MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 14 Desember 2017 09:35
Rijal: PLN, Capek Deh

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur sudah bisa dipastikan meleset dari target akhir tahun ini. Penyebabnya, karena mesin buatan Jepang yang dirakit di Semarang, belum tiba hingga kini. Hal itu memantik kegeraman anggota DPRD Berau.

Dikatakan Sekretaris Komisi II DPRD Berau Achmad Rijal, pihaknya sudah lelah menunggu operasional pembangkit yang bisa menjadi solusi masalah kelistrikan Bumi Batiwakkal.

“PLN, cape deh,” ucapnya kepada Berau Post, Rabu (13/12).

Menurutnya, sejak dimulainya peresmian pembangunan 10 September 2015 lalu, pihak PLN berjanji bahwa PLTU Teluk Bayur akan segera beroperasi. Bahkan sejak 2016 silam, terang Rijal, ada janji dari PLN bahwa pembangkit listrik kapasitas 2x7 Megawatt (MW) itu sudah dapat dioperasikan tahun ini. Nyatanya, hingga kini janji tersebut tak kunjung terwujud. (lihat grafis)

Politikus Partai NasDem tersebut mengaku kecewa dengan komitmen PLN yang hingga kini tidak terlihat wujudnya. Apalagi sebagai perusahaan milik negara yang mengurus kelistrikan, persoalan krisis listrik di Berau, tentu berpengaruh pada kepercayaan pelanggan.

“Pada Juli 2016, saya ingat benar waktu itu kami (DPRD) melakukan rapat kerja dengan PLN. Saat itu mereka mengatakan, bahwa kebutuhan listrik di Berau terus meningkat. Tapi akan teratasi,” terangnya.

Ya, dengan tambahan 14 MW daya dari PLTU Teluk Bayur dan 10 MW dari mesin 10x1 MW, ditambah suplai 15 MW dari PLTU Lati, maka PLN Berau akan kelebihan daya karena beban puncak penggunaan listrik pelanggan saat ini hanya mencapai 21 MW. Sayangnya, jumlah tersebut tak kunjung terwujud hingga kini.

“Dengan jumlah surplus listrik sebanyak itu, saya sempat tanyakan kepada PLN, apakah tidak akan merugi secara bisnis? Kata mereka tidak, karena banyak antrean pelanggan baru yang mau memasang,” ungkap Rijal.

Sementara, Manajer Rayon Tanjung Redeb PLN Area Berau Teguh Octavianto menjelaskan, PLN tidak hanya memikirkan listrik hanya dari satu kawasan tertentu saja. Tapi Berau secara menyeluruh. Daerah seperti Merasa, Batu Putih dan Pulau Derawan mendapat subsidi dari PLN untuk kebutuhan listriknya. 

Ia menjelaskan, biaya produksi dari PLN, rata-rata mencapai Rp 1.800 per Kwh. Sementara itu, harga jual per Kwh kepada pelanggan Rp 1.300. Sedangkan harga beli listrik dari PT Indo Pusaka Berau kepada PLN sebesar Rp 787 per Kwh.

“Masyarakat taunya biaya beli dari PLTU Lati di bawah per Kwh memang. Tapi kita ada namanya dengan subsidi silang. Karena PLN melihat seluruh Berau. Untuk sama-sama membangun ekonomi, tidak hanya pada satu daerah tertentu saja,” akunya.

Ia menjelaskan, jika hanya memikirkan untung saja, PLN tidak akan masuk ke Kampung Merasa, Pulau Derawan dan Tanjung Batu yang baru diresmikan beberapa waktu lalu. “Ketika PLN masuk ke suatu tempat, selama masyarakat masih ada, kami akan terus di situ,” tandasnya. (rio/udi)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 11:50

Wisnu Haris Tutup Usia

TANJUNG REDEB - Mantan Staf Ahli Bidang Pembangunan Wisnu Haris (59), mengembuskan napas terakhirnya…

Selasa, 24 April 2018 11:48

Hanya Lima Sekolah Gelar UNBK

TANJUNG REDEB – Sebanyak 3.942 pelajar SMP sederajat, mengikuti ujian nasional kemarin (23/4).…

Selasa, 24 April 2018 11:47

Penyegaran untuk Menjawab Tantangan

BALIKPAPAN - Tantangan industri media yang semakin beragam, menuntut respons terbaik. Tak terkecuali…

Selasa, 24 April 2018 11:46

Perdata Mental, Bisa Dipidanakan

TANJUNG REDEB – Tunggakan pajak sebesar Rp 26 miliar oleh PT Kertas Nusantara (KN), bisa dibawa…

Selasa, 24 April 2018 11:46

Masih Belum Berhasil, Proses Lelang Tetap Jalan

Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan pertemuan dengan warga yang meminta ganti rugi atas lahannya…

Senin, 23 April 2018 10:19

Dewan Setuju Kontraktor Diberi Sanksi

TANJUNG REDEB – Lalai dalam pemasangan papan proyek, Wakil Ketua DPRD Berau Saga, setuju agar…

Senin, 23 April 2018 10:18

PT KN Tunggak Pajak Rp 26 Miliar

TANJUNG REDEB – Belum selesai persoalan tunggakan gaji ribuan karyawan, muncul lagi masalah lain…

Senin, 23 April 2018 10:17

Dinas Perikanan Dilema

TANJUNG REDEB – Berbagai jenis olahan makanan berbahan utama Kima, sudah lama menjadi kuliner…

Senin, 23 April 2018 10:17

Wabup Temukan Kepsek Jarang Ngantor

KELAY – Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo dibuat kecewa saat berkunjung ke Kecamatan Kelay…

Senin, 23 April 2018 10:16

Selamatkan Ekosistem, Omzet Rp 22 Juta Per Bulan

Budaya masyarakat di wilayah pesisir Berau, khususnya Pulau Derawan dan Maratua, memiliki kecenderungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .