MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 14 Desember 2017 09:35
Rijal: PLN, Capek Deh

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur sudah bisa dipastikan meleset dari target akhir tahun ini. Penyebabnya, karena mesin buatan Jepang yang dirakit di Semarang, belum tiba hingga kini. Hal itu memantik kegeraman anggota DPRD Berau.

Dikatakan Sekretaris Komisi II DPRD Berau Achmad Rijal, pihaknya sudah lelah menunggu operasional pembangkit yang bisa menjadi solusi masalah kelistrikan Bumi Batiwakkal.

“PLN, cape deh,” ucapnya kepada Berau Post, Rabu (13/12).

Menurutnya, sejak dimulainya peresmian pembangunan 10 September 2015 lalu, pihak PLN berjanji bahwa PLTU Teluk Bayur akan segera beroperasi. Bahkan sejak 2016 silam, terang Rijal, ada janji dari PLN bahwa pembangkit listrik kapasitas 2x7 Megawatt (MW) itu sudah dapat dioperasikan tahun ini. Nyatanya, hingga kini janji tersebut tak kunjung terwujud. (lihat grafis)

Politikus Partai NasDem tersebut mengaku kecewa dengan komitmen PLN yang hingga kini tidak terlihat wujudnya. Apalagi sebagai perusahaan milik negara yang mengurus kelistrikan, persoalan krisis listrik di Berau, tentu berpengaruh pada kepercayaan pelanggan.

“Pada Juli 2016, saya ingat benar waktu itu kami (DPRD) melakukan rapat kerja dengan PLN. Saat itu mereka mengatakan, bahwa kebutuhan listrik di Berau terus meningkat. Tapi akan teratasi,” terangnya.

Ya, dengan tambahan 14 MW daya dari PLTU Teluk Bayur dan 10 MW dari mesin 10x1 MW, ditambah suplai 15 MW dari PLTU Lati, maka PLN Berau akan kelebihan daya karena beban puncak penggunaan listrik pelanggan saat ini hanya mencapai 21 MW. Sayangnya, jumlah tersebut tak kunjung terwujud hingga kini.

“Dengan jumlah surplus listrik sebanyak itu, saya sempat tanyakan kepada PLN, apakah tidak akan merugi secara bisnis? Kata mereka tidak, karena banyak antrean pelanggan baru yang mau memasang,” ungkap Rijal.

Sementara, Manajer Rayon Tanjung Redeb PLN Area Berau Teguh Octavianto menjelaskan, PLN tidak hanya memikirkan listrik hanya dari satu kawasan tertentu saja. Tapi Berau secara menyeluruh. Daerah seperti Merasa, Batu Putih dan Pulau Derawan mendapat subsidi dari PLN untuk kebutuhan listriknya. 

Ia menjelaskan, biaya produksi dari PLN, rata-rata mencapai Rp 1.800 per Kwh. Sementara itu, harga jual per Kwh kepada pelanggan Rp 1.300. Sedangkan harga beli listrik dari PT Indo Pusaka Berau kepada PLN sebesar Rp 787 per Kwh.

“Masyarakat taunya biaya beli dari PLTU Lati di bawah per Kwh memang. Tapi kita ada namanya dengan subsidi silang. Karena PLN melihat seluruh Berau. Untuk sama-sama membangun ekonomi, tidak hanya pada satu daerah tertentu saja,” akunya.

Ia menjelaskan, jika hanya memikirkan untung saja, PLN tidak akan masuk ke Kampung Merasa, Pulau Derawan dan Tanjung Batu yang baru diresmikan beberapa waktu lalu. “Ketika PLN masuk ke suatu tempat, selama masyarakat masih ada, kami akan terus di situ,” tandasnya. (rio/udi)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:25

Semua Atlet Menetap di Samarinda

Melihat performa dan hasil pada pra-porprov tahun lalu di Samarinda. Pengurus Petanque Berau optimistis…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Perbaikan Kakaban Kekurangan Material

MARATUA – Perbaikan fasilitas di Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, setelah mengalami kerusakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tunda Pemberangkatan hingga Besok

RENCANA memberangkatkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tolak Ikan Hasil Bom untuk Sejahterakan Nelayan

Memerangi penggunaan bom untuk menangkap ikan akan sia-sia jika masyarakat masih membeli ikan hasil…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:19

Latihan Online, Konsentrasi Jadi Kunci

Menurunkan 10 atlet terbaik, pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Berau menargetkan dua…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:18

Dipecat Dinilai Tepat

DUGAAN pelanggaran kode etik yang dilakukan oknum komisioner KPU Berau, juga dicermati Pangi Syarwi…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:17

DKPP Terima Laporan Bawaslu

TANJUNG REDEB – Penanganan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oknum komisioner Komisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .