MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 13 Desember 2017 00:14
Pengusaha Menolak Kebijakan Pemkab

Pajak Sarang Walet Dianggap Memberatkan

BANYAK MENOLAK: Para pengusaha sarang burung walet rumahan di Kecamatan Talisayan menolak jika penarikan pajak sebesar 7 persen ditetapkan.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Penarikan pajak sarang burung walet yang tengah gencar dilakukan Pemkab Berau, mendapat penolakan oleh sejumlah pengusaha di Kecamatan Talisayan. Pasalnya, penarikan pajak sebesar 7 persen dari penghasilan dari penjualan sarang, dinilai sangat membebankan.

Hal itu dikatakan pengusaha walet rumahan Kecamatan Talisayan, Khairil. Ia merasa pemerintah harusnya melakukan sosialisasi dahulu sebelum membuat sebuah kebijakan. Apalagi untuk bisnis sarang burung walet ujarnya, cukup banyak orang yang bergantung.

“Harus disosialisasikan dulu. Ini seperti eputusan sepihak tampak mendengarkan keluh kesah kami,” katanya kepada awak Berau Post, Selasa (12/12).

Khairil bukan tidak mendukung rencana Pemkab Berau dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sarang burung walet rumahan. Tetapi, para pengusaha merasa, belum ada kontribusi dari pemerintah terhadap budidaya sarang walet rumahan. Seperti membantu program budidaya atau meningkatkan konstruksi bangunan sarang walet.

 “Ini sama saja perampokan namanya. Kesepakatan diambil sepihak, timbal balik ke kami tidak ada. Dimana ada retribusi, disitu ada kontribusi dong. Keberlangsungan budidaya harus diperhatikan,”kesalnya.

Apalagi, dalam setahun ini harga sarang burung walet kerap mengalami penurunan. ”Apakah harga turun, pajak juga ikut turun. Tidak kan. Ini tidak dipikirkan pemerintah. Harga jual tidak pernah stagnan,” pungkasnya.

Sira, pengusaha lainnya juga mengutarakan hal serupa.  Ia menuturkan, apalagi suara pemancing burung buatan, dibatasi waktu lantaran dianggap menganggu lingkungan sekitar.

“Jam 3-5 sore harus dimatikan suara pemancing burung buatan. Pemerintah bisa menjamin burung tidak pergi. Kasihan yang baru mulai jika ditetapkan hal itu. Lagi pula jam segitu bukan waktu istirahat. Malah jam segitu warga masih beraktivitas padat,” singkatnya.

Wisno, pengusaha lain yang keberatan dengan ketetapan 7 persen penarikan pajak sarang burung walet. Menurutnya, penerapan pajak harus direvisi pemerintah dengan menyaring pendapat pengusaha walet perumahan terlebih dulu.

Karena dirinya mendengar, tidak hanya penarikan dari daerah. Penarikan retribusi sarang burung walet juga akan diberlakukan sebagai penyumbang pendapatan kampung.

“Jika dikaji ulang penarikan pajak, juga harus melihat situasi di lapangan. Pemerintah jangan menetapkan sepihak. Karena penghasilan tiap usaha berbeda-beda,” pintanya. (jun/rio)


BACA JUGA

Senin, 07 Mei 2018 11:42

Petani Dilema, Pemasaran Sulit dan Rendahnya Harga Jual

TALISAYAN – Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kampung di Kecamatan Talisayan, dalam memenuhi…

Jumat, 04 Mei 2018 13:41

Tangkapan Nelayan Terus Alami Peningkatan

TANJUNG REDEB - Jumlah tangkapan nelayan Kabupaten Berau, terus mengalami peningkatan setiap…

Jumat, 04 Mei 2018 13:40

Okupansi Hotel Capai 90 Persen

TANJUNG REDEB – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Berau, menyebutkan tingkat…

Selasa, 01 Mei 2018 00:16

Hasil Laut Berlimpah, Perikanan Masih Andalan

TALISAYAN - Sektor perikanan masih menjadi salah satu andalan bagi masyarakat di Kampung Talisayan,…

Sabtu, 28 April 2018 00:34

Porsi APBN Banyak untuk Berau

TANJUNG REDEB - Program pengembangan  komoditas jagung di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten…

Jumat, 27 April 2018 09:45

Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada

TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya,…

Kamis, 26 April 2018 13:00

Petani Sebut Tanam Sawit Lebih Menguntungkan

BIATAN – Sektor perkebunan kelapa sawit masih paling diminati dikembangkan di wilayah pesisir…

Rabu, 25 April 2018 00:14

Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan…

Senin, 23 April 2018 10:26

Tingkatkan Hasil Produksi, Petani Muda Mulai Bermunculan

BATU PUTIH - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau, terus berupaya memecut semangat petani…

Minggu, 22 April 2018 12:30

Sistem Diubah, Dispora Pesimistis

TANJUNG REDEB – Jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, pesimistis target retribusi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .