MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 02 Desember 2017 12:45
Pemasaran Sulit, Petani Enggan Perluas Areal Pertanian

PROKAL.CO, TALISAYAN – Masih banyaknya petani yang belum membuka lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif. Permasalahannya pun cukup kompleks. Minimnya sarana produksi hingga kesulitan memasarkan pasca panen ditambah rendahnya nilai jual menjadi faktor utama.

Seperti yang dikatakan Widiati petani di Kampung Capuak. Ia mengatakan, kondisi di tengah polemik yang dihadapi petani di perkampungan yang terletak di Kecamatan Talisayan itu, belum terjawab. Program-program pemerintah dinilai belum mampu mengangkat taraf hidup petani.

“Bagaimana mau menambah lahan, kalau yang sekarang saja kadang tebuang, nggak terjual. Ada yang mau beli, harganya kelewatan hanya menutupi operasional saja. Ya beginilah nasib petani,” katanya kepada Berau Post, Jumat (1/12).

Kondisi itu akunya, menjadi penyebab petani kurang antusias dalam mengembangkan produksi. Meski diakuinya bantuan bibit dari pemerintah rutin disalurkan ke daerahnya. Hanya saja, hal itu tidak menjawab aspirasi petani selama ini. Yakni, sulitnya mencari pembeli. “Jawaban itu belum kami terima. Karena kami lebih membutuhkan kejelasan pemasaran dan harga jual sesuai keinginan kami,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Muin, petani dar Kampung Dumaring. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dirinya terpaksa menggabungkan lahan pertanian dan perkebunan. Maksudnya, perkebunan kelapa sawit dicampur dengan pertanian komoditas seperti jagung. “Kalau gak begitu gak bisa menuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anak,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada Pemkab Berau dapat menyelesaikan kendala petani selama ini. Terutama pemasaran dan harga jual yang selama ini jauh dari harapan petani.

“Harapan kami ya itu, pemasaran jelas harga sesuai keinginan. Dalam hal ini antara pemasukan, operasional, kebutuhan dapat seimbang. Jujur ini yang belum kami dapatkan,” pungkasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:05

Harga Lada Masih Anjlok

BATU PUTIH - Harga lada masih jadi sorotan petani, khususnya…

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*