MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 14 Desember 2017 09:50
Solar Subsidi Diduga untuk Industri

Pemberian Kartu BBM Nelayan Bakal Dievaluasi

AKAN DITERTIBKAN: Pengambilan BBM jenis solar di APMS Talisayan untuk nelayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Kartu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang diperuntukkan para di Kecamatan Talisayan dan sekitarnya, disalahgunakan oleh segelintir oknum warga menjadi bisnis ilegal.

Dari sejumlah keterangan nelayan yang dimintai keterangan oleh Berau Post, membenarkan hal tersebut. Seorang nelayan yang enggan ditulis namanya mengatakan, para oknum itu menggunakan sistem pinjam dan bagi hasil dengan nelayan. Menggunakan kartu BBM, berarti para oknum dapat dengan mudah mendapatkan solar dari Agen Penjualan Minyak dan Solar (APMS) sesuai kuota kartu yang telah ditentukan. “Kalau tanpa kartu, oknum pengetap harus antre dan dibatasi,” katanya kepada Berau Post, Kamis (13/12).

Pria dengan postur tinggi kurus itu menjelaskan, sejumlah oknum memanfaatkan kartu BBM untuk mendapat jatah solar agar dijual kembali kepada perusahaan atau pekerjaan proyek pemerintah oleh sejumlah kontraktor. Padahal perusahaan atau kontraktor tersebut harusnya menggunakan solar industri. “Saya mendengarnya begitu. Karena trayek angkutan seharusnya menggunakan solar industri bukannya subsidi. Itu setahu saya. Nah, karena lebih murah, pengusaha manfaatkan pengetap. Begitu pun sebaliknya,” ucapnya.

Nelayan lainnya yang juga enggan disebutkan namanya, juga mengatakan hal serupa. Praktik tersebut ujarnya, sudah terjadi sejak lama. Bahkan hal ini sudah pernah diadukan dan dibahas oleh unsur Musyawarah Pembina Kampung (Muspika), UPTD Dinas Perikanan wilayah IV dan Pemerintah Kampung Talisayan.

Namun, hingga kini tidak ada wujud nyata penegakan aturan yang dilakukan. Sehingga, bisnis ilegal tersebut  tak berhenti. Ia menganggap, pembahasan yang dilakukan beberapa waktu lalu hanya sekadar seremoni.

”Katanya kalau ketahuan akan disita kartunya. Padahal sudah ditahu orangnya. Tapi, masih saja ada yang melakukan, Tindakan yang hanya dilontarkan ke mulut, aksi di lapangan tidak ada. Padahal transaksinya di luar APMS. Puluhan jeriken dianggkut ke mobil pick up. “Tapi tindakan pemerintah, aparat maupun pihak terkait tidak ada,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) wilayah IV Sri Yani saat dikonfirmasi sudah mendengar dan tidak mengelak hal tersebut. “Tidak dimungkiri itu pasti ada,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Wanita yang karib disapa Sri itu, menyayangkan terjadi hal ini. Padahal, kartu itu diberikan pemerintah untuk mempermudah nelayan melakukan aktivitas, dan membantu mendapatkan jatah solar bersubsidi.

Seharusnya, kata dia, jika nelayan tidak dipergunakan lagi, kartu tersebut harus dikembalikan. Jangan dipinjamkan ke oknum warga untuk menggunakannya sebagai bisnis ilegal. Oleh karena itu, ia akan mengambil sikap dengan melakukan pendataan ulang untuk pemberian kartu BBM. Mekanisme pengambilan BBM, akunya juga akan diubah.

“Desember ini masa berlaku kartu habis dan harus diperpanjang lagi. Ini akan saya evaluasi dengan melakukan pendataan lebih akurat. Mana nelayan aktif dan yang tidak. Pengambilan nantinya tidak boleh diwakilkan. Harus nelayan itu sendiri. Ini juga akan saya koordinasikan dengan pengelola AMPS Talisayan, Farida Hasan,” pungkasnya. (jun/rio)

 

Karena Mekanisme yang Buruk

PENYALAHGUNAAN kartu BBM nelayan oleh sejumlah oknum, telah sampai ke telinga Camat Talisayan, David Pamuji. Ia menyayangkan, kartu yang diberikan Pemkab Berau dalam mempermudah aktivitas nelayan, digunakan sebagai peluang bisnis dengan diperjualbelikan ke pengusaha trayek angkutan.

Persoalan ini, Diyakini Pamuji-sapaan akrabnya-  karena kurang kuota BBM yang digelontorkan nelayan di wilayah administarinya. Jika tepat sasaran, kouta solar untuk nelayan sebenarnya sudah mencukupi untuk kebutuhan aktivitas melaut.

“Sebenarnya kuota sekarang cukup. Karena kita tidak tahu nelayan aktif dan yang tidak. Mana memanfaatkan dengan benar dan tidak. Alhasil, kekurangan BBM terjadi,” katanya kepada Berau Post, Kamis (13/12).

Menurutnya, kartu BBM nelayan akibat tidak tepat sasaran. Dirinya kiga mendapatkan informasi bahwa pengambilan BBM dapat diwakilkan. Buruknya mekanisme itu, menjadi faktor utamannya. Sehingga, para pelaku dapat leluasa mengunakan kartu tersebut.

Hal ini ucap Pamuji, harus segera disikapi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkair, dalam hal ini Dinas Perikanan Berau. “Karena, tupoksi kecamatan tidak sampai ke sana. Tetapi Dinas Perikanan yang memiliki kewenangan. Kalau memfasilitasi pertemuan dengan nelayan, bisa saja kami lakukan,” jelasnya.

Bahkan, pihaknya mendapatkan surat permohonan dukungan penambahan kuota BBM dari pengelola APMS Talisayan. Namun, surat tersebut belum ia rekomendasikan, sebelum permasalahan ini dapat dituntaskan.

“Apakah dengan penambahan kuota ini menjadi jalan pemecahan kekurangan BBM nelayan saat ini. Atau malah akan memperkaya oknum yang menyalahgunakan kartu tersebut. Ini harus diselesaikan dulu,” tegasnya.

Persoalan ini tidak akan dirinya tinggalkan begitu saja. Ia berencana melakukan pertemuan untuk melakukan koordinasi dengan UPTD Dinas Perikanan wilayah IV, pengelola APMS beserta pemerintah kampung. Namun, perwakilan kelompok nelayan juga dilibatkan untuk menyelesaikan masalah ini.  “Karena, ketua nelayan yang mengetahui seluk beluk di lapangan. Jadi perlu dilibatkan. Jika ada hasil, tinggal instansi terkait menindaklanjutinya,” pungkasnya. (jun/rio)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:09

Kampung Transmigrasi Belum Terlayani Jaringan Telekomunikasi

TALISAYAN - Tiga kampung yang berada di wilayah Talisayan, hingga kini masih miskin sinyal. Kampung…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:04

Kasus Perusakan Bus Segera Naik Tahap I

TANJUNG REDEB – Kasus perusakan bus karyawan di Kampung Sambakungan, Gunung Tabur yang dilakukan…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:30

Tersambar Petir, Rumah Terbakar

TALISAYAN - Satu unit rumah hangus terbakar karna sambaran petir di dusun Pelatai RT 06, Kampung Bumi…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:29

Penampakan Puting Beliung Bikin Heboh

TALISAYAN - Salah satu fenomena alam yakni puting beliung nampak di Talisayan, Kamis (18/10) pagi. Belum…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:46

Jamin Pendidikan untuk Anak-Anak

ANAK-ANAK para pengungsi korban gempa dan tsunami dari Palu dan Donggala dikabarkan mengalami kendala…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:46

Kondisi Pengungsi Sulteng di Berau Memprihatinkan

BIDUKBIDUK - Hingga kini, pengungsi dari Sulawesi Tengah (Sulteng) yang berada di Kecamatan Bidukbiduk…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:43

Polisi Buru Pemilik Sabu 1 Kg

TANJUNG REDEB – Polres Berau, masih memburu bandar kasus sabu 1 Kilogram (Kg) yang terungkap pada…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:43

Musnahkan BB Sabu 20 Tersangka

BERTEMPAT di Mapolres Berau, pemusanahan Barang Bukti (BB) narkotika jenis sabu-sabu dengan 20 tersangka…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:41

63 Warga Palu Mengungsi ke Bidukbiduk.

BIDUKBIDUK - Pasca gempa dan tsunami puluhan warga korban gempa dari Palu berbondong-bondong mengungsi…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:39

Sinyal Telepon Hilang, Diduga BTS Rusak

BATU PUTIH - Jaringan telekomunikasi di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih kerap terganggu. Bahkan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .