MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 02 Desember 2017 12:45
Pemasaran Sulit, Petani Enggan Perluas Areal Pertanian

PROKAL.CO, TALISAYAN – Masih banyaknya petani yang belum membuka lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif. Permasalahannya pun cukup kompleks. Minimnya sarana produksi hingga kesulitan memasarkan pasca panen ditambah rendahnya nilai jual menjadi faktor utama.

Seperti yang dikatakan Widiati petani di Kampung Capuak. Ia mengatakan, kondisi di tengah polemik yang dihadapi petani di perkampungan yang terletak di Kecamatan Talisayan itu, belum terjawab. Program-program pemerintah dinilai belum mampu mengangkat taraf hidup petani.

“Bagaimana mau menambah lahan, kalau yang sekarang saja kadang tebuang, nggak terjual. Ada yang mau beli, harganya kelewatan hanya menutupi operasional saja. Ya beginilah nasib petani,” katanya kepada Berau Post, Jumat (1/12).

Kondisi itu akunya, menjadi penyebab petani kurang antusias dalam mengembangkan produksi. Meski diakuinya bantuan bibit dari pemerintah rutin disalurkan ke daerahnya. Hanya saja, hal itu tidak menjawab aspirasi petani selama ini. Yakni, sulitnya mencari pembeli. “Jawaban itu belum kami terima. Karena kami lebih membutuhkan kejelasan pemasaran dan harga jual sesuai keinginan kami,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Muin, petani dar Kampung Dumaring. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dirinya terpaksa menggabungkan lahan pertanian dan perkebunan. Maksudnya, perkebunan kelapa sawit dicampur dengan pertanian komoditas seperti jagung. “Kalau gak begitu gak bisa menuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anak,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada Pemkab Berau dapat menyelesaikan kendala petani selama ini. Terutama pemasaran dan harga jual yang selama ini jauh dari harapan petani.

“Harapan kami ya itu, pemasaran jelas harga sesuai keinginan. Dalam hal ini antara pemasukan, operasional, kebutuhan dapat seimbang. Jujur ini yang belum kami dapatkan,” pungkasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 14 April 2018 12:06

Harga Masih Rendah, Petani Lada Dilema

BATU PUTIH - Tren harga lada yang buruk sepertinya masih akan terus berlanjut di wilayah pesisir selatan…

Sabtu, 14 April 2018 12:03

Mulai Terjadi Fluktuasi Harga

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok mengalami fluktuasi. Pasokan disebut-sebut sebagai…

Sabtu, 14 April 2018 12:02

HBA Stabil, Ekonomi Membaik

TANJUNG REDEB – Kestabilan harga batu bara membuat sejumlah pengusaha kembali bergairah untuk…

Jumat, 13 April 2018 11:50

Faktor Kondisi Tanah, Setara dengan Kelapa Sawit

Ada banyak cara untuk mendongkrak perekonomian. Salah satu yang dapat dicontoh seperti mengikuti langkah…

Jumat, 13 April 2018 11:48

Tumbuhkan Motivasi UMKM

TANJUNG REDEB - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga kini masih menjadi salah satu sektor unggulan…

Jumat, 13 April 2018 11:47

Intensitas Hujan Tinggi, Pengusaha Bata Merugi

TANJUNG REDEB – Hujan dalam beberapa pekan terakhir, menghambat  proses pengeringan bata.…

Kamis, 12 April 2018 12:57

Siapkan Sistem Distribusi dan Pengawasan

TALISAYAN – Pembahasan pendistribusian dan pengawasan tabung elpiji tiga kilogram (3 kg) dengan…

Kamis, 12 April 2018 12:39

Stok Beras Bulog Aman hingga Ramadan

TANJUNG REDEB – Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau memastikan stok beras aman untuk memenuhi…

Kamis, 12 April 2018 12:37

Pedagang Resah, Kerugian Menghantui

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu dapur mengalami fluktuasi dalam beberapa…

Rabu, 11 April 2018 11:55

Akui Kelapa Sawit Lebih Menguntungkan

BATU PUTIH – Polemik sektor pertanian masih terjadi. Bahkan, di Kecamatan Batu Putih, para petani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .