MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 14 Desember 2017 09:42
Ada Sembilan Bekas Galian, BJU Sebut Hutan Tangap Digarap Perusahaan asal Balikpapan
MASUK HUTAN KOTA: Anggota Pokdarwis Kalibata menunjukkan salah satu lubang bekas galian yang dilakukan perusahaan di kawasan Hutan Tangap, Rabu (13/12).

PROKAL.CO, TELUK BAYUR – Dugaan Hutan Tangap di Kecamatan Teluk Bayur digarap salah satu perusahaan tambang batu bara, ternyata bukan isapan jempol belaka. Hal itu dibenarkan Camat Teluk Bayur Nazaruddin dan Ketua Pokdarwis Kalibata Mulianto.

Menurut Mulianto, ada sembilan titik bekas penggalian yang dilakukan perusahaan tambang batu bara di lokasi hutan kota tersebut.

Yang disayangkan pihaknya, pemerintah tetap mengizinkan perusahaan melakukan rencana eksploitasi. Di sisi lain, pihaknya juga diberi mandat untuk mengelola hutan seluas 685 hektare tersebut dari Pemkab Berau.

“Ini sudah ditetapkan sebagai hutan kota, apalagi di sini kaya akan sumber daya hutannya,” katanya ketika mendampingi Berau Post melihat lubang-lubang bekas galian di dalam hutan, Rabu (13/12).

Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab Berau mengambil sikap untuk menolak adanya aktivitas pertambangan di kawasan tersebut, agar hutan kota tetap terjaga kelestariannya.

“Apalagi kami sebagai pengelola sudah mulai mengembangkan Hutan Tangap ini. Jadi selain menjaga keasriannya, hutan ini juga bisa mendorong kemajuan perekonomian masyarakat, khususnya di Teluk Bayur,” jelasnya.

Sementara menurut Nazaruddin, pihaknya memang menerima pemberitahuan untuk melakukan pengalian di wilayah Hutan Tangap oleh PT Bara Jaya Utama (BJU). Tapi dirinya tidak tahu kapan aktivitas pengalian dilakukan.

“Cuma ngebor gitu aja, saya juga tidak tahu untuk apa. Yang jelas, berdasarkan SK yang mereka miliki, itu masih masuk kawasan kerja meraka. Saya enggak paham juga. Yang penting enggak merusak,” ujarnya.

Terpisah, Land Convention PT BJU Hendra Susilo, membantah jika rencana eksploitasi tersebut dilakukan pihaknya. “Bukan kami (PT BJU, red), tapi ada perusahaan lain dari Balikpapan,” katanya kepada Berau Post.

Dirinya juga menyebut kalau status lahan di kawasan tersebut bukan bagian dari konsesi wilayah PT BJU. Tapi pihaknya hanya membantu perusahaan asal Balikpapan tersebut untuk mencapai titik penggalian di dalam hutan. “Ke kita mereka cuma izin melintas, karena ke lokasi itu lewat tempat kami, termasuk angkut alatnya,” singkat Hendra. (sam/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 13:09

Gaji dan Tunjangan Distop

TANJUNG REDEB – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau,…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:08

Masuk ‘Perangkap’ Polisi

TANJUNG REDEB – Dua pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu kembali…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:07

Hanya 9 Dapat Bantuan

TANJUNG REDEB – Tak dapat kursi di parlemen, partai politik…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:06

Kampanyekan Ecogreen sekaligus Membagikan Nasi Kuning

Keberhasilan Kabupaten Berau meraih trofi Adipura untuk kategori kota kecil,…

Jumat, 18 Januari 2019 14:15

Satlantas Amankan 10 Motor Balapan Liar

TANJUNG REDEB – Satlantas Polres Berau berhasil mengamankan 10 kendaraan…

Jumat, 18 Januari 2019 14:11

Lolos dari Jeruji Besi

TANJUNG REDEB – Direktur PT Nabucco Yusnadi, divonis bersalah oleh…

Jumat, 18 Januari 2019 14:09

Rp 30 M, Itu Kecil bagi Perusahaan

TANJUNG REDEB  - Mendapat instruksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim,…

Jumat, 18 Januari 2019 14:08

Istri Nelayan Bisnis Barang Haram

TANJUNG REDEB – Seorang nelayan dan ibu rumah tangga, terpaksa…

Jumat, 18 Januari 2019 14:06

Pilih Diam karena Takut Dipecat

TANJUNG REDEB – Gaji pegawai tidak tetap (PTT) kembali telat…

Jumat, 18 Januari 2019 14:04

Jawab Harapan Warga dengan Jembatan Kedasa

  Masyarakat Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, kini bisa menikmati akses…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*