MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 05 Desember 2017 11:43
Kegigihan Berbuah Juara II Menjahit Tingkat Kalimantan

Mengenal Anak-Anak Berkebutuhan Khusus yang Prestasi: Arianto (1)

BERKEMAUAN KERAS: Arianto saat memperlihatkan kemahirannya dalam menjahit, kemarin (4/11) di ruang Keterampilan SLB Berau.

PROKAL.CO, Gigih dalam berusaha, pantang menyerah dan suka mempelajari hal baru, merupakan sifat yang paling menonjol dari Arianto, siswa tunarungu di SMA Luar Biasa Berau.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

ARIANTO sama sekali tidak malu ketika menjadi satu-satunya siswa laki-laki yang ikut lomba menjahit bagi anak berkebutuhan khusus tahun 2017 di Samarinda, beberapa waktu lalu.

“Sebenarnya sempat mau mundur karena mesin jahitnya beda,” ujar Arianto dengan bahasa isyarat ketika ditemui Berau Post di sekolah kemarin (4/12).

Sadar akan tanggung jawab yang diemban sebagai perwakilan sekolah dan daerah, pria yang akrab disapa Anto ini akhirnya tetap melanjutkan lomba yang diikutinya. Didampingi guru keterampilannya, Anto berhasil menyelesaikan seluruh tahapan lomba dengan kepercayaan diri tinggi.

Keberhasilan menyelesaikan tahapan lomba sudah memberi kepuasan baginya. Sebab, teknik menjahit menggunakan peralatan menjahit yang selama ini digunakannya, jauh berbeda dengan yang digunakan saat mengikuti lomba di Samarinda.

Tapi, perbedaan perangkat seperti rangkaian mesin, pengangkat sepatu jahit dan sebagainya, justru berbalik membuatnya termotivasi untuk memberikan yang terbaik.

“Awalnya belajar dengan mesin jahit manual, tiba-tiba dihadapkan dengan mesin jahit portabel yang tingkat kecanggihannya jauh di atas mesin jahit manual. Tapi saya tidak mau menyerah. Saya mau menjahit. Karena kalau menjahit bisa dapat uang,” ujarnya pelajar kelahiran Berau, 17 April 1997 ini terbata-bata.

Sudah mulai nyaman menggunakan mesin jahit portabel yang diperuntukkan untuknya, Anto kembali mendapat tantangan. Sebab, pelajar kelas III SMALB ini kembali dipaksa menggunakan mesin jahit berbeda lantaran menjelang lomba harus berpindah meja.

“Maklum lah, kalau anak-anak (berkebutuhan khusus) seperti mereka ini biasanya selalu terpaku dengan apa yang sudah dipelajari. Nah, Anto ini juga begitu, jadi kalau dihadapkan dengan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah dipelajari sebelumnya pasti kaget,” timpal Lina, guru yang mendampinginya saat diwawancarai Berau Post.

Energi pelajar 20 tahun ini terkuras dengan cepat lantaran perasaan panik dan kebingungan melihat pesaingnya yang sudah menyelesaikan jahitan lebih cepat. Sementara dirinya masih berkutat dengan sepatu jahit yang tidak bisa diangkat lebih tinggi.

Lengan baju tidak bisa dipasangnya maksimal, jam makan siang pun hampir dilewatkannya karena ingin mengejar ketertinggalannya dari dua peserta lainnya. “Capek. Pusing,” ujar anak pasangan Azis dan Juheni ini memutar telunjuk dan mengarahkannya ke kepala, sebagai isyarat yang menggambarkan perasaannya saat itu.

Meski bisa menyelesaikan tugas jahitannya, tetapi berkat kegigihannya itu Anto dinobatkan sebagai juara kedua lomba menjahit tingkat SMALB se-Kalimantan. “Andai saja saat itu mesinnya tidak berbeda, mungkin anak kami bisa juara 1,” sambung Lina.

Sebenarnya, hasil jahitan Anto tidak jauh lebih baik dari peserta juara 3. Hal itu diakui Lina yang juga guru keterampilannya di SMALB.

Hanya, kemauan keras dan kegigihannya dalam berjuang sampai batas akhir, menjadi nilai tambah bagi Anto.

Prestasi anak bungsu dari dua bersaudara ini tidak sekadar menjahit saja. Pada 2016 lalu, Anto juga sukses menembus persaingan tingkat nasional pada lomba bulu tangkis bagi anak berkebutuhan khusus. Bahkan Anto sudah pernah menginjakkan kaki di Brunei Darussalam dalam ajang sepak bola yang diikuti oleh tiga negara, beberapa waktu lalu. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

Pasien Dirawat di Lorong

TANJUNG REDEB –Ruang Dahlia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai kembali penuh. Bahkan…

Jumat, 20 Juli 2018 00:08

Pembahasan Kompensasi Floating Crane Diundur

TANJUNG REDEB - Setelah dua bulan sejak aksi buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menuntut pembagian…

Kamis, 19 Juli 2018 01:14

Hakim Tolak Eksepsi Bupati

TANJUNG REDEB - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb menolak eksepsi terdakwa pelanggaran…

Kamis, 19 Juli 2018 01:05

PKPI Juga Tak Lapor Kesbangpol

TANJUNG REDEB – Bukan sekadar tidak mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan…

Rabu, 18 Juli 2018 13:36
Bupati Jalani Sidang Perdana Pidana Kampanye Pilgub Kaltim 2018

Nyatakan Keberatan atas Dakwaan JPU

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram menjalani sidang perdana atas dugaan pelanggaran pidana…

Rabu, 18 Juli 2018 13:32

Hanura Berau Ikut Kepengurusan OSO-Herry

Mendaftar di hari terakhir penyerahan berkas, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat…

Rabu, 18 Juli 2018 13:29

PKPI dan Garuda Tak Mendaftar

TANJUNG REDEB – Hingga penutupan pengajuan daftar calon anggota legislatif tadi malam (17/7),…

Rabu, 18 Juli 2018 13:27

Seluruh Pendaftar Lolos Verifikasi Berkas

Setelah jumlah pendaftar minimal terpenuhi, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) melanjutkan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:05

Sport Center Bukan untuk Porprov

TANJUNG REDEB - Walau serius membangun, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau memastikan Sport Center…

Selasa, 17 Juli 2018 01:04

Hari Ini Batas Akhir Pendaftaran

TANJUNG REDEB – Masa pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) yang akan ikut serta pada pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .