MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 13 Desember 2017 00:14
Pengusaha Menolak Kebijakan Pemkab

Pajak Sarang Walet Dianggap Memberatkan

BANYAK MENOLAK: Para pengusaha sarang burung walet rumahan di Kecamatan Talisayan menolak jika penarikan pajak sebesar 7 persen ditetapkan.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Penarikan pajak sarang burung walet yang tengah gencar dilakukan Pemkab Berau, mendapat penolakan oleh sejumlah pengusaha di Kecamatan Talisayan. Pasalnya, penarikan pajak sebesar 7 persen dari penghasilan dari penjualan sarang, dinilai sangat membebankan.

Hal itu dikatakan pengusaha walet rumahan Kecamatan Talisayan, Khairil. Ia merasa pemerintah harusnya melakukan sosialisasi dahulu sebelum membuat sebuah kebijakan. Apalagi untuk bisnis sarang burung walet ujarnya, cukup banyak orang yang bergantung.

“Harus disosialisasikan dulu. Ini seperti eputusan sepihak tampak mendengarkan keluh kesah kami,” katanya kepada awak Berau Post, Selasa (12/12).

Khairil bukan tidak mendukung rencana Pemkab Berau dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sarang burung walet rumahan. Tetapi, para pengusaha merasa, belum ada kontribusi dari pemerintah terhadap budidaya sarang walet rumahan. Seperti membantu program budidaya atau meningkatkan konstruksi bangunan sarang walet.

 “Ini sama saja perampokan namanya. Kesepakatan diambil sepihak, timbal balik ke kami tidak ada. Dimana ada retribusi, disitu ada kontribusi dong. Keberlangsungan budidaya harus diperhatikan,”kesalnya.

Apalagi, dalam setahun ini harga sarang burung walet kerap mengalami penurunan. ”Apakah harga turun, pajak juga ikut turun. Tidak kan. Ini tidak dipikirkan pemerintah. Harga jual tidak pernah stagnan,” pungkasnya.

Sira, pengusaha lainnya juga mengutarakan hal serupa.  Ia menuturkan, apalagi suara pemancing burung buatan, dibatasi waktu lantaran dianggap menganggu lingkungan sekitar.

“Jam 3-5 sore harus dimatikan suara pemancing burung buatan. Pemerintah bisa menjamin burung tidak pergi. Kasihan yang baru mulai jika ditetapkan hal itu. Lagi pula jam segitu bukan waktu istirahat. Malah jam segitu warga masih beraktivitas padat,” singkatnya.

Wisno, pengusaha lain yang keberatan dengan ketetapan 7 persen penarikan pajak sarang burung walet. Menurutnya, penerapan pajak harus direvisi pemerintah dengan menyaring pendapat pengusaha walet perumahan terlebih dulu.

Karena dirinya mendengar, tidak hanya penarikan dari daerah. Penarikan retribusi sarang burung walet juga akan diberlakukan sebagai penyumbang pendapatan kampung.

“Jika dikaji ulang penarikan pajak, juga harus melihat situasi di lapangan. Pemerintah jangan menetapkan sepihak. Karena penghasilan tiap usaha berbeda-beda,” pintanya. (jun/rio)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:08

Gara-Gara Ini, Stop Kembangkan Rumput Laut

TALISAYAN - Para petani rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:16

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

TANJUNG REDEB – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .