MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 02 Desember 2017 12:45
Pemasaran Sulit, Petani Enggan Perluas Areal Pertanian

PROKAL.CO, TALISAYAN – Masih banyaknya petani yang belum membuka lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif. Permasalahannya pun cukup kompleks. Minimnya sarana produksi hingga kesulitan memasarkan pasca panen ditambah rendahnya nilai jual menjadi faktor utama.

Seperti yang dikatakan Widiati petani di Kampung Capuak. Ia mengatakan, kondisi di tengah polemik yang dihadapi petani di perkampungan yang terletak di Kecamatan Talisayan itu, belum terjawab. Program-program pemerintah dinilai belum mampu mengangkat taraf hidup petani.

“Bagaimana mau menambah lahan, kalau yang sekarang saja kadang tebuang, nggak terjual. Ada yang mau beli, harganya kelewatan hanya menutupi operasional saja. Ya beginilah nasib petani,” katanya kepada Berau Post, Jumat (1/12).

Kondisi itu akunya, menjadi penyebab petani kurang antusias dalam mengembangkan produksi. Meski diakuinya bantuan bibit dari pemerintah rutin disalurkan ke daerahnya. Hanya saja, hal itu tidak menjawab aspirasi petani selama ini. Yakni, sulitnya mencari pembeli. “Jawaban itu belum kami terima. Karena kami lebih membutuhkan kejelasan pemasaran dan harga jual sesuai keinginan kami,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Muin, petani dar Kampung Dumaring. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dirinya terpaksa menggabungkan lahan pertanian dan perkebunan. Maksudnya, perkebunan kelapa sawit dicampur dengan pertanian komoditas seperti jagung. “Kalau gak begitu gak bisa menuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anak,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada Pemkab Berau dapat menyelesaikan kendala petani selama ini. Terutama pemasaran dan harga jual yang selama ini jauh dari harapan petani.

“Harapan kami ya itu, pemasaran jelas harga sesuai keinginan. Dalam hal ini antara pemasukan, operasional, kebutuhan dapat seimbang. Jujur ini yang belum kami dapatkan,” pungkasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 00:14

Petani Lada Masih Cemas

TALISAYAN – Petani lada di wilayah Kecamatan Talisayan, masih khawatir harga salah satu komoditi…

Senin, 15 Januari 2018 12:22

Petani Hanya Gigit Jari

TALISAYAN –Tingginya harga cabai di pasaran, justru tak dinikmati petani di wilayah pesisir selatan…

Senin, 15 Januari 2018 12:19

Pemerintah Harus Tetapkan HET Cabai

TANJUNG REDEB – Persoalan harga cabai memang menjadi polemik pasar yang cukup “pedas”…

Minggu, 14 Januari 2018 10:18

Harga Lada Kian Darurat, Petani Ubah Pola Penanaman

TANJUNG REDEB – Penurunan harga lada sejak tahun lalu, membuat para petani kian resah. Pada pertemuan…

Minggu, 14 Januari 2018 10:16

Cuaca Buruk, Pasokan Ikan Stabil

TELUK BAYUR – Stok ikan di Berau masih dalam kondisi aman, meski saat ini sedang memasuki musim…

Minggu, 14 Januari 2018 10:10

Harga Cabai Tak Kunjung Turun

TANJUNG REDEB - Jika di beberapa daerah harga komoditas sayuran sudah mulai menurun saat memasuki pertengahan…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:21

Tekan Harga Sembako Agar Tetap Stabil

TANJUNG REDEB - Untuk mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan bahan pokok, Dinas Perindustrian…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:06

Pencairan Dana Bergulir bagi UMKM, Tunggu Payung Hukum

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Selasa, 09 Januari 2018 11:28

Lirik Perkebunan Sawit, Tetap Perhatikan Pertanian

TALISAYAN – Berbeda dengan Imam Supriadi, mantan Kepala Kampung Eka Sapta yang menggeliatkan komoditas…

Selasa, 09 Januari 2018 11:24

Tambah Anggaran untuk Balai Benih Ikan

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Berau, tengah fokus dalam mengembangkan budidaya ikan di Kabupaten Berau.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .