MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 13 Desember 2017 00:07
Bupati Tegaskan Tak Ada Intervensi
Muharram

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram angkat bicara terkait dugaan intervensi yang dilakukan pihak tertentu, agar beberapa kepala kampung (kakam) terpilih mengundurkan diri sebelum dilantik, Kamis (14/12).

Ditegaskan Muharram, dirinya memang pernah bertemu Rijal, Kakam Merancang Ilir terpilih dan Jaiz, Kakam Kasai terpilih.

Dijelaskannya, kedua kakam terpilih tersebut memang tengah bermasalah karena adanya laporan masyarakat terkait dugaan ijazah palsu yang digunakan keduanya.

Karena masalah yang dihadapi itulah, Muharram kemudian menyarankan kepada kedua kakam tersebut untuk mengundurkan diri sebelum dilaksanakan pelantikan.

“Ketemunya tidak bersamaan dan memang tidak pernah diagendakan,” kata Muharram kepada Berau Post kemarin (12/12).

Dari pengakuan keduanya, lanjut Muharram, ijazah yang mereka gunakan untuk mendaftar pada pelaksanaan pilkakam, didapat secara ilegal.

“Keduanya meminta saran. Makanya saya sarankan lebih baik kalau mereka mengundurkan diri. Supaya pemanfaatan ijazahnya tidak dianggap sesuatu yang bisa lebih parah lagi pelanggarannya,” ujar Muharram.

Lanjut Muharram, Rijal mengaku mendapatkan ijazah SMP dari salah satu sekolah di Desa Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Ijazah tersebut sebenarnya milik orang dengan nama yang sama dengannya. Setelah ditelusuri, pemilik ijazah yang sama merupakan seorang TNI yang bertugas di Sumatera. “Polisi juga sudah mengecek ke sekolah itu. Jadi kalau ada polisi menganggap ijazah Rijal tidak bisa dibuktikan bermasalah, itu tanda tanya juga,” katanya.

Sedangkan berdasarkan pengakuan Jaiz, ijazahnya didapat secara ilegal. Karena saat SD, dirinya tidak hadir saat pelaksanaan ujian. “Pengakuannya juga ijazah SD-nya dari kepala SD 006 Tanjung Batu dulu,” terangnya.

Nah, dari pengakuan kedua kakam terpilih tersebut, Muharram merasa bodoh jika tetap melantik dua orang yang sudah mengakui kesalahan yang dilakukannya.

“Saya sebagai bupati, ketika ada pengakuan seperti itu, kan enggak benar juga kalau tetap melantik yang bermasalah. Tapi kalau tidak ada pengunduran diri dari yang bersangkutan, tetap saya lantik,” ujarnya.

Tapi, saran tersebut jangan dianggap sebagai intervensi. Karena keputusannya tetap dikembalikan kepada yang bersangkutan.

“Jadi, tidak ada upaya untuk sengaja mencederai demokrasi. Boleh jadi informasi yang diterima dari orang lain, dianggap saya mengintervensi,” lanjutnya.

Hal itu menurutnya, juga tak lepas dari kelalaian panitia pilkakam. “Boleh jadi panitia juga ada main mata dengan calon, sehingga tidak terungkap kalau ijazahnya bermasalah,” pungkasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:31

Mengaku Panggilan Hati, Kian Mempertebal Iman

Rumah ibadah seperti masjid adalah tempat suci bagi umat Islam. Maka harus dibuat nyaman. Ya, membuat…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:30

Yudha: Saya Pikir Itu Ranahnya DLHK

TANJUNG REDEB – Jalan Diponegoro dikeluhkan warga, lantaran berdebu dan membuat tidak nyaman untuk…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Dokter di Pulau Derawan Kosong, Akibat Kontrak Tahunan

PULAU DERAWAN – Masyarakat di Pulau Derawan tampaknya harus bersabar mendapat pelayanan kesehatan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat

TANJUNG REDEB – Angin kencang disertai hujan lebat diprediksi terjadi hingga akhir bulan ini.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:28

Adu Peruntungan di Badai Politik

TANJUNG REDEB – 2018 tepat disebut sebagai tahun politik. Atmosfernya tidak hanya dirasakan oleh…

Jumat, 19 Januari 2018 11:44

Satu Parpol Penuhi Syarat, Lainnya Proses Perbaikan

TANJUNG REDEB - Sebagaimana mandat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2017, KPU Berau…

Jumat, 19 Januari 2018 11:43

Pencegahan untuk Wabah Difteri, Vaksin Sangat Menentukan

TANJUNG REDEB – Beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), terjangkit wabah penyakit difteri.…

Jumat, 19 Januari 2018 11:42

2017, Klaim JKK Naik Signifikan, Tanda Kurang Baik Penerapan K3

TANJUNG REDEB - Jumlah klaim santunan program jaminan sosial ketenagakerjaan peserta, di wilayah kerja…

Jumat, 19 Januari 2018 11:41

Tunggu Usulan dari Provinsi, Disbudpar Optimistis Penetapan KEK Maratua

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, optimistis tahun 2018, dapat mewujudkan…

Jumat, 19 Januari 2018 11:39

Menikmati, Jadikan Mengurus Masjid sebagai Hobi

Kesukaan setiap orang memang berbeda-beda. Seperti halnya Muhammad Ramli, yang sangat menyukai kesehariannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .