MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 11 Desember 2017 10:42
Warga Bakal Mengadu ke Bupati
BUKAN ANCAMAN: Warga Kampung Biatan Ilir akan kembali melakukan aksi menuntut kejelasan lahan yang berada di luar HGU PT DLJ.

PROKAL.CO, BIATAN – Konflik sengketa lahan antara warga Kampung Biatan Ilir dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Dwiwira Jaya Lestari (DLJ) masih berlanjut. Dalam waktu dekat, perwakilan warga perkampungan yang terletak di Kecamatan Biatan itu, akan menemui Bupati Berau Muharram.

Tujuannya, untuk mengadukan konflik yang telah terjadi sejak 2016 lalu, namun hingga kini tak ada penyelesaiannya. Terutama atas status lahan 296, 12 hektare (ha) yang berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) PT DLJ.

“Rencananya dalam waktu dekat kami ingin menemui beliau (Bupati, Red.). Mudahan bupati ada waktu dan merespons keluh kesah kami.” kata Tokoh masyarakat Kampung Biatan Ilir, Abu kepada awak Berau Post, Minggu (10/12).

Dirinya juga akan meminta kepada bupati untuk membekukan sementara kegiatan PT DLJ di lahan yang bersengketa.  “Karena status kami saat ini tekatung-katung, tak ada kejelasan. Persoalan kami hanya dilempar sana, lempar sini oleh sejumlah oknum pemerintahan. Besar harapannya, permintaan kami nantinya dapat diberikan bupati. Jadi, antara perusahaan dan kami sama-sama menunggu. Tidak adil tuntutan kami belum dijawab, sementara perusahaan bebas beraktivitas,” ucapnya.

Oleh karena itu, aksi yang akan kembali dilakukan nanti, pihaknya akan menolak jika diajak mediasi. Pasalnya, berita acara saat itu tidak memiliki jawaban hingga batas waktu yang diberikan.

Tetapi, dirinya akan memberikan dua opsi dan satu harus dipilih oleh pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pertama, perusahaan mau melepaskan lahan seluas 296, 12 hektare (ha) yang berada di luar Hak Guna Usaha (HGU).

“Yang kedua,  jika perusahaan tidak bisa memberikan opsi pertama. Pihaknya akan menutup semua aktivitas perkebunan maupun pabrik. Sampai ada titik kejelasan yang kami inginkan. Ini harga mati,” tegasnya. ”Tapi, aksi ini usai menemui bupati. Jika respons sesuai keinginan kami, aksi itu akan kami tunda,”pungkasnya.

Sementara, pihak PT DLJ saat dimintai keterangan terkait rencana warga Kampung Biatan Ilir, belum merespon telepon maupun pesan singkat yang dikirim awak Berau Post hingga berita ini ditertibkan.

Diwartakan sebelumnya, niat untuk mempertemukan pihak yang bersengketa juga akan dilakukan oleh DPRD Berau. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut oleh satu pun anggota legislatif. “Lahan itu menjadi tanda tanya milik siapa. Karena berada di luar HGU. Sementara hasil panen diambil perusahaan,” kata Abdul Waris, Selasa (5/12).

Bahkan menurut informasi yang diterimanya, ada izin perusahaan yang sedang berproses untuk mengambil lahan sawit tersebut. Sementara di sisi lain, pemerintah melakukan moratorium. “Ini harus diklarafikasi oleh pemerintah. Makanya, selain mengundang pihak perusahaan, kami juga mengundang instansi terkait dan perwakilan masyarakat Biatan,” jelas anggota Komisi II DPRD Berau ini.

Lebih lanjut dikatakan Waris, persoalan ini juga disampaikan warga saat ia menggelar reses di Kecamatan Biatan. Masyarakat berharap agar pemerintah menyelesaikan masalah tersebut. Khususnya pihak perusahaan, diharapkan agar mengakomodasi keinginan warga. “Karena ini aspirasi warga, tentu kami akan fasilitasi,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Menurut Waris, rapat dengar pendapat dengan perusahaan, instansi terkait dan masyarakat diagendakan pada minggu kedua bulan ini. “Kami berharap pihak perusahaan tidak diwakilkan. Yang datang, bisa mengambil keputusan,” pungkasnya. (jun/rio2)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 13:27

Pesawat Amfibi Diwacanakan Beroperasi di Maratua

TANJUNG REDEB – Pulau Maratua memang memikat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Hal itu…

Selasa, 25 September 2018 13:26

Hari Statistik Nasional, Perayaan bagi Seluruh Insan Statistik

DEWASA ini, statistik memiliki posisi penting dalam pembangunan bangsa. Peran data sebagai penentu kebijakan…

Selasa, 25 September 2018 13:25

Diserang Penyu, Pengembangan Rumput Laut Terpaksa Dihentikan

BATU PUTIH - Pengembangan rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih mengalami kendala.…

Selasa, 25 September 2018 13:24

September, BPBD Tangani 11 Karhutla

TANJUNG REDEB – Pada September ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, terhitung…

Selasa, 25 September 2018 13:24

TRC Respons Keluhan Warga

TANJUNG REDEB - Menindak lanjuti kondisi Jalan Bujangga yang berpotensi membahayakan pengendara, karena…

Selasa, 25 September 2018 13:23

Pantai Giring-Giring Abrasi, Warga Khawatir

BIDUKBIDUK- Warga yang berada di sekitar pantai Kampung Giring-Giring Kecamatan Bidukbiduk, mulai waswas…

Senin, 24 September 2018 13:24

Solar Eceran Mulai Langka di Talisayan

TALISAYAN - Sulitnya mendapatkan solar eceran di Kecamatan Batu Putih, juga terjadi di Kampung Talisayan…

Senin, 24 September 2018 13:23

Demi Keamanan, Bidukbiduk Perlu Bus Sekolah

BIDUKBIDUK- Belum adanya alat transportasi antar jemput siswa di Kecamatan Bidukbiduk, membuat puluhan…

Senin, 24 September 2018 13:22

Warga Masih Khawatir dengan Teror Kuyang

BATU PUTIH - Dampak dari penampakan yang diduga kuyang, hingga kini masih menimbulkan kekhawatiran masyarakat…

Senin, 24 September 2018 13:22

Aktivitas di Tepi Jalan Bujangga Jadi Perhatian

TANJUNG REDEB - Setelah menurunkan beban kendaraan yang melintas di Jalan Bujangga, dari 8 ton mejadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .