MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 13 Desember 2017 00:14
Pengusaha Menolak Kebijakan Pemkab

Pajak Sarang Walet Dianggap Memberatkan

BANYAK MENOLAK: Para pengusaha sarang burung walet rumahan di Kecamatan Talisayan menolak jika penarikan pajak sebesar 7 persen ditetapkan.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Penarikan pajak sarang burung walet yang tengah gencar dilakukan Pemkab Berau, mendapat penolakan oleh sejumlah pengusaha di Kecamatan Talisayan. Pasalnya, penarikan pajak sebesar 7 persen dari penghasilan dari penjualan sarang, dinilai sangat membebankan.

Hal itu dikatakan pengusaha walet rumahan Kecamatan Talisayan, Khairil. Ia merasa pemerintah harusnya melakukan sosialisasi dahulu sebelum membuat sebuah kebijakan. Apalagi untuk bisnis sarang burung walet ujarnya, cukup banyak orang yang bergantung.

“Harus disosialisasikan dulu. Ini seperti eputusan sepihak tampak mendengarkan keluh kesah kami,” katanya kepada awak Berau Post, Selasa (12/12).

Khairil bukan tidak mendukung rencana Pemkab Berau dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sarang burung walet rumahan. Tetapi, para pengusaha merasa, belum ada kontribusi dari pemerintah terhadap budidaya sarang walet rumahan. Seperti membantu program budidaya atau meningkatkan konstruksi bangunan sarang walet.

 “Ini sama saja perampokan namanya. Kesepakatan diambil sepihak, timbal balik ke kami tidak ada. Dimana ada retribusi, disitu ada kontribusi dong. Keberlangsungan budidaya harus diperhatikan,”kesalnya.

Apalagi, dalam setahun ini harga sarang burung walet kerap mengalami penurunan. ”Apakah harga turun, pajak juga ikut turun. Tidak kan. Ini tidak dipikirkan pemerintah. Harga jual tidak pernah stagnan,” pungkasnya.

Sira, pengusaha lainnya juga mengutarakan hal serupa.  Ia menuturkan, apalagi suara pemancing burung buatan, dibatasi waktu lantaran dianggap menganggu lingkungan sekitar.

“Jam 3-5 sore harus dimatikan suara pemancing burung buatan. Pemerintah bisa menjamin burung tidak pergi. Kasihan yang baru mulai jika ditetapkan hal itu. Lagi pula jam segitu bukan waktu istirahat. Malah jam segitu warga masih beraktivitas padat,” singkatnya.

Wisno, pengusaha lain yang keberatan dengan ketetapan 7 persen penarikan pajak sarang burung walet. Menurutnya, penerapan pajak harus direvisi pemerintah dengan menyaring pendapat pengusaha walet perumahan terlebih dulu.

Karena dirinya mendengar, tidak hanya penarikan dari daerah. Penarikan retribusi sarang burung walet juga akan diberlakukan sebagai penyumbang pendapatan kampung.

“Jika dikaji ulang penarikan pajak, juga harus melihat situasi di lapangan. Pemerintah jangan menetapkan sepihak. Karena penghasilan tiap usaha berbeda-beda,” pintanya. (jun/rio)


BACA JUGA

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…

Senin, 20 Agustus 2018 13:28

Kapal dan Alat Tangkap Masih Tertinggal

TANJUNG REDEB - Sekitar 90 persen nelayan yang ada di Kabupaten Berau, mencari ikan hanya di sekitar…

Senin, 20 Agustus 2018 13:26

Masih Terpuruk, Lada Dinilai Tak Lagi Menjanjikan

TALISAYAN- Rendahnya harga lada sepertinya menjadi keluhan bagi petani. Khususnya petani yang berada…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:22

Pasokan Ikan Kurang, Ternyata Nelayan Lebih Pilih Jual di Luar, TERNYATA INI ALASANNYA

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Kabupaten Berau, menyebut ada beberapa faktor pemicu kurangnya pasokan…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:18

BUMK Harus Maksimalkan Potensi yang Ada

TALISAYAN - Selain mengelola anggaran yang dikucurkan melalui Alokasi Dana Kampung (ADK), dari pemerintah…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:59

Pasokan Sedikit, Harga Ikan Naik

TANJUNG  REDEB - Cuaca buruk dan gelombang tinggi di laut memaksa nelayan di Kabupaten Berau, mengurangi…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:37

Demi Biaya Perawatan, Petani Harap Harga Sawit Naik

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, mengharapkan…

Senin, 13 Agustus 2018 00:19

Akui Penjualan Sapi Kurban Sepi

TANJUNG REDEB -  Menjelang Hari Raya Kurban, para pedagang hewan kurban sudah nampak menjajakan…

Senin, 13 Agustus 2018 00:14

Jangan Jual Sapi Bantuan Pemerintah

BIDUKBIDUK- Pemerintah Kecamatan Bidukbiduk, mengingatkan agar masyarakat peternak sapi untuk berhati-hati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .