MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 01 Desember 2017 00:22
Dambakan Terang dan Perbaikan Hidup

Tiga Kampung di Talisayan Belum Dialiri Listrik

KEHIDUPAN MASYARAKAT TERBATAS: Tiga kampung di Kecamatan Talisayan mendambakan agar segera dialiri listrik. Tampak Kampung Eka Sapta yang termasuk belum dialiri listrik dari PLN.

PROKAL.CO, TALISAYAN –Tiga kampung di Kecamatan Talisayan, yakni Eka Sapta, Sumber Mula dan Campursari hingga kini masih belum dialiri listrik. Warga dari tiga kampung itu pun meminta agar pemerintah daerah segera mengambil sikap terkait kondisi tersebut.

Seperti yang diungkapkan Enus, warga Kampung Eka Sapta. Ia mengaku, hidup di kegelapan malam tanpa penerangan, telah dirasakan sejak puluhan tahun silam. Namun, pemenuhan infrastruktur khususnya listrik, tak kunjung terlihat masuk ke daerah berjulukan kampung jagung itu.

“Sudah dijanji sejak lama. Katanya listrik akan masuk. Tapi pembangunan tiangnya saja tak terlihat hingga sekarang,” kata Enus kepada Berau Post, Rabu (29/11).

Membaiknya ekonomi masyarakat, ujarnya harus seiring dengan perkembangan teknologi terkini. “Kita juga mengingkan masyarakat lain yang sudah menikmati listrik. Rumah mereka terang kami mau. Mereka menonton televisi kami juga mau. Karena hak sebagai masyarakat sama,” ucapnya.

Pjs Kampung Eka Sapta, Nuri Jauhari mengatakan, dengan tersentuhnya listrik di daerahnya dapat memiliki andil dalam mendorong pembangunan berbasis ekonomi kampung. Terutama menambah pendatatan usaha kecil menengah (UKM).  “Ya harapan kami tentu satu, taraf hidup masyarakat kami dengan adanya listrik dapat meningkat,” singkatnya.

Hal yang sama dikatakan Rachmad, warga Kampung Campursari. Ia mengungkapkan, dari sejumlah kampung yang berada di jalan poros pesisir, hanya daerahnya yang belum dialiri listrik.

“Kanmiris, hanya kampung kami yang berada di jalan poros yang belum menikmati suplai listrik dari PLN. Padahal jaraknya tidak terlampau jauh dari kampung Bumi Jaya yang sudah dialiri listrik,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada pemerintah daerah agar memprioritaskan pembangunan tiang beserta jaringan masuk ke kampung terujung di Talisayan itu. ”Kalau ada tiangnya, otomatis listrik juga dapat masuk,” pungkasnya.

Adi, warga kampung Sumber Mulya mengatakan hal serupa. Untuk  masuk ke perkampungannya ketika malam hari sangat menakutkan, akibat minimnya penerangan .”Bisa dirasakan sendiri ketika melintas di sini (Sumber Mulya, Red.) malam hari. Hanya beberapa rumah yang mengunakan penerangan,” ucapnya.

Meski nanti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) telah diperbaiki dan berfungsi kembali, pria yang berprofesi sebagai petani itu, tetap mendambakan suplai listrik dari PLN masuk ke daerahnya.

“PLTMH tak sesuai keinginan kami. Digunakan hanya berbulan-bulan, rusaknya bertahun-tahun. Jadi manfaat listrik selama ini, tak dapat kami nikmati seperti yang dibayankan. Jadi kami mau listrik langsung dari PLN,” ujarnya.

Sementara , Kepala Kampung Sumber Mulya Samijo membenarkan, aspirasi masyarakatnya yang mendambakan suplai listrik dari PLN masuk ke perkampungan yang ia pimpin.

“Benar. Saya juga merasakan hal yang sama. Meski PLTMH di kampung kami diperbaiki nantinya, saya tetap menginginkan suplai listrik dari PLN yang masuk,”ucapnya.

Keinginannya pun beralasan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya saat masih berfungsinya PLTMH, banyak masyarakat yang tidak puas hanya sekadar penerangan.

Alhasil, banyak masyarakat yang menambah daya sendiri, tanpa sepengetahuan pihaknya. Hal itu membuat PLTMH di daerahnya terus mengalami kerusakan. ”Energi yang masuk dan keluar, sudah tidak sesuai. Sehingga sejumlah komponen pembangkit rusak dan bahkan terbakar. Kalau listrik dari PLN tidak akan repot. Jika kurang, masyarakat bisa mengajukan penambahan daya,” tandasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 00:13

Angkat Kebudayaan dan Pariwisata

TANJUNG REDEB – Kehadiran para raja dan sultan dari berbagai pelosok nusantara pada Selasa (27/2)…

Jumat, 23 Februari 2018 11:36

Kelurahan Karang Ambun Siapkan Posyandu Lansia

TANJUNG REDEB – Kelurahan Karang Ambun akhirnya memiliki Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) khusus…

Jumat, 23 Februari 2018 11:36

Antisipasi Banjir Terus Dilakukan

TANJUNG REDEB –Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, terus rutin membersihkan saluran-saluran…

Jumat, 23 Februari 2018 11:34

Gurimbang Ajukan 19 Pogram

SAMBALIUNG – Kampung Gurimbang telah menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang)…

Jumat, 23 Februari 2018 11:30

Dua Kampung Belum Bentuk BUMK

TALISAYAN – Belum seluruhnya perkampungan di wilayah Kecamatan Talisayan, membentuk Badan Usaha…

Jumat, 23 Februari 2018 11:30

Yamsir Sesalkan Kinerja BPK

TALISAYAN – Kinerja Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Talisayan, belum maksimal. Dalam tujuh…

Jumat, 23 Februari 2018 11:29

Jelang MTQ, Rambu Lalu Lintas Bakal Diremajakan

TANJUNG REDEB -  Jelang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Dinas Perhubungan (Dishub) Berau akan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:28

Rokok Penyumbang Kemiskinan Terbesar Kedua

TANJUNG REDEB - Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, mencatat tingkat kemiskinan masyarakat di Bumi Batiwakkal,…

Kamis, 22 Februari 2018 11:48

Talisayan Aktifkan Ronda Malam

TALISAYAN – Untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, perlu kesadaran warga dalam menggalakkan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:46

Tegaskan Larangan Miras dan Judi

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir, melarang keras adanya aktivitas perjudian maupun penjualan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .