MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 12 Desember 2017 00:08
Sempat Ingin Menyerah, Kini Dituntut Serba Bisa

Pengabdian Petugas-Petugas Kesehatan di Kampung: Windu Lestari (3)

SELALU SIAGA: Windu Lestari, bidan siaga di Polindes Kampung Tanjung Perangat.

PROKAL.CO, Bertugas sebagai bidan di kampung, memberikan tantangan besar bagi Windu Lestari. Menurut petugas kesehatan di Kampung Tanjung Perangat, Sambaliung ini, mengemban amanah di perkampungan bukan sekadar membutuhkan tenaga, tetapi pikirannya juga akan terkuras, terutama untuk memberi pemahaman pentingnya menjaga kesehatan bagi masyarakat.

 

SINJA LUKY, Tanjung Redeb

 

SENYUM ramah terpancar di wajah Windu Lestari. Dengan logat Berau yang kental, Windu menyambut kedatangan Berau Post yang telah mengatur janji bertemu di kediamannya, Jalan Al-Kautsar, Kelurahan Sambaliung, Senin (11/12) lalu.

Sejak awal 2016 lalu, Windu mengemban amanah sebagai bidan di Pondok Bersalin Desa (Polindes) Kampung Tanjung Perangat. Mendapat amanah yang dianggapnya sebagai tantangan, Windu mengaku sempat ingin menyerah.

“Ketika awal-awal bertugas, saya sempat gundah. Minimnya sarana dan infrastruktur, serta beratnya medan yang harus saya tempuh, sempat membuat saya hampir menyerah. Namun, kondisi yang sulit tersebut justru memacu semangat saya,” ungkapnya membuka perbincangan.

Namun, rasa ingin menyerah tersebut berhasil dikalahkan dengan besarnya dorongan untuk membantu masyarakat kampung yang kala itu memang sangat membutuhkan tenaga kesehatan. Apalagi, dengan akses menuju kampung yang kurang baik, memberinya keyakinan jika warga di sana sangat mengandalkan petugas kesehatan kampung untuk mendapat layanan kesehatan.

Harapan besar dari masyarakat itulah yang kemudian memberi motivasi bagi perempuan lulusan Akademi Kebidanan Jember tersebut untuk mengabdikan diri.

“Saat itu masyarakat di sana memang sangat membutuhkan tenaga medis, karena itu saya mau dan berusaha untuk memenuhi kewajiban saya membantu mereka yang ada di perkampungan,” ujarnya.

Selain mengamalkan keahliannya sebagai bidan, Windu juga turut mempelajari karakteristik masyarakatnya. Terutama kebiasaan masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Windu juga coba memahami kebiasaan masyarakat memperlakukan ibu hamil, hingga penanganan kesehatan dalam keadaan darurat. “Makanya sebelum saya bertugas, saya melakukan survei dulu di sana (Tanjung Perangat, red),” ungkapnya.

Selain bertugas melayani proses persalinan, mulai masa kehamilan, melahirkan hingga masa nifas. Selain itu, Windu juga dituntut untuk membantu menjaga kesehatan ibu dan anak dan memaksanya menjadi serba bisa dalam penanganan kesehatan.

“Yang sakit, asal sesuai dengan kemampuan harus saya tangani. Tapi jika memang tidak, akan saya sarankan untuk dirujuk ke puskesmas,” tuturnya.

Untungnya, peralatan kesehatan di polindes cukup memadai. Termasuk persediaan obat-obatan dari puskesmas selalu tercukupi. “Jika ada kesulitan dalam menangani pasien, kami langsung rujuk. Tapi itu juga dengan perhitungan matang, karena jarak ke puskesmas yang lumayan jauh,” jelasnya.

Sebagai bidan, Windu juga tak pernah segan membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan, walau saat dirinya sedang tidak bertugas. Seperti pasien yang datang ke rumah, atau dijemput pada malam hari karena ada ibu hamil di kampung yang akan menjalani proses persalinan.

“Namanya tugas, harus terima apapun risikonya. Tetapi terlepas dari semua itu. Tapi itu juga memberikan kepuasan tersendiri, apalagi bisa menyelamatkan ibu dan anak selama proses persalinan. Yang jelas, saya hanya berusaha membantu, semua saya serahkan kepada yang Kuasa,” pungkas perempuan 23 tahun itu. (*/bersambung/udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:30

Yudha: Saya Pikir Itu Ranahnya DLHK

TANJUNG REDEB – Jalan Diponegoro dikeluhkan warga, lantaran berdebu dan membuat tidak nyaman untuk…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Dokter di Pulau Derawan Kosong, Akibat Kontrak Tahunan

PULAU DERAWAN – Masyarakat di Pulau Derawan tampaknya harus bersabar mendapat pelayanan kesehatan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat

TANJUNG REDEB – Angin kencang disertai hujan lebat diprediksi terjadi hingga akhir bulan ini.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:28

Adu Peruntungan di Badai Politik

TANJUNG REDEB – 2018 tepat disebut sebagai tahun politik. Atmosfernya tidak hanya dirasakan oleh…

Jumat, 19 Januari 2018 11:44

Satu Parpol Penuhi Syarat, Lainnya Proses Perbaikan

TANJUNG REDEB - Sebagaimana mandat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2017, KPU Berau…

Jumat, 19 Januari 2018 11:43

Pencegahan untuk Wabah Difteri, Vaksin Sangat Menentukan

TANJUNG REDEB – Beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), terjangkit wabah penyakit difteri.…

Jumat, 19 Januari 2018 11:42

2017, Klaim JKK Naik Signifikan, Tanda Kurang Baik Penerapan K3

TANJUNG REDEB - Jumlah klaim santunan program jaminan sosial ketenagakerjaan peserta, di wilayah kerja…

Jumat, 19 Januari 2018 11:41

Tunggu Usulan dari Provinsi, Disbudpar Optimistis Penetapan KEK Maratua

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, optimistis tahun 2018, dapat mewujudkan…

Kamis, 18 Januari 2018 00:28

Masih Aman, Difteri Terus Diwaspadai

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai…

Kamis, 18 Januari 2018 00:07

COP Bakal Lepasliarkan 5 Orangutan

KELAY – Keberadaan Orangutan di sekitar Hutan Lindung Lesan, Kecamatan Kelay kian hari semakin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .