MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 11 Desember 2017 10:35
Kata Bodoh di Lingkungan Anak
Siti Aminah HM, S.pd.I

PROKAL.CO, align="left">Sebagai seorang pendidik, sangat miris memperhatikan anak-anak kita sekarang. Mulut-mulut anak sepolos dan sekecil itu sudah tercederai dengan kata-kata yang tidak baik. Menjamurnya kata bodoh atau bodok di lingkungan kehidupan anak, di lingkungan tempat tinggal mereka, di pasar, di warnet, kata itu selalu melekat di lidah-lidah anak.

Melihat dan mengamati sendiri fenomena sosial ini, ada rasa sedih hingga geram di hati. Timbul banyak pertanyaan mengepung dalam hati penulis. Apa sebenarnya yang terjadi? Tingkah pola anak-anak dalam bertutur kata sudah jauh panggang dari api. Dalam proses kegiatan belajar-mengajar di kelas pun, tidak lolos dari kata bodok. Ada saja laporan anak-anak kepada saya jika si A berkata bodok dan seterusnya. Sebagai seorang pendidik, saya sadari anak-anak adalah sosok manusia peniru yang hebat, apa yang kita lakukan dan tuturkan akan sontak ditiru oleh anak-anak kita. Barangkali banyak faktor yang memicu, sehingga anak-anak kita bertutur kata yang tidak sopan dan tidak berakhlak.

Pertama dari orangtua yang tidak menjaga perkataannya sehingga kata-kata tidak pantas, baik ketika bercanda maupun bertengkar dalam rumah tangga.

Kedua, barangkali juga faktor lingkungan. Yakni teman sepergaulan yang tidak baik akhlaknya dalam bersikap dan berbicara yang jauh dari tata krama.

Ketiga, barangkali dari tontonan anak-anak kita setiap hari, yang menyebabkan pergaulan anak dan sikap bertutur anak kita jadi tidak senonoh dan tidak berakhlak.

Akhir-akhir ini saya perhatikan, baik di luar sekolah, di taman, di pasar, anak-anak dilenakan dengan handphone yang dibebaskan oleh orangtua. Anak-anak bebas membuka apa saja dalam “kotak ajaib” bernama YouTube. Tak masalah jika dalam pengawasan orangtua. Tapi tidak dibenarkan memberikan handphone pada anak tapi tanpa pengawasan. Anak akan bebas menjelajahi apa saja yang diinginkan, termasuk hal-hal yang tidak di benarkan dalam adat kesopanan dan akhlak dalam agama.

Orangtua sebagai pendidik pertama dalam keluarga, hendaknya selalu memperhatikan dan menghindari apakah tutur katanya, sikapnya sudah benar dalam mendidik anak atau tidak. Ada banyak orangtua yang terlalu memanjakan anak-anaknya dengan fasilitas tertentu hingga anak-anak terlalu manja karena orangtua selalu menuruti kemauan anak.

Sayang terhadap anak tidak dilarang. Namun yang perlu digarisbawahi adalah sayangnya seperti apa. Sayang dengan menuruti segala kemauannya si anak, malah justru mengajarkan anak tentang kemalasan dan tidak mau bekerja keras. Didiklah anak dengan kasih sayang sesuai porsinya, bukan kasih sayang memanjakan anak secara berlebihan. Malah kedewasaan dan kemandirian anak terpenjarakan oleh sikap orangtua yang memanjakannya melampaui batas.

Menyikapi hal tersebut, maka merupakan tugas kita sebagai orangtua, kemudian tugas pendidik di sekolah yang mengamati dan memperhatikan tingkah laku anak-anak kita agar sesuai dengan tata krama kesopanan dan akhlak dalam agama. Karena siapa lagi yang akan bertanggung jawab dari rusaknya akhlak dan moralitas anak-anak kita kalau bukan kita sebagai orangtua pertama dan guru di sekolah.

Kerusakan generasi kita akan menjarah dari segala lini kehidupan bermasyarakat. Menjadi sampah-sampah masyarakat dari generasi pemalas serta bumi dipenuhi dengan manusia pasif pengangguran.

Sebagai orangtua yang peduli dengan masa depan anak-anak kita kelak, tidak akan mau melihat suramnya masa depan anak-anak kita. Maka sedari sekarang didiklah anak-anak kita sesuai degan porsinya, yakni tidak terlalu memanjakan dan tidak terlalu keras dalam mendidik anak kita.

Menjaga dengan mengerem kata-kata yang tidak baik ketika berbicara semarah-marahnya kepada anak, baik sikap anak yang membandel atau kesulitan anak ketika belajar, yang membuat kata-kata “bodoh” hinggap di lidah Anda sebagai orangtuanya sendiri.

Sebodoh-bodohnya anak kita, sesulit-sulitnya ia menangkap pelajaran di sekolah, tahan lidah Anda dari berucap “bodoh” kepada anak-anak Anda.

Selalu ingat bahwa setiap anak terlahir pandai, hanya kesungguhan dan kerja keras yang terus menerus serta fokus dalam suatu hal yang dipelajari, maka dijamin anak-anak Anda akan pandai.

Perlu digarisbawahi ketika anak-anak Anda tidak pandai dalam mata pelajaran tertentu, boleh jadi ia pandai pada mata pelajaran yang lain.

Kepandaian anak bermacam-macam, begitu pula sejalan dengan karakter anak tersebut yang beraneka ragam. Ada anak yang pemarah, pemalu, pendiam, namun di balik itu semua, tentunya ada kelebihan lain yang dimiliki si anak.

Ada banyak cara untuk membantu anak-anak kita menjadi pandai, salah satunya dengan mendaftarkannya privat atau kursus, atau  mendatangkan guru ke rumah untuk mengajari buah hati Anda.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan membuka kesadaran orangtua agar selalu menjaga segala tingkah lakunya, karena ada anak, sang perekam hebat, yang selanjutnya akan menirukan tingkah laku Anda, baik ketika Anda ada maupun tidak ada yang dipraktikkan bersama teman-teman sepermainannya.

Begitu pula dengan pendidik selaku orangtua kedua agar selalu menjaga perilaku dan tutur kata, karena semua tingkah laku dan bicara Anda akan direkam dan ditirukan anak didik Anda.

Maka selalu berhati-hatilah dan bersikaplah yang baik layaknya orangtua kepada anaknya sendiri. Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yang baik sesuai yang kita harapkan, berguna bagi nusa, bangsa dan agama di kemudian hari. (*/udi) 

 

*) Pendidik di SD Muhammadiyah Tanjung Redeb dan Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Berau 


BACA JUGA

Kamis, 26 Juli 2018 13:32

Sekolah Lapuk

TAMPAK sebagian atap tak lagi menutupi gedung tua itu. Penyangganya hampir lepas. Cahaya masuk dengan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:07

Menuju Kota Digital

DIGITALISASI merupakan bagian dari revolusi industri 4.0 (four point zero). Jika revolusi industri 1.0…

Rabu, 11 Juli 2018 13:56

Mengukur Tensi Politik Menjelang Pileg 2019

TAK terasa roda perputaran sang waktu silih berganti, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan…

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:24

FILANTROPISME RAMADAN

SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang…

Jumat, 01 Juni 2018 12:08

Atasi Kram saat Menstruasi

DI sela aktivitas yang cukup padat sebagai siswa Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:59

Terapi Emosi dalam Sekejap

SAAT berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .