MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 07 Desember 2017 11:01
Berkali-kali Gagal Akhirnya Jadi Juara Nasional

Mengenal Anak-Anak Berkebutuhan Khusus yang Berprestasi: Megawati

TAK MAU MENYERAH: Megawati pernah menjadi juara pertama lomba renang nasional khusus ABK yang digelar di Solo, beberapa tahun lalu.

PROKAL.CO, Terlahir dengan keterbatasan fisik, tidak membuat Megawati berkecil hati. Meskipun diakuinya, pernah terbesit di benaknya agar bisa melihat keindahan dunia seperti orang lain. Tapi gadis penyandang tunanetra ini tak dibuat larut dan memilih memaknai kehidupannya dengan terus berusaha melalukan yang terbaik.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

MEMILIKI nama yang sama dengan mantan Presiden Indonesia, Megawati hanya menanggapinya dengan tertawa kecil. Gadis kelahiran Berau, 6 Juni 1999 ini, memang merasa jauh berbeda dengan Presiden perempuan pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Barangkali karena ia sendiri seorang penyandang tunanetra yang hanya bisa membedakan gelap dan terang, bukan orang yang dianggap berpengaruh bagi sebuah negara.

Pelajar kelas III setingkat SMP di Sekolah Luar Biasa (SLB) Berau ini memilih menyibukkan dirinya dengan belajar dan menjalani hobinya. Yaitu renang.

Mulanya hanya latihan biasa saja. Pikirnya sederhana, sama sekali tidak berambisi mengikuti lomba. “Ya cuma hobi aja,” ujar perempuan yang akrab disapa Mega, saat ditemui di sekolahnya, Selasa (5/12).

Tapi, berkat saran para guru di sekolahnya, akhirnya anak ketiga dari lima bersaudara ini tertarik untuk mengikuti lomba renang, beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, ia rajin mengikuti lomba renang untuk anak berkebutuhan khusus (ABK), meskipun diakuinya lebih banyak kalah ketimbang menang.

“Saya lupa pertama kali ikut lomba itu kapan, taunya latihan aja dan lomba. Saya juga sering ikut lomba soalnya, jadi lupa. Ya, walaupun juaranya baru tiga kali,” ungkapnya.

Pelajar 18 tahun ini beranggapan, mengerjakan sesuatu karena hobi, maka semua akan baik-baik saja. Sehingga, walau sering menelan kekalahan, tidak cukup kuat untuk memaksanya mundur. Sampai akhirnya Mega berhasil menorehkan prestasi pertamanya pada tahun 2015, saat mengikuti kejuaraan renang anak berkebutuhan khusus tingkat provinsi di Samarinda. Mega berhasil menyabet juara kedua yang membuatnya sangat bangga.

Tak berhenti di situ, ketika mengikuti kejuaraan renang ABK tingkat nasional di Solo, Jawa Tengah, Mega yang saat itu masih duduk di bangku kelas VI SDLB malah berhasil menjadi yang terbaik.

“Kan awal-awalnya enggak kepikiran untuk ikut lomba, tetapi setelah dicoba alhamdulillah ternyata hasilnya luar biasa,” ungkapnya.

Setahun kemudian, Mega kembali mengikuti kejuaraan renang tingkat nasional khusus ABK yang berlangsung di Jawa Barat. Tapi saat itu, Mega gagal mempertahankan capaian terbaiknya seperti di Solo. Mega harus puas menjadi juara 2.

Saat ini, walau belum ada ajang yang akan diikutinya, gadis yang juga pandai menyanyi ini tetap rutin berlatih untuk menjaga kebugaran dan kecepatannya saat mengapung di permukaan air.

“Kalau dibawa ikut lomba lagi saya siap, kalau enggak juga enggak apa-apa. Kan saya bisa renang kapan pun,” ujarnya singkat.

Walau sudah membuktikan dengan prestasi yang telah ditorehkannya, Mega tetap merasa hal itu tak mungkin bisa dilakukannya tanpa dukungan guru yang juga dianggap sebagai temannya.

“Terima kasih kepada guru saya, selama 9 tahun ini beliau mendidik saya dengan baik dan penuh kesabaran. Mengajari saya bagaimana bersikap dengan baik, berbicara dengan baik, berinteraksi dengan orang lain dengan baik, mengajari saya untuk selalu bersyukur,” ujarnya.

“Karena saya ini orangnya memang enggak mudah frustrasi atau berpikir yang memberatkan saya. Itu juga berkat dukungan dari guru-guru saya juga,” pungkasnya. (*/udi)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:38

PPP dan Gerindra Membantah

TANJUNG REDEB – Berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28

Pengungsi asal Sigi Diterima di SMPN 3

RATUSAN korban bencana asal Donggala, Sigi dan Palu, sudah berada di Kabupaten Berau untuk mengungsi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26

Tak Punya Pelatih, Atlet Berlatih Mandiri

Walau belum memiliki pelatih profesional, atlet-atlet dansa Berau tetap tak ingin menjadi penggembira…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Perbaikan Kakaban Kekurangan Material

MARATUA – Perbaikan fasilitas di Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, setelah mengalami kerusakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tunda Pemberangkatan hingga Besok

RENCANA memberangkatkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .