MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 07 Desember 2017 11:01
Berkali-kali Gagal Akhirnya Jadi Juara Nasional

Mengenal Anak-Anak Berkebutuhan Khusus yang Berprestasi: Megawati

TAK MAU MENYERAH: Megawati pernah menjadi juara pertama lomba renang nasional khusus ABK yang digelar di Solo, beberapa tahun lalu.

PROKAL.CO, Terlahir dengan keterbatasan fisik, tidak membuat Megawati berkecil hati. Meskipun diakuinya, pernah terbesit di benaknya agar bisa melihat keindahan dunia seperti orang lain. Tapi gadis penyandang tunanetra ini tak dibuat larut dan memilih memaknai kehidupannya dengan terus berusaha melalukan yang terbaik.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

MEMILIKI nama yang sama dengan mantan Presiden Indonesia, Megawati hanya menanggapinya dengan tertawa kecil. Gadis kelahiran Berau, 6 Juni 1999 ini, memang merasa jauh berbeda dengan Presiden perempuan pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Barangkali karena ia sendiri seorang penyandang tunanetra yang hanya bisa membedakan gelap dan terang, bukan orang yang dianggap berpengaruh bagi sebuah negara.

Pelajar kelas III setingkat SMP di Sekolah Luar Biasa (SLB) Berau ini memilih menyibukkan dirinya dengan belajar dan menjalani hobinya. Yaitu renang.

Mulanya hanya latihan biasa saja. Pikirnya sederhana, sama sekali tidak berambisi mengikuti lomba. “Ya cuma hobi aja,” ujar perempuan yang akrab disapa Mega, saat ditemui di sekolahnya, Selasa (5/12).

Tapi, berkat saran para guru di sekolahnya, akhirnya anak ketiga dari lima bersaudara ini tertarik untuk mengikuti lomba renang, beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, ia rajin mengikuti lomba renang untuk anak berkebutuhan khusus (ABK), meskipun diakuinya lebih banyak kalah ketimbang menang.

“Saya lupa pertama kali ikut lomba itu kapan, taunya latihan aja dan lomba. Saya juga sering ikut lomba soalnya, jadi lupa. Ya, walaupun juaranya baru tiga kali,” ungkapnya.

Pelajar 18 tahun ini beranggapan, mengerjakan sesuatu karena hobi, maka semua akan baik-baik saja. Sehingga, walau sering menelan kekalahan, tidak cukup kuat untuk memaksanya mundur. Sampai akhirnya Mega berhasil menorehkan prestasi pertamanya pada tahun 2015, saat mengikuti kejuaraan renang anak berkebutuhan khusus tingkat provinsi di Samarinda. Mega berhasil menyabet juara kedua yang membuatnya sangat bangga.

Tak berhenti di situ, ketika mengikuti kejuaraan renang ABK tingkat nasional di Solo, Jawa Tengah, Mega yang saat itu masih duduk di bangku kelas VI SDLB malah berhasil menjadi yang terbaik.

“Kan awal-awalnya enggak kepikiran untuk ikut lomba, tetapi setelah dicoba alhamdulillah ternyata hasilnya luar biasa,” ungkapnya.

Setahun kemudian, Mega kembali mengikuti kejuaraan renang tingkat nasional khusus ABK yang berlangsung di Jawa Barat. Tapi saat itu, Mega gagal mempertahankan capaian terbaiknya seperti di Solo. Mega harus puas menjadi juara 2.

Saat ini, walau belum ada ajang yang akan diikutinya, gadis yang juga pandai menyanyi ini tetap rutin berlatih untuk menjaga kebugaran dan kecepatannya saat mengapung di permukaan air.

“Kalau dibawa ikut lomba lagi saya siap, kalau enggak juga enggak apa-apa. Kan saya bisa renang kapan pun,” ujarnya singkat.

Walau sudah membuktikan dengan prestasi yang telah ditorehkannya, Mega tetap merasa hal itu tak mungkin bisa dilakukannya tanpa dukungan guru yang juga dianggap sebagai temannya.

“Terima kasih kepada guru saya, selama 9 tahun ini beliau mendidik saya dengan baik dan penuh kesabaran. Mengajari saya bagaimana bersikap dengan baik, berbicara dengan baik, berinteraksi dengan orang lain dengan baik, mengajari saya untuk selalu bersyukur,” ujarnya.

“Karena saya ini orangnya memang enggak mudah frustrasi atau berpikir yang memberatkan saya. Itu juga berkat dukungan dari guru-guru saya juga,” pungkasnya. (*/udi)


BACA JUGA

Senin, 18 Desember 2017 10:53

Bikin Regu Keberangkatan Haji 2018

KANTOR Kementerian Agama (Kemenag) Berau, mengumpulkan 120 calon jemaah haji Berau yang bakal diberangkatkan…

Senin, 18 Desember 2017 10:51

Batas Penangguhan UMK Sisa Lima Hari

TANJUNG REDEB –Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau berjalan mulus. Hal itu disampaikan…

Minggu, 17 Desember 2017 18:55

Dihakimi Massa sebelum Digiring ke Polisi

TANJUNG REDEB – Tak kuasa membendung hawa nafsunya, Ramli (22) warga RT 05, Gunung Tabur, dibantu…

Minggu, 17 Desember 2017 00:11

PU Evaluasi Proyek U-Gutter

TANJUNG REDEB - Pemasangan u-gutter di simpang tiga Jalan Dr Soetomo dan Pangeran Antasari, bakal dievaluasi.…

Minggu, 17 Desember 2017 00:07

Penanganan Bujangga Terancam Molor

TANJUNG REDEB – Proyek penanganan Jalan Bujangga dengan membangun kembali jalan yang ambles sekaligus…

Sabtu, 16 Desember 2017 15:03
BREAKING NEWS

Remas Payudara Pengendara, Pelaku Dipukul Massa

TANJUNG REDEB - Aksi pelecehan terhadap wanita menggegerkan warga di Jalan Niaga I, Tanjung Redeb, sekitar…

Sabtu, 16 Desember 2017 13:03

Sodikin Tewas Tertembak Senjata Sendiri

TALISAYAN – Senjata makan tuan. Itulah yang terjadi pada Sodikin (30), warga Jalan Kenangan RT…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:57

Sibuk Urus Proyek, DPUPR Belum Tinjau Jembatan Sei Lempake

TANJUNG REDEB – Bukan menjadi tanggung jawab Pemkab Berau, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:56

Proyek U-Gutter Persempit Saluran

TANJUNG REDEB – Pengerjaan proyek pemasangan u-gutter untuk normalisasi drainase di Kecamatan…

Jumat, 15 Desember 2017 00:17

Penyidik Diminta Periksa 2 Saksi Lagi

TANJUNG REDEB – Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .