MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 02 Desember 2017 12:45
Pemasaran Sulit, Petani Enggan Perluas Areal Pertanian

PROKAL.CO, TALISAYAN – Masih banyaknya petani yang belum membuka lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif. Permasalahannya pun cukup kompleks. Minimnya sarana produksi hingga kesulitan memasarkan pasca panen ditambah rendahnya nilai jual menjadi faktor utama.

Seperti yang dikatakan Widiati petani di Kampung Capuak. Ia mengatakan, kondisi di tengah polemik yang dihadapi petani di perkampungan yang terletak di Kecamatan Talisayan itu, belum terjawab. Program-program pemerintah dinilai belum mampu mengangkat taraf hidup petani.

“Bagaimana mau menambah lahan, kalau yang sekarang saja kadang tebuang, nggak terjual. Ada yang mau beli, harganya kelewatan hanya menutupi operasional saja. Ya beginilah nasib petani,” katanya kepada Berau Post, Jumat (1/12).

Kondisi itu akunya, menjadi penyebab petani kurang antusias dalam mengembangkan produksi. Meski diakuinya bantuan bibit dari pemerintah rutin disalurkan ke daerahnya. Hanya saja, hal itu tidak menjawab aspirasi petani selama ini. Yakni, sulitnya mencari pembeli. “Jawaban itu belum kami terima. Karena kami lebih membutuhkan kejelasan pemasaran dan harga jual sesuai keinginan kami,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Muin, petani dar Kampung Dumaring. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dirinya terpaksa menggabungkan lahan pertanian dan perkebunan. Maksudnya, perkebunan kelapa sawit dicampur dengan pertanian komoditas seperti jagung. “Kalau gak begitu gak bisa menuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anak,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada Pemkab Berau dapat menyelesaikan kendala petani selama ini. Terutama pemasaran dan harga jual yang selama ini jauh dari harapan petani.

“Harapan kami ya itu, pemasaran jelas harga sesuai keinginan. Dalam hal ini antara pemasukan, operasional, kebutuhan dapat seimbang. Jujur ini yang belum kami dapatkan,” pungkasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 14:00

Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam…

Selasa, 11 September 2018 13:51

Tingkatkan Budidaya Perikanan lewat Program Intensifikasi

TANJUNG REDEB – Program intensifikasi pembudidaya unggulan, mulai dijalankan Dinas Perikanan Berau.…

Senin, 10 September 2018 12:52

Harga Buah Impor Naik

TANJUNG REDEB – Diduga nilai tukar dolar terhadap rupiah yang melonjak tinggi, berpengaruh pada…

Senin, 10 September 2018 12:51

Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran…

Kamis, 06 September 2018 15:06

Penyaluran Elpiji 3 Kg Masih Tak Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB - Sulitnya mendapatkan tabung gas melon di sejumlah kampung wilayah pesisir selatan Berau,…

Selasa, 04 September 2018 10:58

Cuaca Tak Menentu Pengaruhi Harga Sayur

TANJUNG REDEB - Harga sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami perubahan begitu cepat setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:57

Pertanian dan Perkebunan Jadi Andalan Sumber Mulya

TALISAYAN - Hingga kini sektor pertanian masih menjadi salah satu usaha dalam menopang perekonomian…

Jumat, 31 Agustus 2018 14:03

Gas Elpiji di Pesisir Kerap Kosong

TALISAYAN - Kurang lancarnya pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah di pesisir selatan Berau, berdampak…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .