MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 29 Desember 2017 00:03
Gara-Gara Ini, Pedagang Madu Asli Merugi

Imbas Pengungkapan Praktik Pengolahan Madu Palsu di Rinding

KENA IMBAS: Anwar menyiapkan madu yang akan dijualnya. Sejak terungkapnya praktik pembuatan madu palsu, Anwar mengaku penjualan madu asli olahannya menurun sangat drastis.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Terungkapnya praktik pengolahan dan penjualan madu palsu oleh masyarakat Rinding, Teluk Bayur, beberapa waktu lalu, memberi dampak negatif bagi para pedagang madu di Bumi Batiwakkal.

Sebab, peredaran madu palsu yang merugikan masyarakat, minimnya pengetahuan masyarakat untuk membedakan madu asli dan palsu, membuat omzet penjualan madu para pedagang di Berau menurun drastis.

Mewakili pedagang madu, Anwar mengaku jika madu hutan olahannya yang diambilnya dari sarang di pohon manggeris, hanya menumpuk di rumahnya, Jalan Mangga III, Tanjung Redeb. Penyebabnya, klaim Anwar, masyarakat kini tak percaya jika madu yang diperdagangkan adalah madu asli yang diambilnya dari hutan.

“Karena kemarin ditemukan ada penjual madu palsu, jadi kami yang menjual madu asli ini ikut terkena imbasnya, banyak masyarakat yang tidak percaya dengan madu yang saya jual,” katanya kepada Berau Post kemarin (28/12).

Diperkirakannya, ada sekitar 1 ton lebih madu yang telah diolahnya dalam kemasan jeriken, hanya menumpuk karena tak laku terjual. Anwar juga terus berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar dapat membedakan madu asli dan palsu, saat berkeliling kota menjual madu.

Dia menyarankan, jika masyarakat ragu saat membeli madu, lebih baik langsung mencobanya dan mencium aromanya. Dikatakan, madu asli memiliki tekstur yang kental. Agar lebih meyakinkan, coba dengan mencampur madu dengan air di dalam gelas. Jika madu asli akan turun ke bawah dan tak bercampur air yang dituang bersamaan di dalam gelas.

“Rasa madu asli juga sangat berbeda dengan madu palsu. Makanya masyarakat juga harus berhati-hati dalam membeli madu,” imbuhnya.

Anwar dan pedagang madu lainnya, sangat mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang mampu membongkar praktik madu palsu di Berau. Sekaligus berharap tak ada lagi madu palsu yang beredar, karena sangat merugikan masyarakat dan pedagang madu asli sepertinya. “Semoga saja tidak ada lagi penjual madu palsu, karena sangat merugikan kita sebagai penjual madu asli. Gara-gara itu, madu kami yang seharusnya bisa laku beberapa botol dalam satu hari, saat ini justru berkurang sangat banyak pembelinya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ani (43), warga Jalan Marsma Iswahyudi, Kelurahan Rinding, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Hal itu setelah dirinya kedapatan membuat dan menjual madu palsu.

Dikatakan Kapolsek Teluk Bayur AKP Suradi didampingi Kanit Reskrim Aiptu Suwarno, praktik pembuatan madu palsu oleh Ani terungkap sejak 15 Desember lalu. Pihaknya, melakukan penggerebekan dan menyita semua bahan maupun peralatan yang digunakan untuk membuat madu di rumah pelaku.

Terungkapnya praktik ini, berdasarkan laporan yang diterima petugas dari warga, karena mencurigai madu yang diolah Ani adalah palsu. Saat dilakukan penggerebekan di rumah Ani, petugas benar-benar mendapatkan madu olahan, dengan bahan-bahan seperti gula dan perasa makanan. Tapi, kata Suradi, petugas sama sekali tidak menemukan adanya madu yang benar-benar asli.

“Ada 69 botol ukuran 600 mililiter setiap botolnya dan 1 ember berisi sekitar 60 liter cairan seperti madu. Kalau rasa dan baunya jelas tak seperti madu,” terangnya.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pembuatan dan penjualan madu palsu ini sudah dilakukan selama 8 bulan terakhir. Dia mengetahui cara pembuatan saat pernah tinggal di Kota Samarinda, Kaltim. Karena terdesak kebutuhan ekonomi, perbuatan tersebut terpaksa dilakukannya. Bahkan Ani, juga mengetahui tindakannya itu salah.

“Kalau klaimnya dia baru 8 bulan, tapi kami tidak tahu apakah sudah lama atau tidak. Yang jelas dia sudah mengakui perbuatannya dan kami proses hukum,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Ani ditetapkan menjadi tersangka. Meski belum ditahan, kini dia wajib lapor ke Mapolsek Teluk Bayur. Dia terancam dijerat Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 136 Jo Pasal 75 UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan atau Pasal 197 Jo Pasal 106 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan pidana penjara 5 tahun. (*/sin/udi)

 


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 13:39

6.221 KTP-el Dibakar

TANJUNG REDEB – Sebanyak 6.221 keping KTP-el yang rusak dan…

Rabu, 19 Desember 2018 13:36

Dua Pekan Ditelantarkan di Pinggir Jalan

TANJUNG REDEB – Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 19 Desember 2018 13:34

Berkas Perkara Diteliti Kejaksaan

TANJUNG REDEB – Berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor)…

Rabu, 19 Desember 2018 13:31

Tetap Yakin Tak Bersalah

TANJUNG REDEB – Pelimpahan berkas perkara dugaan korupsi pengadaan kapal…

Selasa, 18 Desember 2018 12:18

Tak Menghilangkan Pertanggungjawaban Pidana

TANJUNG REDEB – Dua pelaku kasus dugaan tindak pidana korupsi…

Selasa, 18 Desember 2018 12:17

Tuntut Pejabat Berinovasi

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau untuk pertama kalinya menggelar mutasi…

Selasa, 18 Desember 2018 12:15

Bully Membunuh Karakter Anak

KETUA Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau…

Selasa, 18 Desember 2018 12:13

Berkiprah di Tingkat Nasional, Ulang Prestasi di Apsetra X

Teater Aji Kannik Barrau Sanipah (AKBS) SMAN 1 Berau terus…

Senin, 17 Desember 2018 14:54

Tutup ‘Wisata Seribu Lubang’

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan poros pesisir…

Senin, 17 Desember 2018 14:53

Penyu Sisik Masuk Daftar Merah Kepunahan

TANJUNG REDEB – Ketegasan Pemkab Berau yang tidak akan menolerir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .