MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 15 Desember 2017 00:12
Dua Kakam Diduga Bermasalah Dilantik

SK Ditandatangani Sehari Sebelum Pelantikan

DEFINITIF: Muhammad Jaiz dan Rijal usah mengucap janji dan sumpah pada pelantikan kepala kampung di Graha Pemuda Tanjung Redeb, Kamis (14/12).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Walau sempat dikabarkan diminta untuk mengundurkan diri, namun dua kepala kampung (kakam) terpilih yakni Rijal dan Muhmmad Jaiz tetap hadir untuk pengambilan sumpah dan janji jabatan, sekaligus pelantikan kepala kampung terpilih periode 2017-2023 di gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb, kemarin (14/12).

Bahkan menurut informasi yang diperoleh Berau Post, Surat Keputusan (SK) untuk kedua kakam terpilih itu tidak ditandatangani bersamaan dengan 54 SK kakam terpilih lainnya. Kabar itu pun tidak ditampik Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau Ilyas Natsir.

Hanya saja disampaikannya, dirinya tidak mengetahui mengapa dua SK kakam itu terlambat ditandatangani. “Tidak terlambat betul, kemarin kok ditandatangani dan diberikan ke kami. Tapi enggak tahu kenapa,” katanya saat ditemui Berau Post usai acara pelantikan, kemarin (14/12).

Bupati Berau Muharram juga tidak membantah kalau dua SK kakam tersebut tidak ditandatangani berbarengan dengan 54 SK lainnya. Itu dilakukannya karena dirinya menunggu surat pengunduran diri Kakam Kasai Muhammad Jaiz dan Kakam Merancang Ilir Rijal, karena tengah bermasalah setelah dilaporkan warganya ke aparat kepolisian.

Tapi, karena jelang pelantikan surat pengunduran diri dari keduanya juga tak diterimanya, maka Muharram memutuskan untuk menandatangani SK sekaligus melantiknya kemarin. “Saya sudah tanya lagi ke DPMK kemarin (Rabu 13/12, red) untuk mencari kepastian, ternyata mereka tetap minat dilantik dan tidak jadi mengundurkan diri. Sehingga baru saya tandatangani,” jelas Muharram.

Jaiz yang dikonfirmasi Berau Post, menyebut jika dirinya memilih maju dan mengikuti tahapan pilkakam karena besarnya dukungan masyarakat kepada dirinya. “Karena sebelumnya juga saya tidak ada niat jadi kepala kampung, tapi karena masyarakat mendesak saya, makanya saya putuskan untuk maju,” ungkapnya.

Dirinya pun membantah jika ijazah yang dia dapat melalui cara yang ilegal. Jaiz menyebut itu merupakan sebuah kebijakan dari kepala sekolah, mengingat seluruh datanya juga terdaftar pada pelaksanaan ujian saat itu. “Itu (ijazah SD, red) produk kebijakan,” katanya.

Sedangkan ijazah paket SMP dan SMA miliknya juga didapatkan dengan cara yang sesuai ketentuan. Dia mengaku pernah mengikuti ujian persamaan pada 2011. “Saya juga heran, kalau memang ijazah itu tidak benar, kenapa ditandatangani kepala dinas saat itu,” jelasnya.

Sedangkan Rijal, Kakam Merancang Ilir yang juga sempat dikabarkan bakal mengundurkan diri, memilih bungkam. Ditemui wartawan Berau Post usai pelantikan, Rijal enggan memberi komentar apapun terkait kabar yang menyebutkan jika dirinya menggunakan ijazah ilegal.

“Mau kamu jelaskan apapun saya tidak mau komentar,” singkat dia. (sam/udi)

 

Pilkakam Serentak Dua Tahun Lagi

PENGAMBILAN sumpah dan janji, sekaligus pelantikan kepala kampung (kakam) terpilih, digelar di gedung Graha Pemuda Tanjung Redeb kemarin (14/12).

Pelantikan itu pun disaksikan ratusan pasang mata, yang terdiri dari keluarga hingga tim-tim sukses setiap kakam terpilih, serta beberapa pejabat yang hadir.

Disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau Ilyas Natsir, tahun ini merupakan pelaksanaan pemilihan terbesar yang dilakukan di Kabupaten Berau, sejak ditetapkannya Undang-Undang 6/2014 tentang Desa.

Pilkakam serentak pun dikatakannya, akan kembali digelar pada 2019 nanti, sedangkan sebanyak empat kampung yang masa jabatan kakamnya bakal berakhir tahun 2018, akan diisi oleh pejabat sementara (Pjs) kepala kampung.

Pilkakam serentak 2019 nanti, lanjut dia, akan diikuti 15 kampung, di mana empat di antaranya dengan masa jabatan kakam yang berakhir 2018.

Ditambahkan staf DPMK Berau Syarifuddin Noor, ada sedikit keunikan dalam pelaksanaan pilkakam tahun ini. Di mana satu pemenangnya merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni Muhammad Jaiz yang saat ini menjadi kepala kampung definitif di Kasai, Kecamatan Pulau Derawan.

Namun dikatakannya, berdasarkan  Peraturan Dalam Negeri (Permendagri) 112/2014 tentang pemilihan kepala desa, paragraf II, calon kepala desa pasal 47 ayat (3) PNS yang terpilih dan diangkat menjadi kepala desa, berhak mendapatkan tunjangan kepala desa dan penghasilan lainnya yang sah.

Hanya berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Berau 28/2017 pasal 26 ayat (3), setiap PNS yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala kampung harus lebih dulu mendapatkan izin dan rekomendasi dari pimpinan organisasinya, dalam hal ini Camat Pulau Derawan. Lalu dilanjutkan kepada permohonan rekomendasi yang dikeluarkan oleh pejabat pembina kepegawaian Berau yakni Sekretaris Kabupaten Jonie Marhansyah.

“Jadi sementara ini seperti cuti, di mana haknya sebagai PNS tetap terpenuhi begitu juga haknya sebagai kepala kampung,” jelas Udin –sapaan akrabnya. (sam/udi)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:02

10 Sekolah Dibina SMP 2

TANJUNG REDEB – Bersama 17 SMP lainnya di Kaltim, SMPN 2 Tanjung Redeb menjadi satu-satunya perwakilan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:01

Siap Ladeni Somasi NM

TANJUNG REDEB – Tak cukup laporannya ditangani Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Partai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:59

Aromanya Terjaga karena Ada Rumus Penyajiannya

Cita rasa kopi datang dari kualitas biji kopinya. Cita rasanya pun berbeda, bergantung daerah asal biji…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:24

Hapus Diskriminasi bagi Penyandang Disabilitas

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau menyerahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:23

Perusahaan Di-deadline Tiga Hari

TANJUNG REDEB – Kekurangan anggaran untuk memenuhi kebutuhan kontingen Berau mengikuti Pekan Olahraga…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:20

Terima dengan Tangan Terbuka

KORBAN bencana asal Palu, Donggala dan Sigi yang mengungsi ke Berau, disambut dengan tangan terbuka…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:18

Pengungsi Pilih Menatep di Berau

BIDUKBIDUK – Kecamatan Bidukbiduk jadi wilayah yang paling banyak menampung pengungsi asal Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:17

Gunakan Bubuk Kasar, Aromanya Lebih Terasa

Kopi, kini bukan lagi sekadar rasa. Bagi penikmatnya, kopi sudah berkembang menjadi lifestyle. Bahkan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:38

PPP dan Gerindra Membantah

TANJUNG REDEB – Berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .