MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 24 November 2017 11:05
Tekan Inflasi dengan Kerja Sama
Ganjar Pranowo

PROKAL.CO, KEBUTUHAN pangan bisa menjadi sarana pemersatu bangsa. Saat seluruh daerah saling mendukung untuk mengendalikan dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Hal itulah yang diutarakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat ditunjuk untuk memberikan materi pada Pelatihan Wartawan Daerah 2017 Bank Indonesia di Jakarta, awal pekan tadi.

Pada pelatihan yang diikuti 680 wartawan se-Indonesia tersebut, Ganjar menekankan perlunya kerja sama antardaerah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, melalui kerja sama perdagangan. Misalnya di Jawa Tengah yang memiliki produksi cabai dan bawang merah cukup melimpah, bisa membantu memenuhi kebutuhan cabai dan bawang merah daerah lainnya di Indonesia.

“Cabai Jawa Tengah banyak dikonsumsi oleh masyarakat Sumatera. Begitu juga dengan bawang merah, telah kami kirim ke berbagai daerah, jadi produksi dari Jawa Tengah sudah memiliki pasar,” ungkapnya. 

Kerja sama tersebut diakuinya, sangat diperlukan untuk menjamin produksi petani bisa terjual dengan harga yang layak, sekaligus membantu daerah lain memenuhi kebutuhan bumbu dapur tersebut. Hal sebaliknya, Jawa Tengah juga membutuhkan suplai kebutuhan pangan dari daerah lain guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, dengan kerja sama yang terjalin, maka setiap daerah tidak akan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.

“Petani tidak perlu harga tinggi, tapi harga yang layak,” ungkapnya.

Dari pemenuhan kebutuhan pangan tersebut, Jawa Tengah sudah bisa mengendalikan laju inflasi sekaligus menekan angka kemiskinan. Salah satu terobosannya, dengan meluncurkan program Sihati, yaitu sistem informasi harga dan produksi.

Sistem tersebut sudah diterapkan di 35 kabupaten/kota di daerahnya. Melalui sistem tersebut, Ganjar bisa melihat data dan harga produksi pangan secara cepat, termasuk permasalahan yang terjadi di seluruh daerah. “Bila kerja sama antardaerah bisa dilaksanakan, maka inflasi secara nasional bisa lebih dikendalikan,” tegasnya. (*/sin/udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 14 April 2018 12:06

Harga Masih Rendah, Petani Lada Dilema

BATU PUTIH - Tren harga lada yang buruk sepertinya masih akan terus berlanjut di wilayah pesisir selatan…

Sabtu, 14 April 2018 12:03

Mulai Terjadi Fluktuasi Harga

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok mengalami fluktuasi. Pasokan disebut-sebut sebagai…

Sabtu, 14 April 2018 12:02

HBA Stabil, Ekonomi Membaik

TANJUNG REDEB – Kestabilan harga batu bara membuat sejumlah pengusaha kembali bergairah untuk…

Jumat, 13 April 2018 11:50

Faktor Kondisi Tanah, Setara dengan Kelapa Sawit

Ada banyak cara untuk mendongkrak perekonomian. Salah satu yang dapat dicontoh seperti mengikuti langkah…

Jumat, 13 April 2018 11:48

Tumbuhkan Motivasi UMKM

TANJUNG REDEB - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga kini masih menjadi salah satu sektor unggulan…

Jumat, 13 April 2018 11:47

Intensitas Hujan Tinggi, Pengusaha Bata Merugi

TANJUNG REDEB – Hujan dalam beberapa pekan terakhir, menghambat  proses pengeringan bata.…

Kamis, 12 April 2018 12:57

Siapkan Sistem Distribusi dan Pengawasan

TALISAYAN – Pembahasan pendistribusian dan pengawasan tabung elpiji tiga kilogram (3 kg) dengan…

Kamis, 12 April 2018 12:39

Stok Beras Bulog Aman hingga Ramadan

TANJUNG REDEB – Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau memastikan stok beras aman untuk memenuhi…

Kamis, 12 April 2018 12:37

Pedagang Resah, Kerugian Menghantui

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu dapur mengalami fluktuasi dalam beberapa…

Rabu, 11 April 2018 11:55

Akui Kelapa Sawit Lebih Menguntungkan

BATU PUTIH – Polemik sektor pertanian masih terjadi. Bahkan, di Kecamatan Batu Putih, para petani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .