MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 15 Desember 2017 00:16
Dua Kali Kemalingan, Betah walau Tak Ada Sinyal

Pengabdian Petugas-Petugas Kesehatan di Kampung: Sahmi Nur Qoyyimah (6)

TUGAS DI PERBATASAN: Sahmi Nur Qoyyimah.

PROKAL.CO, Namanya juga amanah, mau bagaimanapun harus ditunaikan. Apalagi sebagai petugas kesehatan yang selalu dibutuhkan masyarakat. Berangkat dari pemikiran sederhana itu, Bidan Pukesmas Pembantu (Pustu) Perbatasan Berau-Bulungan KM 56, Kampung Maluang, Gunung Tabur, Sahmi Nur Qoyyimah, tetap betah bertugas di lokasi yang serba minim fasilitas.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

AMI, begitu sehari-hari ia kerap disapa. Seorang bidan yang ramah dan santun. Begitu juga saat berjumpa Berau Post di Puskesmas Gunung Tabur saat hendak mengambil persediaan obat-obatan, Kamis (14/12).

Lokasi Pustu di tempat Ami bertugas, memang tidak strategis. Berada di pinggiran jalan poros, dengan pepohonan yang rindang di kiri dan kanannya. Jauh dari tetangga, tanpa listrik, tanpa air dan tanpa sinyal telepon seluler. Bekerja di perbatasan tentu bukan keinginan ibu satu anak ini.

Awal mula karier Ami sebagai bidan bermula pada 2015 silam. Kala itu ia mengikuti tes pegawai tak tetap (PTT) di Dinas Kesehatan Berau. Ami yang lulus bersama beberapa peserta seleksi lainnya, kemudian diberi amanah untuk melayani masyarakat RT 8 Kampung Maluang. Meskipun pada kenyataannya, lokasinya merupakan wilayah paling ujung Bumi Batiwakkal yang berbatasan dengan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

“Awal-awal jelas berat, kaget dan takut. Apalagi pustunya dekat dengan jalan poros, tapi jauh dari orang-orang. Lampu enggak ada, hanya mengandalkan tenaga surya. Kalau mataharinya enggak muncul, terpaksa berakhir dengan gelap-gelapan,” tutur bidan kelahiran 10 Juli 1991 ini.

Dua tahun bertugas di perbatasan, Ami mengaku pernah mengalami kejadian mengerikan. Tepatnya pada Maret 2016, ketika ia harus meninggalkan pustunya untuk menghadiri rapat selama dua hari. Nahasnya, selama ditinggalkan, pustunya dibobol maling. Semua raib, baik fasilitas pustu hingga barang-barang pribadi miliknya.

“Ya kaget, takut kalau bakal terjadi lagi dan saya pas lagi ada di pustu. Tetapi ya mau bagaimana lagi, saya langsung saja lapor ke Puskesmas Gunung Tabur, lapor ke RT, buat berita acara juga ke Polsek Gunung Tabur, mengajukan juga ke Dinas Kesehatan,” katanya.

“Tetapi namanya fasilitas ini memang enggak bisa langsung dipenuhi. Jadi sampai sekarang belum ada gantinya itu,” jelas Alumni Akademi Kebidanan Borneo Medistra Balikpapan ini.

Berselang satu tahun, kejadian yang sama terulang. Pada bulan yang sama pula. Kali ini ia sempat merasa geram. “Minta diadakan fasilitas kesehatan, minta diadakan petugas. Semua sudah ada, harusnya bisa dijaga bersama-sama,” begitu ujar Ami.

Tetapi itu tidak berlangsung lama, setelah tahu bahwa memang seperti itulah kenyataannya tinggal di perbatasan. Bahkan warga setempat juga kerap mengalami hal yang sama. “Sekarang kalau mau pergi saya titipkan ke salah seorang warga. Jadi enggak ada lagi kejadian seperti itu sampai sekarang, alhamdulillah,” ujarnya.

Suka-dukanya tidak hanya itu. Untuk memenuhi kewajibannya, ia harus tinggal berjauhan dari keluarga. Sang suami bekerja di Kantor Kampung Buyung-Buyung, sementara buah hatinya dititipkan bersama orangtuanya di Jalan Dr Murjani II, Tanjung Redeb. Setiap pekan, ia hanya berkesempatan berkumpul dengan orang-orang yang dicintainya selama dua hari.

Itu baru yang di luar tugas. Jika berbicara soal kewajiban di pustu, lain lagi cerita. Lokasi yang jauh dari tetangga dan tanpa sinyal telekomunikasi, membuatnya kesulitan untuk berkonsultasi dengan dokter jika ada pasien hamil yang akan melahirkan. Putri sulung pasangan Suharno dan Siti Muamanah ini harus “berlari” ke KM 40 atau 45 demi mendapatkan sinyal.

“Kalau enggak begitu, enggak bisa apa-apa. Seperti itu di awal-awal memang berat, tapi sekarang sudah biasa, sudah kebal dan tahan banting,” ujarnya sambil tertawa kecil.

“Sempat sih kepikiran mau pindah, tapi karena sudah diberi amanah di sini, ya dijalani. Insya Allah ada waktunya nanti dapat rezeki dan kesempatan lain, ya ditunggu aja sambil sabar,” ujarnya menutup pembicaraan. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 13:21

Pelindo Tak Pernah Terima Permohonan Pandu

TANJUNG REDEB – Manajer Pelayanan Kapal Pelindo IV Berau, Manggi, menyebut tugboat Bintang Setiawan…

Selasa, 25 September 2018 13:17

Progres Perbaikan Masih 15 Persen

MARATUA – Perbaikan atas kerusakan beberapa fasilitas di Pulau Kakaban, belum menunjukkan progres…

Selasa, 25 September 2018 13:17

Hanya 1 Formasi untuk K2

TANJUNG REDEB – Menjelang dibukanya tahap penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018,…

Senin, 24 September 2018 13:21

Terseret Tongkang, Tugboat Bintang Setiawan Terbalik

TANJUNG REDEB – Tugboat atau kapal tunda dengan nama lambung TB Bintang Setiawan 98, kandas di…

Senin, 24 September 2018 13:19

Perekrutan Dilakukan Sekolah

TANJUNG REDEB – Sekretaris Dinas Pendidikan Berau Didi Rahmadi, mengakui jika instruksi presiden…

Minggu, 23 September 2018 15:32

Pusat Diminta Cari Solusi, Larangan Pemkab Mengangkat Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram, anggap keputusan Presiden Republik Indonesia yang meminta…

Minggu, 23 September 2018 15:30

Agendakan World Summit Coral Triangle di Maratua

TANJUNG REDEB - Banyak gagasan yang bisa dilakukan dalam mempromosikan Pulau Maratua di Berau, sebagai…

Minggu, 23 September 2018 12:30

Hari Ini Masa Kampanye Dimulai

TANJUNG REDEB - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, telah menetapkan daftar calon tetap (DCT) sebanyak…

Sabtu, 22 September 2018 11:27

Keteladanan Lebih Baik dari Seribu Nasihat

TANJUNG REDEB – Rangkaian kegiatan memeriahkan perayaan Hari Jadi ke-208 Kota Tanjung Redeb dan…

Sabtu, 22 September 2018 11:26

Tak Perlu Ditutup-tutupi, KPU Diminta Beber Caleg Mantan Napi

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau diminta lebih terbuka kepada masyarakat, untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .