MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 12 Desember 2017 00:08
Sempat Ingin Menyerah, Kini Dituntut Serba Bisa

Pengabdian Petugas-Petugas Kesehatan di Kampung: Windu Lestari (3)

SELALU SIAGA: Windu Lestari, bidan siaga di Polindes Kampung Tanjung Perangat.

PROKAL.CO, Bertugas sebagai bidan di kampung, memberikan tantangan besar bagi Windu Lestari. Menurut petugas kesehatan di Kampung Tanjung Perangat, Sambaliung ini, mengemban amanah di perkampungan bukan sekadar membutuhkan tenaga, tetapi pikirannya juga akan terkuras, terutama untuk memberi pemahaman pentingnya menjaga kesehatan bagi masyarakat.

 

SINJA LUKY, Tanjung Redeb

 

SENYUM ramah terpancar di wajah Windu Lestari. Dengan logat Berau yang kental, Windu menyambut kedatangan Berau Post yang telah mengatur janji bertemu di kediamannya, Jalan Al-Kautsar, Kelurahan Sambaliung, Senin (11/12) lalu.

Sejak awal 2016 lalu, Windu mengemban amanah sebagai bidan di Pondok Bersalin Desa (Polindes) Kampung Tanjung Perangat. Mendapat amanah yang dianggapnya sebagai tantangan, Windu mengaku sempat ingin menyerah.

“Ketika awal-awal bertugas, saya sempat gundah. Minimnya sarana dan infrastruktur, serta beratnya medan yang harus saya tempuh, sempat membuat saya hampir menyerah. Namun, kondisi yang sulit tersebut justru memacu semangat saya,” ungkapnya membuka perbincangan.

Namun, rasa ingin menyerah tersebut berhasil dikalahkan dengan besarnya dorongan untuk membantu masyarakat kampung yang kala itu memang sangat membutuhkan tenaga kesehatan. Apalagi, dengan akses menuju kampung yang kurang baik, memberinya keyakinan jika warga di sana sangat mengandalkan petugas kesehatan kampung untuk mendapat layanan kesehatan.

Harapan besar dari masyarakat itulah yang kemudian memberi motivasi bagi perempuan lulusan Akademi Kebidanan Jember tersebut untuk mengabdikan diri.

“Saat itu masyarakat di sana memang sangat membutuhkan tenaga medis, karena itu saya mau dan berusaha untuk memenuhi kewajiban saya membantu mereka yang ada di perkampungan,” ujarnya.

Selain mengamalkan keahliannya sebagai bidan, Windu juga turut mempelajari karakteristik masyarakatnya. Terutama kebiasaan masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Windu juga coba memahami kebiasaan masyarakat memperlakukan ibu hamil, hingga penanganan kesehatan dalam keadaan darurat. “Makanya sebelum saya bertugas, saya melakukan survei dulu di sana (Tanjung Perangat, red),” ungkapnya.

Selain bertugas melayani proses persalinan, mulai masa kehamilan, melahirkan hingga masa nifas. Selain itu, Windu juga dituntut untuk membantu menjaga kesehatan ibu dan anak dan memaksanya menjadi serba bisa dalam penanganan kesehatan.

“Yang sakit, asal sesuai dengan kemampuan harus saya tangani. Tapi jika memang tidak, akan saya sarankan untuk dirujuk ke puskesmas,” tuturnya.

Untungnya, peralatan kesehatan di polindes cukup memadai. Termasuk persediaan obat-obatan dari puskesmas selalu tercukupi. “Jika ada kesulitan dalam menangani pasien, kami langsung rujuk. Tapi itu juga dengan perhitungan matang, karena jarak ke puskesmas yang lumayan jauh,” jelasnya.

Sebagai bidan, Windu juga tak pernah segan membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan, walau saat dirinya sedang tidak bertugas. Seperti pasien yang datang ke rumah, atau dijemput pada malam hari karena ada ibu hamil di kampung yang akan menjalani proses persalinan.

“Namanya tugas, harus terima apapun risikonya. Tetapi terlepas dari semua itu. Tapi itu juga memberikan kepuasan tersendiri, apalagi bisa menyelamatkan ibu dan anak selama proses persalinan. Yang jelas, saya hanya berusaha membantu, semua saya serahkan kepada yang Kuasa,” pungkas perempuan 23 tahun itu. (*/bersambung/udi)

 


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 11:50

Wisnu Haris Tutup Usia

TANJUNG REDEB - Mantan Staf Ahli Bidang Pembangunan Wisnu Haris (59), mengembuskan napas terakhirnya…

Selasa, 24 April 2018 11:48

Hanya Lima Sekolah Gelar UNBK

TANJUNG REDEB – Sebanyak 3.942 pelajar SMP sederajat, mengikuti ujian nasional kemarin (23/4).…

Selasa, 24 April 2018 11:47

Penyegaran untuk Menjawab Tantangan

BALIKPAPAN - Tantangan industri media yang semakin beragam, menuntut respons terbaik. Tak terkecuali…

Selasa, 24 April 2018 11:46

Perdata Mental, Bisa Dipidanakan

TANJUNG REDEB – Tunggakan pajak sebesar Rp 26 miliar oleh PT Kertas Nusantara (KN), bisa dibawa…

Senin, 23 April 2018 10:19

Dewan Setuju Kontraktor Diberi Sanksi

TANJUNG REDEB – Lalai dalam pemasangan papan proyek, Wakil Ketua DPRD Berau Saga, setuju agar…

Senin, 23 April 2018 10:18

PT KN Tunggak Pajak Rp 26 Miliar

TANJUNG REDEB – Belum selesai persoalan tunggakan gaji ribuan karyawan, muncul lagi masalah lain…

Senin, 23 April 2018 10:17

Dinas Perikanan Dilema

TANJUNG REDEB – Berbagai jenis olahan makanan berbahan utama Kima, sudah lama menjadi kuliner…

Senin, 23 April 2018 10:17

Wabup Temukan Kepsek Jarang Ngantor

KELAY – Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo dibuat kecewa saat berkunjung ke Kecamatan Kelay…

Minggu, 22 April 2018 12:18

IMB di RT 13, Bangunan di RT 11

TANJUNG REDEB – Bangunan penampungan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di kawasan Lamin,…

Minggu, 22 April 2018 12:16

Bupati Minta PU Tegur Kontraktor

TANJUNG REDEB – Tak ingin malu saat menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .