MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PEMERINTAHAN

Rabu, 06 Desember 2017 11:52
Udaranya Segar, Terdapat Bengkirai Usia 100 Tahun

Perjalanan Wisman Mencapai Hutan Lindung Sungai Lesa

SUSURI: Keindahan HLSL menarik sejumlah wisatawan asal Belanda untuk berwisata ke Berau.

PROKAL.CO, Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL), begitu masyarakat menyebutnya. HLSL yang berada di Kecamatan Kelay, ini diapit oleh empat kampung yakni, Kampung Muara Lesan, Lesan Dayak, Sidobangen, dan Merapun.

=======

TAK dipungkiri untuk menuju objek wisata alam HLSL, memang membutuhkan waktu yang cukup lama, para wisatawan mancanegara (Wisman) maupun wisatawan lokal harus menempuh perjalanan 4 jam dari Kota Tanjung Redeb menuju Kampung Lesan Dayak. Sesampainya di sana, wisatawan harus kembali menempuh perjalanan menggunakan perahu kecil (ketinting) dengan menyusuri Sungai Kelay dan Sungai Lesan selama 45 menit.

Rasa lelah selama perjalanan panjang menuju HLSL akan pudar tatkala wisatawan mulai menyusuri hutan. Di mana, hutan lindung yang  luasnya mencapai 11.238 hektar ini memiliki ratusan jenis flora dan fauna yang cukup langka. Salah seorang pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Operasi Wallacea Terpadu (OWT), Samuel menjelaskan, kawasan HLSL selain menjadi rumah bagi ratusan jenis flora dan fauna, juga menjadi lokasi konservasi habitat orangutan. Di sini juga terdapat jenis burung Bangau Strom yang jumlahnya di dunia hanya tersisa 1.000 ekor.

“Selain menjadi kawasan hutan lindung, di sini juga menjadi objek wisata alam yang sangat bagus dan menantang. Selain itu, juga sebagai rumah bagi berbagai jenis pohon yang dilindungi, ada Ulin, Meranti, Bengkirai, bahkan ada Bengkirai yang usianya sudah lebih 100 tahun,” ujar pria berkulit sawo matang ini.

Keberadaan HLSL memang saat ini masih sangat awam bagi wisatawan lokal, namun ternyata HLSL ini sudah sangat terkenal di kalangan wisatawan asing, seperti halnya Nicky van Meer, wisatawan asal Belanda ini mengaku sengaja datang ke Indonesia hanya untuk menikmati keindahan hutan tropis di Kalimantan terutama di wilayah HLSL.

“Saya sudah datang ke berbagai negara, tapi Kalimantan merupakan pulau yang memiliki hutan yang sangat baik, di sini banyak sekali pohon yang memang tidak saya temukan di negara manapun selain di Indonesia. Saya berjalan kaki kurang lebih 9 jam menyusuri hutan ini, selama itu saya menemukan berbagai macam hal baru. Saya berfikir mungkin tahun depan akan saya agendakan untuk kembali ke sini lagi,” tuturnya.

Bukan hanya Nicky, petualangan yang ada di HLSL ini juga menarik perhatian Ruud van Ropi, pria asal belanda berusia hampir 60 tahun ini mengaku mengetahui keberadaan HLSL dari internet. Setelah melihat kondisi HLSL dan sejumlah flora dan fauna yang ada, Ruud memutusan mengunjungi Indonesia terkhusus HLSL.

“Saya ke sini bersama istri saya, saat baru pertama kali datang ke sini yang saya rasakan adalah ketenangan dan kesegaran udaranya,” jelas dia.

Saat ini, keberadaan HLSL di bawah pengawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat di bawah binaan Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim. Dalam sejarahnya, keberadaan HLSL sudah beberapa kali mengalami perubahan status dan pengelolaan, namun kini statusnya sebagai hutan lindung tetap dipertahankan, mengingat fungsi ekologisnya sebagai penyangga air dan keanekaragaman hayati.(hms5/asa)

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:31

Dekranasda Kecamatan Segera Dibentuk

TANJUNG REDEB – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau akan memaksimalkan seluruh…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:31

Duta Genre Berau Wakili Kaltim

TANJUNG REDEB – Menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Duta Genre (Generasi…

Senin, 15 Oktober 2018 13:50

Dorong Buka Kelas Internasional

TANJUNG REDEB - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Tanjung Redeb berganti dari Dr…

Senin, 15 Oktober 2018 13:49

Bupati Rangsang Petani Tingkatkan Produksi

TANJUNG REDEB – Pertanian menjadi salah satu sektor unggulan yang menjadi fokus utama dalam program…

Senin, 15 Oktober 2018 13:48

Wujudkan Smart City, Terapkan e-Retribusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi…

Senin, 15 Oktober 2018 13:47

Bentuk Masyarakat Peduli Bencana

TANJUNG REDEB – Menyikapi beberapa kejadian bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah, Pemerintah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:14

Dekranasda Evaluasi Program

TANJUNG REDEB – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau menggelar rapat pembahasan…

Jumat, 12 Oktober 2018 18:54

Resmikan Kantor Kakam Suaran

TANJUNG REDEB - Memberikan pelayanan yang maksimalkan kepada masyarakat dengan menyediakan fasilitas…

Jumat, 12 Oktober 2018 18:54

Bupati Lantik Penjabat Kakam Suaran dan Gurimbang

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram, melantik Penjabat (Pj) Kepala Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung,…

Jumat, 12 Oktober 2018 18:53

Jangan Heran, Akan Ada Kamar Tidur Bawah Laut Maratua

Tak perlu lagi disangsikan reputasi Ed Baker, perencana yang mendapat tugas mendesain ruang yang ada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .