M karena saat kejadian memang tengah turun hujan.

Mengetahui kedatangan ayah tirinya, M lantas memukul MT. Kedua teman MT yang bermaksud melerai pertengkaran tersebut, justru dikira B hendak mengeroyok anaknya. Ikut naik pitam, B lantas mengeluarkan parang yang dibawanya di mobil.

“M langsung mendekat dengan membawa senjata tajam hingga melukai korban,” jelas kapolres saat menggelar jumpa pers di Mapolres Berau kemarin (23/11).

Polisi yang tak berada di lokasi saat kejadian, bergerak cepat setelah mendapatkan laporan. Polisi langsung memeriksa beberapa saksi untuk menelusuri identitas pelaku, hingga akhirnya diamankan di kediamannya, Selasa (21/11) siang.

Ketika diamankan, M sempat mencoba melindungi ayah tirinya dengan mengaku kepada polisi bahwa aksi penimpasan dilakukannya sendiri. Tapi polisi tak langsung mempercayainya, karena dari keterangan saksi yang diperiksa, pelaku berjumlah dua orang.

“Tapi tidak lama anak itu mengakui keterlibatan ayahnya,” jelas Ervyn.

Kini keduanya telah diamankan di Mapolres Berau. Atas perbuatannya, B dan M terancam dikenakan pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun. (sam/udi)

 

Evaluasi Perizinan THM

Minuman beralkohol atau minuman miras (miras), kembali diduga sebagai penyebab tindak kriminalitas. Ya, aksi penimpasan di Buana Cafe, Senin (20/11) lalu, yang membuat ayah dan anak tiri yang kini diamankan sebagai tersangka di Mapolres Berau, dipicu karena pertengkaran saat korban dan pelaku berada dalam pengaruh miras. 

Hal itu juga tak ditampik Kapolres Berau AKBP Andy Ervyn. “Sebelumnya, mereka sama-sama minum (minuman beralkohol, red) di sana (Buana Cafe). Minumnya sampai tujuh botol, kalau sebotol aja mungkin enggak sampai mabuk,” ungkapnya saat jumpa pers, kemarin (23/11).

Hal itu tentu tidak sesuai dengan aturan daerah yang melarang peredaran minuman beralkohol di Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau.

Hal itu juga yang mengusik kapolres. Bahkan perwira berpangkat melati dua ini berjanji akan memeriksa izin peredaran miras di seluruh Tempat Hiburan Malam (THM). Jika ditemukan menjajakan miras namun pengelola tak bisa menunjukkan izin peredarannya, sanksi tegas sesuai ketentuan aturan daerah akan ditegakkan, tentu setelah berkoordinasi dengan instansi terkait di jajaran Pemkab Berau.

“Kami tidak bisa sendiri. Permasalahan izin ini kewenangannya pemerintah. Kami akan koordinasi dulu untuk evaluasi tentang kegiatan dan perizinannya,” ujarnya.

“Kalau memang banyak tidak bermanfaatnya, akan kita lakukan tindakan sebagaimana harapan masyarakat secara umum,” tegas Ervyn.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPPTSP) Berau Datu Kesuma menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin peredaran miras di Bumi Batiwakkal. Hal itu sesuai kebijakan Bupati Berau yang melarang peredaran miras di Bumi Batiwakkal.

“Kita hanya mengeluarkan izin kafe dan karaoke untuk tempat-tempat hiburan. Dan pada izin usahanya kami sudah larangan pemegang izin untuk menjual miras,” ungkap Datu Kesuma kepada Berau Post Selasa (22/11).

Karena kejadian berdarah di Buana Cafe, pihaknya merencanakan untuk mengevaluasi izin seluruh tempat hiburan malam. Evaluasi dilakukan untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan izin yang diberikan pihaknya. “Kalau nanti kami temukan (yang menjual miras), sesuai prosedur sebelum mencabut izin, akan kami berikan surat peringatan dulu pemiliknya,” ujar Datu.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Berau Iramsyah, juga memastikan akan mengambil sikap tegas. Sebab Berau memiliki aturan larangan peredaran minuman memabukkan tersebut.

“Di perda (peraturan daerah) kan tidak boleh menjual miras yang kandungan alkoholnya di atas lima persen. Tapi kalaupun ada yang jual (di bawah lima persen, red) tanpa izin, akan kita tertibkan,” ungkapnya.

Diakuinya, sejauh ini pihaknya tidak pernah menemui penjualan miras di sejumlah THM. “Beberapa hari lalu kami sempat tinjau, tapi tidak ada kami dapatkan miras. Tapi kalau memang ada indikasi seperti itu (penjualan miras di THM, red) nanti akan kami coba pantau lagi,” katanya. (sam/udi)

 


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:33

Qiraat Mujawwad Remaja Terbaik, Hadiah untuk Modal Kuliah

Sukses mengharumkan nama Berau di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Kalimantan…

Kamis, 24 Mei 2018 14:21

Nelayan Rakit Bom di Laut

TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan belum sepenuhnya bisa dituntaskan. Hal itu diakui Kapolsek…

Rabu, 23 Mei 2018 00:37

Kenaikan THR PNS Tinggal Diteken Presiden

KEPASTIAN besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera diketahui.…

Rabu, 23 Mei 2018 00:28

Perusahaan dan Kapten Kapal Terancam Sanksi

TANJUNG REDEB – Persoalan nyaris tenggelamnya tongkang pembawa batu bara milik PT Rantaupanjang…

Rabu, 23 Mei 2018 00:27

Relokasi Sulit, Bupati Minta Redam Aroma Tak Sedap TPA

TANJUNG REDEB – Banyaknya keluhan masyarakat terkait keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)…

Rabu, 23 Mei 2018 00:26

Gerebek Sahur di Kediaman Bupati Berau Muharram

Gerebek sahur sudah menjadi agenda rutin Berau Post selama bulan Ramadan. Dan di Ramadan tahun ini,…

Selasa, 22 Mei 2018 09:02

XpressAir Buka Rute Kalimarau-APT Pranoto

PARA penumpang XpressAir dengan rute penerbangan Tanjung Redeb-Samarinda pada Kamis (24/5) nanti, bakal…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

DLHK Panggil PT RUB

TANJUNG REDEB – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau memanggil manajemen PT Rantaupanjang…

Selasa, 22 Mei 2018 08:59

Telat Bayar THR, Denda 5 Persen

KEPALA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau Apridoh Piarso, menegaskan pembayaran…

Selasa, 22 Mei 2018 08:58

Ditinggal Salat, 3 Rumah di Merancang Ludes

GUNUNG TABUR - Peristiwa kebakaran kembali terjadi tadi malam (21/5). Kali ini terjadi di lingkungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .