MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 03 Desember 2017 10:48
Berharap Kesembuhan Agar Tak Merepotkan

Richa Nur Syakinah, Pasien Penyakit Paru-Paru di RSUD dr Abdul Rivai

TERBARING LEMAH: Kondisi Richa Nur Syakinah yang sampai saat ini masih terbaring di RSUD dr Abdul Rivai.

PROKAL.CO, Sudah lebih sepekan, Richa Nur Syakinah terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. Ia sama sekali tak percaya, bahwa ada banyak cairan di paru-parunya. Diagnosa dokter menderita efusi pelura, kondisi di mana terjadi penumpukan cairan di antara dua lapisan pleura yang membungkus paru-paru.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

SAAT dijumpai di ruang Flamboyan 5 RSUD dr Abdul Rivai, wajah Icha-sapaan akrabnya- warga Bangun, Kecamatan Sambaliung ini, terlihat pucat dan pergelangan tangannya jauh sekali dari kata berisi. Tangan kirinya membengkak lantaran jarum infus menancap terlalu lama di sana.

“Mau dipindah ke kanan tapi enggak ketemu pembuluhnya,” ucap Icha, kemarin (2/11).

Mau bagaimana lagi, tubuh anak sulung dari empat bersaudara ini sudah terlanjur kurus. Jika tidak berlebihan, bisa dibilang tubuh Icha hanya tinggal kulit dan tulang saja. Penyakit yang tengah menyerang paru-paru perempuan 24 tahun asal Makassar ini sudah membuat tubuhnya yang kurus semakin kurus saja.

Padahal sebelum ini, Icha mengaku dirinya baik-baik saja. Meskipun memang, setiap harinya ia sering merasa sesak disertai batuk yang tidak berkesudahan. Tetapi, ia masih bisa beraktivitas seperti biasanya. Bahkan masih bisa melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring, dan memasak. Jadi, tidak mengherankan saat terpaksa harus menjalani perawatan, diagnosa dokter sangat mengejutkannya.

“Sempat saya dengar waktu itu dokter bilang kalau saya kena efusi pelura dan pneumo thorax. Ada cairan menumpuk di paru-paru saya, saya enggak tau asalnya dari mana. Kemarin waktu disedot, banyaknya hampir satu liter lebih,” ungkapnya.

“Padahal sebelum saya di Berau saya kira cuma batuk biasa,” tambah perempuan kelahiran Makassar, 2 Desember 1993 ini.

Memang, keempat bersaudara ini belum genap dua bulan berada di Berau. Keempatnya dipanggil oleh sang ayah, Hamzah untuk tinggal bersama setelah 10 tahun berpisah pasca perceraian kedua orangtua mereka. “Kami ini anak terlantar,” ujar Icha.

Terpaksa masuk rumah sakit, dengan kondisi ekonomi keluarga yang kekurangan dan hanya didukung oleh sang ayah yang bekerja sebagai montir pada salah satu bengkel di Tanjung Redeb. Kondisi demikian membuat ia dan sang ayah merasa khawatir. Biaya perawatan pastilah tidak sedikit, belum lagi lamanya ia menginap di rumah sakit.

Membuat Jamkesda pun tidak bisa dilakukan, karena syaratnya ialah memiliki KTP Berau asli dan KK asli. Sementara, Icha tidak memiliki itu. Artinya, mau tidak mau ia dan keluarga harus menerima keadaan bahwa dirinya merupakan pasien yang terlantar. Pasalnya selama ini, sudah banyak hal terjadi lantaran ekonomi keluarga yang terbilang kurang. Salah satunya, terputusnya pendidikan berempat bersaudara ini.

Bertuntung setelah tiga hari dirawat, Icha mendapat jaminan dari pihak rumah sakit atas bantuan dari RT setempat. Meskipun begitu, tetap saja kesehariannya di rumah sakit hanya ditemani oleh adik-adiknya saja.

“Alhamdulillah, kemarin dibantu Pak RT mengurus jadi sekarang dijamin dari rumah sakit. InsyaAllah dijamin mulai dari pemeriksaan, rawat, dan darahnya. Kalau enggak begitu, enggak tau lagi gimana sudah. Kami aja sehari-hari untuk makan susah,” ungkapnya.

Harapannya hanya satu, kesembuhan. Ia tidak ingin sakitnya membuat orang-orang yang ia cintai kerepotan. Apalagi turut sakit, lantaran kurang istirahat mengawasi dirinya.(*/app)


BACA JUGA

Senin, 18 Desember 2017 10:53

Bikin Regu Keberangkatan Haji 2018

KANTOR Kementerian Agama (Kemenag) Berau, mengumpulkan 120 calon jemaah haji Berau yang bakal diberangkatkan…

Senin, 18 Desember 2017 10:51

Batas Penangguhan UMK Sisa Lima Hari

TANJUNG REDEB –Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau berjalan mulus. Hal itu disampaikan…

Minggu, 17 Desember 2017 18:55

Dihakimi Massa sebelum Digiring ke Polisi

TANJUNG REDEB – Tak kuasa membendung hawa nafsunya, Ramli (22) warga RT 05, Gunung Tabur, dibantu…

Minggu, 17 Desember 2017 00:11

PU Evaluasi Proyek U-Gutter

TANJUNG REDEB - Pemasangan u-gutter di simpang tiga Jalan Dr Soetomo dan Pangeran Antasari, bakal dievaluasi.…

Minggu, 17 Desember 2017 00:07

Penanganan Bujangga Terancam Molor

TANJUNG REDEB – Proyek penanganan Jalan Bujangga dengan membangun kembali jalan yang ambles sekaligus…

Sabtu, 16 Desember 2017 15:03
BREAKING NEWS

Remas Payudara Pengendara, Pelaku Dipukul Massa

TANJUNG REDEB - Aksi pelecehan terhadap wanita menggegerkan warga di Jalan Niaga I, Tanjung Redeb, sekitar…

Sabtu, 16 Desember 2017 13:03

Sodikin Tewas Tertembak Senjata Sendiri

TALISAYAN – Senjata makan tuan. Itulah yang terjadi pada Sodikin (30), warga Jalan Kenangan RT…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:57

Sibuk Urus Proyek, DPUPR Belum Tinjau Jembatan Sei Lempake

TANJUNG REDEB – Bukan menjadi tanggung jawab Pemkab Berau, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:56

Proyek U-Gutter Persempit Saluran

TANJUNG REDEB – Pengerjaan proyek pemasangan u-gutter untuk normalisasi drainase di Kecamatan…

Jumat, 15 Desember 2017 00:17

Penyidik Diminta Periksa 2 Saksi Lagi

TANJUNG REDEB – Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .