MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 07 Desember 2017 11:10
Petani Jagung Ambil Kesempatan
DAPAT UNTUNG: Petani di Kecamatan Talisayan mulai menanam jagung agar bisa di panen sebelum pergantian tahun.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Mengantisipasi besarnya permintaan terhadap komoditas jagung manis pada acara pergantian tahun nanti, sejumlah petani di wilayah pesisir Berau terutama di Kecamatan Talisayan tengah fokus menanam santapan favorit di malam perayaan itu.

Wahyu (43), petani jagung di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan mengatakan, biasanya untuk merayakan tahun baru, penjualan jagung cukup besar. “Kami (Petani, Red.) sudah mulai menanam. Dan awal Desember ini paling tepat. Memasuki akhir tahun masuk masa panen," katanya di sela-sela merawat kebun miliknya kepada Berau Post, Kamis (6/12).

Setiap mendekati akhir tahun, merupakan peluang meraup untung. Banyak petani yang akhirnya beralih menanam jagung. Sebab hasilnya, sudah dipastikan akan diburu pembeli untuk pesta tahun baru.

“Karena kami juga melihat kondisi tanaman paling laris di pasaran. Seperti jagung manis, paling laris saat momen pergantian tahun,” tutur dia.  Kebiasaan menanam jagung di pengujung tahun terang Wahyu merupakan kebiasaan setiap petani di Kampung Dumaring.

Hal senada juga dikatakan Rasim, petani di Kampung Capuak. Dia mengatakan, menjelang tahun baru, jagung manis sangat diburu oleh masyarakat. Bahkan, petani tidak perlu mencari calon pembeli. Para konsumen biasanya menjemput bola ketika mendekati perayaan. Biasanya, pembeli sudah datang untuk membeli H-5 perayaan tahun baru.

 “Biasanya masyarakat maupun tengkulak sudah mulai mengambil sejak H-5 dan puncaknya ketika H-2 tahun baru. Jadi tidak perlu lagi cari pembeli. Mereka datang sendiri. Tanpa jagung di tahun baru bagai sayur tanpa garam,” katanya.

Biasanya, satu petani menanam benih jagung hingga 2 hektare. Untuk harga di akhir tahun pun bervariasi. Rasim mengaku, jagungnya bisa dibeli Rp 800-1.200 per buah. Sedangkan untuk dijualn sendiri tanpa melalui tengkulak seharga Rp 20 ribu per ikat. Dalam satu ikat terdapat 10 buah.

Ia pun berharap untuk panen jagung di akhir tahun ini akan sukses. Sebab, pada momen inilah para petani bisa mendapatkan modal untuk musim tanam tahun depan. “Semoga hasilnya lumayan, sehingga ada untung sedikit buat keperluan yang lain,” pungkasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 12:23

Jelang Natal, Pedagang Kain Masih Sepi

TANJUNG REDEB – Meski mendekati perayaan Natal, sejumlah pedagang di…

Kamis, 13 Desember 2018 10:08

Gara-Gara Ini, Stop Kembangkan Rumput Laut

TALISAYAN - Para petani rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:16

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

TANJUNG REDEB – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .