MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 24 November 2017 11:05
Tekan Inflasi dengan Kerja Sama
Ganjar Pranowo

PROKAL.CO, KEBUTUHAN pangan bisa menjadi sarana pemersatu bangsa. Saat seluruh daerah saling mendukung untuk mengendalikan dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Hal itulah yang diutarakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat ditunjuk untuk memberikan materi pada Pelatihan Wartawan Daerah 2017 Bank Indonesia di Jakarta, awal pekan tadi.

Pada pelatihan yang diikuti 680 wartawan se-Indonesia tersebut, Ganjar menekankan perlunya kerja sama antardaerah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, melalui kerja sama perdagangan. Misalnya di Jawa Tengah yang memiliki produksi cabai dan bawang merah cukup melimpah, bisa membantu memenuhi kebutuhan cabai dan bawang merah daerah lainnya di Indonesia.

“Cabai Jawa Tengah banyak dikonsumsi oleh masyarakat Sumatera. Begitu juga dengan bawang merah, telah kami kirim ke berbagai daerah, jadi produksi dari Jawa Tengah sudah memiliki pasar,” ungkapnya. 

Kerja sama tersebut diakuinya, sangat diperlukan untuk menjamin produksi petani bisa terjual dengan harga yang layak, sekaligus membantu daerah lain memenuhi kebutuhan bumbu dapur tersebut. Hal sebaliknya, Jawa Tengah juga membutuhkan suplai kebutuhan pangan dari daerah lain guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, dengan kerja sama yang terjalin, maka setiap daerah tidak akan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.

“Petani tidak perlu harga tinggi, tapi harga yang layak,” ungkapnya.

Dari pemenuhan kebutuhan pangan tersebut, Jawa Tengah sudah bisa mengendalikan laju inflasi sekaligus menekan angka kemiskinan. Salah satu terobosannya, dengan meluncurkan program Sihati, yaitu sistem informasi harga dan produksi.

Sistem tersebut sudah diterapkan di 35 kabupaten/kota di daerahnya. Melalui sistem tersebut, Ganjar bisa melihat data dan harga produksi pangan secara cepat, termasuk permasalahan yang terjadi di seluruh daerah. “Bila kerja sama antardaerah bisa dilaksanakan, maka inflasi secara nasional bisa lebih dikendalikan,” tegasnya. (*/sin/udi)

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:05

Harga Lada Masih Anjlok

BATU PUTIH - Harga lada masih jadi sorotan petani, khususnya…

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*