MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 12 Desember 2017 00:05
Kurangi Beban Angkutan, Kadishub Berharap Kesadaran Perusahaan

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perhubungan Kadishub) Berau Abdurrahman, meminta instansi terkait di Pemprov Kaltim melakukan pengkajian ulang untuk memastikan kekuatan jembatan-jembatan yang ada di Bumi Batiwakkal.

Usulan itu diutarakan Abdurrahman menyikapi kondisi Jembatan Sei Lempake yang kondisinya sangat mengkhawatirkan.

“Kita minta dikaji ulang rancangannya, apakah memungkinkan diperbaiki apa diganti baru. Karena kendaraan yang lewat sudah lebih dari batas maksimal,” ungkapnya saat diwawancara Berau Post, kemarin (11/12).

Dikatakannya, kapasitas seluruh jembatan di Berau, sama dengan kekuatan jalan-jalan protokol dengan batas maksimal 8 ton. Hal itu tidak sebanding dengan banyaknya kendaraan milik perusahaan, terutama pengangkut hasil perkebunan kelapa sawit yang bebannya minimal 15 ton. “Bahkan bisa lebih dari itu (beban 15 ton),” katanya.

Peninjauan ulang segera dilakukan sehingga bisa memperkirakan berapa kebutuhan biaya perbaikannya guna diperjuangkan saat penyusunan anggaran.

“Tapi sambil menunggu, kami akan coba tinjau juga ke sana. Kalau kondisinya memang mengkhawatirkan, kami akan pasang rambu hati-hati,” ungkapnya.

“Kita harap perusahaan juga sadar diri dengan mulai mengurangi bebannya sesuai kapasitas jembatan,” tambah Abdurrahman.

Seperti diketahui, aspal jembatan yang juga dikenal dengan sebutan Jembatan Sei Slengkop, sudah jebol. Bahkan, beberapa besi di bagian bawah jembatan juga terlihat patah. Kondisi itu membuat pengendara merasa khawatir ketika melintasi jembatan di Ibu Kota Kecamatan Biatan itu.

Sekretaris Komisi III DPRD Berau Rudi P Mangungsong juga menganggap kerusakan itu harus menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim. Sebab jembatan itu merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan Tanjung Redeb dengan empat kecamatan yang ada di kawasan pesisir selatan Berau, seperti Kecamatan Talisayan, Batu Putih dan Bidukbiduk.

Menurutnya, penanganan Jembatan Sei Lempake tidak bisa sekadar melakukan peremajaan, tapi dengan membangun jembatan baru. Itu karena fungsinya yang sudah tidak sama lagi dengan tujuan saat awal pembangunan jembatan.

“Bisa jadi dulunya jembatan itu dibangun untuk dilewati mobil-mobil kecil. Namun seiring perkembangan di kawasan pesisir, kini jembatan itu dilintasi truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) maupun Tandan Buah Segar (TBS), makanya jembatan lebih cepat rusak,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya juga mengharapkan kepada seluruh perusahaan sawit yang beroperasi di kawasan pesisir selatan Berau untuk bersama-sama menjaga jembatan tersebut. Salah satunya dengan mulai mengurangi beban kendaraan ketika hendak melintasi jembatan.

“Itu kan untuk kepentingan dia juga, bayangkan saja ketika jembatan itu putus maka mereka juga yang akan rugi dan perekonomian masyarakat di sana juga akan ikut terganggu,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi yang sempat dimintai komentarnya, mengaku terkejut mengetahui beberapa besi penopang di bagian bawah jembatan ada yang patah. Dirinya berjanji segera menginstruksikan DPUPR Kaltim untuk mengambil tindakan.

“Kalau begitu ini darurat dan bahaya untuk pengendara, apalagi akses tiga kecamatan. Segera saya minta penanganan darurat ini,” tegasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:31

Mengaku Panggilan Hati, Kian Mempertebal Iman

Rumah ibadah seperti masjid adalah tempat suci bagi umat Islam. Maka harus dibuat nyaman. Ya, membuat…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:30

Yudha: Saya Pikir Itu Ranahnya DLHK

TANJUNG REDEB – Jalan Diponegoro dikeluhkan warga, lantaran berdebu dan membuat tidak nyaman untuk…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Dokter di Pulau Derawan Kosong, Akibat Kontrak Tahunan

PULAU DERAWAN – Masyarakat di Pulau Derawan tampaknya harus bersabar mendapat pelayanan kesehatan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:28

Adu Peruntungan di Badai Politik

TANJUNG REDEB – 2018 tepat disebut sebagai tahun politik. Atmosfernya tidak hanya dirasakan oleh…

Jumat, 19 Januari 2018 11:44

Satu Parpol Penuhi Syarat, Lainnya Proses Perbaikan

TANJUNG REDEB - Sebagaimana mandat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2017, KPU Berau…

Jumat, 19 Januari 2018 11:43

Pencegahan untuk Wabah Difteri, Vaksin Sangat Menentukan

TANJUNG REDEB – Beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), terjangkit wabah penyakit difteri.…

Jumat, 19 Januari 2018 11:41

Tunggu Usulan dari Provinsi, Disbudpar Optimistis Penetapan KEK Maratua

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, optimistis tahun 2018, dapat mewujudkan…

Jumat, 19 Januari 2018 11:39

Menikmati, Jadikan Mengurus Masjid sebagai Hobi

Kesukaan setiap orang memang berbeda-beda. Seperti halnya Muhammad Ramli, yang sangat menyukai kesehariannya…

Kamis, 18 Januari 2018 00:28

Masih Aman, Difteri Terus Diwaspadai

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai…

Kamis, 18 Januari 2018 00:06

Buat Suasana Masjid Senyaman Mungkin

Membangun dan memenuhi fasilitas masjid, hampir semuanya dilakukan oleh pengurus masjid. Ha itu untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .