MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 05 Desember 2017 11:43
Kegigihan Berbuah Juara II Menjahit Tingkat Kalimantan

Mengenal Anak-Anak Berkebutuhan Khusus yang Prestasi: Arianto (1)

BERKEMAUAN KERAS: Arianto saat memperlihatkan kemahirannya dalam menjahit, kemarin (4/11) di ruang Keterampilan SLB Berau.

PROKAL.CO, Gigih dalam berusaha, pantang menyerah dan suka mempelajari hal baru, merupakan sifat yang paling menonjol dari Arianto, siswa tunarungu di SMA Luar Biasa Berau.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

ARIANTO sama sekali tidak malu ketika menjadi satu-satunya siswa laki-laki yang ikut lomba menjahit bagi anak berkebutuhan khusus tahun 2017 di Samarinda, beberapa waktu lalu.

“Sebenarnya sempat mau mundur karena mesin jahitnya beda,” ujar Arianto dengan bahasa isyarat ketika ditemui Berau Post di sekolah kemarin (4/12).

Sadar akan tanggung jawab yang diemban sebagai perwakilan sekolah dan daerah, pria yang akrab disapa Anto ini akhirnya tetap melanjutkan lomba yang diikutinya. Didampingi guru keterampilannya, Anto berhasil menyelesaikan seluruh tahapan lomba dengan kepercayaan diri tinggi.

Keberhasilan menyelesaikan tahapan lomba sudah memberi kepuasan baginya. Sebab, teknik menjahit menggunakan peralatan menjahit yang selama ini digunakannya, jauh berbeda dengan yang digunakan saat mengikuti lomba di Samarinda.

Tapi, perbedaan perangkat seperti rangkaian mesin, pengangkat sepatu jahit dan sebagainya, justru berbalik membuatnya termotivasi untuk memberikan yang terbaik.

“Awalnya belajar dengan mesin jahit manual, tiba-tiba dihadapkan dengan mesin jahit portabel yang tingkat kecanggihannya jauh di atas mesin jahit manual. Tapi saya tidak mau menyerah. Saya mau menjahit. Karena kalau menjahit bisa dapat uang,” ujarnya pelajar kelahiran Berau, 17 April 1997 ini terbata-bata.

Sudah mulai nyaman menggunakan mesin jahit portabel yang diperuntukkan untuknya, Anto kembali mendapat tantangan. Sebab, pelajar kelas III SMALB ini kembali dipaksa menggunakan mesin jahit berbeda lantaran menjelang lomba harus berpindah meja.

“Maklum lah, kalau anak-anak (berkebutuhan khusus) seperti mereka ini biasanya selalu terpaku dengan apa yang sudah dipelajari. Nah, Anto ini juga begitu, jadi kalau dihadapkan dengan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah dipelajari sebelumnya pasti kaget,” timpal Lina, guru yang mendampinginya saat diwawancarai Berau Post.

Energi pelajar 20 tahun ini terkuras dengan cepat lantaran perasaan panik dan kebingungan melihat pesaingnya yang sudah menyelesaikan jahitan lebih cepat. Sementara dirinya masih berkutat dengan sepatu jahit yang tidak bisa diangkat lebih tinggi.

Lengan baju tidak bisa dipasangnya maksimal, jam makan siang pun hampir dilewatkannya karena ingin mengejar ketertinggalannya dari dua peserta lainnya. “Capek. Pusing,” ujar anak pasangan Azis dan Juheni ini memutar telunjuk dan mengarahkannya ke kepala, sebagai isyarat yang menggambarkan perasaannya saat itu.

Meski bisa menyelesaikan tugas jahitannya, tetapi berkat kegigihannya itu Anto dinobatkan sebagai juara kedua lomba menjahit tingkat SMALB se-Kalimantan. “Andai saja saat itu mesinnya tidak berbeda, mungkin anak kami bisa juara 1,” sambung Lina.

Sebenarnya, hasil jahitan Anto tidak jauh lebih baik dari peserta juara 3. Hal itu diakui Lina yang juga guru keterampilannya di SMALB.

Hanya, kemauan keras dan kegigihannya dalam berjuang sampai batas akhir, menjadi nilai tambah bagi Anto.

Prestasi anak bungsu dari dua bersaudara ini tidak sekadar menjahit saja. Pada 2016 lalu, Anto juga sukses menembus persaingan tingkat nasional pada lomba bulu tangkis bagi anak berkebutuhan khusus. Bahkan Anto sudah pernah menginjakkan kaki di Brunei Darussalam dalam ajang sepak bola yang diikuti oleh tiga negara, beberapa waktu lalu. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:38

PPP dan Gerindra Membantah

TANJUNG REDEB – Berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28

Pengungsi asal Sigi Diterima di SMPN 3

RATUSAN korban bencana asal Donggala, Sigi dan Palu, sudah berada di Kabupaten Berau untuk mengungsi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26

Tak Punya Pelatih, Atlet Berlatih Mandiri

Walau belum memiliki pelatih profesional, atlet-atlet dansa Berau tetap tak ingin menjadi penggembira…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Perbaikan Kakaban Kekurangan Material

MARATUA – Perbaikan fasilitas di Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, setelah mengalami kerusakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tunda Pemberangkatan hingga Besok

RENCANA memberangkatkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .