MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 15 Desember 2017 00:16
Dua Kali Kemalingan, Betah walau Tak Ada Sinyal

Pengabdian Petugas-Petugas Kesehatan di Kampung: Sahmi Nur Qoyyimah (6)

TUGAS DI PERBATASAN: Sahmi Nur Qoyyimah.

PROKAL.CO, Namanya juga amanah, mau bagaimanapun harus ditunaikan. Apalagi sebagai petugas kesehatan yang selalu dibutuhkan masyarakat. Berangkat dari pemikiran sederhana itu, Bidan Pukesmas Pembantu (Pustu) Perbatasan Berau-Bulungan KM 56, Kampung Maluang, Gunung Tabur, Sahmi Nur Qoyyimah, tetap betah bertugas di lokasi yang serba minim fasilitas.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

AMI, begitu sehari-hari ia kerap disapa. Seorang bidan yang ramah dan santun. Begitu juga saat berjumpa Berau Post di Puskesmas Gunung Tabur saat hendak mengambil persediaan obat-obatan, Kamis (14/12).

Lokasi Pustu di tempat Ami bertugas, memang tidak strategis. Berada di pinggiran jalan poros, dengan pepohonan yang rindang di kiri dan kanannya. Jauh dari tetangga, tanpa listrik, tanpa air dan tanpa sinyal telepon seluler. Bekerja di perbatasan tentu bukan keinginan ibu satu anak ini.

Awal mula karier Ami sebagai bidan bermula pada 2015 silam. Kala itu ia mengikuti tes pegawai tak tetap (PTT) di Dinas Kesehatan Berau. Ami yang lulus bersama beberapa peserta seleksi lainnya, kemudian diberi amanah untuk melayani masyarakat RT 8 Kampung Maluang. Meskipun pada kenyataannya, lokasinya merupakan wilayah paling ujung Bumi Batiwakkal yang berbatasan dengan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

“Awal-awal jelas berat, kaget dan takut. Apalagi pustunya dekat dengan jalan poros, tapi jauh dari orang-orang. Lampu enggak ada, hanya mengandalkan tenaga surya. Kalau mataharinya enggak muncul, terpaksa berakhir dengan gelap-gelapan,” tutur bidan kelahiran 10 Juli 1991 ini.

Dua tahun bertugas di perbatasan, Ami mengaku pernah mengalami kejadian mengerikan. Tepatnya pada Maret 2016, ketika ia harus meninggalkan pustunya untuk menghadiri rapat selama dua hari. Nahasnya, selama ditinggalkan, pustunya dibobol maling. Semua raib, baik fasilitas pustu hingga barang-barang pribadi miliknya.

“Ya kaget, takut kalau bakal terjadi lagi dan saya pas lagi ada di pustu. Tetapi ya mau bagaimana lagi, saya langsung saja lapor ke Puskesmas Gunung Tabur, lapor ke RT, buat berita acara juga ke Polsek Gunung Tabur, mengajukan juga ke Dinas Kesehatan,” katanya.

“Tetapi namanya fasilitas ini memang enggak bisa langsung dipenuhi. Jadi sampai sekarang belum ada gantinya itu,” jelas Alumni Akademi Kebidanan Borneo Medistra Balikpapan ini.

Berselang satu tahun, kejadian yang sama terulang. Pada bulan yang sama pula. Kali ini ia sempat merasa geram. “Minta diadakan fasilitas kesehatan, minta diadakan petugas. Semua sudah ada, harusnya bisa dijaga bersama-sama,” begitu ujar Ami.

Tetapi itu tidak berlangsung lama, setelah tahu bahwa memang seperti itulah kenyataannya tinggal di perbatasan. Bahkan warga setempat juga kerap mengalami hal yang sama. “Sekarang kalau mau pergi saya titipkan ke salah seorang warga. Jadi enggak ada lagi kejadian seperti itu sampai sekarang, alhamdulillah,” ujarnya.

Suka-dukanya tidak hanya itu. Untuk memenuhi kewajibannya, ia harus tinggal berjauhan dari keluarga. Sang suami bekerja di Kantor Kampung Buyung-Buyung, sementara buah hatinya dititipkan bersama orangtuanya di Jalan Dr Murjani II, Tanjung Redeb. Setiap pekan, ia hanya berkesempatan berkumpul dengan orang-orang yang dicintainya selama dua hari.

Itu baru yang di luar tugas. Jika berbicara soal kewajiban di pustu, lain lagi cerita. Lokasi yang jauh dari tetangga dan tanpa sinyal telekomunikasi, membuatnya kesulitan untuk berkonsultasi dengan dokter jika ada pasien hamil yang akan melahirkan. Putri sulung pasangan Suharno dan Siti Muamanah ini harus “berlari” ke KM 40 atau 45 demi mendapatkan sinyal.

“Kalau enggak begitu, enggak bisa apa-apa. Seperti itu di awal-awal memang berat, tapi sekarang sudah biasa, sudah kebal dan tahan banting,” ujarnya sambil tertawa kecil.

“Sempat sih kepikiran mau pindah, tapi karena sudah diberi amanah di sini, ya dijalani. Insya Allah ada waktunya nanti dapat rezeki dan kesempatan lain, ya ditunggu aja sambil sabar,” ujarnya menutup pembicaraan. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

Ular Bikin Listrik Padam

TANJUNG REDEB - Masyarakat Tanjung Redeb dan sekitarnya tampak gusar siang kemarin (22/2). Penyebabnya,…

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

JPU Hadirkan Dua Saksi, Lanjutan Sidang Kasus Pembunuhan yang Dipicu Rasa Cemburu

TANJUNG REDEB – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Baharuddin (53), warga Km 2 Jalan Raya Bangun…

Jumat, 23 Februari 2018 11:25

Perusahaan Harus Ambil Peran, Perbaiki Kerusakan Poros Sambaliung-Talisayan

TANJUNG REDEB – Desakan untuk memperbaiki kondisi jalan poros Sambaliung-Talisayan juga disuarakan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:24

Oknum PNS Residivis Sabu Kembali Dibekuk

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Berau,  bekerja sama dengan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:21

Pengacara Rita: Angka Gratifikasi Cuma Asumsi Jaksa

JAKARTA -Gratifikasi senilai Rp 469 miliar yang didakwakan jaksa kepada Bupati Kutai Kartanegara nonaktif…

Kamis, 22 Februari 2018 11:43

Rita Tetap Umbar Senyum

JAKARTA - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari menjalani sidang perdana di Pengadilan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:41

Beri Deadline Sebulan

SAMBALIUNG – Kondisi ruas jalan poros Kecamatan Sambaliung menuju Talisayan, masih mengalami kerusakan.…

Kamis, 22 Februari 2018 11:33

Jaringan Jadi Kambing Hitam, Pelayanan Administrasi Kependudukan di Disdukcapil Terhambat

TANJUNG REDEB - Lambannya proses pengurusan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik atau KTP-el di Dinas…

Kamis, 22 Februari 2018 11:32

Rekonstruksi Digelar Pekan Ini

TANJUNG REDEB – Polres Berau akan menggelar rekonstruksi pembunuhan Redy Siswanto (76), warga…

Rabu, 21 Februari 2018 12:58

Berdalih Tak Bisa Berpolitik, Totoh Enggan Ikut Seleksi Sekkab

TANJUNG REDEB – TotohHermanto merupakan satu dari sebelas nama yang lolos kriteria mengikuti lelang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .