MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 07 Desember 2017 11:01
Berkali-kali Gagal Akhirnya Jadi Juara Nasional

Mengenal Anak-Anak Berkebutuhan Khusus yang Berprestasi: Megawati

TAK MAU MENYERAH: Megawati pernah menjadi juara pertama lomba renang nasional khusus ABK yang digelar di Solo, beberapa tahun lalu.

PROKAL.CO, Terlahir dengan keterbatasan fisik, tidak membuat Megawati berkecil hati. Meskipun diakuinya, pernah terbesit di benaknya agar bisa melihat keindahan dunia seperti orang lain. Tapi gadis penyandang tunanetra ini tak dibuat larut dan memilih memaknai kehidupannya dengan terus berusaha melalukan yang terbaik.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

MEMILIKI nama yang sama dengan mantan Presiden Indonesia, Megawati hanya menanggapinya dengan tertawa kecil. Gadis kelahiran Berau, 6 Juni 1999 ini, memang merasa jauh berbeda dengan Presiden perempuan pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Barangkali karena ia sendiri seorang penyandang tunanetra yang hanya bisa membedakan gelap dan terang, bukan orang yang dianggap berpengaruh bagi sebuah negara.

Pelajar kelas III setingkat SMP di Sekolah Luar Biasa (SLB) Berau ini memilih menyibukkan dirinya dengan belajar dan menjalani hobinya. Yaitu renang.

Mulanya hanya latihan biasa saja. Pikirnya sederhana, sama sekali tidak berambisi mengikuti lomba. “Ya cuma hobi aja,” ujar perempuan yang akrab disapa Mega, saat ditemui di sekolahnya, Selasa (5/12).

Tapi, berkat saran para guru di sekolahnya, akhirnya anak ketiga dari lima bersaudara ini tertarik untuk mengikuti lomba renang, beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, ia rajin mengikuti lomba renang untuk anak berkebutuhan khusus (ABK), meskipun diakuinya lebih banyak kalah ketimbang menang.

“Saya lupa pertama kali ikut lomba itu kapan, taunya latihan aja dan lomba. Saya juga sering ikut lomba soalnya, jadi lupa. Ya, walaupun juaranya baru tiga kali,” ungkapnya.

Pelajar 18 tahun ini beranggapan, mengerjakan sesuatu karena hobi, maka semua akan baik-baik saja. Sehingga, walau sering menelan kekalahan, tidak cukup kuat untuk memaksanya mundur. Sampai akhirnya Mega berhasil menorehkan prestasi pertamanya pada tahun 2015, saat mengikuti kejuaraan renang anak berkebutuhan khusus tingkat provinsi di Samarinda. Mega berhasil menyabet juara kedua yang membuatnya sangat bangga.

Tak berhenti di situ, ketika mengikuti kejuaraan renang ABK tingkat nasional di Solo, Jawa Tengah, Mega yang saat itu masih duduk di bangku kelas VI SDLB malah berhasil menjadi yang terbaik.

“Kan awal-awalnya enggak kepikiran untuk ikut lomba, tetapi setelah dicoba alhamdulillah ternyata hasilnya luar biasa,” ungkapnya.

Setahun kemudian, Mega kembali mengikuti kejuaraan renang tingkat nasional khusus ABK yang berlangsung di Jawa Barat. Tapi saat itu, Mega gagal mempertahankan capaian terbaiknya seperti di Solo. Mega harus puas menjadi juara 2.

Saat ini, walau belum ada ajang yang akan diikutinya, gadis yang juga pandai menyanyi ini tetap rutin berlatih untuk menjaga kebugaran dan kecepatannya saat mengapung di permukaan air.

“Kalau dibawa ikut lomba lagi saya siap, kalau enggak juga enggak apa-apa. Kan saya bisa renang kapan pun,” ujarnya singkat.

Walau sudah membuktikan dengan prestasi yang telah ditorehkannya, Mega tetap merasa hal itu tak mungkin bisa dilakukannya tanpa dukungan guru yang juga dianggap sebagai temannya.

“Terima kasih kepada guru saya, selama 9 tahun ini beliau mendidik saya dengan baik dan penuh kesabaran. Mengajari saya bagaimana bersikap dengan baik, berbicara dengan baik, berinteraksi dengan orang lain dengan baik, mengajari saya untuk selalu bersyukur,” ujarnya.

“Karena saya ini orangnya memang enggak mudah frustrasi atau berpikir yang memberatkan saya. Itu juga berkat dukungan dari guru-guru saya juga,” pungkasnya. (*/udi)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

KASIHAN..!! Ruangan Terbatas, Pasien Dirawat di Lorong

TANJUNG REDEB –Ruang Dahlia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai kembali penuh. Bahkan…

Jumat, 20 Juli 2018 00:08

Pembahasan Kompensasi Floating Crane Diundur

TANJUNG REDEB - Setelah dua bulan sejak aksi buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menuntut pembagian…

Kamis, 19 Juli 2018 01:14

Hakim Tolak Eksepsi Bupati

TANJUNG REDEB - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb menolak eksepsi terdakwa pelanggaran…

Kamis, 19 Juli 2018 01:05

PKPI Juga Tak Lapor Kesbangpol

TANJUNG REDEB – Bukan sekadar tidak mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan…

Rabu, 18 Juli 2018 13:36
Bupati Jalani Sidang Perdana Pidana Kampanye Pilgub Kaltim 2018

Nyatakan Keberatan atas Dakwaan JPU

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram menjalani sidang perdana atas dugaan pelanggaran pidana…

Rabu, 18 Juli 2018 13:32

Hanura Berau Ikut Kepengurusan OSO-Herry

Mendaftar di hari terakhir penyerahan berkas, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat…

Rabu, 18 Juli 2018 13:29

PKPI dan Garuda Tak Mendaftar

TANJUNG REDEB – Hingga penutupan pengajuan daftar calon anggota legislatif tadi malam (17/7),…

Rabu, 18 Juli 2018 13:27

Seluruh Pendaftar Lolos Verifikasi Berkas

Setelah jumlah pendaftar minimal terpenuhi, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) melanjutkan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:05

Sport Center Bukan untuk Porprov

TANJUNG REDEB - Walau serius membangun, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau memastikan Sport Center…

Selasa, 17 Juli 2018 01:04

Hari Ini Batas Akhir Pendaftaran

TANJUNG REDEB – Masa pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) yang akan ikut serta pada pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .