MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 29 Desember 2017 00:03
Gara-Gara Ini, Pedagang Madu Asli Merugi

Imbas Pengungkapan Praktik Pengolahan Madu Palsu di Rinding

KENA IMBAS: Anwar menyiapkan madu yang akan dijualnya. Sejak terungkapnya praktik pembuatan madu palsu, Anwar mengaku penjualan madu asli olahannya menurun sangat drastis.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Terungkapnya praktik pengolahan dan penjualan madu palsu oleh masyarakat Rinding, Teluk Bayur, beberapa waktu lalu, memberi dampak negatif bagi para pedagang madu di Bumi Batiwakkal.

Sebab, peredaran madu palsu yang merugikan masyarakat, minimnya pengetahuan masyarakat untuk membedakan madu asli dan palsu, membuat omzet penjualan madu para pedagang di Berau menurun drastis.

Mewakili pedagang madu, Anwar mengaku jika madu hutan olahannya yang diambilnya dari sarang di pohon manggeris, hanya menumpuk di rumahnya, Jalan Mangga III, Tanjung Redeb. Penyebabnya, klaim Anwar, masyarakat kini tak percaya jika madu yang diperdagangkan adalah madu asli yang diambilnya dari hutan.

“Karena kemarin ditemukan ada penjual madu palsu, jadi kami yang menjual madu asli ini ikut terkena imbasnya, banyak masyarakat yang tidak percaya dengan madu yang saya jual,” katanya kepada Berau Post kemarin (28/12).

Diperkirakannya, ada sekitar 1 ton lebih madu yang telah diolahnya dalam kemasan jeriken, hanya menumpuk karena tak laku terjual. Anwar juga terus berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar dapat membedakan madu asli dan palsu, saat berkeliling kota menjual madu.

Dia menyarankan, jika masyarakat ragu saat membeli madu, lebih baik langsung mencobanya dan mencium aromanya. Dikatakan, madu asli memiliki tekstur yang kental. Agar lebih meyakinkan, coba dengan mencampur madu dengan air di dalam gelas. Jika madu asli akan turun ke bawah dan tak bercampur air yang dituang bersamaan di dalam gelas.

“Rasa madu asli juga sangat berbeda dengan madu palsu. Makanya masyarakat juga harus berhati-hati dalam membeli madu,” imbuhnya.

Anwar dan pedagang madu lainnya, sangat mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang mampu membongkar praktik madu palsu di Berau. Sekaligus berharap tak ada lagi madu palsu yang beredar, karena sangat merugikan masyarakat dan pedagang madu asli sepertinya. “Semoga saja tidak ada lagi penjual madu palsu, karena sangat merugikan kita sebagai penjual madu asli. Gara-gara itu, madu kami yang seharusnya bisa laku beberapa botol dalam satu hari, saat ini justru berkurang sangat banyak pembelinya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ani (43), warga Jalan Marsma Iswahyudi, Kelurahan Rinding, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Hal itu setelah dirinya kedapatan membuat dan menjual madu palsu.

Dikatakan Kapolsek Teluk Bayur AKP Suradi didampingi Kanit Reskrim Aiptu Suwarno, praktik pembuatan madu palsu oleh Ani terungkap sejak 15 Desember lalu. Pihaknya, melakukan penggerebekan dan menyita semua bahan maupun peralatan yang digunakan untuk membuat madu di rumah pelaku.

Terungkapnya praktik ini, berdasarkan laporan yang diterima petugas dari warga, karena mencurigai madu yang diolah Ani adalah palsu. Saat dilakukan penggerebekan di rumah Ani, petugas benar-benar mendapatkan madu olahan, dengan bahan-bahan seperti gula dan perasa makanan. Tapi, kata Suradi, petugas sama sekali tidak menemukan adanya madu yang benar-benar asli.

“Ada 69 botol ukuran 600 mililiter setiap botolnya dan 1 ember berisi sekitar 60 liter cairan seperti madu. Kalau rasa dan baunya jelas tak seperti madu,” terangnya.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pembuatan dan penjualan madu palsu ini sudah dilakukan selama 8 bulan terakhir. Dia mengetahui cara pembuatan saat pernah tinggal di Kota Samarinda, Kaltim. Karena terdesak kebutuhan ekonomi, perbuatan tersebut terpaksa dilakukannya. Bahkan Ani, juga mengetahui tindakannya itu salah.

“Kalau klaimnya dia baru 8 bulan, tapi kami tidak tahu apakah sudah lama atau tidak. Yang jelas dia sudah mengakui perbuatannya dan kami proses hukum,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Ani ditetapkan menjadi tersangka. Meski belum ditahan, kini dia wajib lapor ke Mapolsek Teluk Bayur. Dia terancam dijerat Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 136 Jo Pasal 75 UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan atau Pasal 197 Jo Pasal 106 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan pidana penjara 5 tahun. (*/sin/udi)

 


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

Ular Bikin Listrik Padam

TANJUNG REDEB - Masyarakat Tanjung Redeb dan sekitarnya tampak gusar siang kemarin (22/2). Penyebabnya,…

Jumat, 23 Februari 2018 11:26

JPU Hadirkan Dua Saksi, Lanjutan Sidang Kasus Pembunuhan yang Dipicu Rasa Cemburu

TANJUNG REDEB – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Baharuddin (53), warga Km 2 Jalan Raya Bangun…

Jumat, 23 Februari 2018 11:24

Oknum PNS Residivis Sabu Kembali Dibekuk

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Berau,  bekerja sama dengan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:22

Lebih Dikenal sebagai Pengusaha, Pulang Kampung Majukan Kebudayaan

Sukses di perantauan, tak membuat Aji Bambang Kusuma lupa dengan kampung halaman. Putra daerah, asli…

Jumat, 23 Februari 2018 11:21

Pengacara Rita: Angka Gratifikasi Cuma Asumsi Jaksa

JAKARTA -Gratifikasi senilai Rp 469 miliar yang didakwakan jaksa kepada Bupati Kutai Kartanegara nonaktif…

Kamis, 22 Februari 2018 11:43

Rita Tetap Umbar Senyum

JAKARTA - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari menjalani sidang perdana di Pengadilan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:42

Beri Edukasi soal Obat-obatan, Malah Dianggap Mempersulit

Tanggung jawab besar harus diemban Meliana Kurniawaty. Sebagai seorang apoteker, Meliana sudah disumpah…

Kamis, 22 Februari 2018 11:41

Beri Deadline Sebulan

SAMBALIUNG – Kondisi ruas jalan poros Kecamatan Sambaliung menuju Talisayan, masih mengalami kerusakan.…

Kamis, 22 Februari 2018 11:32

Rekonstruksi Digelar Pekan Ini

TANJUNG REDEB – Polres Berau akan menggelar rekonstruksi pembunuhan Redy Siswanto (76), warga…

Rabu, 21 Februari 2018 12:58

Berdalih Tak Bisa Berpolitik, Totoh Enggan Ikut Seleksi Sekkab

TANJUNG REDEB – TotohHermanto merupakan satu dari sebelas nama yang lolos kriteria mengikuti lelang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .