MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 08 Desember 2017 00:36
Ferdi Pilih Jalan Pintas
Grafis

PROKAL.CO, BERPENGALAMAN memimpin Kampung Suka Murya, Kecamatan Talisayan, periode 2003-2009, membuat Ferdi masih diharapkan masyarakat kampungnya untuk kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Kepala Kampung Suka Murya 2015 silam.

Pria asal Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang kini menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Berau dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb, bercerita panjang lebar ketika ditemui Berau Post di ruang besuk rutan, akhir November lalu.

Ferdi mengaku, awalnya tak punya niat untuk kembali mencalonkan diri. Apalagi adanya perubahan aturan dan persyaratan pencalonan kepala kampung saat itu, juga membuatnya tak bisa mengikuti proses pencalonan. Sebab, jika pada periode ketika dirinya terpilih sebagai kepala kampung, syarat jenjang pendidikan minimal bisa ditoleransi dengan bukti besarnya dukungan masyarakat, tidak demikian pada Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) 2015. Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Kampung. Yakni Pasal 21 ayat (3) huruf (d) tentang batas minimal pendidikan calon kepala kampung harus setara SMP.

Karena hanya berhasil menamatkan pendidikannya hingga jenjang SD, Ferdi berpikir untuk mengurungkan niatnya bertarung di pesta demokrasi enam tahunan tersebut. Tapi lagi-lagi karena besarnya dorongan masyarakat yang menginginkannya maju, Ferdi akhirnya terdorong untuk mencari solusi. Apalagi batas waktu penyerahan berkas calon semakin mepet, sebelum pelaksanaan Pilkakam November 2015 lalu. 

Ferdi kemudian memutuskan untuk menemui Radiah, seorang guru SD di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, yang sudah lama dikenalnya. Harapannya, Radiah bisa membantu memecahkan masalahnya agar bisa mencalonkan diri pada Pilkakam Suka Murya. 

Gayung bersambut, kepada Ferdi, Radiah mengaku mengenal seseorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang sekarang menjadi Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Juliansyah. Menurut Radiah, lanjut Ferdi, Juliansyah bisa membantu mendapatkan ijazah paket B melalui jalan pintas.

Selang beberapa hari setelah pertemuannya dengan Radiah, keduanya kemudian menemui Juliansyah di Tanjung Redeb.

“Setelah pertemuan itu, tinggal saya yang berurusan dengan dia (Juliansyah, red) sampai ijazah itu jadi,” ujar Ferdi kepada Berau Post. Untuk mendapatkan ijazah paket B tersebut, Ferdi mengaku harus membayar Rp 2,5 juta.

Karena tak punya uang sebanyak itu, Ferdi mengaku mendapat dukungan dana dari beberapa warganya yang memang tergabung dalam tim pemenangannya kala itu.

“Ketika uang itu sudah terkumpul, saya langsung kasih ke dia (Juliansyah, red). Saya tidak tahu apakah uang itu akan dibagi ke pihak lain untuk membantu pembuatan ijazahnya, saya tidak tahu. Saya hanya berurusan dengan dia saja (Juliansyah, red),” pungkasnya. 

Terpisah, Radiah yang ditemui Berau Post di kediamannya di Kampung Dumaring, menolak menjawab setiap pertanyaan Berau Post terkait perannya sebagai pihak yang memperkenalkan Ferdi dengan Juliansyah. “Saya tidak mau kecuali polisi yang tanya,” singkat Radiah.

Sementara Juliansyah yang ditemui Berau Post di salah satu kafe yang ada di Tanjung Redeb, mengakui telah membantu Ferdi mendapatkan ijazah paket B dengan biaya sebesar Rp 2,5 juta.

Namun uang tersebut bukan untuk dirinya. Tetapi Juliansyah yang mengaku hanya ingin membantu, menyerahkan uang tersebut kepada oknum pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kecamatan Sambaliung berinisial ED.

“Uang dari Ferdi saya serahkan ke PKBM karena pembuatan ijazah di PKBM. Tapi dari Ferdi saya dikasih Rp 500 ribu sebagai uang terima kasih,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, ED membantah semua yang disampaikan Juliansyah. “Saya memang sempat mengurus PKBM, tapi saya tidak pernah melakukan itu. Apalagi menerima uang Rp 2,5 juta,” singkatnya ketika ditemui di ruang kerjanyabeberapa waktu lalu. (sam/udi)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:25

Semua Atlet Menetap di Samarinda

Melihat performa dan hasil pada pra-porprov tahun lalu di Samarinda. Pengurus Petanque Berau optimistis…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Perbaikan Kakaban Kekurangan Material

MARATUA – Perbaikan fasilitas di Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, setelah mengalami kerusakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tunda Pemberangkatan hingga Besok

RENCANA memberangkatkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tolak Ikan Hasil Bom untuk Sejahterakan Nelayan

Memerangi penggunaan bom untuk menangkap ikan akan sia-sia jika masyarakat masih membeli ikan hasil…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:19

Latihan Online, Konsentrasi Jadi Kunci

Menurunkan 10 atlet terbaik, pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Berau menargetkan dua…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:18

Dipecat Dinilai Tepat

DUGAAN pelanggaran kode etik yang dilakukan oknum komisioner KPU Berau, juga dicermati Pangi Syarwi…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:17

DKPP Terima Laporan Bawaslu

TANJUNG REDEB – Penanganan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oknum komisioner Komisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .