MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 02 Desember 2017 12:45
Pemasaran Sulit, Petani Enggan Perluas Areal Pertanian

PROKAL.CO, TALISAYAN – Masih banyaknya petani yang belum membuka lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif. Permasalahannya pun cukup kompleks. Minimnya sarana produksi hingga kesulitan memasarkan pasca panen ditambah rendahnya nilai jual menjadi faktor utama.

Seperti yang dikatakan Widiati petani di Kampung Capuak. Ia mengatakan, kondisi di tengah polemik yang dihadapi petani di perkampungan yang terletak di Kecamatan Talisayan itu, belum terjawab. Program-program pemerintah dinilai belum mampu mengangkat taraf hidup petani.

“Bagaimana mau menambah lahan, kalau yang sekarang saja kadang tebuang, nggak terjual. Ada yang mau beli, harganya kelewatan hanya menutupi operasional saja. Ya beginilah nasib petani,” katanya kepada Berau Post, Jumat (1/12).

Kondisi itu akunya, menjadi penyebab petani kurang antusias dalam mengembangkan produksi. Meski diakuinya bantuan bibit dari pemerintah rutin disalurkan ke daerahnya. Hanya saja, hal itu tidak menjawab aspirasi petani selama ini. Yakni, sulitnya mencari pembeli. “Jawaban itu belum kami terima. Karena kami lebih membutuhkan kejelasan pemasaran dan harga jual sesuai keinginan kami,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Muin, petani dar Kampung Dumaring. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dirinya terpaksa menggabungkan lahan pertanian dan perkebunan. Maksudnya, perkebunan kelapa sawit dicampur dengan pertanian komoditas seperti jagung. “Kalau gak begitu gak bisa menuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anak,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada Pemkab Berau dapat menyelesaikan kendala petani selama ini. Terutama pemasaran dan harga jual yang selama ini jauh dari harapan petani.

“Harapan kami ya itu, pemasaran jelas harga sesuai keinginan. Dalam hal ini antara pemasukan, operasional, kebutuhan dapat seimbang. Jujur ini yang belum kami dapatkan,” pungkasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Kamis, 05 Juli 2018 13:37

Kerajinan Tangan Tradisional Mulai Ditinggalkan

TANJUNG REDEB – Meski kerajinan anyaman tangan kini sudah tidak sepopuler dulu, tapi tidak membuat…

Kamis, 05 Juli 2018 13:34

KOK BISA..!! Harga Ikan Mahal di Kampung Nelayan

TALISAYAN - Meskipun sejumlah kampung di pesisir selatan Berau dikenal sebagai daerah penghasil ikan…

Kamis, 05 Juli 2018 13:32

Modal untuk UMKM lewat Dana Bergulir

TANJUNG REDEB - Dalam rangka memberikan kemudahan akses pembiayaan berupa dana bantuan untuk Usaha Mikro…

Kamis, 05 Juli 2018 13:31

Juni, Harga TBS Kembali Turun

TANJUNG REDEB - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Cuaca Tak Menentu, Pembuat Bata Merugi

TANJUNG REDEB - Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan para pengrajin batu…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Harga Sawit Turun, Petani Tak Khawatir

BATU PUTIH - Menurunnya harga hasil perkebunan tidak hanya lada saja. Saat ini, harga kelapa sawit di…

Sabtu, 30 Juni 2018 12:18

Tingkatkan PAK Lewat Sektor Perikanan

TALISAYAN – Tingkatkan Pendaptan Asli Kampung (PAK) Pemerintah Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 29 Juni 2018 10:57

Harga Lada Selalu Turun Drastis

TANJUNG REDEB – Data dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau, disebutkan harga lada saat…

Selasa, 26 Juni 2018 12:15

Bantuan Sapi Diganti Program Inseminasi Buatan

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, terus menggalakkan berbagai program guna mempertahankan…

Senin, 25 Juni 2018 11:57

Disperindagkop Dukung Peningkatan Kualitas Produk IKM

TANJUNG REDEB - Kabar baik bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Bumi Batiwakkal, dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .