MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 13 Desember 2017 00:08
Tinggalkan Tarakan karena Kerusuhan, Tak Betah di Eka Sapta

Pengabdian Petugas-Petugas Kesehatan di Kampung: Istriyani (4)

BANYAK PENGALAMAN: Setelah dua kali berpindah tempat bertugas, Istriyani kini merasa betah ditugaskan di Kampung Bumi Jaya.

PROKAL.CO, Macam-macam suka duka menjadi petugas kesehatan di kampung. Seperti yang dialami Istriyani, bidan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

KERUSUHAN massa di Kota Tarakan beberapa tahun silam, menjadi salah satu pengalaman mengerikan yang mewarnai perjalanan kariernya di dunia kesehatan. Yang tak kalah seru bagi Istriyani, ketika bertugas di Kampung Eka Sapta yang saat itu tengah krisis air dan listrik. Bahkan, Istriyani juga punya pengalaman mistis ketika menetap di Kampung Bumi Jaya.

Petugas kesehatan yang kerap disapa Iis ini memang belum pernah mengabdi terlalu lama di suatu tempat. Paling lama tiga tahun.

Dimulai saat dirinya bertugas di Kota Tarakan, lalu dipindah ke Kampung Eka Sapta dan saat ini di Kampung Bumi Jaya, Talisayan.

Pertama kalinya ia bertugas tahun 2010 lalu, di Klinik Bersalin Ibu Sari Tarakan. Belum genap setahun, bidan cantik ini memutuskan untuk merantau ke Bumi Batiwakkal.

Pemicunya, karena di Tarakan terjadi kerusuhan besar. “Saya sampai enggak berani pulang, soalnya rusuhnya itu di depan klinik. Saya takut. Jadi hari ketiga konflik saya putuskan untuk pindah ke Berau,” ungkap perempuan kelahiran Sragen, Jawa Tengah, Selasa (12/12).

Gayung bersambut, pada Februari 2012 Iis diterima sebagai tenaga kesehatan oleh Dinas Kesehatan Berau. Iis langsung ditempatkan di Pustu Kampung Eka Sapta, Talisayan. Tetapi sampai di Eka Sapta, dirinya menemukan kesulitan lainnya. Akhirnya, Iis hanya bertahan sekitar dua tahun, hidup tanpa sinyal telekomunikasi dan air bersih yang sebenarnya sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan berat hati, Iis menyerah ditugaskan di kampung tersebut.

Selanjutnya, anak sulung dari dua bersaudara ini ditempatkan di Kampung Bumi Jaya, Talisayan.

Sejak awal bertugas akhir tahun 2014 lalu, Iis selalu berhadapan dengan masyarakat yang masih sangat mempercayai hal-hal mistis.

“Jadi kendalanya kalau di Bumi Jaya waktu itu, mereka masih percaya dukun dan hal-hal mistis. Misalnya kalau mau dirujuk (ke puskesmas induk), mereka enggak berani. Soalnya harus melewati tempat-tempat yang kata mereka punya nilai kekuatan magis, dan yang hamil tidak boleh lewat di sana,” ungkap anak pasangan Samino dan Sutarni ini.

Pernah satu kali, ibu hamil yang seharusnya bisa ditangani dengan baik justru gagal. Sang bayi meninggal. Mengapa? Karena saat itu masyarakat masih sangat bergantung pada dukun beranak, sehingga penanganan terlambat dilakukan. Meyakinkan pasien menjadi hal yang paling sulit, sementara saat itu pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit.

Meski begitu, kali ini ia tidak lagi mau menyerah. Keterbelakangan pendidikan dan ekonomi masyarakat di tempatnya bertugas, menggerakkan hatinya untuk terus-menerus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. Hal lainnya, sikap masyarakat yang teramat ramah menjadi penyemangat tambahan bagi perempuan kelahiran 20 April 1988 ini untuk terus mengabdi di Kampung Bumi Jaya.

Kesabaran memang selalu berbuah manis. Lambat laun masyarakat mulai mengerti. Sejak awal 2017, masyarakat sudah sadar untuk datang ke fasilitas kesehatan dalam memeriksakan kesehatan.

“Sekarang mereka sudah paham. Bayangkan, butuh waktu kurang lebih dua tahun untuk memberikan pemahaman pada mereka. Sekarang saya merasa puas dan bangga, sudah tidak ada lagi hal-hal mistis. Dukun beranak juga memahami dan bersedia membantu sesuai dengan pembagian kerja dan porsi masing-masing,” ujarnya.

Meski begitu, tetap saja setiap ada proses persalinan, dirinya harus membuat surat rujukan ke rumah sakit. Pasalnya, alat-alat kesehatan dan kelayakan ruang persalinan masih belum mendukung. Jadi, jauh-jauh hari dirinya sudah mendata ibu hamil yang mendekati masa persalinan dan berkoordinasi dengan sopir ambulans di sana.

“Biar kalau misal sudah dekat mau melahirkan, kita tinggal buatkan rujukan dan pasien diantar. Kecuali mendesak sekali baru dilakukan persalinan di pustu, itu juga harus dengan dampingan tenaga medis dari rumah sakit,” tutupnya. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:30

Yudha: Saya Pikir Itu Ranahnya DLHK

TANJUNG REDEB – Jalan Diponegoro dikeluhkan warga, lantaran berdebu dan membuat tidak nyaman untuk…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Dokter di Pulau Derawan Kosong, Akibat Kontrak Tahunan

PULAU DERAWAN – Masyarakat di Pulau Derawan tampaknya harus bersabar mendapat pelayanan kesehatan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:29

Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat

TANJUNG REDEB – Angin kencang disertai hujan lebat diprediksi terjadi hingga akhir bulan ini.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:28

Adu Peruntungan di Badai Politik

TANJUNG REDEB – 2018 tepat disebut sebagai tahun politik. Atmosfernya tidak hanya dirasakan oleh…

Jumat, 19 Januari 2018 11:44

Satu Parpol Penuhi Syarat, Lainnya Proses Perbaikan

TANJUNG REDEB - Sebagaimana mandat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2017, KPU Berau…

Jumat, 19 Januari 2018 11:43

Pencegahan untuk Wabah Difteri, Vaksin Sangat Menentukan

TANJUNG REDEB – Beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), terjangkit wabah penyakit difteri.…

Jumat, 19 Januari 2018 11:42

2017, Klaim JKK Naik Signifikan, Tanda Kurang Baik Penerapan K3

TANJUNG REDEB - Jumlah klaim santunan program jaminan sosial ketenagakerjaan peserta, di wilayah kerja…

Jumat, 19 Januari 2018 11:41

Tunggu Usulan dari Provinsi, Disbudpar Optimistis Penetapan KEK Maratua

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, optimistis tahun 2018, dapat mewujudkan…

Kamis, 18 Januari 2018 00:28

Masih Aman, Difteri Terus Diwaspadai

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai…

Kamis, 18 Januari 2018 00:07

COP Bakal Lepasliarkan 5 Orangutan

KELAY – Keberadaan Orangutan di sekitar Hutan Lindung Lesan, Kecamatan Kelay kian hari semakin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .