MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 12 Desember 2017 00:07
Cederai Demokrasi Kampung

Dugaan Tekanan pada Kakam Terpilih untuk Mengundurkan Diri

Anwar

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) serentak tahun ini, sejatinya berjalan cukup baik. Tapi menurut Wakil Ketua DPRD Berau Anwar, banyak kabar beredar jika ada pihak yang berupaya menekan beberapa kepala kampung (kakam) terpilih untuk mengundurkan diri. Hal tersebut menurutnya, sangat mencederai proses demokrasi yang sudah terbangun di kampung.

Menurut politikus Partai Demokrat ini, apapun hasil pelaksanaan pilkakam, merupakan gambaran sebagian besar aspirasi dan hati nurani masyarakat yang perlu diapresiasi. Terlebih semua calon telah melewati berbagai tahap seleksi yang dilakukan panitia pelaksana.

“Infonya, ada beberapa kakam yang diduga melakukan pelanggaran, mendapat tekanan supaya mau mengundurkan diri. Padahal mereka belum terbukti salah. Masih dugaan,” ungkapnya saat menghubungi Berau Post, kemarin (11/12).

Lanjut Anwar, semua kakam terpilih berhak dilantik. Jika dalam perjalanan ketika memimpin kampung ada tersandung masalah hukum, tentu proses hukum tetap berjalan walau yang bersangkutan sudah berstatus kepala kampung.

“Karena hal itu berbeda. Makanya jangan ada tekanan, apalagi meminta kakam terpilih mengundurkan diri. Saya sangat menyesalkan hal itu,” ujarnya.

Di sisi lain, saat mengikuti pesta demokrasi enam tahunan tersebut, seluruh kakam telah melalui tahap seleksi yang ketat. Melalui pemeriksaan berkas, tahapan verifikasi oleh panitia secara berjenjang, hingga mendapat dukungan terbesar dari masyarakat.

Dari proses ketat tersebut, seharusnya tidak menyisakan persoalan. Apalagi persoalan dugaan ijazah palsu yang digunakan kakam terpilih, seperti yang saat ini banyak dilaporkan masyarakat kepada aparat kepolisian.

“Jadi ketika ditemukan pelanggaran, panitianya juga perlu dievaluasi. Bagaimana bisa meloloskan calon yang melanggar ketentuan. Jadi bisa dibilang panitianya juga tidak becus,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada 17 Oktober lalu, Kabupaten Berau menggelar pilkakam serentak di 52 kampung. Setelah proses demokrasi dan ditetapkan seluruh kakam terpilih, sejumlah persoalan bermunculan, seperti dugaan penggunaan ijazah palsu dan sebagainya. Sementara sesuai tahapan, pelantikan kakam terpilih akan dilaksanakan Kamis (14/12) mendatang di Tanjung Redeb. (sam/udi)


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 19:52

Pupuk Kepedulian Menjaga Urat Nadi Perekonomian

Persoalan sampah merupakan masalah yang tak pernah terselesaikan sejak dulu.…

Senin, 12 November 2018 19:49

AJ dan SN Hanya Wajib Lapor

TANJUNG REDEB – Berkas perkara perusakan bus karyawan di Kampung…

Senin, 12 November 2018 19:44

Siapkan Genset 80 kVA, Antisipasi Pemadaman Listrik Mendadak saat SKD CPNS

TANJUNG REDEB – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri…

Senin, 12 November 2018 18:39

Bakal Lepas dari Krisis Anggaran

TANJUNG REDEB - Tahun depan, Kabupaten Berau diperkirakan bakal lepas…

Minggu, 11 November 2018 17:57

UMK 2019 Disepakati Rp 3.120.996

TANJUNG REDEB -  Dewan Pengupahan Kabupaten Berau telah menetapkan besaran…

Minggu, 11 November 2018 17:53

Sebut Sikap KPU Sudah Sesuai

TANJUNG REDEB – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Berau,…

Minggu, 11 November 2018 17:46

Jangan Pernah Hukum Anak

TANJUNG REDEB – Mendisiplinkan anak-anak tak perlu dengan kekerasan, banyak…

Sabtu, 10 November 2018 13:41

Kini Berwenang Menyelesaikan Sengketa Pemilu

Sekitar lima bulan lagi, masyarakat akan memilih wakil mereka di…

Sabtu, 10 November 2018 13:37

Bulan Ini, Beasiswa Berau Gemilang Cair

TANJUNG REDEB – Sebanyak 845 mahasiswa dan 756 pelajar SMA…

Sabtu, 10 November 2018 13:09

Tegaskan PTT Harus Netral

TANJUNG REDEB – Persoalan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang turut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .