MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 11 Desember 2017 10:42
Warga Bakal Mengadu ke Bupati
BUKAN ANCAMAN: Warga Kampung Biatan Ilir akan kembali melakukan aksi menuntut kejelasan lahan yang berada di luar HGU PT DLJ.

PROKAL.CO, BIATAN – Konflik sengketa lahan antara warga Kampung Biatan Ilir dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Dwiwira Jaya Lestari (DLJ) masih berlanjut. Dalam waktu dekat, perwakilan warga perkampungan yang terletak di Kecamatan Biatan itu, akan menemui Bupati Berau Muharram.

Tujuannya, untuk mengadukan konflik yang telah terjadi sejak 2016 lalu, namun hingga kini tak ada penyelesaiannya. Terutama atas status lahan 296, 12 hektare (ha) yang berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) PT DLJ.

“Rencananya dalam waktu dekat kami ingin menemui beliau (Bupati, Red.). Mudahan bupati ada waktu dan merespons keluh kesah kami.” kata Tokoh masyarakat Kampung Biatan Ilir, Abu kepada awak Berau Post, Minggu (10/12).

Dirinya juga akan meminta kepada bupati untuk membekukan sementara kegiatan PT DLJ di lahan yang bersengketa.  “Karena status kami saat ini tekatung-katung, tak ada kejelasan. Persoalan kami hanya dilempar sana, lempar sini oleh sejumlah oknum pemerintahan. Besar harapannya, permintaan kami nantinya dapat diberikan bupati. Jadi, antara perusahaan dan kami sama-sama menunggu. Tidak adil tuntutan kami belum dijawab, sementara perusahaan bebas beraktivitas,” ucapnya.

Oleh karena itu, aksi yang akan kembali dilakukan nanti, pihaknya akan menolak jika diajak mediasi. Pasalnya, berita acara saat itu tidak memiliki jawaban hingga batas waktu yang diberikan.

Tetapi, dirinya akan memberikan dua opsi dan satu harus dipilih oleh pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pertama, perusahaan mau melepaskan lahan seluas 296, 12 hektare (ha) yang berada di luar Hak Guna Usaha (HGU).

“Yang kedua,  jika perusahaan tidak bisa memberikan opsi pertama. Pihaknya akan menutup semua aktivitas perkebunan maupun pabrik. Sampai ada titik kejelasan yang kami inginkan. Ini harga mati,” tegasnya. ”Tapi, aksi ini usai menemui bupati. Jika respons sesuai keinginan kami, aksi itu akan kami tunda,”pungkasnya.

Sementara, pihak PT DLJ saat dimintai keterangan terkait rencana warga Kampung Biatan Ilir, belum merespon telepon maupun pesan singkat yang dikirim awak Berau Post hingga berita ini ditertibkan.

Diwartakan sebelumnya, niat untuk mempertemukan pihak yang bersengketa juga akan dilakukan oleh DPRD Berau. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut oleh satu pun anggota legislatif. “Lahan itu menjadi tanda tanya milik siapa. Karena berada di luar HGU. Sementara hasil panen diambil perusahaan,” kata Abdul Waris, Selasa (5/12).

Bahkan menurut informasi yang diterimanya, ada izin perusahaan yang sedang berproses untuk mengambil lahan sawit tersebut. Sementara di sisi lain, pemerintah melakukan moratorium. “Ini harus diklarafikasi oleh pemerintah. Makanya, selain mengundang pihak perusahaan, kami juga mengundang instansi terkait dan perwakilan masyarakat Biatan,” jelas anggota Komisi II DPRD Berau ini.

Lebih lanjut dikatakan Waris, persoalan ini juga disampaikan warga saat ia menggelar reses di Kecamatan Biatan. Masyarakat berharap agar pemerintah menyelesaikan masalah tersebut. Khususnya pihak perusahaan, diharapkan agar mengakomodasi keinginan warga. “Karena ini aspirasi warga, tentu kami akan fasilitasi,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Menurut Waris, rapat dengar pendapat dengan perusahaan, instansi terkait dan masyarakat diagendakan pada minggu kedua bulan ini. “Kami berharap pihak perusahaan tidak diwakilkan. Yang datang, bisa mengambil keputusan,” pungkasnya. (jun/rio2)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 11:36

Kelurahan Karang Ambun Siapkan Posyandu Lansia

TANJUNG REDEB – Kelurahan Karang Ambun akhirnya memiliki Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) khusus…

Jumat, 23 Februari 2018 11:36

Antisipasi Banjir Terus Dilakukan

TANJUNG REDEB –Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, terus rutin membersihkan saluran-saluran…

Jumat, 23 Februari 2018 11:34

Gurimbang Ajukan 19 Pogram

SAMBALIUNG – Kampung Gurimbang telah menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang)…

Jumat, 23 Februari 2018 11:30

Dua Kampung Belum Bentuk BUMK

TALISAYAN – Belum seluruhnya perkampungan di wilayah Kecamatan Talisayan, membentuk Badan Usaha…

Jumat, 23 Februari 2018 11:30

Yamsir Sesalkan Kinerja BPK

TALISAYAN – Kinerja Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Talisayan, belum maksimal. Dalam tujuh…

Jumat, 23 Februari 2018 11:29

Jelang MTQ, Rambu Lalu Lintas Bakal Diremajakan

TANJUNG REDEB -  Jelang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Dinas Perhubungan (Dishub) Berau akan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:28

Rokok Penyumbang Kemiskinan Terbesar Kedua

TANJUNG REDEB - Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, mencatat tingkat kemiskinan masyarakat di Bumi Batiwakkal,…

Kamis, 22 Februari 2018 11:48

Talisayan Aktifkan Ronda Malam

TALISAYAN – Untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, perlu kesadaran warga dalam menggalakkan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:46

Tegaskan Larangan Miras dan Judi

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir, melarang keras adanya aktivitas perjudian maupun penjualan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:46

Hari Ini, Sidang Darsi Digelar

TANJUNG REDEB – Persidangan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Darsi (65) warga Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .